NHW #1 Kelas Bunda Sayang : Adab Menuntut Ilmu X CoC

NHW #1 Kelas Bunda Sayang : Adab Menuntut Ilmu X CoC

Menuntut Ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka lakukanlah dengan cara-cara yang mulia – Ibu Profesional

Alhamdulillah, rasanya senang, sekaligus terharu bisa mengerjakan NHW pertama di Kelas Bunda Sayang ini tepat waktu , walaupun disambi nenenin Qonita disebelah kiri dan jari tangan kanan tetep lincah ngetik di keyboard laptop, memang semenjak punya Qonita saya jadi punya keahlian baru yaitu mengerjakan segala sesuatu hal dengan satu tangan, dimana tangan lainnya mengerjakan pekerjaan lain. Haha.

Sebetulnya pertanyaan di tugas NHW #1 Kelas Bunda Sayang ini hampir sama dengan pertanyaan yang pernah diajukan fasilitator di NHW #1 Program Matrikulasi yang lalu, barangkali dapur IP Nasional terus-terusan mengajukan pertanyaan ini agar pada setiap level mahasiswi harus terus mengingat kembali konsistensi yang telah dibuat, agar lebih mantap menjalani level demi level pelajaran di kampus tercinta : Komunitas Ibu Profesional. Saat saya sejenak melakukan kilas balik ke jawaban-jawaban yang telah saya buat di NHW #1 Program Matrikulasi lalu, rasanya tidak ada perubahan berarti mengenai strategi menuntut ilmu yang saya rencanakan, namun mengenai perubahan sikap yang akan saya lakukan dalam rangka adab menuntut ilmu memang telah ada beberapa revisi dari yang pernah saya tuliskan sebelumnya.

  1. Alasan terkuat ingin menekuni kelas bunda sayang?

Alasan terkuat saya tetap ingin melanjutkan belajar di kelas bunda sayang adalah karena saya telah merasakan manfaat dan perubahan luarbiasa pada diri saya pasca mengikuti program matrikulasi di Komunitas Ibu Profesional. Saya merasa lebih berdaya, saya merasa punya pijakan yang kokoh untuk terus belajar, saya merasa lebih mampu menjadi manajer handal untuk keluarga kecil ini, saya dengan segala ketidaksempurnaan yang saya punya merasa lebih bisa mengupayakan segala yang terbaik yang saya bisa untuk suami dan anak saya. Ibu Profesional dengan semua materi, ilmu dan wawasan yang diberikan kepada saya telah membuat saya lebih PD menjadi seorang Ibu. Saya tidak lagi menganggap pekerjaan sebagai Ibu atau Ibu Rumah Tangga adalah pekerjaan yang sepele, saya menjadi sadar peran besar seorang Ibu dalam peradaban, karenanya saya akan terus belajar.

  1. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di kelas ini?

Kurang lebih sama dengan strategi menuntut ilmu yang saya terapkan di program matrikulasi. Di kelas ini hal pertama yang akan saya lakukan adalah meluruskan kembali niat dan tujuan saya, mengapa saya perlu belajar? Untuk siapa saya belajar? Karena saya percaya dengan landasan niat yang kuat akan menjadi pijakan yang kokoh agar saya lebih focus dan konsisten dalam menyerap serta mengamalkan semua ilmu di kelas Bunda Sayang. Kemudian setelah meluruskan niat, di kelas ini saya akan mencoba untuk lebih cekatan mengatur waktu, sebab kini saya sudah punya Qonita, daily planner yang saya buat seringkali tidak bisa saya terapkan karena sesuatu dan lain hal. Jujur saya masih terus berusaha beradaptasi dengan situasi baru ini, kalau dulu semuanya serba bisa diatur dan direncanakan, sekarang banyak sekali hal-hal diluar dugaan yang terjadi bagai kejutan, missal tiba-tiba Qonita demam tinggi pasca imunisasi, tiba-tiba Qonita rewel tanpa sebab dan lain sebagainya. Karenanya saya harus pandai mengatur waktu agar saya bisa menyelesaikan tanggung jawab saya di kelas, maupun tanggung jawab utama saya pada keluarga. Caranya adalah dengan membuat rencana harian cadangan apabila rencana utama tidak bisa dijelaskan.

  1. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu perubahan sikap apa saja yang akan anda lakukan dalam proses pencarian ilmu tersebut?

Sebagai ibu baru, saya tidak memungkiri kadangkala saya keteteran dengan ritme kehidupan yang baru saya jalani ini.Namun, saya sadari semuanya akan menjadi lebih mudah jika saya membuang jauh-jauh sifat menunda-nunda pekerjaan. Sifat ini jujur masih sulit saya tinggalkan, saya masih sering membuat alasan pembenaran untuk tidak mengerjakan suatu kegiatan yang tertera dalam to-do-list yang saya buat.

Resume STUDI KASUS Whatsapp Group dan Peer Group

Berdasarkan hasil diskusi di WAG berkenaan dengan materi pertama ini saya menyimpulkan bahwa dalam kegiatan belajar dan berdiskusi di kelas bunda sayang, setiap grup didampingi oleh seorang fasilitator yang merupakan perpanjangan tangan dari tim dapur nasional Institut Ibu Profesional. Fasilitator bertindak sebagai pendamping yang akan mendampingi dan membersamai kami para mahasiswi dalam belajar. Karena itu, kami sebagai mahasiswi harus memperlakukan fasilitator sebagaimana murid memperlakukan guru, bersikap hormat dan menghargai segala pendapat yang dikemukakan oleh fasilitator. Kemudian menyimak dengan tenang ketika fasilitator menyampaikan ilmu, dan menggunakan tutur kata yang sopan karena proses belajar di kelas ini dilakukan via whatsapp dimana komunikasi secara tidak langsung seperti ini sangat rentan terjadi kesalahpahaman, karenanya harus benar-benar bisa memilih penggunaan kata, tanda baca dan emoticon yang tepat agar kesalahpahaman tersebut bisa diminimalisir.

Kemudian di setiap level juga akan ada tantangan yang harus diselesaikan tiap mahasiswi sesuai dengan tenggat waktu yang sudah ditentukan. Berkenaan dengan hal ini, mahasiswi hendaknya mengerjakan setiap tantangan dengan konsisten, tepat waktu dan sungguh-sungguh, serta menganggap tantangan bukan semata-mata “tugas” yang harus dikerjakan namun bagian dari proses belajar yang tidak bisa dipisahkan sehingga harus dikerjakan dengan penuh tanggung jawab. Kemudian apabila materi dirasa bermanfaat, peserta/mahasiswi kiranya dapat mengulas kembali materi tersebut baik via sosmed, blog atau minimal pada catatan pribadi agar ilmu yang diterima dapat disebarluaskan kepada orang lain sehingga menjadi sebuah proses distribusi kebaikan kepada orang lain.

Demikian lebih kurangnya Intisari yang bisa saya serap dari hasil diskusi whatsapp group berkenaan dengan adab menuntut ilmu

Rizka Edmanda

4 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *