#LiburanAsikDenganLaptopASUS #ASUSXMiraSahid

Berkarya Sambil Merawat Warisan Budaya Bersama ASUS Zenbook S UX391UA

ASUS Zenbook S UX391UA

Bersama ASUS Zenbook S UX391UA, akan aku jelajahi wajah dunia, untuk membuka tabir-tabir mahligainya. Melalui setapak jejak yang aku tinggalkan, aku akan belajar banyak hal. Tentang kehidupan, tentang kebijaksanaan. Tentang hal-hal sederhana yang barangkali orang lain lupakan. lalu akan aku ceritakan kembali pengalaman itu, pada semesta, melalui tulisan-tulisan…

Liburan Asik ke Kota Seribu Sungai, Banjarmasin READ MORE

Cerita Dibalik Nama

memilih-nama-blog

Jika bagi seorang manusia nama adalah doa yang sarat akan makna. Maka demikian pula bagi sebuah blog atau website. Nama domain akan mencerminkan isi dari blog atau website itu sendiri. Dilansir dari Wikipedia, Nama domain adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer seperti r  atau email server di jaringan komputer ataupun internet.

Nama domain berfungsi untuk mempermudah pengguna di internet pada saat melakukan akses ke server, selain juga dipakai untuk mengingat nama server yang dikunjungi tanpa harus mengenal deretan angka yang rumit yang dikenal sebagai alamat IP (internet protocol).

Nama domain ini juga dikenal sebagai sebuah kesatuan dari sebuah situs web seperti contohnya “wikipedia.org” atau “rizkaedmanda.com”, yang mewakili Wikipedia sebagai Perusahaan (Website) atau Rizka Edmanda sebagai pemilik blog. Terkadang, nama domain akan mewakili isi, niche atau tema sebuah website/blog. Biasanya, hanya dengan melihat nama blog nya saja kita sudah bisa menebak-nebak niche atau tema blog tersebut.

Blog di masa kini, nyatanya tidak hanya menjadi sebuah media ajang curhat saja, tapi telah bertransformasi menjadi media pemasaran baik bagi personal atau brand dan perusahaan. Maka pemilihan nama domain sebuah blog, tak akan terlepas dari sisi-sisi ilmu marketing. Dalam dunia marketing, pemilihan nama/merek/brand atas suatu produk sangatlah penting karena ini akan mewakili image / citra dari produk yang dipasarkan. Sedangkan bagi sebuah blog personal, pemilihan nama domain juga akan mewakili citra dari si pemilik blog (personal branding imge).

memilih-nama-blog

Setidaknya ada beberapa kriteria dalam pemilihan nama domain, antara lain :

  1. Nama domain harus mudah diingat dan tidak alay. Alay itu misalnya seperti ini : blognyasicantiquedanmaniez dot com. Serius, kalau kamu ingin menggunakan nama itu, mohon fikirkan seribu kali, sekalipun kamu betul-betul cantik atau manis.
  2. Nama domain dapat menggunakan nama pemilik blog dengan karakter khusus atau istilahnya “nama panggung” misalnya Benazio Rizki Putera membangun blog dengan nama benakribo dot com, karena publik lebih mengenal Benazio dengan nama “Bena Kribo”.
  3. Menarik atau lucu, jika tidak ingin menggunakan nama asli pemilik blog, bisa juga menggunakan nama yang menarik atau lucu, sehingga membuat orang tertarik untuk berkunjung.
  4. Nama domain haruslah Legal. Kamu tidak ingin kan punya blog yang kemudian baru beberapa bulan menayangkan artikel sudah di banned oleh google karena menggunakan nama yang illegal?. Legal disini maksudnya tidak hanya nama-nama yang mengandung unsur negatif tapi juga nama yang mengandung unsur hak cipta pemilik brand/blog lain.
  5. Nama domain harus memiliki Makna. Artinya, nama tersebut dapat mencerminkan deskripsi dari blog tersebut, atau informasi singkat tentang blog. Misalnya blog milik Mba Noe, dengan nama noetraveler dot com. Dengan melihat namanya saja orang pasti akan tau kalau blog ini akan membahas seputar traveling.

Cerita Dibalik Nama rizkaedmanda.com

Ngomong-ngomong tentang pemilihan nama domain. Saya ingin bercerita sedikit tentang kenapa saya memilih nama rizkaedmanda.com untuk nama blog ini. Jadi beberapa waktu lalu ketika saya memutuskan untuk kembali membangun sebuah blog, saya sempat bingung saat akan memberi nama blog tersebut. Memang sejak awal, saya ingin blog ini lebih banyak membahas tema-tema seputar kesehariaan saya (lifestyle) dan dunia ibu&anak sebagaimana yang saya jalani saat ini. Tapi saya ingin blog ini sedikit fleksibel, artinya tidak menutup kemungkinan juga apabila sewaktu-waktu saya ingin membahas tema diluar tema-tema tersebut, karena saya ingin blog ini menjadi “rumah kedua” dimana saya bisa nyaman bercerita tentang apa saja.

Akhirnya, saya putuskan untuk memberi nama blog ini dengan nama rizkaedmanda.com saja. Keputusan ini bermula saat pertama kali saya iseng-iseng nge-browsing nama saya sendiri di google. Saya menemukan ada banyak sekali berita-berita tentang saya di masa lalu *eaaaak . Namun sedihnya ada beberapa media yang mengangkat berita tentang saya namun tidak secara benar menyebutkan profil saya, jadi kesannya hanya ngarang-ngarang doang gitu. Bahkan ada beberapa media yang mengangkat berita tentang saya, tanpa pernah melakukan wawancara secara langsung dengan saya, hehe. Gak apa-apa sih, selama yang diberitakan positif saya anggap itu sedekah sama wartawan yang mungkin sedang kurang bahan untuk diberitakan. *uppsss

Sejak itu, saya jadi kepikiran kenapa saya tidak bikin nama domain blog dengan nama personal aja sekalian. Biar orang-orang yang mengenal saya bisa membaca dan melihat cerita-cerita kehidupan saya saat ini dan mengambil sisi positif dari cerita itu. Tanpa bermaksud jumawa, sayapun merasa nama “Rizka Edmanda” sudah terlanjur lebih dulu dikenal daripada orangnya Hehehe.  Jadi sepertinya, akan lebih mudah diingat pembaca jika saya menggunakan nama itu.

Intinya dengan nama ini saya ingin lebih dekat saja dengan pembaca. Agar pembaca memandang tulisan ini sebagai subjek, bukan hanya sebuah objek, agar blog ini terasa hidup dan agar pembaca merasa saya ada di hadapan mereka ketika mereka sedang membaca tulisan-tulisan saya. Saya ingin pembaca blog ini dapat berinteraksi sebagaimana 2 sahabat yang sedang asik ngobrol, makanya saya buat nama domain yang personal-personal aja.

Demikianlah cerita singkat saya tentang pemilihan nama domain blog ini, dan tips sederhana bagi kalian yang sedang memilih nama domain untuk blog kalian. Yang penting inget ya, jangan pake nama blognyasicantiquedanmaniez dot com , please jangan.

Btw sharing dong, kalau kalian kenapa memilih nama domain yang sekarang kalian pakai? Bagi ceritanya sama saya di kolom komentar ya

Artikel ini diikutsertakan dalam #BPNC30dayBlogChallenges dengan tema – Mengapa memilih nama blog yang digunakan saat ini

  READ MORE

Udah Jaman Vlog, Ngapain Sih Masih Ngeblog?

kenapa-masih-ngeblog

Saya teringat waktu pertama kali saya ngeblog sekitar 8 tahun yang lalu. Waktu itu blogging masih menjadi tren yang amat sangat digandrungi anak-anak muda pada zaman nya. Bahkan kasta popularitas tertinggi konon akan dipegang oleh mereka yang menyandang predikat sebagai “blogger”. Dulu banyak teman-teman saya yang gak suka nulis tapi bela-belain ngeblog, hanya karna ingin ikut-ikutan tren semata. Blog yang keren pada zamannya adalah yang pake backsound, ada daun-daun berguguran sebagai latar tulisan, kursor kerlap-kerlip warna-warni dan ummm apalagi ya? Ada yang bisa menambahkan? Monggo tulis di kolom komentar.

Nah, belakangan ini, santer terdengar kabar di telinga saya bahwa popularitas blog terancam pudar pesonanya. Seiring dengan tren yang baru-baru ini muncul, yakni vlog alias video blog. Secara konsep, blog dan vlog mungkin mirip, sama-sama merupakan media untuk menceritakan gagasan atau pengalaman sehari-hari pembuatnya, namun bedanya jika blog dituangkan dalam bentuk tulisan maka vlog dituangkan dalam bentuk visual (video). Vlog sendiri adalah kepanjangan dari video blog.

Pernah saya mendapat pertanyaan kayak gini, “Ngapain sih masih ngeblog, bukannya sekarang orang-orang lebih suka nonton vlog ya ” Mendengar ini saya jadi tersadar kalau memang zaman sudah berubah. Orang-orang yang dulunya lebih gemar membaca tulisan, sekadang menjadi lebih condong pada hal-hal yang sifatnya visual. Apakah ini karena di zaman sekarang, minat baca di kalangan anak muda sudah semakin lemah? Ah, entahlah.

Ngomong-ngomong tentang konten visual, tak bisa dipungkiri memang sekarang konten visual lebih diminati. Jangankan seorang Vlogger, seorang Blogger pun belakangan ini sudah mulai gencar menyelipkan konten-konten visual kedalam tulisan-tulisan atau artikel di blog mereka. Coba perhatikan perkembangan blog akhir-akhir ini, blogger mana sih yang nekat memposting tulisan atau artikel di blog tanpa sepotong gambar apapun minimal sebagai pembuka pada awal paragraf tulisannya? Oke, kalaupun ada mungkin tak akan sebanyak bila dibandingkan dengan blogger yang memasang dua hingga tingga konten visual seperti gambar atau video untuk memperindah tulisan mereka.

Kalau dulu, landing page sebuah blog sangatlah sederhana dan itu-itu saja, maka kini sudah banyak blogger yang kreatif memadu-madankan keahlian desain grafis dengan skill web design yang mumpuni hingga terciptalah sebuah tampilan blog yang kerennya ngalah-ngalahin website perusahaan besar. Atau ada juga blogger yang menggabungkan keahlian blogging dengan vlogging, mereka mencari celah dari kedua media, menyematkan link artikel blog mereka di postingan video youtube yang diunggah dan menyelipkan video di sela-sela tulisan/artikel yang mereka post di blog. Ada lagi blogger yang menyelipkan meme atau infografis kedalam tulisan-tulisan mereka. Intinya para blogger ini sadar bahwa di era yang kekinian, pembaca blog akan lebih menikmati sebuah konten yang tidak melulu hanya berupa tulisan.

Begitu juga dengan saya. Dulu, di blog pertama saya yang saya buat kalau tidak salah 8-9 tahun lalu, saya masih berani tuh memposting tulisan tanpa gambar sama sekali. Apalagi pada tulisan-tulisan curhat,puisi atau sajak. Pertama karena waktu itu memang saya masih buta tentang desain, kedua karena waktu itu pembaca blog memang murni menikmati blog berdasarkan kualitas tulisannya, sedangkan gambar hanya sekedar pelengkap saja.

Di blog saya yang baru ini, keadaan berubah 180 derajat, jarang sekali saya memposting tulisan tanpa konten visual, baik itu ilustrasi ataupun visual penguat seperti infografis sebagai pendukung tulisan. Bagi saya saat ini, konten visual adalah ruh dari konten tulisan saya, dia dapat merepresentasikan isi tulisan itu sendiri.

mengapa-harus-ngeblog

Pentingnya konten visual pada blog di era kekinian menjadi nyata ketika kita dihadapkan pada fakta bahwa manusia adalah makhluk visual. Maka dari itu, wajar saja ketika kita membaca suatu artikel, secara otomatis mata kita akan berusaha mencari sesuatu yang berbeda di antara barisan tulisan.Ya, karena memang otak kita lebih cepat memproses visual dari pada sederetan teks, bahkan menurut penelitian otak manusia dapat memroses informasi visual hingga 60.000 kali lebih cepat dibandingkan informasi teks. Baik itu konten visual berupa foto, gambar atau infografik serta audio visual.

Menyematkan Konten Visual dalam Tulisan

Sebagai blogger kekinian, akhirnya saya mulai berbenah disana sini, saya mulai aktif mempelajari soal desain grafis untuk memperindah tampilan konten tulisan saya. Skill desain saya memang pas-pasan, saya bukan lulusan sekolah desain dan sama sekali tak pernah belajar seputar desain, beruntung saya hidup di zaman dimana semuanya sudah serba termudahkan, zaman sekarang banyak sekali situs desain gratis untuk mempermudah orang awam untuk bisa menciptakan desain. Salah satu situs tersebut adalah canva. Di situs ini, kita bisa membuat berbagai desain dengan menggunakan template-template yang sudah disediakan. Misalnya nih, ingin membuat quotes atau kata-kata motivasi , tinggal pilih saja template desain yang kita sukai, kemudian edit kata-katanya sesuai dengan keinginan kita. Mudah kan.

Lalu, dengan berkembangnya tren vlog dan konten-konten visual akhir-akhir ini, apakah popularitas blog betul-betul akan punah?

Menurut saya tidak. Entah kepercayaan diri darimana, namun rasanya saya betul-betul yakin bahwa selama orang-orang masih browsing dengan world wide web dan search engine, selama masih ada perusahaan-perusahaan e-commerce yang membutuhkan hujan backlink dari website/blog lain dan selama portal-portal media online masih eksis maka popularitas blog akan terus bertahan. Terlebih memperhatikan pertumbuhan sosial media yang semakin pesat, maka kepercayaan diri saya akan popularitas blog yang akan terus eksis kian menjadi-jadi. Bahkan, belakangan semakin banyak blog-blog baru bermunculan, dengan motivasi mereka masing-masing tentunya.

Oke tidak bisa dipungkiri, kebanyakan blog baru muncul dengan motivasi yang lebih bersifat profit oriented. Mulai dari mengharapkan google adsense, job-job dari agency atau bahkan dengan cara mengikuti lomba blog. Saya pernah tuh nemuin 1 blog yang kanan kiri atas bawah ditempel iklan dari google adsense, pas saya baca-baca artikelnya semua artikel tersebut adalah konten untuk dilombakan, tidak ada satupun konten organik. Lalu apa salah? Gak menurut saya. Kembali lagi, semua orang membangun blog untuk tujuan mereka masing-masing. Selama konten yang dibuat bukan hoax, dan tidak memiliki tendensi negatif maka saya rasa sah-sah saja.

Dari kacamata pembaca sendiri, blog masih menjadi sumber informasi dan referensi yang dipercaya. Dari survey kecil-kecilan yang saya lakukan terbukti bahwa masih banyak orang-orang yang ketika mencari referensi, review produk misalnya akan browsing di google dan memilih meng-klik laman blog daripada ke situs produk tersebut langsung. Alasannya sederhana, manusia senang sesuatu yang sifatnya personal. Mendengar review jujur dari pengguna atas sebuah produk akan lebih menyenangkan daripada membaca konten promosi dari situs perusahaan sebuah produk.

Jadi, Kenapa Saya Masih Betah Ngeblog?

Sebagian lagi ada pula blogger yang masih menekuni dunia blog karena kecintaannya pada dunia blog itu sendiri. Saya salah satunya. Selain passion dan rasa cinta pada dunia kepenulisan digital, keinginan untuk berbagi dengan sesama dengan cara-cara yang sederhana menjadi landasan saya untuk membangun kembali sebuah blog. Saya membangun blog ini tepat ketika saya dinyatakan hamil, dan blog ini lahir sebagai bentuk rasa syukur atas kehamilan saya. Waktu itu, saya memang telah ber-azzam akan membangun blog dengan tema motherhood, family & parenting, untuk berbagi cerita dan wawasan tentang dunia ke-ibu-an yang kini tengah saya jalani.

Apalagi saya yang saat ini lebih banyak menghabiskan waktu dirumah, tinggal di kota yang sebelumnya sangat asing bagi saya hmm blog menjadi oase ketika saya merasa kesepian atau butuh teman untuk bercerita.

Ngeblog memberi saya kesempatan untuk terus belajar, dan update tentang perkembangan dunia. Ngeblog memberi saya ruang untuk berkenalan dengan banyak teman-teman baru dari seluruh Indonesia. Ngeblog memberi saya panggung untuk saya bisa jadi siapa saja yang saya mau. Ngeblog menjadi media bagi saya untuk mengembangkan skill-skill yang sebelumnya tak pernah saya jamah.

Saya tidak memungkiri,memang sayapun mendapatkan keuntungan profit dari blog ini. Beberapa kali lewat lomba atau lewat job, tapi sejujurnya itu bukan yang utama, bagi saya itu hanya bonus dari informasi-informasi yang telah saya bagi. Pada intinya, rasa cinta lah yang membuat saya masih terus ngeblog hingga hari ini.

Tak peduli, seberapa jauh dunia blogging akan terus bertransformasi suatu hari nanti, saya ingin terus menulis. Zaman boleh berubah, tapi saya ingin terus beradaptasi. Semoga semangat menulis dan semangat untuk berbagi ini tidak akan pernah padam, dan blog bisa menadi media bagi saya untuk menebar kebaikan.

Jadi, untuk teman-teman blogger yuklah semangat terus blogging. Masih ada celah dan kesempatan untuk kita para blogger bertahan di era kemajuan teknologi, tantangannya adalah tinggal bagaimana kita bisa terus beradaptasi dengan perubahan demi perubahan media digital saat ini.

Let’s Keep Blogging, Because Why Not..?