JENDELA360 : SOLUSI APARTEMEN IDEAL UNTUK SANG MILENIAL

jendela-360

Tak banyak yang sadar, bahwa sejatinya kebahagiaan tak selalu berwujud benda-benda. Tak selalu berwujud rumah yang megah, atau hanya sekedar soal mobil yang mewah. Bagi sebagian orang, kebahagiaan itu adalah sesederhana tinggal di hunian yang dekat dengan tempat kerja sehingga tak perlu berdesak-desakan di commuter line setiap pagi, tak perlu berangkat kerja saat anak belum bangun lalu pulang saat anak sudah tidur. Sayangnya, harga properti yang semakin hari semakin tinggi namun tak selaras dengan kenaikan gaji, membuat banyak para milenial di ibukota terpaksa tinggal di daerah pinggiran seperti Depok, Tangerang, Bekasi dan sekitarnya. Akibatnya, waktu yang seharusnya bisa dipakai untuk berkumpul bersama keluarga harus tergerus oleh jarak, waktu dan macetnya Ibu kota. Semua orang tentu ingin tinggal di pusat kota, dekat dengan kantor sehingga tak perlu membuang waktu dijalan untuk berangkat dan pulang kerja,atau bahkan di jam istirahat bisa pulang sebentar untuk makan siang bersama keluarga. Namun demikianlah, membeli rumah di Jakarta rasanya adalah mimpi di siang bolong, terlebih bagi para milenial yang baru memulai karirnya. Jendela360 hadir, menjadi solusi bagi para milenial di Jakarta yang ingin menikmati berbagai kemudahan hidup di tengah kota, dekat dengan keluarga dan tempat kerja serta lebih mudah mendapatkan fasilitas penunjang lainnya. Bersama Jendela360, kemudahan mencari apartemen idaman dengan harga bersahabat kini bukan hanya sekedar impian.

*****

Lidya.. Oh.. Lidya..

jendela360

Hari masih siang, Jam pulang kantor masih 6 jam lagi namun Lidya sudah kehilangan fokus. Bertubi-tubi notifikasi berbunyi menandakan pesan masuk di aplikasi Whatsapp pada telepon genggamnya, notifikasi ini terus megusik ketenangannya. Pesan dari Ibu itu telah Ia baca namun sengaja tak terlalu Ia gubris, bukannya tak peduli, Ia bahkan tidak tau harus berbuat apa. Anak semata wayangnya tengah sakit dirumah, sang Ibu mengabarkan sekaligus meminta Lidya untuk pulang sebentar. Namun apa daya, jatah istirahat kantor yang hanya 2 jam tak mungkin Ia pakai untuk pulang kerumah sebab sudah jadi rahasia umum jarak Jakarta-Depok memang hanya tampak dekat didalam peta, namun kenyataannya.. yha begitulah.

Akhirnya Lidya memutuskan untuk tetap tak pulang kerumah, tanggung jawab di kantor menahan raganya untuk tak kemana-mana, namun tak pula bisa Ia pungkiri bahwa hati dan pikirannya telah tertawan dirumah. Rasa cemas sekaligus rasa bersalah membuncah. Apalagi tadi pagi Ia tak sempat pamitan dengan sang buah hati sebelum berangkat kerja. Boro-boro pamitan ah, saat si kecil masih terlelap tidur saja Lidya sudah berjibaku mengantri di peron commuter line. Lidya berandai, jika saja Ia tinggal didekat kantor, mungkin akan beda ceritanya. Setidaknya Ia bisa pulang sebentar menjenguk anaknya atau bahkan makan siang bersama dirumah, lalu kembali lagi ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya, setidaknya Ia bisa berpamitan dengan anaknya setiap hari sebelum pergi kerja.

sewa-apartemen-jendela360

Lidya hanyalah satu diantara sekian banyak milenial yang mengalami permasalahan tentang sulitnya mencari hunian layak dengan harga bersahabat di ibukota. Ada banyak Lidya-Lidya lain di Ibukota yang mengalami permasalahan yang sama. Tak hanya bagi pekerja kantoran, permasalahan semacam ini pun kerap melanda para mahasiswa, perantau hingga ekspatriat yang datang mengadu nasib ke Ibu kota.

