NHW #6 – BELAJAR MENJADI MANAJER KELUARGA HANDAL

BELAJAR MENJADI MANAJER KELUARGA HANDAL

NHW 6 – Terkadang kita merasa sibuk, padahal yang ada hanyalah “Sok sibuk”. Terkadang kita melalaikan pekerjaan utama yang paling hakiki yaitu menjadi ibu dan seorang istri karena menganggap ada pekerjaan lain yang lebih penting yang juga menuntut untuk diselesaikan, entah itu pekerjaan di kantor, hobby dan lain sebagainya. Untuk itulah pada materi kali ini peserta kuliah program matrikulasi batch #5 belajar menjadi manajer keluarga handal agar dapat memilih dengan efektif skala prioritas rutinitas yang memang harus diutamakan.

*****

MATERI KULIAH KE #6 – BELAJAR MENJADI MANAJER KELUARGA HANDAL

 

Ibu rumah tangga adalah sebutan yang biasa kita dengar untuk ibu yang bekerja di ranah domestik. Sedangkan Ibu Bekerja adalah sebutan untuk ibu yang bekerja di ranah publik. Maka melihat definisi di atas, sejatinya semua ibu adalah ibu bekerja, yang wajib professional menjalankan aktivitas di kedua ranah tersebut, baik domestik maupun publik. Apapun ranah bekerja yang ibu pilih, memerlukan satu syarat yang sama, yaitu kita harus “SELESAI” dengan management rumah tangga kita, kita harus merasakan rumah kita itu lebih nyaman dibandingkan aktivitas dimanapun. Sehingga anda yang memilih sebagai ibu yang bekerja di ranah domestik, akan lebih professional mengerjakan pekerjaan di rumah bersama anak-anak. Anda yang Ibu Bekerja di ranah publik, tidak akan menjadikan bekerja di publik itu sebagai pelarian ketidakmampuan kita di ranah domestik.

Mari kita tanyakan pada diri sendiri, apakah motivasi kita bekerja di rumah?
a. Apakah masih “ASAL KERJA”, menggugurkan kewajiban saja?
b. Apakah didasari sebuah “KOMPETISI ”, sehingga selalu ingin bersaing dengan keluarga lain?
c. Apakah karena “PANGGILAN HATI”, sehingga anda merasa ini bagian dari peran anda sebagai Khalifah?

Dasar motivasi tersebut akan sangat menentukan action kita dalam menangani urusan rumah tangga.
a. Kalau anda masih “ASAL KERJA” maka yang terjadi akan mengalami tingkat kejenuhan yang tinggi, anda menganggap pekerjaan ini sebagai beban, dan ingin segera lari dari kenyataan.
b. kalau anda didasari “KOMPETISI”, maka yang terjadi anda stress, tidak suka melihat keluarga lain sukses
c. Kalau anda bekerja karena “PANGGILAN HATI” , maka yang terjadi anda sangat bergairah menjalankan tahap demi tahap pekerjaan yang ada. Setiap kali selesai satu tugas, akan mencari tugas berikutnya, tanpa MENGELUH.

Ibu Manajer Keluarga

Peran Ibu sejatinya adalah seorang manager keluarga, maka masukkan dulu di pikiran kita
“Saya Manager Keluarga”, kemudian bersikaplah, berpikirlah selayaknya seorang manager.
a. Hargai diri anda sebagai manager keluarga, pakailah pakaian yang layak (rapi dan chic) saat menjalankan aktivitas anda sebagai manager keluarga.
b.Rencanakan segala aktivitas yang akan anda kejakan baik di rumah maupun di ranah publik, patuhi
c.Buatlah skala prioritas
d.Bangun Komitmen dan konsistensi anda dalam menjalankannya.

Menangani Kompleksitas Tantangan

Semua ibu, pasti akan mengalami kompleksitas tantangan, baik di rumah maupun di tempat kerja/organisasi, maka ada beberapa hal yang perlu kita praktekkan yaitu :

a. PUT FIRST THINGS FIRST
Letakkan sesuatu yang utama menjadi yang pertama. Kalau buat kita yang utama dan pertama tentulah anak dan suami. – Buatlah perencanaan sesuai skala prioritas anda hari ini – aktifkan fitur gadget anda sebagai organizer dan reminder kegiatan kita.

b.ONE BITE AT A TIME
Apakah itu one bite at a time? -Lakukan setahap demi setahap -Lakukan sekarang -Pantang menunda dan menumpuk pekerjaan

c. DELEGATING
Delegasikan tugas, yang bisa didelegasikan, entah itu ke anak-anak yang lebih besar atau ke asisten rumah tangga kita. Ingat anda adalah manager, bukan menyerahkan begitu saja tugas anda ke orang lain, tapi anda buat panduannya, anda latih, dan biarkan orang lain patuh pada aturan anda.Latih-percayakan-kerjakan-ditingkatkan-latihlagi-percayakan lagi-ditingkatkan lagi begitu seterusnya. Karena pendidikan anak adalah dasar utama aktivitas seorang ibu, maka kalau anda memiliki pilihan untuk urusan delegasi pekerjaan ibu ini, usahakan pilihan untuk mendelegasikan pendidikan anak ke orang lain adalah pilihan paling akhir.

Perkembangan Peran

Kadang ada pertanyaan, sudah berapa lama jadi ibu? Kalau sudah melewati 10.000 jam terbang seharusnya kita sudah menjadi seorang ahli di bidang manajemen kerumahtanggaan. Tetapi mengapa tidak? Karena selama ini kita masih “SEKEDAR MENJADI IBU”.

Ada beberapa hal yang bisa bunda lakukan ketika ingin meningkatkan kualitas bunda agar tidak sekedar menjadi ibu lagi, antara lain:
a. Mungkin saat ini kita adalah kasir keluarga, setiap suami gajian, terima uang, mencatat pengeluaran, dan pusing kalau uang sudah habis, tapi gajian bulan berikutnya masih panjang. Maka tingkatkan ilmu di bidang perencanaan keuangan, sehingga sekarang bisa menjadi “manajer keuangan keluarga.

b.Mungkin kita adalah seorang koki keluarga, tugasnya memasak keperluan makan keluarga. Dan masih sekedar menggugurkan kewajiban saja. Bahwa ibu itu ya sudah seharusnya masak.Sudah itu saja, hal ini membuat kita jenuh di dapur. Mari kita cari ilmu tentang manajer gizi keluarga, dan terjadilah perubahan peran.

c.Saat anak-anak memasuki dunia sekolah, mungkin kita adalah tukang antar jemput anak sekolah. Hal ini membuat kita tidak bertambah pintar di urusan pendidikan anak, karena ternyata aktivitas rutinnya justru banyak ngobrol tidak jelas sesama ibu –ibu yang seprofesi antar jemput anak sekolah. Mari kita cari ilmu tentang pendidikan anak, sehingga meningkatkan peran saya menjadi “manajer pendidikan anak”. Anak-anakpun semakin bahagia karena mereka bisa memilih berbagai jalur pendidikan tidak harus selalu di jalur formal.

d.Cari peran apalagi, tingkatkan lagi…..dst
Jangan sampai kita terbelenggu dengan rutinitas baik di ranah publik maupun di ranah domestik, sehingga kita sampai lupa untuk meningkatkan kompetensi kita dari tahun ke tahun.Akhirnya yang muncul adalah kita melakukan pengulangan aktivitas dari hari ke hari tanpa ada peningkatan kompetensi. Meskipun anda sudah menjalankan peran selama 10.000 jam lebih, tidak akan ada perubahan karena kita selalu mengulang hal-hal yang sama dari hari ke hari dan tahun ke tahun.
Hanya ada satu kata

BERUBAH atau KALAH

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/

SUMBER BACAAN
Institut Ibu Profesional, Bunda Cekatan, sebuah antologi perkuliahan IIP, 2015
Hasil diskusi Nice Homework Matrikulasi IIP Batch #1, 2016
Irawati Istadi, Bunda Manajer Keluarga, halaman featuring, Success Mom’s Story: Zainab Yusuf As’ari, Amelia Naim, Septi Peni, Astri Ivo, Ratih Sanggarwati, Okky Asokawati,Fifi Aleyda Yahya, Oke Hatta Rajasa, Yoyoh Yusroh, Jackie Ambadar, Saraswati Chasanah, Oma Ary Ginanjar, Pustaka Inti, 2009

TUGAS MATERI KULIAH NHW 6

Bunda, sekarang saatnya kita masuk dalam tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang handal. Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya. Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu RUTINITAS. Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita “Merasa Sibuk”, sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.

Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb :

  1. Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting
  2. Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
  3. Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.
  4. Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time (misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut). Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.

Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis (memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai. sehingga muncul program 7 to 7) Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik? kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

SELAMAT MENGERJAKAN NHW 6

 

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

*****

Jawaban :

Aktivitas Paling Penting :

  1. Ibadah
  2. Mengurus Keluarga
  3. Blogging & Mengembangkan Ilmu di Bidang Notaris PPAT (mengembangkan skill di bidang karir pekerjaan dan hobby)

Aktivitas Paling Tidak Penting :

  1. Browsing dan membuka sosmed untuk ngepoin online shop atau hal-hal yang kurang penting
  2. Nonton Film Serial
  3. Ngobrol ngalor ngidul sama teman baik via chat ataupun ketemuan terlalu lama

Rencana Kegiatan Harian Senin-Sabtu :

  • 04.00 – 06.00 : Bangun Pagi, Ibadah Pagi
  • 06.00 – 08.00 : Beres-beres rumah , Ibadah Dhuha
  • 08.00 – 08.30 : Sarapan dan Ngobrol Pagi sama suami
  • 08.30 – 10.00 : Bantu pekerjaan di kantor suami
  • 10.00 – 11.00 : Blogwalking
  • 11.00 – 12.00 : Masak buat makan siang
  • 12.00 – 13.00 : Makan Siang, Istirahat, Sholat
  • 13.00 – 15.00 : Menyelesaikan draft artikel blog atau Baca buku/artikel seputar Notaris PPAT
  • 15.00 – 16.00 : Ibadah Sore
  • 16.00 – 16.30 : Browsing sosial media (liat-liat instagram, pinterest dll)
  • 16.30 – 18.30 : Masak buat makan malam, Ibadah Petang dan Makan Malam
  • 18.30 – 19.30 : Ibadah Isya
  • 19.30 – 20.00 : Baca buku-buku parenting atau buku lainnya
  • 20.00 – 20.30 : Pillow Talk sama suami
  • 20.30 – 22.00 : Bersiap untuk tidur

Rencana Kegiaan Harian Minggu dan Hari Libur :

Kegiatan di hari libur kurang lebih sama seperti diatas namun bisa beberapa aktivitas dapat diganti seperti berikut :

  • 06.00 – 08.00 : Beres rumah diganti jalan pagi sama suami ke pasar atau jogging & senam hamil
  • 13.00 – 16.30 : Menyelesaikan draft artikel blog akan diganti dengan quality time bersama keluarga besar  atau nonton film bersama suami

Rencana kegiatan ini akan saya coba untuk jalankan mulai dari 4 maret 2018 – 11 maret 2018 apabila baik akan dilanjutkan, namun apabila dirasa kurang efektif akan direvisi kembali kemudian. Rencana kegiatan ini bersifat sementara karena saat ini saya tengah mengandung dan jika besok anak saya sudah lahir maka rencana kegiatan harian akan disesuaikan kembali.

Salam,

Rizka Edmanda,

NHW 6

Peserta kuliah program matrikulasi batch #5 – komunitas ibu profesional

Rizka Edmanda

4 Comments

  1. Selamat menjalani proses menjadi ibu profesional, Mbak! Aku jadi review lagi materi matrikulasi nih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *