NHW #5 : Learning how to learn

NHW-5

Sejatinya, dalam hidup manusia terus belajar. Lulus dari bangku pendidikan formal, manusia dituntut untuk dapat mempraktekkan ilmu yang dipelajarinya agar dapat terjun dan diterima dengan baik di masyarakat. Di Komunitas Ibu Profesional, kami belajar bagaimana menjadi Ibu dan Orangtua yang layak bagi anak-anak. Ini penting, sebab keinginan kita untuk punya anak yang sholeh-sholehah pun keinginan kita untuk memiliki anak yang cerdas, bermanfaat dan berdayaguna bagi masyarakat atau keinginan kita untuk memiliki anak yang hebat sesuai dengan fitrahnya tidaklah cukup diikhtiarkan dengan mendoakannya atau mendidiknya dengan didikan yang terbaik menurut kita. Tapi pula perlu juga bagi kita untuk memantaskan diri. Meningkatkan kualitas diri sebagai orangtua yang layak bagi anak-anak. Sebab bukankah anak-anak yang baik lahir dari oran tua-orang tua yang baik? Anak-anak yang sholeh-sholehah tumbuh dari orang tua yang sholeh-sholehah? Anak-anak yang cerdas terdidik dari orang tua yang cerdas pula? Karenanya saya terus belajar, memantaskan diri untuk dapat mendidik anak-anak saya kelak sebaik mungkin, karena Allah ta’ala. READ MORE

NHW #3 : MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH

“Ta’aruf sejati hanya dimulai dengan pernikahan, karena proses saling mengenal adalah proses seumur hidup, Bukankah manusia itu dinamis & terus berubah? Apabila 1 aqidah, sesuai kriterianya, sama pula visi misi nya, sekufu bila perlu, maka perkara lain hanyalah soal saling memaklumi & saling membetulkan. Urusan perasaan, tenang saja, seiring waktu berjalan, ia akan tumbuh. Bukankah Allah janjikan cinta dalam pernikahan?” Demikianlah kira-kira yang laki-laki itu katakan saat saya memastikan keyakinannya untuk meminang. Meski tanpa melalui proses perkenalan yang panjang, entah kenapa diri ini tiba-tiba begitu yakin untuk mengiyakan. Pendek cerita, selang 6 bulan pasca lamaran, pesta pernikahan kami diselenggarakan. Dari sini tampak bahwa, urusan memilih jodoh ternyata bukan hanya perihal memilih yang kaya atau tampan, bukan pula hanya sekedar memilih yang sholeh atau berpendidikan. Sebab meski sesempurna apapun ia, namun apabila aqidah dan visi misi hidupnya saja sudah berbeda dengan kita maka tentu pernikahan yang kelak akan kita jalani tak akan mampu menjadi bahtera, untuk membawa rumah tangga langgeng sampai ke surga seraya membangun peradaban dari dalam rumah. READ MORE

Berkenalan dengan Komunitas Ibu Profesional


INSTITUT IBU PROFESIONAL

Selain memperbaiki asupan gizi dan nutrisi, sejak hamil saya mulai mencoba memperkaya wawasan khususnya seputar tumbuh kembang anak serta parenting, lewat berbagai media. Baik dengan membaca-baca buku-buku, artikel di internet, ataupun blogwalking ke blog-blog teman lain yang niche blog nya seputaran tema-tema diatas. Tapi ternyata membaca saja tidak cukup, saya merasa membutuhkan media lain untuk belajar, media yang memungkinkan saya untuk saling berbagi dan berdiskusi dengan teman-teman perempuan lain khususnya para Ibu dan Calon Ibu yang tengah berjuang dalam visi misi yang sama, yaitu untuk meningkatkan kualitas diri sebagai seorang Perempuan, Istri sekaligus Ibu, demi mewujudkan visi & cita-cita yang mungkin terdengar mudah tapi ternyata tak sederhana, yaitu membangun peradaban dari dalam rumah. Dan visi misi serta cita-cita ini, menjadi tampak masuk akal untuk saya wujudkan, setelah saya berkenalan dengan Komunitas Ibu Profesional, terlebih ketika melihat banyak alumnus serta Ibu Pembelajar di Ibu Profesional yang berhasil mewujudkan visi misi serta cita-cita tersebut. Saya pun tak mau ketinggalan, ingin rasanya menjadi satu diantara mereka yang sukses mewujudkannya. READ MORE