Tanah di Jakarta Mulai Sudah Langka…

harga-tanah-katadata

Jakarta, dengan segala kemajemukannya telah bertransformasi menjadi pusat dari berbagai sektor, mulai dari industri, ekonomi, perdagangan, pemerintahan, pendidikan dan lain sebagainya. Kenyataan ini akhirnya menyulap tanah-tanah di Jakarta menjadi barang mewah sekaligus langka. Sebab kini, Jakarta hanya menyisakan sedikit wilayah untuk kantong-kantong pemukiman warganya. Sisanya, terpaksa “hijrah” ke daerah-daerah penyangga, seperti Depok, Tangerang dan Bekasi misalnya.

Kalaupun masih ada, harga rumah di Jakarta pasti sudah selangit harganya. Jangankan rumah, tanahnya saja sudah pasti sangat mahal. Berdasarkan data yang dilansir dari situs katadata, rata-rata harga tanah perumahan di wilayah DKI Jakarta adalah berkisar antara 7,9juta hingga 18,7 juta per meter persegi. Itu baru harga tanahnya saja, belum termasuk bangunannya. Untuk membangun sebuah rumah tipe 21 saja, setidaknya dibutuhkan tanah seluas 60 meter persegi. Nah, monggo dikalikan dulu, lalu lihat sendiri berapa total harga tanahnya.

Hidup di Ibukota? Mending Tinggal di Apartemen Aja!

apartemen

Maka tak heran, kini banyak milenial yang lebih memilih tinggal di bangunan hunian vertikal. Bagi para milenial, membeli atau menyewa apartemen sekarang sudah bukan lagi menjadi lambang kemewahan, melainkan kebutuhan . Fasilitas penunjang bak hotel bintang 5, lokasi yang strategis, kemudahan akses menuju berbagai tempat, keleluasaan pribadi hingga faktor keamanan menjadi alasan-alasan kaum urban milenial menjadikan apartemen sebagai alternatif hunian layak tinggal. Terlebih bagi para pendatang yang tak menetap lama di Jakarta, tinggal di apartemen tentu akan membuat hidup mereka jauh lebih mudah.

Soal harga, relatif sebenarnya karena kini tarif sewa apartemen terbilang cukup terjangkau, untuk sewa apartemen di Jakarta Selatan misalnya, beberapa unit apartemen dengan tipe studio ditawarkan dengan harga mulai dari 2 jutaan Rupiah saja. Harga yang masih masuk akal untuk kalangan mahasiswa atau fresh graduate yang baru merintis karir di ibukota. Bayangkan jika dibandingkan dengan menyewa rumah atau kos-kosan, dengan harga yang sama, fasilitas yang didapatkan oleh penyewa tentu tidak sama dengan fasilitas yang didapatkan jikalau tinggal di apartemen.

apartemen-jakarta

Apalagi bagi mereka yang memiliki dana lebih, tinggal di apartemen tentu akan menjadi pilihan utama oleh karena berbagai fasilitas dan kemudahan yang disebutkan diatas tadi. Soal harga, bagi kalangan menengah ke atas ini tentu tak jadi masalah sebab bila dibandingkan dengan fasilitas yang didapat mengeluarkan uang belasan hingga puluhan juta untuk sebuah kenyamanan tempat tinggal tentulah tidak seberapa. Untuk sewa apartemen central park misalnya, dengan harga 20jutaan rupiah, penyewa sudah mendapatkan berbagai fasilitas tambahan seperti kamar dengan city view, air panas, AC, access card, unit yang sudah fully furnished dan tentu ruangan yang lebih luas dan lega. Puas kan.

Maka tak heran, apartemen kini menjadi pilihan hunian yang paling realistis untuk hidup di ibukota.

Jendela360, Solusi Apartemen Ideal Untuk Sang Milenial

kantor-jendela360

Kantor Jendela360 (picture via duniafintech) READ MORE