Tentang Hati yang Tertambat, Pada Sudut-Sudut Wisata Jogja

jogja

Kenangan adalah benda yang diam (jika ia bisa disebut benda). Tidak bergerak dan menetap seperti guci di sudut rumah yang tidak berpenghuni. Bisu dan angker. Ia menentang hukum waktu yang selalu bergerak. Ia tidak berubah bentuk. Ia terbingkai dan bingkainya ikut abadi selamanya. Ia tidak bisa dihapus. Ia permanen. Melekat seperti roh pada jasad dan jasad pada roh. Tidak seperti kehidupan, ia tidak menginginkan perubahan. Ia tidak bisa berubah. Ia tidak bisa diapa-apakan selain diterima sebagai bagian dari sejarah dan riwayat seseorang. (Kutipan paragraf Novel Cinta – (baca : cinta dengan titik) hal.74. 

READ MORE

Review Perlengkapan Bayi : JOIE SERINA 2 IN 1 – SWING + ROCKER.

Perlengkapan Bayi Favorit Qonita : JOIE SERINA 2 IN 1

Jauh sebelum jenis ayunan moderen ditemukan, masyarakat Banjar telah mengenal tradisi mengayun bayi yang disebut dengan “baayun”. Bahkan tradisi ini ditampilkan setiap tahun pada Festival Maulid Nabi Tahunan. Hal ini dilakukan untuk mengenang tradisi nenek moyang orang Banjar yang senang mengayun bayi sambil melantunkan syair-syair. Lain lagi pada masyarakat suku Dayak, tradisi mengayun bayi dikenal dengan istilah “bapukung”. Masyarakat Dayak percaya bahwa dengan “mampukung” bayi maka mereka akan lebih mudah tertidur. Di bagian Asia lainnya, yaitu pada masyarakat India, “Palna” dan “Jhoola” juga dikenal sebagai tradisi mengayun bayi yang dilakukan secara turun temurun. Bahkan, di Negara barat seperti Amerika, tradisi mengayun bayi juga telah dilakukan oleh Bangsa Amerika Asli sejak ratusan tahun silam.

Hal diatas menjadi bukti bahwa nyatanya manusia tidak pernah bisa benar-benar meninggalkan budaya dan tradisi turun temurun. Terbukti, budaya dan tradisi mengayun bayi masih tetap dilakukan hingga hari ini, tak hanya di Indonesia atau Asia, namun juga seluruh dunia.
Apalagi mengayun bayi ini ternyata memiliki manfaat luar biasa untuk bayi. READ MORE