TANTANGAN 10 HARI MENERAPKAN ILMU KOMUNIKASI PRODUKTIF – DAY 1

TANTANGAN-10-HARI

Ulasan hari pertama tentang hasil dari pengaplikasian kaidah-kaidah komunikasi produktif yang telah diberikan pada materi sebelumnya. 

Sebagai istri sekaligus ibu yang bekerja dari rumah saya harus bersyukur sebab hampir 24 jam saya bisa selalu berada disisi anak dan suami. Ya, hampir 24 jam. Kalaupun terpisah sesekali paling hanya karena suami pergi ke masjid atau keluar sebentar karena sesuatu urusan. Kami tinggal di sebuah hunian ruko 2 lantai yang tidak hanya berfungsi sebagai rumah tapi juga kami fungsikan sebagai tempat bekerja. Suami saya yang bekerja sebagai Notaris menggunakan lantai bawah sebagai kantor sedangkan lantai atas digunakan sebagai tempat tinggal. Anugerah ini sebenarnya menjadi suatu kebahagiaan tersendiri buat kami sebab tidak semua orang  bisa mendapatkan kesempatan emas seperti ini, siapa yang tidak senang sih bisa bareng anak dan suami sepanjang hari?.

Keadaan seperti ini secara tidak langsung membuat peran saya terhadap suami bertambah, begitu pula sebaliknya. Saya tidak hanya menjadi istri baginya tapi juga menjadi sahabat, teman ngobrol, teman curhat, teman gosip uppps, teman bercanda, teman jahil dan lain sebagainya. Keadaan membuat kami jadi jauh lebih dekat.

Tapi kedekatan ini ternyata tidak 100% membuat komunikasi yang terjadi antara saya dan suami menjadi benar-benar berkualitas bahkan barangkali karna hampir setiap saat kami bisa bicara, kualitas obrolan seringkali menjadi biasa-biasa saja. Tidak jarang kami ngobrol sambil main gadget tanpa eye contact apalagi memperhatikan mimik dan ekspresi lawan bicara

Nah kebetulan pada materi pertama di Komunitas Ibu Profesional tentang komunikasi produktif kemarin , saya belajar tentang bagaimana meningkatkan kualitas komunikasi antar pasangan. Supaya ngobrol 5 menit jadi lebih terasa berfaedah ketimbang ngobrol dalam durasi yang lama tapi “kosong” isinya. Pada materi tersebut saya juga ditantang selama 10 hari untuk menceritakan perubahan-perubahan yang terjadi setelah saya mengaplikasikan ilmu komunikasi produktif yang sudah dibagikan oleh fasilitator, melalui artikel ini sedikit ulasan tentang perubahan-perubahan tersebut akan saya bagi

Day – 1 

10 September 2018 jam 20.00 wib

Qonita sudah tidur pulas sejak jam 7 tadi, seperti biasa kami memiliki kebiasaan untuk “pillow talk” atau ngobol santai di tempat tidur di jam-jam sebelum tidur seperti saat ini. Menurut saya berdasarkan kaidah choose the right time, kebiasaan kami sudah benar. Waktu yang kami tentukan atau biasakan untuk ngobrol sudah cukup nyaman. Tidak ada tema khusus yang kami tentukan, apa saja yang kebetulan terlintas itulah yang akan kami bicarakan. Apabila kaida choose the right time berhasil diwujudkan Tapi menurut saya tidak demikian dengan kaidah “eye contact” dan “7-38-55” . Kaidah 7% pemilihan kata-kata dan 38% intonasi suara mungkin bisa tapi tidak dengan kaidah 55% gesture tubuh karna lampu sudah kami redupkan jadi agak susah melihat mata dan bahasa tubuh lawan bicara hehe. Mungkin dilain waktu akan saya coba mencari waktu yang lebih pas untuk dapat menerapkan semua kaidah dengan benar

Hal menarik yang saya dapatkan hari ini adalah komunikasi yang setingkat lebih berkualitas daripada yang pernah saya lakukan dengan suami biasanya, kami tidak lagi ngobrol sambil main gadget tapi fokus pada obrolan lawan bicara sekalipun tidak saling menatap tapi paling tidak tangan kami saling mengenggam, sekalipun tema obrolan yang kami bicarakan sebenarnya receh, biasa-biasa saja tapi entah kenapa terasa sungguh istimewa. Saya jadi teringat sama masa-masa pas baru baru awal nikah , hehehe apalagi ketika menerapkan kaidah 38% intonasi suara saya berusaha bicara dengan nada yang agak merayu bahkan cenderung menggoda, tak dinyana suami juga melakukan hal yang sama. Rasanya jadi seperti pasangan penganten baru yang lagi “anget-angetnya” hehehe

Demikian yang saya rasakan dari family forum hari ini semoga apa-apa yang kurang bisa saya perbaiki di hari ke 2 nanti

tantangan-komunikasi

 

Rizka Edmanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *