Cara Membedong Bayi yang Aman, Sehat dan Nyaman

Artikel ini disusun untuk menanggapi pertanyaan dari beberapa teman dan netizen yang dikirim lewat DM di akun Instagram saya. “Duh, Qonita kok masih dibedong sih kayak bayi jaman dulu aja, emang betah?” Nah, semoga artikel ini bisa menjawab pertanyaan tersebut ya.. 🙂

Beberapa waktu lalu, saya sempat memposting foto Qonita saat sedang dibedong. Sejak awal lahir, Qonita memang sesekali saya bedong, tidak 24 jam memang, tapi di jam-jam tertentu terutama di jam-jam tidurnya, saya biasanya membedong Qonita karena dia terlihat nyaman saat dibedong kemudian beberapa jam kemudian saat Qonita sudah tertidur pulas, bedongnya akan saya lepas. Tapi gak selamanya Qonita betah dibedong lho, ada kalanya bayi ini merasa risih saat dibedong, apalagi di usianya sekarang yang sudah masuk 2 bulan, Qonita mulai senang mengeksplorasi bagian-bagian tubuhnya seperti tangan, wajah dan jari-jari, bedong membuat dia sulit melakukan itu, maka frekuensi dan durasi membedong Qonita pun saya kurangi. Nah, melalui artikel ini saya ingin membahas soal, membedong bayi. sesuatu hal yang saat ini menjadi perdebatan di kalangan mama-mama di Instagram, ada yang mendukung ada juga yang memprotes. Artikel ini saya susun berdasarkan pengalaman pribadi, yang juga berdasarkan pada beberapa artikel lain dari sumber terpercaya. Pengalaman saya dan pengalaman ibu lain tentu berbeda, apa yang membuat Qonita nyaman atau gak nyaman, tentu berbeda pula dengan anak-anak lainnya, jadi sesuaikan aja kebutuhan membedong sesuai dengan anak masing-masing ya. Semoga artikel ini, bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk kita semua

Membedong Bayi, Apa sih manfaatnya?

Pertanyaan ini seringkali ditanyakan oleh teman-teman kepada saya ketika melihat Qonita dibedong. Apalagi di jaman sekarang, tradisi membedong bayi udah jarang banget dilakukan sama mama-mama modern. Katanya membedong akan menganggu saraf motoric bayi karena bayi tidak bisa bergerak dengan leluasa. Juga menganggu sistem saluran pernafasan bayi dan membuat bayi menjadi overheat atau kepanasan, yang lebih ngeri lagi pernah lho ditemukan kasus SIDS (suddent infant death syndrome) atau sindrom kematian mendadak pada bayi akibat bayi yang dibedong. Tentu semua kengerian ini adalah benar. Benar, jika kita membedong bayi dalam waktu yang lama dengan teknik bedong yang salah, atau jika kita meninggalkan bayi dalam bedongan tanpa pengawasan dan membedong bayi saat cuaca panas atau tanpa penyejuk ruangan. Jadi saya tidak selamanya menyalahkan mereka yang protes saat melihat foto Qonita dibedong, karena kekhawatiran akan hal-hal semacam itu tentu ada. Tapi, nyatanya sampai hari ini Qonita masih suka-suka aja tuh dibedong, bahkan membedong adalah salah satu jurus jitu saya untuk menidurkan Qonita dalam waktu beberapa menit saja hihi. “Trus emang ada tuh manfaat membedong bayi? Toh bayi-bayi diluar negeri yang jarang dibedog lurus-lurus aja tuh kakinya. Gak bengkok sama sekali” Nah pemahaman inilah yang ingin saya luruskan di artikel ini. Jadi, membedong bayi dan membedong Qonita sebagaimana yang sering saya lakukan, sama sekali bukan bertujuan untuk membuat kaki nya lurus seperti yang dipahami orang selama ini.

