Mencegah Anyang-Anyangan dengan Prive Uricran, Wujud Cintaku Padamu Jauh Sebelum Kau Dilahirkan.

CARA-MENCEGAH-ANYANG-ANYANGAN

Mencegah Anyang-Anyangan dengan Prive Uricran, Wujud Cintaku Padamu Jauh Sebelum Kau Dilahirkan – Tidak terasa, 30 minggu sudah janin ini berkembang di Rahim saya. Detik demi detik moment kehamilan dan perjalanan menjadi seorang Ibu yang saya lalui ini, terasa sangat berharga. Mulai dari moment saat pertama kali melihat 2 garis merah muda di strip uji kehamilan, kemudian moment ketika sang janin mulai menendang hingga moment ketika saya mengintip wajah lucunya dibalik layar USG 4 dimensi beberapa waktu lalu. Rasa cinta yang begitu besar padanya perlahan tumbuh. Begitupula rasa ingin selalu membersamainya hingga kelak ia dewasa. Maka dari itu, disamping doa yang tak pernah henti-hentinya saya panjatkan, saya selalu berikhtiar dengan berbagai macam cara agar kehamilan ini sehat dan selamat hingga kelak saya dan bayi ini dipertemukan. Maklum, rasa trauma akibat keguguran kandungan pada kehamilan sebelumnya masih menghantui saya. Namun sudahlah, biarlah kejadian itu menjadi pelajaran berharga, sebab Allah dengan segala kebaikannya, telah memberi saya rezeki pengganti berupa kehamilan kedua yang tengah saya jalani kini.

*****

https://youtu.be/HgV0DbL3zmQ
Sebagai wanita yang punya pengalaman “patah hati” akibat pernah kehilangan calon buah hati, maka di kehamilan kedua ini saya jadi lebih posesif dan mawas diri. Menjaga asupan gizi dan memperbanyak istirahat dirumah itu sudah pasti. Tapi ternyata tak cukup sampai disitu aja, sebab hingga kelak di hari persalinan tiba, ancaman gangguan kehamilan masih akan terus mengintai. Kekurangan nutrisi nyatanya bukan satu-satunya ancaman yang membahayakan bagi seorang wanita hamil. Ada ancaman lain yang seringkali dilupakan, termasuk oleh saya pada kehamilan sebelumnya yaitu ancaman terkena Anyang-anyangan. Ancaman ini kedengaran sepele bahkan tak jarang kita abaikan. Seringkali kita menganggapnya hanyalah bagian dari gejala-gejala kehamilan. “Ah biasalah, ibu hamil kan memang begitu, suka pipis-pipis terus”, kalimat seperti ini tentu tak jarang kita dengar, bukan?. Tapi lagi-lagi, sebagai seorang wanita yang punya pengalaman patah hati yang begitu memilukan, saya tak ingin menyepelekan ancaman sekecil apapun pada kehamilan kedua ini. Termasuk soal anyang-anyangan.

Penyebab Anyang-Anyangan, pada Ibu Hamil

Secara sederhana, anyang-anyangan dapat diartikan sebagai kondisi dimana kita merasa ingin selalu buang air kecil, namun jumlah urin yang keluar sedikit, biasanya jumlah urin yang keluar tak sebanding dengan jumlah air yang kita konsumsi hari itu. Bagi ibu hamil seperti saya, penyebab anyang-anyangan atau peningkatan frekuensi buang air kecil ini bisa jadi disebabkan karena perubahan fisik dan fisiologis pada ibu hamil, antara lain karena faktor hormonal ataupun karena membesarnya janin didalam rahim sehingga penampungan urin di kandung kemih menjadi tertekan dan membuat Ibu hamil akan jadi lebih sering berkemih. Selain faktor tersebut, anyang-anyangan ini juga bisa disebabkan karena banyaknya jumlah air yang diminum dalam sehari, suhu dan cuaca dingin atau karena mengkonsumsi minuman yang bersifat diuretic (merangsang kemih) seperti es, minuman bersoda, dan lain sebagainya. Ibu hamil yang mengidap diabetes juga biasanya akan mengalami anyang-anyangan lebih parah daripada yang tidak, begitupula pada ibu hamil yang memiliki kadar hormon estrogen yang dibawah normal.

Kapan Anyang-Anyangan Harus Diwaspadai?

Anyang-anyangan memang hal yang “biasa” pada wanita hamil, namun sebagaimana yang saya ceritakan di awal tadi bahwa tak ada hal sekecil apapun yang saya sepelekan pada kehamilan ini. Maka dari itu, sejak awal trimester pertama ketika saya mulai merasakan gejala anyang-anyangan, langsung saja saya tanyakan keluhan ini ketika berkonsultasi pada seorang Obgyn senior di kota saya, namanya Dr.Ulianto SPog. Menurut beliau, anyang-anyangan pada wanita hamil memang wajar terjadi, namun hal ini tetap harus diwaspadai karena bisa saja anyang-anyangan yang terjadi merupakan gejala awal yang mengindikasi adanya infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih adalah infeksi yang terjadi pada saluran kemih (saluran kencing) yaitu ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra. Anyang-anyangan dapat menjadi gejala awal dari infeksi saluran kemih terutama apabila munculnya anyang-anyangan tersebut disertai rasa sakit buang air kecil, nyeri atau sensasi terbakar pada alat kelamin dan panggul, kemudian warna urin menjadi keruh, bau dan menyengat, serta tubuh penderita akan demam dan mudah lelah. Infeksi saluran kemih pada wanita hamil ini bisa disebabkan karena bermacam-macam faktor, diantaranya toilet atau air pembasuh yang dipakai saat buang air kecil tercemar bakteri E-Coli, kurang menjaga kebersihan daerah intim, penyakit diabetes, dehidrasi, usia ketika hamil, dan faktor kodrati yang tidak bisa dihindari yakni bentuk fisik anatomi wanita yang memang lebih beresiko terkena ISK daripada pria.

Infeksi Saluran Kemih Lebih Berpotensi Terjadi Pada Wanita, Terlebih Lagi Pada Wanita Hamil

Setelah berkonsultasi dengan dokter saya tadi, barulah saya tau kalau Infeksi saluran kemih ini ternyata memang lebih berpotensi terjadi pada wanita, bahkan menurut informasi yang saya dapatkan, 5 dari 10 wanita pasti pernah mengalami gejala infeksi saluran kemih. Hal ini dikarenakan secara anatomi uretra (saluran pembuang urin dari tubuh) pada wanita berukuran lebih pendek daripada pria, sehingga hal ini akan memudahkan bakteri untuk mencapai kandung kemih. Selain itu, uretra wanita terletak di dekat anus, sebagaimana yang kita tau, anus memang menjadi sarang bakteri dari usus besar, khusunya bakteri E.Coli. Nah bakteri E-Coli ini bisa saja berpindah dari anus ke area kelamin wanita apabila kita membasuh  dari belakang ke depan sehabis buang air kecil. Bakteri E.Coli yang masuk ke kandung kemih inilah yang menyebabkan seorang wanita akan terinfeksi infeksi saluran kemih. Selain faktor anatomi tersebut, usia menopause dan penggunaan alat kontrasepsi tertentu seperti alat KB, diafragma, spermisida (obat-obatan untuk mematikan sperma) membuat wanita semakin beresiko terkena infeksi saluran kemih.

Nah, bayangkan saja deh jika seorang wanita hamil seperti saya tidak melakukan terapi pencegahan infeksi saluran kemih, tentu anyang-anyangan yang tadinya “biasa” bisa berubah menjadi bencana. Sebab anatomi tubuh wanita saja memang sudah dari “sananya” lebih beresiko, ditambah lagi dengan faktor perubahan fisik dan fisiologis ketika hamil yang menyebabkan frekuensi buang air kecil saya menjadi lebih sering. Makanya apabila tidak dicegah sejak dini, bisa-bisa anyang-anyangan saat hamil ini akan menjadi awal mula pemicu terjadinya Infeksi Saluran Kemih. Naudzubillah, amit-amit yah 🙁

penyebab anyang-anyangan

Wanita Lebih Berpotensi Terkena Anyang-Anyangan dan Infeksi Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih Ketika Hamil, Memangnya Sebahaya Apa sih?

Infeksi saluran kemih ini tidak bisa kita abaikan apalagi ketika hamil, sebab menurut Dokter, jika tidak segera diobati maka penderitanya akan rentan mengalami infeksi berulang bahkan infeksi tersebut bisa menyebar ke area ginjal yang dapat menyebabkan kerusakan permanen (pielonefritis) pada organ vital kita ini. Bagi wanita hamil infeksi saluran kemih dapat mengancam jiwa sang calon buah hati, apabila kehamilan masih pada trimester pertama dan kedua, infeksi saluran kemih dapat menyebabkan keguguran, sedangkan apabila kehamilan sudah memasuki trimester ketiga, infeksi ini dapat mengakibatkan kelahiran prematur, preklampsia, bayi meninggal dalam kandungan atau berat badan bayi rendah saat lahir. Bahkan menurut dokter saya, Infeksi Saluran Hamil pada level yang akut dapat merobek rongga amnion (ketuban) sehingga dapat memicu ketuban pecah dini sebelum waktunya, dan bakteri yang terbawa akan menginfeksi janin. Nah sebetulnya resiko-resiko inilah yang paling saya takuti. Cukuplah saya merasakan bagaimana sakitnya kehilangan buah hati sekali pada kehamilan terdahulu, untuk kehamilan yang kedua ini ingin rasanya saya jaga sepenuh hati. 🙂

