A PERSONAL BLOG OF

Rizka Edmanda

LIFESTYLE. MOTHERHOOD AND EVERYTHING SHE LIKES.

“Sasha, Pasta Gigi Berlubang dengan Kebaikan Siwak, Fluoride dan Kalsium yang HALAL dan aman”

Menurut data United States Department of Agriculture (USDA) yang dilansir dari sebuah artikel di media online Kompas, penggunaan gula untuk rata-rata setiap penduduk Indonesia tahun 2018 adalah sebanyak 11,47 kg per orang per tahun, atau 32 gram per orang per hari. Data ini seharusnya membuat kita waspada, sebab selain menyebabkan diabetes konsumsi gula yang tinggi juga mengancam kesehatan gigi. Untungnya kini ada Sasha, Pencegah Gigi Berlubang dengan kebaikan siwak, fluoride dan kalsium yang halal dan aman. Simak cerita dan ulasan saya berikut ini ya!

********

Nikmat “Wadai” Saat Ramadan 

Momen Ramadan tahun ini terasa sangat berbeda. Gara-gara wabah corona, beberapa kebiasaan Ramadan yang biasa kita lakukan di tahun-tahun sebelumnya terpaksa harus ditiadakan. Mulai dari sholat tarawih berjamaah di Masjid, buka puasa bareng di restoran favorit sampai ngabuburit sambil nyari takjil favorit keluarga di pasar juadah.  Di kota saya, pasar juadah yang menjual aneka takjil dan makanan berbuka banyak yang tutup. Memang sih, masih ada beberapa pedagang yang bertahan tapi tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Pondokannya pun menyebar tak hanya di satu titik. Pemerintah daerah saya memang mengatur sedemikian rupa agar pedagang takjil tak bertumpuk di satu lokasi saja. Jadi agak sulit jika ingin mencari dengan spesifik jenis kue yang diinginkan.

 

Karena pasar juadah sulit dicari, saya pribadi jadi lebih senang bikin-bikin kue sendiri dirumah. Lumayan lho, selain menambah skill juga menghemat biaya. Jadilah saya sering bereksperimen di dapur mencoba berbagai resep kue yang ada di instagram, pinterest atau di aplikasi memasak yang saya unggah. Alhamdulillah, sekarang jadi bisa bikin macem-macem. Mulai dari kudapan tradisional sampai dessert-dessert kekinian. Ciyeeee! Alhamdulillah,  MasyaAllah, Tabarakallah. Sejauh ini saya sudah mencoba membuat bingka kentang, dessert box, klappertaart, macaroni schotel, panacotta, pancake dan masih banyak lagi.

Ngomong-ngomong, keluarga suami saya tuh memang pecinta makanan manis. Betul kata orang kalau Urang Banjar itu suka makanan yang manis-manis, makanya wanitanya bungas-bungas hehe. Oleh sebab itu, aneka kue manis itu gak boleh absen dari meja makan. Dalam bahasa banjar, kami menyebutnya “wadai”. Nah selain sebagai takjil, wadai ini juga sering kami santap bersama sambil ngobrol bareng sekeluarga selepas sholat tarawih berjamaah. Pokoknya selama bulan Ramadan ini konsumsi dan frekuensi makan makanan manis kami bukannya berkurang malah justru semakin meningkat huhu

Risiko Pahit dibalik Makanan Manis 

Saya sadar sih terlalu sering makan makanan manis itu sama sekali gak baik untuk tubuh. Selain terancam diabetes, kesehatan gigi pastinya juga akan terganggu. Hal ini disebabkan, makanan manis mengandung gula yang cukup tinggi. Sementara gula sendiri adalah karbohidrat yang ketika berbaur dengan bakteri di mulut akan berubah menjadi asam. Asam inilah yang nantinya dapat menyebabkan plak yang kemudian akan menempel di lapisan terluar gigi (enamel) dan perlahan-lahan menggerogoti gigi hingga berlubang.

Sadar bahwa saya hidup dalam kultur keluarga yang suka makanan manis, makanya sejak awal menikah saya mencoba mengedukasi keluarga tentang pentingnya merawat gigi terlebih bagi orang-orang yang punya kecenderungan suka makanan manis. Apalagi saya sendiri punya riwayat gigi berlubang. Makanya, saya selalu menjadikan pengalaman saya sebagai pelajaran yang  berharga untuk keluarga. Trik yang biasa saya lakukan agar tidak terlalu ketergantungan dengan makanan manis adalah dengan mengurangi takaran gula dalam setiap resep kue yang saya buat.

Selain itu saya juga melakukan beberapa cara untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut keluarga antara lain dengan mengajak keluarga rutin menyikat gigi minimal 2 kali sehari hingga ke sela-sela gigi, menggunakan mouthwash, Serta mulai membiasakan diri dan keluarga untuk aktif memeriksakan gigi ke dokter 6 bulan sekali meskipun tidak sedang sakit gigi. Satu hal yang tak kalah penting buat saya juga adalah memilih pasta gigi berlubang yang baik, halal, mengandung fluoride serta terjamin kualitasnya.

Sasha, Pasta Gigi Berlubang yang Mengandung Siwak dan Terjamin Halal 

sasha pasta gigi berlubang

Kabar baiknya, pasta gigi andalan keluarga Muslim Indonesia yaitu Sasha, kini menghadirkan varian terbarunya yang dikhususkan sebagai pasta gigi berlubang. Sasha pencegah gigi berlubang mengandung kebaikan siwak asli, fluoride dan kalsium serta zat lain yang baik untuk kesehatan mulut dan gigi. Produk ini juga sudah mengantongi sertifikat halal dari MUI dan tidak mengandung alkohol serta bahan apapun yang berasal dari hewani.

Sebagaimana kita ketahui, orang-orang zaman dulu sudah menggunakan siwak untuk menjaga kerbersihan gigi dan mulutnya. Meski sudah tak banyak digunakan, nyatanya siwak memang memiliki beragam manfaat yang sayang untuk dilewatkan. Maka tak heran Nabi Muhammad SAW sampai menganjurkan siwak sebagai sunnah untuk dilakukan sehari-hari. Sebagaimana disebutkan dalam hadist :

السِّوَاكَ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِّ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ (رواه أحمد)

“Siwak merupakan kebersihan bagi mulut dan keridhaan bagi Rabb”. [Hadits shahih riwayat Ahmad, Irwaul Ghalil no 66)

Siwak atau miswak adalah batang atau ranting dari pohon arak (Salvador persica). Salah satu manfaat siwak yang paling terkenal adalah untuk mencegah gigi berlubang. Siwak mengandung alkaloid, silika, sodium bikarbonat, chloride, dan fluoride. Di samping itu, siwak juga mengandung bahan alami lain, seperti vitamin C, kalsium, sulfur, essential oil, dan tannin. Selain mencegah gigi berlubang, siwak juga dapat mencegah bau mulut, menyegarkan napas, mencegah terbentuknya plak gigi dan menjaga kesehatan gusi.  

Sedangkan fluoride, merupakan kandungan mineral penting yang juga punya banyak manfaat bagi kesehatan gigi. Diantaranya adalah membangun kembali enamel gigi yang sebelumnya melema, memperlambat hilangnya mineral dari enamel gigi, menghentikan proses awal gigi berlubang serta mencegah pertumbuhan bakteri yang merusak gigi.

Perpaduan antara kebaikan siwak dan manfaat fluoride dalam Sasha Pencegah Gigi Berlubang menjadikannya produk pasta gigi yang natural, aman, halal dan sangat efektif untuk melawan bakteri penyebab plak dan bau mulut, membuat gigi tampak putih alami, serta menjadi perlindungan ganda untuk gigi dan rongga mulut pada pagi dan malam hari.

Pengalaman Menggunakan Sasha Pencegah Gigi Berlubang 

Kesan pertama saat mencoba Pasta Gigi Sasha Pencegah Gigi Berlubang adalah bahwa pasta gigi ini sangat mengingatkan saya akan aroma siwak yang biasa dipakai ayah saya. Aroma kayunya yang menenangkan menjadi ciri khas tersendiri dari produk ini. Selain itu pasta gigi ini juga tidak terlalu strong saat digunakan. Rasa mint yang tidak terlalu dominan membuatnya cukup ramah untuk digunakan oleh anak-anak hingga orang dewasa.

sasha pencegah gigi berlubang

Jujur satu hal yang paling membuat saya jatuh hati akan produk pasta gigi Sasha adalah karena jaminan kehalalannya membuat saya merasa lebih tenang saat menggunakannya. Apalagi memang sejak awal menikah saya dan suami mencoba untuk mulai berhijrah dengan menggunakan produk yang Halal dan Thoyyib. Kami berkomitmen untuk lebih teliti memilih apapun produk rumah tangga yang kami gunakan. Kami berusaha memaknai konsep halal tak hanya dalam urusan makanan. Namun dalam setiap sendi kehidupan. Sebab kami percaya bahwa dengan menjaga kehalalan dalam setiap apa yang kami kenakan maka akan selalu ada keberkahan dibaliknya. Dan dari yang saya baca titik kritis kehalalan pasta gigi memang ada pada kandungannya yaitu pada kandungan kalsium, alkohol dan gliserol yang digunakan yang mana biasanya pada produk non halal kandungan tersebut berasal dari hewan yang haram. Maka dari itu ketika mengetahui bahwa produk Sasha non alkohol dan tidak mengandung bahan-bahan yang berasal dari hewani saya sangat bersyukur. Jadi buat teman-teman Muslim sebelum menggunakan produk apapun pastikan bersertifikat halal ya.

Soal harga sayapun tak perlu khawatir sebab pasta gigi ini dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau. Harga pasta gigi Sasha Pencegah Gigi Berlubang adalah Rp 10.500 untuk kemasan tube 150 gram dan Rp 4.500 untuk kemasan tube 65 gram. Mendapatkannya pun mudah, bisa dibeli di toko swalayan dan supermarket terdekat ataupun di berbagai marketplace kesayangan. 

Tips Menjaga Kesehatan Gigi ala Sasha

Dari kemasan pasta gigi Sasha, saya mendapatkan beberapa tips seputar perawatan gigi yang mungkin juga bisa teman-teman aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut tipsnya :

  • Sikat gigi dua kali sehari, pagi sehabis sarapan dan malam sebelum tidur
  • Kurangi makan yang manis (kalau makan makanan manis sudah jadi budaya dan kebiasaan yang sulit ditinggalkan, mungkin bisa mencoba tips dari saya yaitu mengurangi takaran gula perlahan-lahan saat membuat masakan atau kue supaya ambang rasa manis di lidah pelan-pelan akan terbiasa)
  • Periksakan gigi ke dokter minimal 6 bulan sekali

Melindungi Kesehatan Gigi Keluarga dengan Sasha Pencegah Gigi Berlubang yang Aman, Berkualitas, Halal dan Berkah

sasha pencegah gigi berlubang

Bagi saya salah satu cara memberikan perlindungan untuk kesehatan  keluarga bisa dimulai dengan cara melindungi kesehatan gigi dan mulutnya. Sebab, kesehatan gigi dan mulut sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh secara menyeluruh. Memilih pasta gigi sendiri bukan hanya soal memilih merek atau kemasan. Tapi adalah soal memilih jaminan kualitas dan tentu yang terpenting kehalalan. 

Sasha Pencegah Gigi Berlubang menjadi andalan untuk melindungi kesehatan gigi dan mulut keluarga Muslim Indonesia. Bagaimana dengan kamu, sudahkan mencoba pasta gigi ini? Jika sudah, sharing kesan-kesannya juga dong di kolom komentar.

Yuk, Follow Sasha Indonesia dengan Klik Tombol dibawah ini

error: content is protected