A PERSONAL BLOG OF

Rizka Edmanda

LIFESTYLE. MOTHERHOOD AND EVERYTHING SHE LIKES.

Kesehatan ibu hamil – Indonesia patut berbangga. Betapa tidak, karena beberapa lembaga dunia memproyeksikan bahwa Indonesia akan menjadi negara maju di tahun 2045. Hal ini salah satunya disebabkan pada tahun 2030 kelak Indonesia akan menyabut bonus demografi dimana usia penduduk yang produktif akan lebih banyak dibanding usia tidak produktif. Namun kendati berbahagia dan merasa optimis dengan prediksi tersebut, kita tak dapat menampik bahwa hingga detik ini berbagai permasalahan kependudukan masih menjadi problematika klasik yang dialami oleh masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah permasalahan angka kematian ibu. Berdasarkan definisi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kematian ibu terjadi selama kehamilan atau dalam periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan. Beberapa faktor risiko yang paling sering menyebabkan kematian ibu, antara lain hipertensi dan pendarahan. Selain itu, kasus infeksi, abortus, atau proses persalinan yang lama turut menjadi faktor risiko kematian ibu.

Salah satu upaya pemerintah untuk menekan angka kematian ibu adalah dengan menerapkan program kesehatan ibu hamil. Baik itu itu dengan penyediaan fasilitas dan layanan yang dikhususkan untuk ibu hamil baik di puskesmas, posyandu maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Upaya dalam pemeliharaan Kesehatan ibu hamil juga telah diwujudkan ke dalam beberapa program.  Program tersebut bertujuan untuk mengurangi angka kematian ibu yang tinggi sekaligus menunjang kesehatan ibu dan bayinya. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan agar program kesehatan ibu dan anak yang dicanangkan oleh pemerintah bisa berjalan dengan baik.

1. Memberikan Edukasi pada Para Ibu Hamil

Hal utama yang harus dilakukan adalah memberikan edukasi kehamilan pada ibu hamil. Baik itu edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan ibu hamil, kebersihan, ketenangan jiwa hingga stimulasi pendidikan yang bisa dilakukan kepada janin sejak dalam kandungan. Hal tersebut penting untuk dilakukan agar ibu hamil mengetahui bagaimana cara yang tepat menjalani kehamilan dengan baik secara lahir dan bathin.  Ibu hamil perlu sadar bahwa proses kehamilan adalah sebuah proses yang amat sacral dan penting dimana didalam Rahim ibu terdapat janin yang akan menjadi cikal bakal generasi suatu bangsa nantinya. Baik atau buruknya generasi tersebut kelak, juga tentu bergantung pada perawatan dan pengasuhan dari ibu serta keluarga sejak masa kehamilan. Sehingga sebaik apapun program yang pemerintah jalankan, jika si ibu tak memiliki kesadaran untuk menjaga kehamilan dengan sebaik mungkin maka rasanya program kesehatan tersebut akan berjalan sia-sia. Ibu perlu diberikan bekal agar dapat mengisi 1000 hari pertama kehidupan anak dengan sebaik mungkin, yaitu dimana 1000 hari pertama kehidupan tersebut dimulai sejak janin didalam kandungan.

2. Jangkauan Pelayanan Kesehatan

Apabila edukasi yang ditujukan bagi para ibu hamil telah dilakukan, maka selanjutnya bisa memberikan jangkauan kesehatan yang adil dan merata hingga pada lingkup terkecil dalam masyarakat.  Misalnya rumah sakit yang ada di kota haruslah sama dengan rumah sakit yang ada di desa berkaitan dengan kelengkapan fasilitasnya dan pelayannya khususnya untuk ibu hamil. Hal tersebut tentu saja merupakan salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengontrol tingkat kegagalan perawatan kehamilan hingga proses persalinan. Maklum saja, sampai saat ini di desa-desa masih sering kita temukan ibu hamil yang tidak pernah memeriksakan kesehatan kehamilannya ke fasilitas kesehatan sehingga mereka tak mengetahui ketika terjadi suatu gangguan atau penyakit yang diderita baik oleh dirinya serta sang janin. Selain itu masih banyak pula proses persalinan yang dilakukan tanpa bantuan tenaga medis sehingga menyebabkan risiko kematian ibu dan bayi meningkat. Dalam hal ini peran serta pemerintah sangat dibutuhkan. Apabila pelayanan yang diberikan memiliki mutu yang baik, maka kesehatan ibu dan anak juga akan menjadi lebih baik.

3. Kemampuan dalam Melakukan Identifikasi Dini

Setiap fasilitas kesehatan yang ada di kota maupun yang ada di desa haruslah diisi dengan orang-orang yang memang kompeten di bidangnya. Umumnya setiap ibu hamil akan selalu melakukan kontrol beberapa minggu sekali. Sehingga seharusnya pada fasilitas kesehatan tersebut ada petugas medis khusus sehingga pelayanan kesehatan ibu hamil dapat berjalan lancar. Sebab faktanya, sampai saat ini masih banyak fasilitas kesehatan di desa-desa terpencil yang tidak diisi oleh petugas medis yang berkompeten sehingga kemampuan masyarakat dalam melakukan identifikasi dini penyakit menjadi sulit. Padahal ini teramat penting  agar apabila terjadi masalah kehamilan yang diketahui sejak awal, maka tenaga medis bisa memberikan saran terbaik atau memberikan beberapa terapi yang mungkin untuk mengatasi masalah tersebut.  Tetapi jika fasilitas kesehatan tidak memiliki tenaga medis yang cukup, maka bisa saja membuat masalah di kemudian hari pada saat ibu melahirkan.

4. Kontrol Dilakukan Secara Bertahap

Hal yang dimaksud dalam kesehatan ibu dan anak bukan hanya berpusat pada ibu hamil ataupun persalinan. Tetapi kontrol juga diberikan kepada sang bayi yang masih dalam kandungan maupun yang sudah lahir.  Sehingga bayi yang lahir akan mendapatkan perawatan yang tepat dan akan tumbuh dengan asupan nutrisi yang lengkap.

Setiap negara selalu berusaha untuk menunjukkan atau menonjolkan kesehatan dalam bidang kesehatan ibu dan anak. Meskipun banyak program dari pemerintah yang menunjukkan menjaga kesehatan ibu dan anak, tetapi jika tidak didukung oleh masyarakatnya maka program akan terhambat.

5. Pemberian Nutrisi yang Tepat pada Ibu Hamil

Hal terakhir sekaligus menjadi hal yang paling penting adalah memberikan asupan nutrisi untuk ibu hamil sesuai dengan pedoman gizi seimbang serta angka kecukupan gizi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Jika asupan nutrisi dan gizi ibu hamil tidak tercukupi maka tentu akan sangat berisiko terhadap proses kehamilan serta kesehatan janin yang dikandung. Misalnya, kekurangan asam folat selama hamil dapat meningkatkan risiko cacat lahir, termasuk cacat pembentukan tabung saraf pada janin yang memengaruhi otak serta saraf tulang belakangnya. Sehingga ibu perlu mengonsumsi asam folat setidaknya 600-800 mcg per hari. Selain itu ibu juga perlu mengonsumsi secara teratur sumber makronutrien dan mikronutrien lainnya. Makronutrien merupakan nutrisi yang mengandung kalori atau energi, seperti karbohidrat, protein, dan lemak sementara mikronutrien merupakan komponen makanan yang meliputi vitamin dan mineral seperti kalsium, asam folat, zat besi, vitamin A,C,D,6 dan B12.

kesehatan ibu hamil

Selain menjaga asupan dan pola makan, ibu hamil juga bisa mengkonsumsi Realfood Wonder Mom minuman sarang burung wallet asli yang dirancang khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan selama masa kehamilan hingga menyusui. Realfood Wonder Mom telah teruji BPOM, Halal, dan ISO 22000, diformulasi menggunakan berbagai bahan-bahan lokal asli Indonesia berkualitas, yang salah satunya adalah sarang burung walet. 

Program 12 Hari Realfood Wonder Mom berisi 12x 70 ml Realfood Wonder Mom untuk menemani menemani ibu menjalani momen kehamilan hingga menyusui. Program 12 Hari Realfood Wonder Mom dapat dikonsumsi setelah Trimester pertama kehamilan, setidaknya 1 program dalam 3 bulan berturut-turut.

error: content is protected