Materi 1 Kelas Bunda Sayang Batch 4 Komunitas Ibu Profesional : Komunikasi Produktif

KOMUNIKAS-PRODUKTIF

Belajar tentang pentingnya meningkatkan kualitas obrolan dalam sebuah komunikasi

Alhamdulillah,  saya telah memasuki materi pertama di Kelas Bunda Sayang – Komunitas Ibu Profesional. Pada kesempatan ini fasilitator menyampaikan materi tentang Komunikasi Produktif. Secara sederhana komunikasi bisa difahami sebagai suatu keadaan dimana 2 orang atau lebih saling menerima dan menyampaikan suatu pesan atau informasi. Sebagai lulusan hukum yang tidak pernah belajar ilmu komunikasi dalam tataran akademis selama ini saya hanya memahami bahwa komunikasi yang baik adalah komunikasi yang efektif, dimana suatu pesan dapat bisa tersampaikan dan diterima dengan baik. Ibu saya yang kebetulan seorang guru Bahasa Indonesia pernah bilang bahwa seorang yang pandai bicara belum tentu jago berkomunikasi karena nyatanya urusan sampai menyampaikan pesan tidak semuda yang kita kira. Beruntungnya di zaman keterbukaan informasi seperti saat ini kita tak perlu kuliah ilmu komunikasi untuk bisa belajar ilmu komunikasi, buktinya dengan bergabung dan belajar di Komunitas Ibu Profesional saja saya bisa belajar ilmu komunikasi. Sesuatu yang sebetulnya tak dinyana oleh saya sebab dulu saya kira Komunitas Ibu Profesional hanya akan “mendidik” para anggota dan mahasiswanya mengenai ilmu-ilmu parenting tapi lagi dan lagi saya harus berterima kasih pada Komunitas ini sebab disini saya belajar tentang banyak hal tak hanya seputar pengasuhan.

Sebagai ungkapan rasa syukur saya yang teramat dalam atas kesempatan yang Allah berikan melalui wasilah Ibu Profesional sehingga saya dapat belajar dan terus belajar, maka ilmu yang saya dapatkan kali ini akan saya bagi di blog saya agar kebaikan ilmu tersebut bisa diserap lebih luas lagi oleh banyak ibu-ibu di Indonesia. Begitupula dengan semua tugas kuliah yang saya dapatkan selama proses belajar mengajar di komunitas ini akan saya tuliskan di blog, agar dapat menginspirasi lebih banyak orang, siapa tau ada diantara teman-teman pembaca yang tertarik untuk bergabung. Bagi yang belum tau, semua materi dan NHW selama saya belajar di Komunitas Ibu Profesional bisa kalian kepon di menu “Motherhood” pada sub menu “Ibu Profesional ya

Pada materi tentang Komunikasi Produktif ini, saya diajak memahami kembali kaidah-kaidah yang penting sehingga sebuah proses komunikasi dapat dilakukan dengan lebih berkualitas. Kaidah tersebut antara lain :

  1. Clear and Clarify : Selaku penyampai pesan kita hendaknya memastikan bahwa pesan yang ingin kita sampaikan dapat diterima dengan jelas sehingga mudah difahami oleh lawan bicara, hindari kalimat yang berbelit-belit dan cenderung terlalu berbasa-basi karena komunikasi jadi kurang efektif. Gunakan bahasa yang baik dan pastikan lawan bicara mendapatkan kesempatan untuk mengklairifkasi hal-hal yang tidak difahaminya.
  2. Choose the Right Time : Pemilihan waktu yang baik menjadi sebuah hal yang krusial untuk mewujudkan komunikasi yang produktif. Pilihlah waktu yang pas dengan suasana yang nyaman sehingga distraksi atau gangguan saat berbicara dapat dikurangi, dan agar pesan dapat lebih tersampaikan. Tidak ada salahnya mendiskusikan kepada lawan bicara kapan waktu yang tepat dan nyaman untuk ngobrol.
  3. Kaidah 7-38-55 : Kaidah dalam ilmu komunikasi ini dikemukakan oleh Albert Mehrabian, beliau mengatakan bahwa pemilihan kata-kata dalam komunikasi memiliki dampak sebesar 7% terhadap keberhasilan penyampaian suatu pesan, sedangkan 38% tergantung pada intonasi suara yang digunakan saat berbicara dan paling besar yaitu 55% bergantung pada gestur atau bahasa tubuh si penyampai pesan terhadap lawan bicaranya. Hal ini secara sederhana sebenarnya dapat kita buktikan, misal ketika berbicara dan menanyakan kejujuran lawan bicara kita “Apakaha kamu jujur” kemudian lawan bicara menjawab “jujur” namun dengan intonasi yang parau dan terbata-bata, lalu dengan bahasa tubuh yang gugup sudah tentu kita mengetahui kalau lawan bicara kita sedang berbohong dan berusaha menutupi kebohongannya.
  4. Intensity Of Eye Contact : Mata adalah jendela hati. begitu kira-kira kata pepatah lama, dalam komunikasi keberhasilan penyampaian pesan akan lebih mudah dilakukan apabila kedua belah pihak saling bicara dengan menatap mata lawan bicaranya, karena secara psikologis hal ini membuat lawan bicara merasa diperhatikan saat bicara
  5. I’m Responsible of My Communication Result : Kaidah terakhir menekankan bahwa kita harus bertanggung jawab terhadap apapun yang kita bicarakan, kita harus faham bahwa semua hal yang kita utarakan akan memiliki akibat dan dampak sehingga penting untuk memikirkan kembali apakah hal-hal yang hendak kita bicarakan akan mendapat respon negatif atau positif. Think first, talk later. begitu kira-kira

Kelima kaidah diatas sangat harus diperhatikan, demi tercapainya keberhasilan sebuah komunikasi yang produktif. Sebetulnya dalam hal komunikasi terhadap anak, terdapat kaidah-kaidah lain yang juga “diajarkan” oleh fasilitator kepada kami para peserta, seperti kaidah KISS (keep information short and simple) atau kaidah fokus pada solusi bukan masalah. Namun berhubung rencananya pada tugas NHW nanti saya akan menerapkan ilmu komunikasi produktif pada pasangan bukan pada anak, sehingga yang akan saya jabarkan disini hanya kaidah-kaidah komunikasi produktif pada orang dewasa saja.

Terima kasih Ibu Profesional atas Ebook Komunikasi Produktif yang sangat bermanfaat, semoga semua ilmu dapat selalu saya aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, dan semoga Allah meridhoi ini. Aamiin.

 

 

Rizka Edmanda

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *