Membumikan Gas Bumi, demi Wujudkan Generasi Cerdas Energi

Membumikan Gas Bumi

Sejak menikah dan drama ibu rumah tangga baru dimulai, saya jadi concern sama hal-hal yang sebelumnya tidak terlalu menarik perhatian saya, salah satunya adalah persoalan sumber energi dirumah. Kalau dulu, pasca era konversi minyak tanah berhasil dilakukan pemerintah, masyarakat khususnya para ibu rumah tangga sering menganggap LPG adalah satu-satunya “bahan bakar” paling efisien di dapur rumah, tapi fenomena kelangkaan LPG dan harga jualnya yang seringkali tidak stabil akibat turunnya angka produksi minyak bumi Indonesia akhir-akhir ini, seringkali membuat galau para ibu rumah tangga. Mulai dari galau karena harga LPG yang seringkali mendadak naik turun seperti berat badan, ataupun galau karena stok LPG yang sering tiba-tiba kosong, belum lagi galau saat lagi asik masak, LPG tiba-tiba habis, terlebih ketika pak suami sedang bertugas keluar kota, dan kebetulan dirumah gak punya asisten rumah tangga, duh males banget kan ya harus repot menggotong tabung gas LPG 12 kg dari tempat pembelian kerumah huhu… Nah Sebagai solusinya, energi baik gas bumi hadir, untuk membantu semua permasalahan sumber energi rumah tangga, mulai dari “bahan bakar” di dapur sampai “bahan bakar” kendaraan kita. Saya mengetahui secara sepintas tentang gas bumi dan segudang kebaikannya, lewat obrolan ringan bersama seorang teman lama di Jakarta, yang mana teman lama saya ini adalah salah satu pelanggannya, dan karena belum terlalu  faham tentang sumber energi ini, beberapa waktu belakangan saya jadi sering iseng membaca banyak artikel tentang kebaikan energi baik gas bumi, bahkan langsung segera menghubungi call center resmi PGN agar bisa didaftarkan sebagai calon pelanggan, karena ternyata nih ibu-ibu.. gas bumi itu jauh lebih efisien, lebih ramah lingkungan, lebih aman, lebih praktis dan yang paling nikmat adalah JAUH LEBIH EKONOMIS ketimbang LPG ! Makanya, bagi seorang ibu yang juga berperan sebagai manajer keuangan rumah tangga, kita harus banget nih mengenal ENERGI BAIK GAS BUMI, agar semua Ibu Rumah Tangga Indonesia juga bisa merasakan beragam kebaikannya ! Yuk ibu-ibu! Kita ikutserta membumikan gas bumi, demi wujudkan generasi cerdas energi…

*****************

Kita semua tentu ingat, bahwa Indonesia pernah mengalami masa-masa kejayaan dalam hal produksi minyak bumi, bahkan nama Indonesia sempat masuk dalam jajaran anggota Negara-Negara pengekspor minyak atau Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC). Namun saat ini kemampuan produksi minyak bumi Indonesia tak lagi sebanyak beberapa belas tahun silam, akhirnya Indonesia kini terpaksa mengimpor minyak bumi mentah dari luar negri. Tak hanya itu, fenomena menipisnya persediaan minyak bumi dan semakin tingginya angka permintaan komoditi ini juga mengakibatkan ketidakstabilan harga BBM dan LPG karena persediaan minyak bumi yang kian menurun. Jadi ibu-ibu jangan lagi heran, apabila harga LPG seringkali naik turun sesuka hati, karena LPG yang biasa kita pakai sehari-hari, tak selalu produk dalam Negeri. 🙂 Menyambut hal ini, Pemerintah pun tampil bak seorang pahlawan dengan memberikan subsidi LPG bagi masyarakat golongan tak mampu. Disatu sisi, subsidi konsumtif ini memang menolong, tapi disisi lain ternyata ada kebutuhan lain yang lebih urgent yang terpaksa dikorbankan, yakni anggaran negara yang seharusnya bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain yang tak kalah penting, pendidikan, kesehatan, tunjangan guru dan PNS, pelayanan masyarakat, pertanian atau pembangunan infrastruktur misalnya. Sehingga ketika menghadapi era menipisnya cadangan minyak dan perubahan zaman yang tak terelakkan semacam ini maka, kebaikan energi baik gas bumi hadir sebagai solusi atas turunnya angka produksi minyak bumi dan naiknya angka kebutuhan terhadap komoditi ini. Namun patut disayangkan, meskipun dari peninjauan data statistik energi dunia yang dilansir dari BP Statisic pada tahun 2017 menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke 4 Negara penghasil Gas Bumi terbesar di Asia Pasific, tapi tetap saja kesadaran masyarakat untuk beralih menggunakan gas bumi masih tergolong rendah. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh minimnya informasi dan pengetahuan masyarakat mengenai sumber energi gas bumi dan beragam kebaikannya. Bahkan masih banyak masyarakat yang belum begitu faham mengenai gas bumi dan BBG itu sendiri.

Gas Bumi bukan LPG…

Gas Bumi dan LPG memiliki perbedaan karakteristik yang tak banyak orang ketahui, maka dari itu, masyarakat awam , seperti saya sebelumnya, menyebut LPG dan gas bumi sama-sama “gas” padahal ternyata keduanya memiliki perbedaan yang signifikan dalam berbagai hal, misalnya dalam hal komponen bahan utama, proses produksi, distribusi, kelebihan dan kekurangan hingga manfaat serta efek penggunaannya. LPG (Liquified petroleum gas), atau yang di Indonesia dikenal dengan “elpiji” adalah gas dari minyak bumi yang dicairkan, komponen utamanya adalah propana dan butana. Berbeda dengan gas bumi, yang mana bahan bakar fosil berbentuk gas ini  komponen utamanya adalah metana  yang merupakan molekul hidrokarbon paling pendek dan paling ringan. Api yang dihasilkan gas bumi jauh lebih bagus daripada LPG, hal ini dikarenakan pembakaran gas bumi terbukti lebih baik, sehingga apinya biru, dan sangat bersih serta tak berbau. Perbedaan yang paling paling tampak antara LPG dan gas bumi adalah dalam hal pendistribusiannya ke masyarakat dalam skala rumah tangga. LPG disalurkan ke pelanggan dengan tabung-tabung gas, sedangkan gas bumi disalurkan dengan membangun jaringan pipa-pipa gas ke pemukiman warga, sehingga di setiap rumah akan ada meteran gas untuk mengukur jumlah pemakaian gas oleh pelanggan sebagaimana meteran air dari PAM atau listrik dari PLN. Hal ini membuat kita tidak perlu khawatir lagi apabila tiba-tiba saat memasak, kehabisan “gas” karena pipa tersebut akan mengalirkan gas bumi selama 7×24 jam tanpa henti. Selain itu, kita juga tidak perlu repot menggotong tabung gas ke rumah, karena secara otomatis pipa akan menyalurkan gas ke kompor-kompor kita, berbeda dengan LPG yang mana, pelanggan harus membawa sendiri tabung LPG dari tempat pembelian ke rumah. Bayangkan jika kita tinggal di apartmen atau rumah susun belasan tingkat, tentu penggunaan LPG akan jauh lebih merepotkan. Tak hanya itu, perbedaan selanjutnya adalah mengenai faktor keamanan, gas bumi dinilai lebih aman karena saluran pipa yang tersambung kerumah-rumah warga akan dipasang oleh tenaga ahli yang sudah tersertifikasi.  Tekanan gas bumi yang hanya 0,2 bar juga dinilai jauh lebih aman daripada LPG yang tekanannya mencapai 8 bar, sehingga apabila terjadi kebocoran, gas bumi akan menguap ke udara. Kenikmatan lain dari gas bumi adalah soal harga, harganya sepertiga lebih murah daripada LPG, sebagai contoh rentang harga gas bumi di Jakarta adalah sekitar Rp 2.600-Rp3000an rupiah/m3, bandingkan dengan harga LPG 12 kg yang saat ini sudah mencapai Rp 130.000. Apabila diasumsikan kebutuhan bahan bakar untuk “gas” pada dapur rumah tangga adalah 12 kg maka dengan menggunakan gas bumi, setiap rumah hanya memerlukan biaya “gas” perbulan sekitar Rp 36.000 saja. Sebuah penghematan luar biasa untuk keuangan rumah tangga!

BBG dan BBM juga sangat berbeda…

Tak hanya soal LPG dan Gas Bumi, masih banyak pula masyarakat yang belum terlalu mengenal BBG sebagai alternatif pengganti BBM.  Banyak masyarakat yang tak begitu faham perbedaannya, kita biasanya akan memukul rata dengan menyebut BBM dan BBG dengan sebutan “bensin” padahal ternyata lagi-lagi keduanya jauh berbeda. Pertama, BBG memiliki hasil pembakaran yang lebih bersih dibandingkan BBM (bahan bakar minyak). Hal ini disebabkan rantai karbon BBG (bahan bakar gas) lebih pendek dibandingkan BBM dan nilai oktan BBG juga lebih tinggi yaitu sekitar antara 120- 130, sehingga hal ini tidak hanya membuat mesin kendaraan dengan bahan bakar gas menjadi lebih awet namun juga membuat Emisi CO2 yang dihasilkan BBG juga jauh  lebih rendah dibandingkan BBM. Dampak minim polutan yang dihasilkan BBG membuat kebersihan udara dan lingkungan terjaga, langitpun menjadi lebih cerah karena tak banyak polusi udara. Tidak hanya itu, harga jual BBG juga jauh dibawah harga BBM Premium, bayangkan saja, harga BBG per liter hanya sekitar Rp 3.100, bandingkan dengan harga bensin premium yang mencapai Rp 6.450 per liter. Kita jadi bisa menghemat sekitar 50% dengan menggunakan BBG (Bahan Bakar Gas) ini, sehingga dengan beralih ke BBG ini beban biaya pengeluaran untuk “bensin” setiap bulan bisa dihemat. Untuk beralih ke BBG caranya cukup mudah, tinggal memasang alat konverter kit pada kendaraan pribadi, maka kita bisa menikmati keuntungan penggunaan bahan bakar gas ini. Alat ini memang tidak murah, sekitar 12-15 juta rupiah harganya, tapi percayalah untuk pemakaian jangka panjang, alat ini akan menjadi sebuah investasi yang sangat berharga. Buat ibu-ibu yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, Yuk, bilang sama pak suami, kendaraan dirumah pakai BBG aja… 🙂

Membumikan-Gas-Bumi

Berkenalan dengan PGN…

Lalu siapa sih yang memproduksi dan mendistribusikan gas bumi dan BBG di Indonesia? maka, teruntuk PT.Perusahaan Gas Negara (PGN) perlulah kita berterima kasih, sebab BUMN ini telah mengabdi selama lebih dari 50 tahun pada negeri ini sebagai penyedia sumber energi alternatif gas bumi, dari sektor hulu ke hilir, hingga saat ini PGN terus berupaya mengedukasi masyarakat mulai dari skala rumah tangga, komersial, UKM, hingga Industri untuk mengenal dan beralih menggunakan energi baik gas bumi. Banyak keuntungan yang dapat kita peroleh apabila menjadi pelanggan PGN, tidak hanya harga gas bumi nya yang kompetitif, kualitas dan ketersediaan pasokan gas bumi PGN juga terjamin, sehingga tak perlu takut kehabisan gas lagi. Selain itu pembayaran tagihan gas bumi PGN juga sangat memudahkan pelanggan, bisa dibayarkan lewat teller bank, ATM, internet banking, kasir di alfamart dan indomaret bahkan bisa dibayar secara online melalui Tokopedia. Tidak hanya itu, kita juga bisa mengontrol penggunaan gas bumi dirumah melalui aplikasi PGN Mobile pada smartphone. Aplikasi PGN Mobile ini bisa diunduh di Google Play Store untuk pengguna Android dan App Store bagi pengguna iOS. Calon pelanggan yang ingin berlangganan gas bumi juga dapat mengisi formulir berlangganan secara online yang tersedia dalam aplikasi ini. Aplikasi PGN Mobile adalah bagian dari inovasi PGN 360 derajat Integrated Solution dimana dengan konsep ini, PGN berusaha memberikan solusi terintegrasi untuk memberikan layanan yang menyeluruh kepada pelanggan dalam hal penggunaan gas bumi. Dilansir dari situsnya, Saat ini PGN telah berjasa mengantarkan energi baik gas bumi hingga ke 170.094 pelanggan rumah tangga, 1.928 pelanggan komersial, 10 jaringan SPBG penyedia BBG dan 7.270 km jaringan pipa gas yang menyentuh wilayah Medan, Pekanbaru, Batam, Palembang, Lampung, JABODETABEK, Karawang, Semarang, Surabaya, Sidoarjo, Purbalingga, Mojokerto, Pasuruan, Gresik hingga ke Tarakan dan Sorong. Apabila daerahmu belum masuk dalam jangkauan pipa gas bumi PGN, jangan bersedih, sebab saat ini PGN tengah berencana menambah jangkauan penyaluran gas bumi ke berbagai daerah lain di Indonesia dalam periode 2016-2019 Jadi meskipun tempat tinggal kita belum masuk wilayah jangkauan pipa gas PGN, namun mulai sekarang kita tetap  bisa menjadi calon pelanggan gas bumi PGN dengan mendaftarkan diri pada customer service mereka melalui telfon di 1500-645, dengan mendaftarkan diri sebagai calon pelanggan, berarti kita telah membantu PGN dalam melakukan perencanaan dalam pengembangan jaringan pipa gas serta perluasan jangkauan kerjanya. Tentu sudah tak sabar kan, merasakan beragam kebaikan dan manfaat energi baik gas bumi di daerahmu? 🙂

7 alasan memilih Gas Bumi PGN…

Energi baik gas bumi diyakini adalah win-win solution terhadap berbagai permasalahan sumber energi di Indonesia dalam berbagai sektor dan skala, dan dengan terus menggaungkan semangat konversi energi dari minyak ke gas bumi ini pula, kita semua tentu tak hanya telah membantu masyarakat khususnya para Ibu Rumah Tangga Indonesia dalam melakukan penghematan beban pengeluaran rumah tangga saja, tapi juga telah membantu banyak pihak untuk merasakan beragam kebaikannya. Mulai dari diri pribadi, negara bahkan bumi ini. Kini Indonesia bersama PGN tengah berusaha mengkaderisasi generasi baru, generasi yang lebih cerdas energi, yang sadar akan segudang kebaikan energi baik gas bumi. Generasi baru ini adalah saya, kamu dan semua Ibu Rumah Tangga Indonesia yang sedang kebetulan atau sengaja membaca tulisan ini. Percayalah, dengan mengganti sumber energi dirumah dengan Gas bumi saja, maka berarti para Ibu Rumah Tangga Indonesia telah turut serta menjadi pahlawan keuangan rumah tangga , pahlawan devisa negara, bahkan pahlawan bagi kelestarian planet bumi tercinta.

Rizka Edmanda

20 Comments

  1. Terima kasih sharing nya kak… bermanfaat sekali… jadi tau kalau gas bumi lebih daripada LPG

  2. Wah bermanfaat sekali infonya. Gas bumi ini apa yg di jmn sekolah disebut LNG/gas alam? Kalau baru kita yg mau berlangganan di lingkungan sekitar, pasang pipanya jd mahal ga sih?

    • halo mba farida, iya betul sekali gas bumi ini LNG atau yang pas jaman pelajaran IPA waktu sekolah kita kenal dengan gas alam hehe… untuk pemasangan nya, sistem nya kolektif biasanya mba.. jadi kalau di daerah mba ada jaringan pipa bisa dipasang kesana. Untuk informasi lebih lengkap nya coba hubungi call center PGN langsung mba di 1500-645 ☺️

  3. iya emang gas bumi memang lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan yang lain, dan juga ramah lingkungan ya mba

    • iya mas beda banget.. sama saya juga sebelumnya mikir yang namanya “gas” dimana-mana sama aja. Tapi setelah tau ternyata gas bumi itu beda dan lebih unggul, langsung deh nelfon call center buat daftar jadi calon pelanggan hihi

  4. Sodara aku ada yang pake gas bumi juga nih riz, emang bener banget jatohnya jadi lebih murah. Buat yang usaha rumah makan, cafe atau resto juga mendingan pake gas bumi banget dah… irit !

  5. sebenarnya untuk bahan bakar rumah tangga untuk mengurangi penggunaan dari bahan bakar fosil bisa memaksimalkan dari sampah organik, tapi kita masih terkendala teknologi. Sekarang ini memang lagi difokuskan bagaimana caranya menekan kontribusi emisi, gerakan BBG ini bisa dimulai tapi kembali lagi harus di edukasi dulu masyarakatnya 🙂

    • Betul sekali mba, energi terbarukan yang berasal dari sampah memang bisa jadi alternatif. Malah sekarang banyak sumber alternatif energi non fosil yang bisa digali potensinya, tapi untuk menggunakannya dalam skala besar biayanya pasti tidak sedikit, butuh riset panjang juga karena Indonesia masih betul-betul mengandalkan energi fosil untuk roda kehidupan sehari-hari. Minyak sekarang sudah habis, energi fosil alternatif yang masih banyak ya gas bumi, tapi ya itu dia, terkendala lagi masalah teknologi, infrastruktur dll jadi gas bumipun belum bisa dimaksimalkan hehe.. mudah-mudahan masyarakat bisa lebih peduli persoanal energi dan beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan. Terima kasih sudah mampir mba.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *