A PERSONAL BLOG OF

Rizka Edmanda

LIFESTYLE. MOTHERHOOD AND EVERYTHING SHE LIKES.

Perjalanan mengunjungi laut mati Yordania yang seru ini kami mulai dari Palestina ke Yordania dengan menggunakan bus. Pagi sekitar pukul 7 waktu Palestina, saya dan rombongan Cheria Holiday berangkat menuju Yordania. Di perbatasan antar negara kami turun untuk melakukam pemeriksaan paspor. Hampir tidak ada kendala selain beberapa barang bawaan peserta tur disita oleh petugas imigrasi Israel.

Kami baru tau ternyata membawa buah dan sayur dari Israel keluar negara adalah dilarang sekalipun hanya membawa sedikit untuk dimakan dijalan. Akhirnya beberapa kantung strawberry yang dibawa oleh seorang ibu di rombongan kami terpaksa dibuka dan dibagi-bagikan ke rombongan lain, agar tak mubazir kalau dibuang. Alhamdulillah dapat rezeki nomplok hihi di perbatasan Palestina – Yordania kami bertukar tour guide. Dani pun mengucapkan salam perpisahan dengan Mr.Qassem yang menemani perjalanan kami. Btw cerita-cerita dari Palestina bisa teman-teman baca disini ya :

– 6 Hal yang harus diperhatikan saat ke Palestina

Cerita pengalaman mengunjungi Palestina

Perjalanan di Yordania di hari pertama ini kami mampir ke Makam Nabi Musa. Rasanya terharu sekali bisa sampai disini. Tour guide kami menceritakan dengan sangat fasih cerita perjuangan dakwah Nabi Musa semasa hidupnya. Makam Nabi Musa cukup terawat. Sebuah pemandangan yang berbeda darj 2 negara yang saya kunjungi sebelumnya. Tour guide kami bilang, pemerintah Yordania sangat memperhatikan perawatan makam-makam Nabi dan Khalifah yang ada disini. Mereka menjadikan tempat-tempat tersebut sebagai situs sejarah paling penting di negaranya. Selain makam Nabi Musa, kami juga mengunjungi beberapa makam sahabat Nabi seperti Zaid bin Haritsah, Jafar bin Abi Thalib dan Abdullah bin Rahawah.

Menariknya di perjalanan tour guide kami bilang bahwa kami melintasi area pesisir laut mati yang dipercaya merupakan lokasi dimana Kota Soddom dan Gomora dahulu berada. Jika teman-teman lupa, Kaum Soddom dan Gomorah adalah Kaum Nabi Luth yang diazab oleh Allah karena menganut praktik homoseksual. Sebagaimana tertulis dalam Al-Quran pada

Surat Huud ayat 82 : “Mata tatkala datang azab kami, kami jadikan negeri kaum luth itu yang diatas ke bawah (kami balikkan) dan kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar bertubi-tubi.

Perjalanan di Yordania kami mulai dengan mengunjungi Amman Beach Resort Dead Sea. Sebuah resort di tepi laut mati yang menyuguhkan pemandanhan laut mati dan wahan lumpur hitam khas laut mati (dead sea mud) yang mendunia. Jujur saya cukup sering menggunakan berbagai produk skincare dengan bahan dasar lumpur laut mati, karena memang manfaatnya sangat banyak untuk kulit. Jadi saya bahagia banget saat kami dibawa kesini. Yang biasanya saya harus merogoh kocek ratusan biru untuk produk skincare dengan lumpur laut mati, sekarang bisa saya coba gratisan sepuasnya.

Di tempat ini banyak sekali turis yang bermain lumpur atau berjemur. Rata-rata adalah turis dari Eropa yang memang haus akan sinar matahari. Mereka berbaring ditepi laut sambil maskeran dengan lumpur laut mati disana, padahal cuaca Yordania sedang panas-panasnya. Disini kami tidak menginap, hanya mampir sejenak menikmati pemandangan laut mati dan makan siang. Tour guide kami bercerita bahwa laut mati jadi sumber penghidupan warga Yordania. Didalamnya terkandung potasium dan mineral yang sangat tinggi. Jadi meskipun judulnya laut mati, jangan bayangkan ada ikan yang bisa hidup disana.

Pemanfaatan lumpur laut mati juga tidak hanya untuk kecantikan tapi juga kesehatan hingga bahan  industri. Laut mati sendiri sebenarnya bukan laut sungguhan. Melainkan danau yang berisikan air asin. Namun karena airnya yang sangat asin maka disebut laut mati. Uniknya lagi, laut mati merupakan titik terendah di muka bumi. Letaknya 1300 kaki di bawah permukaan laut. Dan meskipun berenang di laut mati tidak akan tenggelam, kita tetap harus berhati-hati karena airnya yang asin akan membahayakan mata kalau terciprat.

Beberapa peserta rombongan asik bermain di laut mati, tapi karena cuaca yang terlalu panas saya dan Dani memilih ngadem didalam restoran sambil nidurin Qonita yang masih jetlag hehe

Tips mengunjungi Laut Mati Yordania :

Kalau teman-teman berencana ke Yordania dan mampir ke laut mati, berikut beberapa tips dari saya :

  • Jangan lupa bawa sunblock dengan SPF tinggi karena meskipun musik dingin cuaca disini sangat panas sekitar 35 derajat ke atas
  • Patuhi segala peraturan yang ada
  • Jangan membawa pulang lumpur tanpa izin karena disediakan lumpur yang khusus dijual untuk oleh-oleh. Katanya sih lumpur yang khusus untuk dibawa pulang sudah diolah di pabrik sehingga tetap awet sampai ke Indonesia

 Well, segitu dulu ya sharing saya. Kalau teman-teman punya pengalaman ke laut mati. yuk sharing juga sama saya ^^

error: content is protected