Membedong bayi sebenarnya punya banyak manfaat, diantaranya adalah untuk memberikan kenyamanan dan kehangatan pada bayi, karena saat dibedong bayi akan merasa seperti dipeluk dengan hangat. Membedong bayi juga bisa menciptakan suasana yang mirip seperti kondisi saat ia masih didalam Rahim, karena di trimester pertama kehidupannya (bulan 1-3) bayi masih dalam masa-masa transisi, sehingga masih perlu beradaptasi dengan kehidupan diluar Rahim. Membedong bayi juga juga bisa membantu bayi merasa lebih nyaman jika tiba-tiba terjadi reflex morro (reflex kejut) pada mereka. Tentu kita tau ya, bahwa di bulan-bulan pertama kehidupan bayi, mereka akan sering banget  terlihat terkejut atau “kagetan” dan tiba-tiba menangis saat reflex kejut itu datang. Nah reflex kejut ini juga tidak perlu dirisaukan, karena gerak reflex ini juga merupakan hal yang sangat alamiah pada bayi, yang perlu kita lakukan adalah menenangkannya saat reflex kejut itu datang, salah satu caranya adalah dengan memeluk atau membedong bayi DENGAN CARA & TEKNIK YANG BENAR. Selain itu, membedong juga bisa membantu bayi tidur lebih lama atau membantu bayi mencapai kondisi deep sleep (tidur lelap). Kondisi deep sleep ini sangat dibutuhkan oleh bayi karena perkembangan otak bayi paling pesat terjadi saat ia tidur. Bahkan AAP (American Academy of Pediatrics) sebagai asosiasi profesional dokter anak di Amerika merekomendasi orang tua untuk membedong/swaddling dengan teknik yang benar, sebagai usaha untuk meningkatkan kualitas tidur bayi.

Kenapa diatas saya katakan bahwa membedong bayi sama sekali bukan bertujuan untuk membuat kakinya menjadi lebih lurus? Nah, karena Saat didalam Rahim , posisi alamiah bayi adalah meringkuk dalam kantung ketuban (Amnion sac) yang ketat, hal ini akan membuat kaki bayi menjadi terlihat “bengkok” di bulan-bulan pertama dalam kehidupannya, maka saat lahir hingga usianya 2 tahun, posisi kaki bayi akan terlihat sedikit ngangkang. Kaki bayi yang keliatan “ngangkang” ini akan perlahan-lahan berubah seiring ia bertambah dewasa. Posisi kaki bayi yang terlihat “O” ini adalah hal yang sangat alamiah, sehingga membedong bayi dengan ikatan bedong yang terlalu ketat sama sekali tidak akan mengubah bentuk kaki nya menjadi lebih lurus bahkan jika tetap dilakukan justru akan menyebabkan dislokasi panggul (hip dysplasia) pada bayi. Nah, mulai sekarang berhentilah berfikir kalau tujuan membedong bayi adalah supaya kaki bayi jadi lurus. Oke? Sepakat!

Sampai Usia Berapa bayi dibedong?

Pertanyaan ini sebenarnya lumayan tricky. Karena saya belum menemukan pendapat medis yang menentukan sampai usia berapa bayi boleh dibedong. Jadi, saya Cuma mengikuti insting saya dan kemauan Qonita. Saya gak akan membatasi sampai usia berapa Qonita dibedong, ngikutin dia aja. Kalau dia masih betah sampai 3 bulan, ya akan saya bedong dia sesekali sampai usia 3 bulan. Kalau dia masih suka dibedong sampai 2 tahun ya gak apa-apa. Kalau sampe gede pengen dibedong gimana? Ya gak apa-apa juga! Toh saya aja yang udah beranak satu gini masih seneng-seneng aja tuh diuntel-untel dalem bedongan selimut. Rasanya anget-anget gimana gitu hihi

Cara Membedong yang Sehat (Hip Healthy Swaddling)

cara-bedong-bayi-yang-benar

Membedong bayi yang baik harus tetap membiarkan kaki dan panggul bayi berada dalam posisi alamiah bayi (fetal position)

Trus gimana nih cara membedong yang sehat? Emang membedong ada tekniknya? ADA! Nah, berdasarkan pencarian saya di mbah google, bertemulah saya dengan sebuah situs yang secara khusus membahas soal hip dysplasia atau dislokasi panggul. Nama situsnya www.hipdysplasia.org. Situs ini didirikan oleh The International Hip Dysplasia Insitute, sebagai lembaga non profit yang concern menjalankan usaha untuk meningkatkan kesadaran orang-orang tentang kesehatan panggul. Pada sebuah artikel di situs ini, terdapat tutorial cara membedong yang aman dan nyaman buat bayi, juga sehat bagi panggul nya. Kalau kalian menggunakan kain lampin segiempat untuk membedong, kalian bisa mengikuti tutorial dibawah ini. btw, teknik ini juga sudah saya konsultasikan dengan Dokter Spesialis Anak DSA nya Qonita dan ternyata memang benar, teknik membedong seperti inilah yang direkomendasikan.

Cara membedong bayi yang benar. Sumber gambar : unknown

Untuk membedong bayi, Saran saya gunakan kain yang nyaman. Kain katun stretch, Katun Muslin atau kain berserat bamboo bisa dijadikan pilihan. Yang jelas pilih bahan kain yang bisa menyerap keringat, sejuk dan tidak terlalu tebal. Untuk kain bedong berbahan muslin, saat ini banyak banget jenis dan merek yang dijual di pasaran. Untuk merek luar, ada Muslin Swaddle dari Aden &  Anais, harga nya emang gak murah, bisa sampai Rp 800.000 untuk 4 pcs Muslin Swaddle. Kalau budget kita terbatas, ada juga kok muslin swaddle dengan merek local, bisa dicari di Instagram namanya Hoppipola Kids, mereka jual kain bedong dengan bahan muslin / kain berserat bamboo dengan harga yang cukup terjangkau. Atau bisa juga cobain bamboo cotton swaddle dari Little Palmerhaus. Sister brand dari terry palmer ini, baru-baru ini ngeluarin brand khusus perlengkapan anak & bayi, nah salah satunya mereka ngeluarin produk kain bedong/swaddle, harganya kalau tidak salah sekitar Rp 160.000 untuk 2 pcs (1 set) kain swaddle.Kalau kalian lebih suka bahan katun stretch, merek-merek local seperti Libby, Nova, Velvet, Boogy Baby juga menawarkan kain lampin bedong/swaddle dengan bahan katun stretch yang cukup nyaman. Qonita punya tuh katun stretch bedong dari Libby. Kain nya nyaman, lumayan menyerap keringat, ringan dan stretch sehingga saat dipakai membedong, gak akan bikin Qonita terlalu sesek. Harganya kalau tidak salah Rp 180.000an untuk 3 pcs kain. Ukuran kain bedong/kain swaddle dengan model seperti ini biasanya bervariasi, antara 120×120 sampai dengan 140×140, sehingga selain untuk membedong bayi bisa juga kalian fungsikan sebagai nursing cover, penutup stroller, kain burping, selimut atau bahkan handuk saat traveling.

Kalau gak mau ribet gulung-gulung, saat ini juga banyak lho bedong instant yang dijual di pasaran. Mulai dari yang unbrand (tanpa merek) sampai yang bermerek. Harganya memang sedikit lebih mahal dari kain bedong/kain swaddle biasa, tapi memang lebih praktis digunakan untuk membedong. Dan bedong instant semacam ini, biasanya gak terlalu ketat, bahkan dibagian kaki biasanya malah sengaja dibikin agak lebar supaya pinggul dan kaki bayi lebih leluasa. Kayak bedong instant yang dipakai Qonita ini bisa dimasukin/dikeluarin gitu kaki nya. Kekurangannya, ya saat bayi udah gak mau dibedong lagi, bedong instant / instant swaddle ini terpaksa harus dipensiunkan, atau disimpan buat lungsuran adeknya nanti. Hehe.. Untuk bedong instant, harganya berkisar antara Rp 30.000-Rp 150.000 tergantung jenis, bahan dan merek. Rekomendasi saya, adalah bedong instant dari Hanaroo, atau dari My Baby Pouch seperti yang Qonita pakai di foto ini. Kalau yang dari Hanaroo nyaman, kainnya stretch gitu, lentur jadi bikin bayi lebih nyaman tapi kekurangannya gak ada pilihan motif, Cuma ada pilihan warna, kurang estetikkk gitchuu haha. Kalau yang dari mybabypouch juga sebenarnya gak banyak pilihan motif sih, Cuma kebetulan kemarin mereka ngeluarin motif semangka unyu ini pas kolaborasi sama mbak Rachel vennya (I think you guys, mama-mama intsagram pasti tau who she is :p ).

Hmmm. Segitu dulu deh bahasan saya soal bedong-bedongan. Kalian boleh setuju atau gak setuju sama pendapat saya karena masing-masing pilihan tiap-tiap ibu tentu berbeda. Kebetulan Qonita suka dan butuh dibedong, makanya saya tetap membedong Qonita dengan tentu memperhatikan cara & teknik yang benar, tapi belum tentu bayi kalian juga senang dibedong lho. Jadi sesuaikan aja sama kebutuhan masing-masing bayi. Kalau ada sharing, tambahan, saran atau masukan.Feel free tulis di kolom komentar yaaa… Happy HIP-HEALTHY swaddling buibu! See you! ^^

Btw saya kasi bonus nih, beberapa artikel lain yang bisa dibaca seputar bedong-bedongan :

  1. http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenal-lutut-dan-kaki-bengkok-pada-bayi
  2. http://www.aappublications.org/content/32/9/11.1.full
  3. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/diapers-clothing/Pages/Swaddling-Is-it-Safe.aspx
  4. https://hipdysplasia.org/developmental-dysplasia-of-the-hip/hip-healthy-swaddling/

Rizka Edmanda

17 Comments

  1. Wah, cara saya membedong anak salah tuh mba. Dulu ngikut cara orangtua aja. Sekarang gampang kalau mau cari informasi berkat internet. Makasih sharingnya mba.

  2. Jadi pengen dibedong eh, hahahah.
    Itu gambar bedong yang salah, justru sering dipake di sini Kak. Berarti itu bukan cara yang benar, wahh harus ada edukasinya ya ini ke masyarkat cara bedong yang benar. Apalagi buat aku yang belum punya anak gini.
    Makasih banget sharingnya kak Rizka.

  3. Dulu setelah lahiran, Kinas langsung dibedong sama suster. Satu tangan di dalam & satunya lagi dibiarkan di luar. Bagian kakinya juga agak longgar & ada ruang untuk kakinya bergerak. Jadi setelah pulang dari RS, aku lanjut membedong sesuai dengan bedongan suster. Tapi cuma sampai Kinas umur 2 mingguan sih, sekarang sudah enggak karena Kinasnya enggak betah dibedong. Kalau dibedong malah enggak bisa tidur 😅

  4. Congrats ya mba atas kelahiran bayi nya ^^ Kalau bayi ku pas lahir di rsia juga di bedong cantik ko, biar hangat. Aku masih bedong sampai umur nya 2 bulan gitu, bedong nya juga bedong longgar hehehe biar anget

  5. Membedong boleh ya asal ga kekencengan dan jadi memaksa kaki anak untuk lurus. Saya ngerasa kalau anak dibedong (padahal kayak diselimutin aja sih) emang bikin lebih nyaman dan pulas tidurnya

  6. Anakku juga masih dibedong, kalau dulu anak pertama masih belum paham cara yang benar dan lebih tau cara orangtua jadi deh kaki dilurus-lurusin gitu. Tapi anak kedua ini udah engga, alhamdulillah udah lebih paham.

  7. Baru lihat mbedong yang kakinya keliatan hihi. Kebetulan aku baru punya ponakan dan kuliat memang ga betah bayi sekarang dibedong. Ga ada 5 menit udah lepas semua amburadul. Tapi memang ga perlu juga kalo musim panas dan ga ada ac.

    • iya mba heheh soalnya bedong ternyata manfaatnya cuma untuk bikin anget jadi kaki nya memang ternyata lebih baik dibiarkan terbuka lebar gitu, kalopun dibungkus juga usahakan posisi nya tetap “ngangkang” bener banget, kalo musim panas dan ga ad AC sebetulnya juga ga perlu sih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *