A PERSONAL BLOG OF

Rizka Edmanda

LIFESTYLE. MOTHERHOOD AND EVERYTHING SHE LIKES.

Sebelum bertolak ke Palestina, saya dan rombongan Cheria Holiday sempat mampir ke  Mesir. Di negara ini, kami mampir ke 4 kota terkenal diantaranya Kairo, Alexandria, Taba dan Lembah Sinai. Meskipun waktu yang saya habiskan di kota-kota tersebut relatif singkat tapi masing-masing punya kesan tersendiri. Di setiap kota saya dan rombongan menghabiskan waktu sekitar 1-2 hari saja. Total waktu yang kami habiskan selama di Mesir yaitu 4 hari 3 malam. Cerita selama di Mesir akan saya bagi menjadi 4 blog post terpisah, Kairo, Alexandria,  Taba dan Lembah Sinai biar setiap blog post gak terlalu panjang. Nah kali ini saya ingin sharing tentang pengalaman traveling ke Kota Kairo semoga dapat menjadi referensi untuk kalian yang berencana liburan ke kota ini.

Kesan (Buruk) Pertama di Kota Kairo

Sebagai Ibu kota Mesir, Kairo menjadi kota yang cukup maju dan berkembang. Image Kairo sebagai kota dengan nilai sejarah yang sangat tinggi menjadikan kota ini sebagai salah satu kota tujuan utama wisata di Afrika & Timur Tengah. Mengingat namanya yang sangat populer, awalnya Kairo itu mirip seperti kota-kota maju lainnya, mungkin mirip Dubai atau Abu Dhabi. Tapi ternyata saya salah hehe.

Saya kaget ketika mengetahui bahwa lalu lintas Mesir gak kalah semrawut sama Jakarta. Honestly speaking, Jakarta is much better tho. Sudahlah macet, kondisi diperparah dengan pengguna jalan yang suka main serobot. Selama jalan-jalan di Mesir saya dan rombongan menggunakan bis wisata, dan kondisi lalu lintas yang sedemikian parah membuat kami agak kesulitan bergerak saat sedang melaksanakan city tour didalam kota.

Penat dengan kondisi lalu lintas yang menyebalkan, pandangan mata saya pun agak terganggu dengan tumpukan sampah dimana-mana, bangunan flat tua yang hampir roboh dan ditinggalkan begitu saja hingga tembok jalan yang dicorat-coret oleh anak jalanan ditambah beberapa pengguna kendaraan roda empat yang berhenti tiba-tiba di jalan dan PIPIS di pinggir jalan. Astaga. Meskipun tidak semua kawasan sedemikian semrawutnya namun setidaknya itulah kesan pertama yang saya rasakan saat melakukan city tour di kota Mesir. Kesan-kesan yang mungkin gak akan kalian baca dari media massa hehe.

Tidak sampai disitu, sepanjang perjalanan tour guide kami juga berkali-kali mengingatkan untuk berwaspada sebab ternyata Kairo merupakan kota yang cukup rawan kriminal seperti copet ataupun jambret.  “Inilah watak warisan Firaun yang masih banyak dimiliki orang lokal Mesir, jadi harap maklum saja ya” ungkap Ahmed, tour guide yang memandu kami selama di Mesir.

Tips bagi kalian yang akan ke Mesir, agar selalu waspada di segala kondisi. Jangan terlalu percaya sama orang asing dan usahakan selalu berada bersama rombongan kalau kalian berangkat bersama grup.

Makanan Lokal Mesir Favorit Saya

Karena lokasinya yang terletak di antara Afrika dan Timur Tengah, Mesir memiliki budaya yang terakulturasi dari dua benua yaitu Asia dan Afrika. Hal ini menjadikan Mesir sebagai negara yang unik baik dari segi kuliner, seni dan budaya lokal hingga masyarakatnya.

Soal makanan saya gak terlalu cerewet sih ya. Saya happy-happy aja mencoba kuliner lokal Mesir. Banyak kuliner Mesir yang saya suka, bahkan saya kangenin saat pulang ke Indonesia misalnya umm ali semacam dessert puding roti dan susu dengan citarasa manis dan gurih, Nasi Kushari semacam nasi briyani dimasak dengan pasta, ayam cincang, bumbu dan rempah khas timur tengah dan potongan bawang sampai Roti Fatir, Roti biasa yang plain gak ada rasanya tapi entah kenapa nikmat aja pas disantap selagi hangat.

Namun saran saya, jika kalian tipe orang dengan lidah Indonesia yang sulit dikompromi, kalian wajib banget bawa amunisi makanan seperti rendang, cabe bubuk, abon atau makanan kering lainnya. Jika perlu dan gak merasa repot, bawa rice cooker mini dan beberapa kg beras adalah ide yang bagus juga karena tidak semua tempat makanan menyediakan nasi mengingat makanan utama orang Mesir adalah roti.

Menjajal Piramida & Sphinx Giza

Salah satu hal yang wajib dilakukan saat berkunjung ke Mesir apalagi kalau bukan mengunjungi Piramida & Sphinx. Objek wisata historis yang sempat masuk ke daftar 7 keajaiban dunia.

Sejarah tentang Piramida dan Sphinx bisa kalian googling sendiri jadi gak akan saya ceritakan panjang lebar disini hehe hanya saja yang rasanya perlu saya ceritakan adalah bahwa  pengalaman saat saya berkunjung ke Piramida ternyata gak seindah ekspetasi saya, gak seindah foto-foto para traveler di instagram haha.

Sebagai once in a lifetime experience buat saya Piramida itu worth to visit sih, at least saya bisa menceklis salah satu bucketlist impian saya. Bangunan Piramida dengan segala arsitekturnya memang membuat saya terpukau, terlebih saat membayangkan betapa majunya peradaban di masa lampau hingga sanggup membuat bangunan pemakaman Raja semegah itu.

Namun yang agak mengecewakan karena menurut saya lokasi Piramida cukup kotor, banyak sampah dimana-mana. Diantara pasir yang terhampar banyak botol plastik yang dibuang pengunjung. So sad. Kalau mau foto-foto di lokasi yang agak bersih bisa naik kendaraan atau unta ke bagian belakang piramida, meskipun dari sini patung sphinx jadi gak terlalu keliatan sih. 

Semoga kedepan, Pemerintah Mesir bisa lebih menata situs warisan dunia ini agar lebih baik dan bersih.

Mengunjungi Masjid Al-Azhar, Salah Satu Masjid Tertua di Mesir

Salah satu hal yang paling berkesan bagi saya saat ke Mesir justru adalah saat mengunjungi kompleks Universitas Al-Azhar Kairo dan Masjid Al-Azhar. Secara, saya juga lulusan Al-Azhar yekaan tapi Cuma TK sampai SD wkwkw. Universitas Al-Azhar adalah salah satu pusat pengkajian Islam tertua di dunia. Disini banyak mahasiswa Indonesia yang sedang menimba ilmu. Di sekitaran kompleks Masjid Al-Azhar saya banyak bertemu dengan para mahasiswa tersebut. Sambil jalan-jalan, saya berdoa semoga nanti Qonita yang berkesempatan melanjutkan cita-cita saya untuk kuliah disini. Aamiin.

Mengunjungi Lokasi-Lokasi Bersejarah Islam

Alasan mengapa Mesir ada di bucketlist saya jelas karena Mesir punya sejarah penting dalam peradaban Islam dan kebetulan saya memang punya cita-cita untuk menaklukan semua destinasi yang punya sejarah penting dalam perkembangan Islam.

Salah satu pengalaman terbaik saat berkunjung ke Mesir adalah kesempatan mengunjungi objek wisata bersejarah Islam tersebut. Mulai dari Makam Imam Syafi’I, Makam Sayyidina Hussein cucu kesayangan Nabi, Makam Nabi Daniyal, Makam Abu Dardah, Makam Imam Al-Busiri, hingga Makam Nabi Lukmanul Hakim.

Rasanya terharu karena akhirnya saya bisa menginjakkan kaki di tempat-tempat ini, mengingat kebesaran Allah di dunia dan menjamahi tempat bersejarah tersebut adalah sebuah anugerah yang akan selalu saya syukuri. Sayangnya, lokasi wisata bersejarah dan bernilai penting terhadap perkembangan Islam itu agaknya kurang terawat dengan baik.

Saat berkunjung ke Makam Nabi Lukmanul Hakim saja misalnya, kami melewati pasar kumuh dan bangunan makam ternyata tidak terawat. Rasanya mungkin akan lebih baik kalau tempat tersebut dikelola dengan maksimal, misalnya dengan menyediakan brosur tentang sejarah-sejarah para Nabi ataupun papan informasi agar pengunjung lebih teredukasi.

Notes : Di lokasi Makam para Nabi saya tidak banyak mengambil foto, hanya beberapa foto biasa menggunakan kamera hp, karena waktu yang singkat dan fokus berziarah. Fotonya bisa googling aja ya 😀

Melihat Mumi Firaun di Egyptian Museum

Pengalaman melihat mumi Firaun dalam wujud aslinya jadi pengalaman yang gak akan saya lupakan seumur hidup. Sayang, saya gak diperbolehkan mengambil gambar mumi Firaun tersebut. Mumi Firaun yang dipajang di Museum ini adalah Firaun Tuthankamen dari dinasti ke 18 Mesir. Selain Mumi, Museum ini menyimpan banyak sekali koleksi barang antic dari zaman Mesir kuno. Untuk ukuran Museum, Egyptian Museum tergolong sangat modern. Setiap pengunjung diberikan handy talky dan headphone agar dapat mendengar dengan baik setiap penjelasan mengenai sejarah barang-barang koleksi di Museum tersebut. Tak kurang dari 120.000 koleksi benda antic ada di tempat ini. Bagi kalian yang senang sejarah, tempat ini wajib banget masuk ke itinerary kalian selama di Mesir.

Note : Didalam Museum dilarang mengambil gambar/foto Mumi, beberapa koleksi juga tidak boleh difoto. Jadi kalau kalian penasaran bisa googling sendiri atau langsung datang kesini hehe.

Belanja Barang Antik di Pasar El-Khan Khalili

Bukan mamak-mamak namanya kalau pas traveling gak mampir ke pasar. Nah saat di Kairo, kami menyempatkan diri untuk mampir ke salah satu pasar tertua di Mesir namanya El-Khan Khalili. Lokasinya berada di dekat Makam Sayyidina Hussein, cucu Rasulullah. Pasar ini menjual berbagai koleksi barang unik khas Mesir. Buat kalian yang ingin membeli oleh-oleh atau sekedar cinderamata, saran saya belanjalah di pasar ini. Rata-rata pedagang tidak menerima US Dollar, jadi jangan lupa siapkan egyption pound untuk belanja ya.

Menutup hari dengan Dinner Romantis di Sungai Nil

Hari yang penat dan melelahkan namun asik dan menyenangkan selama di Kairo, saya tutup dengan dinner di atas kapal sambil menyusuri Sungai Nil. Rasanya segala lelah dan penat selama jalan-jalan seharian sirna saat menyaksikan cantiknya pemandangan Kairo di malam hari dari Sungai Nil. Saya dan rombongan memesan seat di sebuah cruise.

Disini disediakan makanan buffet all you can eat dengan berbagai menu mulai dari Western, Asian, African hingga Arabian. Serta lengkap dengan hiburan khas Mesir mulai dari belly dance sampai Sufi dance. Dani agak salah tingkah waktu seorang penari perut mendekati sambil nyosor-nyosorin anu hahaha. Karena risih, saya, Dani dan Qonita memilih naik ke dek kapal untuk melihat pemandangan luar yang romantic. Sebagai pasutri yang udah lama gak dinner romantis kayak begini, momen dinner di Nil Cruise bersama Egypt Tours Excursion di Sungai Nil ini menjadi satu diantara momen terbaik kami selama di Mesir.

Kairo yang menyebalkan, Namun Akan Selalu Saya Rindukan

Jujur kesan pertama saat mendarat di Kairo memang gak bagus-bagus amat. Disambut dengan hiruk pikuk jalanan kota Kairo yang semrawut, sempat membuat saya merasa gak happy berada di kota ini. Tapi, bagaimanapun saya gak bisa memungkiri bahwa Kairo punya banyak pesona yang gak bisa saya tampik. Kota dengan nilai sejarah yang sangat tinggi, Kota yang punya sejuta objek wisata eksostis nan historis yang wajib dikunjungi, Kota dengan berbagai budaya yang terakulturasi dan Kota yang melahirkan banyak pemikir-pemikir Islam terhebat di abad ini. Kesempatan mengunjungi Kairo akan menjadi salah satu kenangan terbaik dalam cerita perjalanan saya. Meski hanya sehari, namun kenangan dan pengalaman traveling ke kota Kairo tak akan pernah saya lupa. Mengunjungi Kairo bagi saya lebih dari sekedar mencoret daftar negara impian dari bucketlist, tapi adalah sebuah perjalanan yang sekaligus menjadi pembelajaran penting tentang bagaimana Islam menyebar dengan Rahmatan Lil Alamin di seluruh penjuru muka bumi. 

Semoga kelak suatu hari nanti saya bisa kembali ke Kairo, entah itu untuk jalan-jalan atau untuk mengantarkan Qonita kuliah.

error: content is protected