Infeksi-Saluran-Kemih

Bahaya Infeksi Saluran Kemih Selama Kehamilan Dapat Mengancam Ibu dan Janin

Cara Mencegah Anyang-Anyangan & Infeksi Saluran Kemih

Akhirnya, karena kekhawatiran saya yang luar biasa, dan keinginan saya untuk melindungi sang calon buah hati sejak dalam kandungan. Saya berupaya memproteksi diri agar tak terkena Infeksi Saluran Kemih. Anyang-anyangan yang sejak awal hamil saya rasakan, tak begitu saja saya remehkan. Terlebih mobilitas saya yang tinggi karena tuntutan pekerjaan, seringkali membuat saya harus berada diluar ruangan dan terpaksa menahan buang air kecil apabila sulit menemukan toilet atau harus pasrah menggunakan fasilitas toilet umum yang biasanya kurang bersih. Maka dari itu, berdasarkan saran dokter, saya lakukan beberapa upaya pencegahan. Diantaranya adalah, dengan menyegerakan buang air kecil, tidak ditahan apalagi terburu-buru membasuh, agar kandung kemih dapat mengosongkan urin dengan maksimal, dan saat membasuh saya usahakan agar membasuh dari depan ke belakang. Kemudian, ketika menggunakan toilet umum pastikan toilet yang digunakan bersih khususnya di bagian dudukannya dan saya juga senantiasa menjaga area kemaluan agar tetap kering dan higienis.

Upaya pencegahan ISK dari dalam yang dokter sarankan adalah dengan mengkonsumsi air putih lebih dari 2 liter sehari, agar kalau ada bakteri E-Coli yang menempel di kandung kemih bisa segera terbawa keluar bersamaan dengan urin saat buang air kecil. Selain itu, dokter tidak meresepkan obat apapun, hanya menyarankan kepada saya agar mengkonsumsi makanan yang sehat khususnya buah-buahan yang memiliki kandungan serat, vitamin C dan antioksidan yang tinggi seperti jeruk atau cranberry. Nah, kebetulan saya memang pernah membaca pada suatu artikel bahwa Buah cranberry memiliki vitamin C, serat, mineral dan antioksidan yang tinggi, tak cuma itu, si merah yang segar ini juga konon memiliki kandungan antioksidan proanthocyanidins (PAC) yang dapat mengatasi susah buang air kecil serta mencegah pertumbuhan bakteri E-Coli penyebab infeksi saluran kemih, selain itu antikoksidannya juga memiliki sifat anti-adhesi  yang membuat bakteri tidak bisa menempel di saluran kemih sehingga akan mencegah terjadinya infeksi.

Prive Uricran, Solusi Alami Mengatasi Susah Buang Air Kecil dan Terapi Pencegahan Infeksi Saluran Kemih

INFEKSI-SALURAN-KEMIH

Berhubung mendapatkan buah cranberry di Indonesia tidaklah semudah mendapatkan buah duren, maka saya mencoba mencari alternatif pengganti untuk mendapatkan manfaat ekstrak cranberry yang berkualitas dan tentunya terbuat dari buah cranberry asli. Prive Uricran adalah jawabannya. Prive uricran ini adalah ekstrak cranberry yang berfungsi membantu memelihara kesehatan saluran kemih dan dibuat dalam 2 bentuk sediaan, yaitu kapsul dan minuman serbuk. Prive uricran diproduksi oleh produsen obat-obatan ternama yang sejak tahun 1971 telah membantu jutaan masyarakat Indonesia dalam meningkatkan kualitas kesehatannya yaitu Combiphar. Menurut saya, Prive Uricran ini tidak hanya menyehatkan namun juga segar saat diminum sehingga mengkonsumsinya saya tidak merasa seperti mengkonsumsi obat. Kemasan dan cara penyajiannya baik yang kapsul maupun serbuk sangatlah praktis sehingga memudahkan saya saat mengkonsumsi Prive Uricran dimanapun saya berada terkhusus ketika harus berkegiatan diluar kota.

CARA MENCEGAH ANYANG-ANYANGAN

Prive Uricran Solusi Alami Mencegah Anyang-Anyangan dan Infeksi Saluran Kemih

Prive Uricran kapsul mengandung 250mg ekstrak cranberry yang bisa dikonsumsi 1-2 kapsul perhari atau sesuai anjuran dokter. Sementara Prive Uricran Plus atau yang dikemas dalam sediaan serbuk, mengandung 375 mg ekstrak cranberry, 60mg Vitamin C, 0,1 mg Lactobacillus Achidopillus dan Bifidobacterium Bifidum, dan 1mg kalsium laktat glukonat. Buat yang belum tau, jadi si Lactobacillus Achidopillus dan Bifidobacterium Bifidum ini adalah bakteri baik atau probiotik yang berfungsi merawat kesehatan saluran cerna akibat infeksi bakteri parasit penyebab diare serta dapat digunakan pula sebagai terapi untuk mengobati gangguan pada organ reproduksi dan saluran kemih. Kedua sumber probiotik ini sering juga ditemukan dalam produk-produk olahan susu fermentasi seperti yoghurt dan kefir.

PRIVE-URI-CRAN-KAPSUL

Prive Uricran Tersedia dalam Kemasan Kapsul yang Praktis

PRIVE-URI-CRAN-PLUS

Prive Uricran Plus Tersedia dalam Sediaan Serbuk yang Menyegarkan

Hmmm, jadi sebaiknya konsumsi yang mana nih, yang Serbuk atau yang Kapsul? Kalau saya sih konsumsi dua-duanya, hehe..jadi karena kebetulan waktu itu saya dapat free sample produk Prive Uricran yang serbuk dari Komunitas Blogger Perempuan, sehingga awalnya saya mengkonsumsi Prive Uricran dalam bentuk sediaan serbuk kemudian karena merasa nyaman dan anyang-anyangan berkurang setelah menggunakan produk herbal ini, akhirnya saya melanjutkan konsumsi Prive Uricran dalam bentuk kapsul karena di Apotek dekat rumah saya yang serbuk sedang kosong. Lagipula saya mengkonsumsi Prive Uricran tujuannya adalah untuk mendapatkan manfaat ekstrak cranberry nya, makanya yang kapsul saja saya rasa sudah cukup. Terus kalau ada yang bertanya, “emang perlu banget nih konsumsi Prive Uricran dan melakukan berbagai terapi pencegagan walaupun tidak atau belum pernah merasakan gejala infeksi saluran kemih? Seperti yang saya jelaskan panjang lebar diatas sih, buat saya pribadi better safe than sorry, terlebih buat ibu hamil seperti saya, mencegah kan lebih baik daripada mengobati. Apalagi dokter saya kebetulan merestui upaya pencegahan yang saya lakukan dengan ekstrak cranberry dari Prive Uricran ini, ya sudah saya konsumsi saja Prive Uricran sebagai suplemen dan solusi alami untuk mencegah anyang-anyangan dan infeksi saluran kemih. Terlebih, cranberry juga memiliki segudang manfaat lain untuk memelihara kesehatan seperti anti kanker, memelihara kesehatan kulit, memperbaiki saluran cerna, memperbaiki fungsi ginjal dan meningkatkan kesehatan jantung, maka menurut saya mengkonsumsi produk Prive Uricran yang kaya manfaat ekstrak cranberry ini gak bakal ada ruginya, malah justru menguntungkan kesehatan kita sih 🙂

Prive Uricran, Caraku Mencegah Infeksi Saluran Kemih Selama Masa Kehamilan

Menjaga dan melindungi sang calon buah hati jauh sebelum ia dilahirkan adalah bentuk cinta dan rasa syukur saya atas kehamilan ini. Bagaimanapun setiap Ibu, punya caranya masing-masing untuk mewujudkan cinta dan rasa syukur itu. Mencegah anyang-anyangan dan infeksi saluran kemih selama kehamilan dengan Prive uricran dan memperhatikan asupan nutrisi serta gizi sehari-hari adalah salah satu cara saya mewujudkannya. Adakah ibu hamil disini yang pernah mengalami penyakit ini? Berbagi cerita di kolom komentar yuk!

Rizka Edmanda

80 Comments

  1. Serem amat Ama penyakit satu ini. Rasanya ga nyaman kalau udah kena. Untung sekarang ada uricran ya bisa membantu mencegah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *