Skincare & Beauty Treatment Untuk Ibu Hamil

SKINCARE UNTUK IBU HAMIL

Panduan Skincare & Beauty Treatment Untuk Ibu Hamil, Dikutip dari Berbagai Sumber

Skincare & Beauty Treatment Untuk Ibu Hamil – Kehamilan dan permasalahan kulit adalah 2 hal yang kadang bikin dilema. Syukur-syukur kalau hormon kehamilan bikin kulit kita tambah bagus, kenyal, cerah dan glowing atau yang biasa diistilahkan dengan “preganancy glow”, gimana kalau selama kehamilan kulit kita tiba-tiba break out, kusam, atau bruntusan? Pasti galau kan!. Apalagi sudah sama-sama kita fahami bahwa wanita hamil gak bisa sembarangan pake produk makeup atau skincare, dan gak bisa juga sembarangan melakukan perawatan kecantikan karena katanya apapun yang kita lakukan bisa berdampak buat janin. Nah ternyata nih, emang bener lho tidak semua kandungan bahan pada produk-produk skincare serta kandungan bahan yang digunakan pada saat melakukan beauty treatment itu aman untuk ibu hamil. Kalau gak percaya coba deh googling, perhatikan tuh artikel yang mengulas kandungan apa aja yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil pasti akan berkeluaran banyak banget artikel yang membahas list ingridients yang harus dihindari.

Sebelumnya saya mau disclaimer dulu, bahwa semua yang saya tulis disini adalah bersumber dari buku, literatur serta artikel terpercaya  yang saya baca,dan video youtube dari channel terpercaya yang saya tonton. SAYA BUKAN SKIN EXPERT DAN SAYA HANYA MERANGKUM DARI BERBAGAI SUMBER YANG SAYA PERCAYA, BEBERAPA SUMBER YANG SAYA KUTIP AKAN SAYA TULIS DIBAGIAN AKHIR ARTIKEL. Beberapa bahan berbahaya yang akan saya sebutkan sebetulnya masih dalam status “kontroversi” alias sebagian kalangan setuju kalau bahan tesebut memang berbahaya bagi ibu hamil, tapi ada sebagian kalangan yang membantah statement tersebut. Kemudian, artikel yang saya tulis disini sama sekali tidak dapat mengganti pendapat dokter/ahli kecantikan & obgyn mu ya, jadi untuk informasi yang lebih jelas dan mendetail silahkan berkonsultasi ke dokter spkk atau obgyn mu. 

Please Be SMART to choose what you use. Better Safe, Than Sorry

********

Kandungan Bahan Skincare yang KONTROVERSIAL untuk Digunakan Pada Ibu Hamil

Dari penelusuran berbagai sumber, saya menemukan bahwa ternyata beberapa kandungan yang akan saya sebutkan dibawah ini tidak direkomendasikan oleh sebagian kalangan, namun adapula kalangan yang membantah hal tersebut. Beberapa sumber mengatakan bahwa Ibu hamil sebaiknya tidak menggunakan sama sekali produk yang akan saya sebutkan dibawah ini, namun sebagian lagi menyebutkan bahwa menggunakan bahan tersebut sebetulnya aman namun harus diperhatikan lagi presentase / kadar jumlah kandungannya. Sehingga kandungan bahan dibawah ini statusnya masih “kontroversi”. Nah pilihan ada di tangan kalian, kalau saya pribadi sih lebih baik sama sekali tidak saya gunakan / saya hindari 🙂

  1. Asam Salisilat / Salicylic Acid

Salicylic Acid atau Asam salisilat ini banyak ditemukan pada produk-produk perawatan kulit seperti cleansing foam, cleansing balm, toner, produk exfoliator (untuk mengangkat sel kulit mati), obat jerawat, hair tonic bahkan sampai sabun pembersih daerah kewanitaan (hygiene wash). Beberapa ahli mengatakan bahwa  penggunaan asam salisilat pada dosis tinggi bagi ibu hamil bisa menyebabkan kecacatan lahir dan berbagai komplikasi kehamilan. Lalu beberapa kalangan ahli lainnya menyebutkan bahwa penggunaan asam salisilat pada produk kosmetik atau skincare dengan presentase dibawah 2% sebetulnya masih tergolong aman. Sayangnya tidak banyak produsen kosmetik/skincare yang menyebutkan secara rinci berapa presentase kadar masing-masing kandungan bahan-bahan yang terdapat dalam produknya sehingga hal ini bikin galau konsumen. Coba saja kalau gak percaya lihat daftar kandungan di kemasan produk skincare kalian, biasanya hanya akan disebutkan nama-nama kandungannya tanpa menyebutkan dengan jelas jumlah kadar setiap bahan. Maka dari itu, kalau aku pribadi lebih memilih untuk not using this ingridients at all, karena ya itu tadi susah banget nemuin produk yang secara jelas menyebutkan kandungan asam salisilatnya jadi aku lebih memilih untuk menggunakan produk skincare lain yang tidak mengandung asam salisilat. Beberapa produk skincare aku sebelum hamil mengandung asam salisilat jadi akhirnya terpaksa produk tersebut aku singkirkan terlebih dahulu selama hamil dan mencari pengganti produk yang lebih aman. Tidak hanya pada produk kecantikan, Perawatan chemical peeling atau exfoliating (pengelupasan kulit) wajah/ badan dengan bahan asam salisilat yang tinggi pada ibu hamil juga harus dihindari, biasanya kandungan bahan ini terdapat pada perawatan peeling laser di salon-salon kecantikan. Perlu diketahui, BHA (Beta Hydroxy Acid) merupakan salah satu golongan salicylic acid yang juga tidak disarankan oleh sebagian kalangan digunakan ibu hamil. BHA sering ditemukan pada produk eksfoliasi (pengelupasan). Nah untuk kamu yang sedang hamil boleh tuh mulai dicek kembali di produk-produk perawatan kecantikan dan skincare mu, kira-kira ada kandungan asam salisilat/salicylic acid atau BHA gak ya dalam kandungannya?

  1. Benzoyl Peroxide diatas 5 %

Kandungan benzoyl peroxide ini pasti familiar banget buat kamu pemilik kulit wajah jerawat atau berminyak, karena memang biasanya kandungan ini diresepkan oleh dokter untuk mengobati jerawat. Nah, dari beberapa literatur yang saya baca, kandungan ini sebetulnya masih tergolong aman untuk ibu hamil namun dengan presentase dibawah 5% sedang diatas angka tersebut tidak disarankan. Jadi kalau tiba-tiba wajahmu breakout atau jerawatan di masa-masa kehamilan, akan sangat bijaksana jika kamu mengecek kembali kandungan benzoyl peroxide dalam produk skincare mu. Kalau kamu ragu, lebih baik konsultasikan pada dokter kulit mengenai alternatif pengganti obat jerawat yang aman digunakan selama kehamilan. Memilih bahan-bahan alami dan natural boleh juga sih dijadikan pilihan. Teh hijau, lemon atau cuka apel misalnya.

Kandungan Bahan Skincare yang HARUS DIHINDARI untuk Digunakan Pada Ibu Hamil

Berdasarkan sumber-sumber terpercaya yang saya baca, ternyata ada beberapa kandungan bahan yang memang harus dihindari untuk digunakan pada ibu hamil. Jadi karena saya tipe orang yang parnoan apalagi dalam urusan kehamilan, maka saya pribadi merasa lebih nyaman untuk tidak sama sekali menggunakan kandungan yang harus dihindari dibawah ini, baik selama hamil ataupun ketika tidak hamil. Beberapa kandungan yang akan saya sebutkan dibawah seperti Retinoid sebetulnya tergolong aman digunakan pada wanita yang tidak hamil, jadi mungkin akan lebih baik jika kamu menyingkirkan dulu produk skincare kamu yang mengandung bahan tersebut dan menggunakannya kembali setelah persalinan kali ya? tapi the choice is yours sih! Pilih dan tentukan dengan bijak ya.

  1. RETINOL dan turunannya (Tretinoin, Retinoic Acid dst)

Retinoid adalah senyawa kimia sebagai bentuk dari Vitamin A. Retinoid biasanya digunakan untuk  produk-produk skincare anti aging, anti kerut dan lain sebagainya. Bahkan, retinoid juga sering ditemukan pada bahan-bahan yang digunakan untuk melakukan treatment injeksi dan botox saat melakukan perawatan kecantikan. Pada berbagai sumber yang saya baca, kelebihan Vitamin A pada ibu hamil memang memiliki dampak yang tidak baik bagi janin seperti menyebabkan bayi lahir cacat, menyebabkan pembesaran kepala pada janin dan berbagai dampak negatif lainya.

     2.  HYDROQUINONE

Hidrokuinon merupakan suatu bahan pemutih kulit yang digunakan untuk berbagai kondisi kulit yang mengalami hiperpigmenasi (bercak coklat / hitam) pada kulit seperti freckles, melasma, lentigo, dan kloasma. Secara umum, hidrokuinon tidak diberikan pada ibu hamil karena termasuk dalam kategori C, artinya terbukti memiliki efek negatif pada janin dan penggunaannya hanya dibenarkan jika manfaat melebihi resikonya. Berdasarkan situs FDA Amerika disebutkan bahwa kandungan hidrokuinon yang aman untuk diedarkan di pasaran adalah yang kadarnya dibawah 2% karena kadar diatas itu dapat mengakibatkan kulit menjadi ruam bahkan terbakar. Sedangkan di Indonesia, sejak tahun 2008 penggunaan hidrokuinon diatas batas maksimal sudah dilarang khususnya dalam produk perawatan kulit tanpa pengawasan dokter. Bagi janin, hidrokuinon konon dapat menyebabkan kerusakan DNA dan kelumpuhan pada janin. Nah buat kalian yang lagi suka-sukanya pake krim pemutih kalau saran saya sih lebih baik ditinggalin dulu ya atau konsultasi sama dokter kulit deh biar lebih plong tak ada beban 🙂

    3.  MERKURI

Beberapa waktu lalu Indonesia sempat dihebohkan sama berita di intrnet mengenai bahaya merkuri pada krim pemutih dan kosmetik. Biasanya produk skincare yang memberikan jaminan cepat putih dalam waktu beberapa hari harus dicurigai karena bisa jadi terdapat merkuri dalam kandungan bahannya. Merkuri ini sebenarnya adalah air raksa dan logam yang banyak ditemukan di pertambangan. Cara kerja merkuri pada produk kecantikan adalah untuk mencegah pembentukan melamin sehingga kulit tampak menjadi lebih putih. Memang sih penggunanya akan bahagia di awal karena kulit mereka akan putih seketika beberapa hari atau beberapa minggu setelah menggunakan kandungan bahan ini, namun jika digunakan dalam jangka panjang terlebih dalam dosis yang tinggi, penggunaan merkuri malah justru akan berbahaya bagi kulit karena akan menyebabkan hiperpigmentasi bahkan dapat memicu terjadinya kanker. Bagi ibu hamil, penggunaan merkuri pada produk skincare dapat menyebabkan keguguran dan kematian janin, bagi wanita kandungan ini bahkan dapat menyebabkan kemandulan. Ciri-ciri produk yang mengandung merkuri biasanya bertekstur lengket, aroma nya juga sangat tajam meskipun beberapa produsen nakal mengelabuhi konsumen dengan menambahkan aroma sintetis, kemudian warna krim juga terlihat lebih mencolok dan hasil penggunaan produk akan terlihat sangat instan.

Kandungan Bahan Skincare yang AMAN untuk Digunakan Pada Ibu Hamil

Kalau tadi kita sudah membahas kandungan bahan skincare apa saja yang tidak direkomendasikan dan masih kontroversial untuk digunakan pada ibu hamil, maka dibawah ini kita akan membahas kandungan bahan skincare yang aman digunakan pada ibu hamil :

  1. AHA (Glycolic Acid, Lactic Acid, dsb)

Produk dengan Label AHA biasanya selalu disandingkan dengan BHA. Ini karena kedua produk tersebut memang sama-sama seringkali digunakan untuk melakukan eksfoliasi atau menangkat sel kulit mati pada kulit serta mengangkat komedo halus di sekitar wajah. Namun berbeda dengan BHA, AHA lebih direkomendasikan untuk ibu hamil karena kandungannya lebih aman daripada BHA. Memang gak banyak sih produk skincare yang hanya mengandung AHA tanpa BHA, tapi apabila jeli sebenarnya banyak kok. AHA juga sifatnya tidak terlalu keras sehingga agak sulit menembus pori-pori, tapi kabar baiknya AHA cocok digunakan untuk kulit sensitif, sedangkan BHA bisa menembus hingga kedalam pori-pori kulit. Untuk kamu yang sedang hamil dan sedang membutuhkan produk skincare untuk mengangkat komedo serta sel kulit mati dalam kadar atau konsentrasi yang tidak terlalu tinggi, AHA direkomendasikan untuk digunakan sebagai alternatif pengganti BHA. AHA biasanya secara akami ditemukan dalam buah anggur, apel, asam laktat, tebu dan asam sitrat (buah-buahan sitrus).

      2.  ANTI OKSIDAN (Vitamin C, E, B)

Kandungan anti oksidan pasti sudah sangat familiar ya ditelinga para pecinta skincare. Nah kamu bisa menggunakan kandungan ini sebagai bahan alami untuk merawat kulitmu selama hamil. Anti oksidan juga dikatakan mampu melawan radikal bebas dan membawa dampak kesehatan kulit secara nyata. Jadi apabila produk skincare kamu mengandung vitamin dan anti oksidan, maka produk tersebut bisa dikategorikan aman.

     3.   Niacinamide

Kamu membutuhkan produk skincare untuk mencerahkan kulit dan melawan penuaan dini tapi tetap aman digunakan selama hamil? Niacinamide bisa menjadi pilihan Niacinamide merupakan salah satu bentuk dari vitamin B3. Nama lainnya adalah nicotinic acid atau nicotinamide. Senyawa ini secara alami ditemukan pada berbagai jenis makanan, seperti beras putih, daging ayam, daging merah, sayuran hijau, kacang-kacangan, ikan tuna, ikan salmon, alpukat, dan masih banyak lainnya. Dalam industri kecantikan, niacinamide sering dimanfaatkan sebagai bahan aktif untuk produk perawatan wajah yang memiliki banyak manfaat. FDA Amerika juga menggolongkan bahan ini dalam kategori A untuk ibu hamil, artinya belum ditemukan penelitian yang menyebutkan dampak negatif penggunaan bahan ini pada ibu hamil.

     4.  Titanium dioxide, Zinc oxide, Avobenzone, Oxybenzon, Dioxybenzon, Benzophenone

Semua bahan yang saya sebutkan diatas bisa ditemukan dalam kandungan tabir surya atau sunscreen. Nah kabar baiknya, Ibu hamil tak perlu khawatir berjemur di pantai atau beraktivitas dibawah terik matahari karena produk tabir surya yang pada umumnya memiliki kandungan seperti saya sebutkan diatas masih tergolong aman bagi ibu hamil.

    5.  Semua Kandungan/Bahan Kecuali yang Tidak Direkomendasikan

Kalau dirincikan secara mendetail, sebenarnya ada banyak sekali ya bahan dan kandungan yang biasa digunakan pada produk skincare yang biasa kita pakai sehari-hari, pada prinsipnya semua bahan tersebu baik produk dokter ataupun produk over the counter sebenarnya tegrolong aman, asalkan tidak mengandung bahan yang tidak direkomendasikan seperti saya sebutkan diatas. Namun untuk jelasnya, lagi-lagi pendapat pakarlah yang bisa dijadikan acuan. Menemui dokter kulit atau menanyakan produk skincare yang kamu pakai saat berkonsultasi dengan dokter kandungan adalah pilihan yang tepat.

SKINCARE AMAN IBU HAMIL

Panduan Skincare Ibu Hamil

*****

BEAUTY TREATEMENT yang aman dilakukan selama hamil

  1. Massage, Creambath dan Lulur : Perhatikan area pijatan karena beberapa titik pijat akan merangsang kontraksi.
  2. Menicure & Pedicure
  3. Mengecat Rambut : Pastikan cat rambut yang digunakan terbuat dari bahan-bahan alami/organik. Terdapat beberapa produk cat rambut yang mengklaim produk mereka pregnancy safe. Untuk nama mereknya silahkan googling ya.
  4. Shaving & Waxing : Gunakan pengoles alami saat melakukan waxing dan shaving seperti madu
  5. Nail Polish (Kuteks) : Terdapat beberapa merek kuteks yang mengklaim bahwa produk mereka pregnancy safe alias aman untuk ibu hamil. Untuk nama merek nya silahkan googling ya 🙂
  6. Facial : Lebih direkomendasikan facial tanpa alat khusus, dan dengan produk bahan yang aman untuk ibu hamil

 

BEAUTY TREATMENT yang tidak aman dilakukan selama hamil

  1. Sauna : Meskipun aktivitas SPA tergolong aman tapi tidak untuk Sauna karena ini akan membahayakan janin
  2. Veneer & Teeth Bleaching
  3. Injeksi (Filler, Botox dsb)
  4. Hair Smoothing, Hair Rebonding & Hair Curling secara permanen
  5. Chemical Peeling
  6. Penggunaan Hair Spray, jika terpaksa pilih bahan hair spray yang non-aerosol
  7. Semua perawatan kecantikan yang menggunakan kandungan / bahan yang berbahaya
  8. Tanning Beds : Di beberapa salon, treatment tanning beds akan menggunakan sinar ultraviolet dan laser untuk memberikan efek tanning, radiasi pada alat tanning beds akan berbahaya bagi janin
  9. Hot Tubs/Jacuzzi : Berendam di kolam atau bak mandi air hangat dapat berdampak buruk pada janin

 

Sebagian dokter kandungan merekomendasikan ibu hamil untuk tidak melakukan perawatan kecantikan apapun paling tidak sampai trimester kedua, hingga pembentukan organ vital janin telah selesai dan kehamilan dirasa sudah cukup kuat. Namun artikel ini hanyalah sumber informasi, semuanya kembali ke pilihan masing-masing. 🙂 Kalau kalian punya tips perawatan kecantikan lainnya, boleh sharing di kolom komentar ya..

********

Sumber Rujukan :

  • Berbagai artikel tentang pregnancy & cosmetic di situs resmi US Food&Drug Administration di fda.gov
  • Berbagai artikel tentang pregnancy & cosmetic di situs resmi & aplikasi playstore “What to Expect”
  • Buku “What to Expect when your expecting” by Heidi Murkoff with Sharon Mazel Edisi ke-4, Penerbit Simon & Schuster
  • Video youtube Skincare101 with Affi Asegaf : Skincare untuk ibu hamil “ di youtube channel femaledaily.com
  • Wawancara singkat bersama dokter kandungan

 

 

Rizka Edmanda

33 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *