Resolusi Traveling 2019 :

Traveling Murah Tapi Tak Murahan, Ini Cara Saya Mewujudkan Destinasi Wisata Impian!

reddoorz

Dani tertegun saat melihat kertas tagihan di hotel tempat kami menginap di Jakarta kala itu. Dana deposit yang kami berikan pada resepsionis hotel sebesar Rp 200.000 terpotong hampir setengah, oleh karena hal-hal yang kami lakukan “tanpa sengaja”. Dana sebesar Rp 25.000  terpotong karena kami meminum dua botol air mineral yang ada di minibar. Padahal hotel yang kami inapi kala itu tergolong mahal, permalamnya dikenakan biaya Rp 400.000 belum termasuk pajak. Sungguh kami heran,  mengapa bisa ya menginap di hotel semewah itu namun sekedar untuk meminum air mineral pun kami harus membayar. Enggan berdebat dengan resepsionis hotel yang kami yakini saat itu hanya bekerja atas perintah atasan, kamipun memilih pasrah dan keluar dari hotel tersebut dengan penuh kekecewaan.

Tak ingin kejadian buruk semacam ini terulang, kamipun kini jadi lebih jeli dalam memilih hotel tempat menginap. Sebab bukan apa, sudah menjadi rahasia umum bahwa biaya tiket dan akomodasi seringkali menjadi pengeluaran terbesar pada sebuah trip. Karena itu penting sekali untuk cermat menentukan pilihan akomodasi penginapan selama perjalanan. Terlebih bagi saya dan suami, traveling memiliki makna yang teramat penting maka sudah tentu trip kemanapun harus dipersiapkan sebaik mungkin.

Akhirnya, demi tetap bisa memuaskan hasrat berwisata dan mewujudkan deretan daftar destinasi impian yang belum terjamah tanpa membiarkan dompet kebobolan, kini saya dan suami melakukan beberapa trik. 

Ingin tau triknya seperti apa? Baca cerita ini sampai habis ya!

Arti Penting Traveling Bagi Saya & Suami

Memang bagi saya dan Dani, traveling adalah satu hal yang teramat penting sekali. Traveling menjadi momen bagi kami untuk menyegarkan pikiran kembali. Meninggalkan sejenak pekerjaan dan hiruk pikuk perkotaan, kemudian pergi melepas penat dengan mengunjungi destinasi wisata impian.

Namun lebih dari itu, traveling bagi kami bukan  sekedar piknik atau jalan-jalan. Traveling adalah sarana yang menyatukan hati dan mengharmoniskan pernikahan. Traveling adalah cara kami untuk memaknai dalamnya arti kebersamaan. 

Traveling bagi kami menjadi momen magis dimana kami dapat lebih saling mengenal sebagai pasangan, dan menjadi lebih kompak dalam menghadapi berbagai situasi dan keadaan. Merencanakan suatu perjalanan bersama, kemudian pergi melalangbuana sekeluarga adalah “pacaran” ala kami.

Sadar bahwa bagi kami traveling itu memiliki makna yang teramat penting. Maka kini kami berusaha untuk selalu merencanakan setiap agenda traveling dengan sebaik-baiknya. Apalagi saya dan Dani adalah sepasang milenial yang baru mulai membangun karir. Sehingga tentu kami tak ingin anggaran traveling kelak akan menggerus anggaran pokok lain yang tak kalah penting, misalnya anggaran dana untuk investasi, pendidikan anak, dan lain sebagainya.

Perencanaan perjalanan yang matang memang menjadi aspek yang seringkali terlupakan oleh para traveler. Bahkan kami sendiripun masih sering lalai dan “kecolongan”. Buktinya, di awal tadi saya ceritakan pengalaman pahit yang kami alami saat terjebak “tagihan silmuan” dari hotel tempat kami menginap. Ini menjadi pelajaran penting bagi kami, agar di perjalanan berikutnya tak kecolongan lagi, karena itu di tahun 2019 ini “travel goals” saya tidak muluk-muluk amat, saya hanya ingin bisa lebih piawai mengatur budget traveling keluarga. Maklum, sebagai seorang ibu sekaligus istri saya juga bertugas sebagai bendahara rumah.

Sebagai budget traveler, anggaran atau budget terbatas memang menjadi tantangan tersendiri bagi kami setiap kali akan traveling. Anggaran kami untuk traveling sebetulnya tidak pelit-pelit amat, masih dalam batasan wajar dan masuk akal. Meskipun harus menghemat anggaran tapi bagi kami kenyamanan selama perjalanan juga tetap menjadi salah satu prioritas. Pertimbangannya adalah bagaimana kami bisa menghemat anggaran dan meminimalisasi pengeluaran yang tidak perlu namun tetap tidak kehilangan esensi dari traveling itu sendiri yaitu fun (keseruan), experience (pengalaman) dan value (makna).

Trik yang kami lakukan dalam menghemat budget traveling dimulai dengan mencari tiket pesawat dengan jeli dan teliti. Biasanya kami akan memilih masa low season, sebab pada masa-masa tersebut tiket pesawat akan lebih murah dan lokasi tujuan wisata juga tidak terlalu ramai. Kemudian setibanya di tujuan, kami akan mencari alternatif lokasi wisata yang gratis namun tetap menarik dan instagramable. Zaman sekarang banyak lho objek wisata yang bisa dinikmati secara gratis namun tetap mengasyikkan. Misalnya saja di Jogja, ada Jalan Malioboro, di Bali ada Jalan Kuta-Legian lalu di Bandung ada Jalan Braga atau jika ingin liburan ke Jakarta, bisa juga dengan mengunjungi kota tua. Dengan sedikit kemampuan memotret dan mengedit foto, kita sudah bisa seru-seruan dan berfoto-foto ria di lokasi-lokasi gratis tersebut.

Cara selanjutnya adalah dengan menghemat anggaran makan. Meskipun berhemat namun urusan makan saya selalu memastikan bahwa selama traveling saya tidak akan kehilangan sensasi dan cita rasa kuliner khas dari destinasi tujuan. Hmmm caranya bagaimana? bisa dengan mencari kuliner khas tempatan namun di rumah makan yang harganya cukup terjangkau, atau bahkan makan kuliner khas tempatan di pondokan warung tepi jalan. Tidak salah kan? yang penting kan cita rasanya bukan tempatnya.

Memanfaatkan transportasi umum juga bisa membantu menghemat anggaran, meskipun tidak semua kota dan negara memiliki sistem transportasi umum yang nyaman, murah dan mudah dijangkau namun pilihan ini amat sangat boleh dipertimbangkan. Maka dari itu ada baiknya bagi kita untuk betul-betul mempelajari sistem transportasi publik di destinasi tujuan. Di zaman sekarang kita juga bisa memanfaatkan sarana transportasi ojek online, meskipun tak semurah bila dibandingkan dengan transportasi umum. Menggunakan ojek online bisa menjadi pilihan yang praktis dan realistis apabila kita tidak terlalu mengenal dengan baik lokasi tujuan.

Tips terakhir, sebagaimana yang saya katakan tadi, bahwa salah satu anggaran traveling terbesar selain tiket pesawat adalah hotel. Saya dan suami sudah cukuplah rasanya mengecap pengalaman pahit saat “terjebak” hotel yang menerapkan “tagihan siluman” seperti yang saya ceritakan di awal tadi. Hal itu menjadi pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga bagi kami. Maka agar nasib buruk itu tak terulang kembali, kini saya mempercayakan akomodasi selama traveling kepada RedDoorz. Bagaimana tidak, sebab dengan budget yang minim saya tetap bisa mendapatkan akomodasi dengan fasilitas yang baik melalui RedDoorz.

REDDOORZ, Cara Kami Menginap Mewah dengan Harga Murah Meriah

Bagi teman-teman yang belum tahu, mari saya perkenalkan dengan RedDoorz! 😎

HARGA MURAH

Nah, jadi RedDoorz ini adalah jaringan penginapan murah terbesar di Indonesia, yang bisa diakses secara online. Tak hanya di Indonesia namun RedDoorz juga memiliki jaringan penginapan di Asia Tenggara dengan lebih dari 500 properti yang tersebar di Indonesia, Vietnam, Filipina, Singapura dll. Layanan RedDoorz berfokus pada penyediaan akomodasi / penginapan dengan harga terjangkau namun tetap mengutamakan jaminan layanan dan kualitas bagi penggunanya.

Banyak alasan mengapa saya memilih RedDoorz sebagai akomodasi pilihan saat sedang traveling, tidak hanya saat liburan namun juga saat melakukan perjalanan bisnis keluar kota. Alasan pertama dan terutama tentu adalah soal harga. RedDoorz menawarkan akomodasi dengan kualitas terjamin dengan harga yang sangat terjangkau bagi milenial seperti saya dan Dani. Misalnya saja, saat mengunjungi kota Palangkaraya beberapa waktu lalu, dengan menggunakan RedDoorz plus, kami bisa menginap di sebuah hotel dengan fasilitas mewah dengan harga 485.000 ribu untuk 3 malam, yang mana berarti harga permalamnya hanya sekitar 160ribuan saja. Sungguh, tak pernah saya bayangkan sebelumnya bisa menginap di kamar mewah tipe eksekutif yang memiliki fasilitas lengkap, hanya dengan harga 160ribuan saja permalamnya.

Apalagi setelah membayar, saya mendapatkan tambahan cashback sebesar Rp 194.000 yang otomatis masuk ke akun RedCash saya dan bisa saya gunakan sebagai potongan harga di pemesanan saya selanjutnya. RedCash sendiri adalah mata uang virtual yang diperuntukkan bagi pelangga setia RedDoorz yang telah melakukan pendaftaran akun pada RedDoorz baik melalui website maupun aplikasi smartphone. Cashback dari RedDoorz akan diberikan melalui RedCash kepada kita setiap kali melakukan pemesanan kamar melalui RedDoorz. Luar biasa untung kan!

Yang paling membuat kami surprise adalah, saat kami mengecek harga asli kamar tempat kami menginap di hotel tersebut pada resepsionis hotel, kami ketahui bahwa harga asli permalam di kamar tersebut apabila dipesan tanpa menggunakan reddoorz adalah Rp 720.000. Bayangkan saja  berapa ratus ribu uang yang sudah kami hemat dengan menggunakan reddoorz.

Sebagai budget traveler, saya sendiri merasa sangat dimanjakan oleh RedDoorz. Bagaimana tidak, mitos yang mengatakan hotel murah itu biasanya memiliki fasilitas yang “Seadanya” mentah-mentah dipatahkan oleh RedDoorz.  Sebab RedDoorz membuktikan bahwa berapapun budget yang kita miliki bukan menjadi persoalan ketika kita ingin mencari penginapan murah dengan fasilitas yang nyaman.  

Ketika menginap di RedDoorz Plus Palangkaraya kemarin, saya merasakan kemewahan di kamar yang hanya saya bayar sebesar Rp 160an ribu permalam itu. Bagaimana tidak, saya mendapatkan kamar eksekutif yang sangat luas dengan beragam fasilitas tambahan, seperti ruang tamu dengan sofa yang empuk, 2 buah TV LCD, AC, water heater di kamar mandi hingga electric kettle di minibar.

6 Garansi Layanan RedDoorz

Selain lebih murah, jaminan kualitas yang diberikan RedDoorz juga sangat baik. Reddoorz memberikan 6 garansi layanan pada setiap akomodasi yang kita sewa, baik pada tipe RedDoorz standard, RedDoorz plus maupun RedDoorz premium. 6 jaminan layanan tersebut antara lain yaitu ketersediaan linen yang bersih, kamar mandi yang bersih lengkap dengan amenities seperti shampoo, sabun dan sikat gigi, televisi, 2 botol air mineral dan WIFI gratis bagi setiap pelanggan yang menginap. Poin terakhir menjadi sangat penting bagi saya, sebab sebagai blogger sekaligus remote worker yang bekerja darimana saja, baik ketika dirumah atau ketika traveling, ketersediaan koneksi internet di penginapan menjadi hal yang sangat saya butuhkan.

Diskon Lebih Untuk Para RedTraveler !

reddoorz

Tak cukup dengan harga murah meriah, RedDoorz juga seringkali memberikan penawaran diskon lebih untuk kita. Misalnya saja nih, untuk setiap pemesanan pertama kita di RedDoorz, akan mendapatkan diskon 20% dengan kode voucher diskon : NEW20. Ada juga diskon big sale 99.000 yang rutin diadakan secara berkala oleh RedDoorz pada waktu-waktu tertentu. Atau ada lagi diskon 25% hingga tanggal 31 mei 2019 untuk setiap pelanggan kartu XL hanya dengan menginstal aplikasi myXL di smartphone kita. Bagi pelanggan CGV nih, ada diskon 20% bagi kamu yang melakukan booking kamar hingga tanggal 31 desember 2019 sedangkan bagi kamu pengguna kartu kredit CIMB Niaga, ada diskon 20% untuk setiap kamar yang kamu sewa hingga tanggal 31 desember 2019 sedangkan bagi pengguna kartu kredit BRI  ada diskon 20% yang bisa kamu gunakan hingga tanggal 30 oktober 2019. Tak berkesempatan mendapatkan promo-promo yang saya sebutkan? tenang, masih ada promo, diskon bahkan voucher menginap gratis dari RedDoorz yang bisa kamu dapatkan.

RedDoorz selalu mengapresiasi pelanggan, Ini bukti kalau RedDoorz lebih setia daripada sang mantan 😜

Tidak seperti mantan-mantan hotel murah yang pernah saya inapi sebelumnya, RedDoorz itu sangat setia sama saya. Buktinya, RedDoorz melalui program apresiasi pelanggan bernama RedClub memberikan saya kesempatan untuk mendapatkan diskon premium. Ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan ketika terdaftar menjadi member premium RedClub, diantaranya adalah potongan harga kamar sebesar Rp 30.000 permalam, menginap gratis saat ulang tahun serta berbagai promo eksklusif lainnya.

RedDoorz Menjadi Solusi Traveling Murah Tapi Tak Murahan Bagi Saya, Bagaimana dengan Kamu?

Sikap cerdas dalam mengatur anggaran menjadi sangat penting bagi seorang budget traveler seperti saya agar bisa mewujudkan daftar destinasi wisata impian keluarga. Maka dari itu, Resolusi Traveling 2019 bagi saya sih gak muluk-muluk amat,  di tahun ini saya hanya ingin dapat melatih diri agar bisa lebih cermat mengatur anggaran traveling demi mewujudkan destinasi wisata impian dengan cara murah tapi tak murahan!

Saya ingin dapat mempelajari berbagai trik agar bisa mendapatkan promo flash sale tiket pesawat yang seringkali diadakan maskapai penerbangan, saya ingin memiliki tabungan khusus untuk traveling, saya ingin menghabiskan banyak waktu luang dengan berwisata bersama keluarga, seserng mungkin! 😎. Tak peduli kemanapun destinasinya, sebab bukankah yang terpenting dari traveling bukan cuma soal kemana tujuannya, tapi juga adalah soal bersama siapa perginya 🙂

Nah Beruntungnya, perkenalan saya dengan RedDoorz membuat resolusi saya ini menjadi bukan sekedar angan-angan. Bersama RedDoorz, saya bisa sering-sering berlibur bersama keluarga atau sekadar staycation di hotel yang nyaman, tanpa membuat dompet saya kebobolan. Terima kasih RedDoorz, semoga bisa melebarkan sayap ke seluruh penjuru daerah di Indonesia ya!

Rizka Edmanda

2 Comments

  1. Aih! Tiga malam pakai aplikasi RedDoorz lebih hemat dibanding semalam harga biasa. Jempol banget!

    Terima kasih artikelnya, Mba. Semoga tambah sukses mengatur keuangan keluarga dan berjaya saat pengumuman pemenang lomba. Amin.

    • ah benar saya sekarang selalu mengandalkan RedDoorz kemanapun berwisata, semisal di destinasi tersebut memang ada RedDoorz. Terima kasih sudah mampir mas nodi. Aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *