A PERSONAL BLOG OF

Rizka Edmanda

LIFESTYLE. MOTHERHOOD AND EVERYTHING SHE LIKES.

“Meski Ramadan #Dirumahaja, Tapi Semangat Berbagi Kebaikan Jangan Sampai Putus ya!

Menjalani Ramadan di tengah pandemi jadi tantangan tersendiri untuk semua orang. Kemeriahan tabuh genderang sahur keliling kini harus digantikan dengan alarm jam. Masjid-masjid yang biasanya ramai mendadak sepi. Ritual buka puasa bareng  teman-teman terpaksa harus ditiadakan. Tidak ada lagi acara mencatat ceramah pak ustadz setiap kali habis kajian, karena semua aktivitas tholabul ilmi alias menuntut ilmu harus dilaksanakan secara online. Puncaknya aktivitas mudik pun kini dilarang. Memang, kemeriahan Ramadan yang setiap tahun selalu kita rindukan kini berubah. Oleh karena sebuah ujian bernama wabah corona. Namun meski tahun ini kita harus Ramadan #DirumahAja, tapi bukan berarti semangat berbagi kebaikan di bulan suci harus ikut berhenti juga. Inilah sepotong kisah dari saya tentang usaha melawan pandemi dengan semangat berbagi di bulan suci.

Semoga menginspirasi ya!

*****

ramadan d#dirumahaja

Tantangan Ramadan di Tengah Pandemi 

Malam itu tak seperti tahun-tahun sebelumnya. Kami sengaja tidak melaksanakan ibadah tarawih di masjid dekat rumah sebab masjid-masjid dikunci. Tak ada satupun warga di sekitar rumah saya yang berani keluar rumah. Seorang Bapak yang tinggal diujung gang dekat rumah baru saja terkonfirmasi positif corona. Hal ini membuat Pak Lurah semakin memperketat pengawasan warganya agar penularan tak semakin meluas dan menjangkiti lebih banyak warga.

Sedih itu pasti. Sebab Ramadan tahun ini terasa begitu berbeda. Tapi saya percaya, pembatasan yang dilakukan Pak Lurah dan jajaran Pemerintah pastilah yang terbaik untuk masyarakatnya. Yakni agar kita semua tetap sehat dan penyakit ini tidak semakin mewabah.

Dampak corona yang paling terasa bagi keluarga kami adalah ketika omzet dari kantor suami turun drastis sejak pandemi. Semua pekerjaan kantor kini dilakukan dari rumah dan itupun hanya menggarap pekerjaan dari klien-klien lama. Sudah hampir sebulan belum ada klien baru yang datang. Meski wilayah kami belum menerapkan PSBB namun suami saya memang membatasi jam operasional kantor, karena sudah cukup banyak yang positif corona disini. Sebagai wirausahawan yang penghasilannya tak pasti, kondisi ini tentu jadi ujian yang cukup berat untuk kami.

Meski pemasukan jauh berkurang, namun tidak sedikitpun terbesit di pikiran kami untuk mem-PHK karyawan. Kami tetap membayar gaji mereka tanpa ada potongan sepeserpun. Sebab kami sadar, bekerja di tempat kami adalah satu-satunya sumber penghasilan untuk mereka menghidupi keluarga. Akhirnya, kami memutar otak agar tetap dapat menutup semua kebutuhan anggaran dengan tepat. Terpaksa pos-pos dana yang tidak terlalu urgent kami kesampingkan agar dapat tetap membayar karyawan dan menutupi kebutuhan rumah tangga. Walhasil mudik kami tunda. Selain karena memang dilarang, kami pun sadar bahwa mudik butuh biaya. Ternyata betul apa yang saya lihat di berbagai media bahwa wabah corona bagaikan badai yang menghantam hampir semua sendi kehidupan manusia termasuk ekonomi. Sebab kami betul-betul merasakannya. 

ramadan-dirumahaja

Namun kami harus bersyukur. Simpanan dana darurat yang kami tabung sejak awal menikah InsyaAllah masih cukup sampai beberapa bulan ke depan. Saya pun yang bekerja sebagai penulis lepas Alhamdulillah masih mendapatkan beberapa pekerjaan. Sebab kenyataannya, diluar sana ada orang-orang yang jauh lebih merana gara-gara wabah corona. Mulai dari kehilangan pekerjaan hingga ada pula yang sampai tak bisa makan. Kenyataan ini mengetuk relung hati terdalam kami. Anugerah yang Allah beri kepada kami selama ini sudah seharusnya kami syukuri dengan cara berbagi kebaikan dan rezeki khususnya pada mereka yang hidupnya jauh lebih terpukul akibat pandemi.

Lagipula pandemi corona ini bagi kami justru adalah momen yang paling tepat untuk berbagi. Sebab dalam Islam, berbagi di waktu sulit sangatlah besar pahalanya. Sebagaimana Allah katakan dalam Al-Quran Surat Ali Imran ayat 134 bahwa ciri-ciri orang bertaqwa adalah mereka yang menafkahkan hartanya di waktu lapang ataupun sempit. Jadi ketimbang berlarut-larut dalam kesedihan, saya justru lebih fokus berusaha agar tetap bisa berbagi kebaikan pada sesama di bulan suci Ramadan.

ramadan-dirumahaja

Jujur awalnya harapan untuk bisa tetap berbagi kebaikan di bulan suci Ramadan ini sempat pupus lantaran penghasilan kami surut dan bisnis kami yang nyaris tumbang. Namun saya teringat pada pesan ibu bahwa bersedekah di waktu diri sendiri sedang susah sangatlah besar ganjarannya. Dan ibu katakan pula bahwa bagian terpenting dari berbagi kebaikan bukanlah soal seberapa mahal harganya, melainkan seberapa manfaat bagi penerimanya. Maka berbagi kebaikan bisa dilakukan dengan hal-hal yang kecil juga.

Sayapun memilih masker kain sebagai barang yang akan disedekahkan. Alasannya sederhana, sebab masker di masa pandemi seperti saat ini menjadi barang yang sangat dibutuhkan oleh semua orang. Tak hanya saat pandemi, masker juga akan selalu dibutuhkan bagi kami yang tinggal di Kalimantan, sebab daerah kami kerap dilanda bencana alam langganan yaitu kebakaran hutan dan lahan. Bagi pengguna kendaraan bermotor atau pejalan kaki, masker juga bisa melindungi diri dari asap dan polusi. Sehingga saya pikir masker tersebut insyaAllah dapat bermanfaat dalam waktu yang lebih panjang.

big ramadan sale shopee

Promo THR BIG Ramadhan Sale Shopee yang berlangsung mulai dari tanggal 6 april hingga 25 mei 2020 seakan menjadi angin segar buat kami untuk tetap berbagi kebaikan di tengah pandemi. Sebab dalam periode promo ini Shopee memberikan berbagai promo mulai dari gratis ongkir, potongan harga, hingga THR besar-besaran bagi penggunanya. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, langsung saja promo menarik ini saya gunakan untuk berbagi kebaikan.

Saya pun berinisiatif mencari masker kain dengan kualitas yang baik dan harga yang terjangkau di Shopee. Setelah menggunakan beberapa fitur filter pencarian di aplikasi akhirnya saya menemukan seller yang menjual masker sesuai kriteria yang saya inginkan. Nama sellernya adalah grosir_hijab89. Admin seller melayani saya dengan sangat ramah. Dari pembicaraan yang kami lakukan, saya mengetahui bahwa mereka awalnya memproduksi hijab namun sejak wabah corona melanda, hijab mereka mulai sepi peminat sehingga mereka akhirnya banting stir memproduksi masker.

Beruntungnya, promo Big Ramadhan Sale Shopee memberikan diskon 51% untuk masker yang saya pilih. Dari harga semula Rp 6000 per pcs menjadi Rp 2950 saja. Saya yang tadinya berniat hanya akan menyalurkan donasi 100 pcs masker jadi bisa berdonasi 300 pcs masker. MasyaAllah. Saat paket masker yang saya order tiba, saya kaget bukan kepalang sebab saya hitung ada total 320 pcs masker yang dikirimkan. Awalnya saya pikir seller keliru dalam menghitung jumlah masker namun setelah saya tanyakan kepada mereka lewat fitur chat, mereka katakan bahwa kelebihan tersebut memang bonus. Tak ayal saya pun langsung saja memberikan rating bintang 5 dan komentar positif untuk mereka.

ramadan-dirumahaja

“Alhamdulillah Kak Rizka 300pcs maskernya sudah kami bagikan ke masyarakat. Sebagian ke tukang sapu jalan, pedagang kaki lima dan kaum dhuafa”

Saya ingat betul rasa haru yang menyeruak di dada kala mendapat pesan singkat dari Mba Nelly sore itu. Terlebih saat beliau juga mengirimkan foto dan video saat pendistribusian bantuan. Mba Nelly adalah perwakilan dari Komunitas Kobar (Kotawaringin Barat) Berbagi. Tempat saya menyalurkan donasi masker yang saya beli di Shopee beberapa waktu lalu. Mba Nelly katakan bahwa di masa pandemi banyak sekali masyarakat golongan lemah yang terdampak perekonomiannya. Banyak karyawan honorer yang di PHK, tak mendapat THR hingga kehilangan pekerjaannya. Maka saat ini Kobar Berbagi memang memfokuskan penyaluran donasi kepada kaum dhuafa dan masyarakat golongan lemah yang terdampak pandemi corona. Sudah banyak yang dilakukan oleh Kobar Berbagi, selain masker mereka juga menyalurkan bantuan APD untuk tenaga medis dan sembako untuk masyarakat tidak mampu.

Kehadiran promo Big Ramadhan Sale #ShopeeDariRumah tak hanya membuat saya bisa berbagi pada sesama. Namun juga membuat saya tetap bisa “bersilahturahmi” dengan keluarga meski gagal mudik tahun ini. Yaitu dengan cara membelikan orang tua dan adik-adik dirumah hadiah kecil. Mulai dari baju baru dan beberapa kebutuhan rumah tangga. Senang rasanya sebab berkat “Promo Gratis Ongkir Extra” dari Shopee saya tetap bisa menyalurkan kerinduan pada orang tua dirumah dengan cara mengirimkan hadiah.

Di waktu luang, saya juga seringkali bermain game yang sedang viral yaitu Shopee Tanam THR Rp 10 M. Sebab lewat game ini kita juga bisa berbagi kebaikan karena salah satu hadiahnya adalah beras donasi. Selain itu ada juga hadiah THR dari Shopee lainnya berupa voucher cashback, diskon, dan koin shopee Asik ya!

Pandemi corona memang cukup menampar perekonomian keluarga saya. Meski tertatih-tatih, namun saya memilih untuk melawan pandemi ini dengan kebaikan. Selain berdonasi saya pun ikutserta menyadarluaskan informasi pencegahan corona di sosial media agar lebih banyak lagi masyarakat yang tergerak untuk ikutserta melakukan sekecil apapun tindakan pencegahan demi memutus mata rantai penyebaran wabah. Sebab saya percaya berbuat baik pada sesama dan menolong orang lain agar terhindar dari wabah juga adalah bagian dari ibadah.

Jadi mumpung Shopee sedang berbaik hati mengadakan program THR Big Ramadhan Sale Ramadhan 2020 dengan berbagai program mulai dari flash sale, gratis ongkir Xtra, cashback dan THR game shopee tanam sampai dengan 10M, yuk kita gunakan kesempatan ini untuk berbagi kebaikan dan hadiah-hadiah kecil untuk orang-orang yang kita sayang. Karena, meski tahun ini Ramadan #DirumahAja, tapi seberkas cahaya kebaikan Ramadan harus tetap menyala.

Artikel ini diikutsertakan dalam Kontes Blog THR Big Ramadhan Sale Shopee dengan Tema Ramadan #DirumahAja. 

Sumber-sumber :

  • Foto : Rizka Edmanda, Kobar Berbagi, Shopee
  • Video : Kobar Berbagi, Shopee, Rizka Edmanda
  • Olah Grafis : Rizka Edmanda
error: content is protected