#LiburanAsikDenganLaptopASUS #ASUSXMiraSahid

Berkarya Sambil Merawat Warisan Budaya Bersama ASUS Zenbook S UX391UA

Bersama ASUS Zenbook S UX391UA, akan aku jelajahi wajah dunia, untuk membuka tabir-tabir mahligainya. Melalui setapak jejak yang aku tinggalkan, aku akan belajar banyak hal. Tentang kehidupan, tentang kebijaksanaan. Tentang hal-hal sederhana yang barangkali orang lain lupakan. lalu akan aku ceritakan kembali pengalaman itu, pada semesta, melalui tulisan-tulisan…

Liburan Asik ke Kota Seribu Sungai, Banjarmasin

rcti-ok
Iklan RCTI Oke yang Melegenda (Sumber RCTI)

Namanya Hajjah Farida. Jika bukan karena Iklan RCTI Oke, namanya mungkin tak akan dikenal di kalangan masyarakat Banjar. Rasanya, hampir tak ada generasi 90an yang tak tau iklan RCTI Oke yang sangat viral kala itu. Tampilan seorang ibu tua yang sedang duduk berjualan di atas perahu di pasar terapung sambil mengacungkan jempol pernah menjadi legenda yang akan selalu dikenang oleh generasi yang lahir di tahun 90an.

Adalah kerinduan akan iklan TV yang melegenda itu pula yang mengantarkan saya untuk menuliskan Banjarmasin sebagai salah satu bucket list untuk saya kunjungi sebagai destinasi wisata bersama keluarga. Dani pun mengamini. Ia menghadiahi saya roadtrip ke Banjarmasin, sebagai kado akhir tahun untuk saya kali ini. Yeay! Betapa saya bahagia, karena mencumbui tubuh Borneo mulai dari Pontianak-Sarawak-Kinabalu-Derawan-Balikpapan-Samarinda-Banjarmasin-Palangkaraya adalah salah satu mimpi yang selalu ingin saya lunasi. Paling tidak, meskipun keseluruhan rute belum dapat saya jejali namun pada roadtrip kali ini, saya dapat mencicilnya. Bukankah melunasi mimpi tak harus selalu dilakukan dengan tergesa-gesa? 

Cuaca cukup cerah hari itu. Langit biru yang indah menemani perjalanan kami dari Pangkalanbun. Kendaraan kami melaju di jalan mengikuti instruksi dari peta digital yang terinstal di smartphone Zenfone Max Pro M1 yang saya punya. Peta digital inilah yang memandu perjalanan kami kali ini. Kota-kota kecil kami lalui, mulai dari Sampit, Katingan, Kasongan hingga Palangkaraya. Tidak semua kota-kota tersebut pernah saya kunjungi sebelumnya, sehingga pada perjalanan kali ini kami menyempatkan diri untuk singgah di tiap-tiap kota untuk sekadar melihat suasana kotanya. 

Setelah melalui 14 jam perjalanan darat yang melelahkan sekaligus menyenangkan, akhirnya kami tiba di tujuan, yaitu Banjarmasin. Setibanya di kota ini, kami menyempatkan untuk mengisi kampung tengah terlebih dahulu di salah satu depot soto banjar paling terkenal disini, namanya Soto Banjar Bang Amat. Nikmatnya soto banjar dan sate ayam, ditemani musik panting yang menyanyikan lagu-lagu daerah khas Banjarmasin seakan menjadi ucapan selamat datang yang berkesan dari kota ini. 

Pasar Terapung, Wisata Ekobahari Khas Banjar yang Sarat Akan Nilai-Nilai Tradisi

Keesokan harinya, kami memulai petualangan di kota seribu sungai ini dengan berwisata menyusuri aliran Sungai Kuin. Demi melunasi mimpi saya mengunjungi Pasar Terapung Banjarmasin, kami beranjak dari hotel pagi-pagi sekali, sebab pasar terapung tersebut memang digelar pada pukul 5 subuh dan akan selesai pada pukul 8 pagi. Rasanya deg-degan, sebab kearifan budaya nenek moyang khas masyarakat Banjar yang terejawantah melalui jukung-jukung atau perahu tradisional di pasar terapung ini, memang telah lama membuat saya begitu penasaran.

MASJID-SULTAN-SURIANSYAH
Masjid Sultan Suriansyah Tertua di Kalsel

Setibanya di port perahu yang akan mengantarkan kami ke pasar terapung tersebut kami mampir ke salah satu masjid ikonik tertua di Kalimantan Selatan, namanya Masjid Sultan Suriansyah. Masjid ini amatlah penting sebab menjadi tonggak sejarah masuknya peradaban Islam di Banjar. Masjid ini dibangun pada tahun 1526 oleh Raja Banjar yang pertama kali masuk Islam dan bertahan hingga sekarang. Masjid Sultan Suriansyah yang dibangun ditepi Sungai Kuin ini memiliki bentuk arsitektur tradisional Banjar, dengan konstruksi panggung dan beratap tumpang.  Setelah puas menikmati sudut-sudut masjid yang tetap terlihat gagah di usianya yang telah tua, kami pun bergegas menuju jukung atau perahu untuk kembali berlayar menyusuri aliran Sungai Kuin.

sungai-kuin
Sungai Kuin, Banjarmasin

Geliat kehidupan masyarakat asli Banjar memang tidak bisa terlepas dari sungai. Aliran sungai telah menjadi unsur yang membersamai kehidupan masyarakat Banjar dari masa ke masa. Tidak hanya Sungai Barito, kota ini juga dialiri oleh ratusan sungai termasuk anak-anaknya. Bahkan konon, cikal bakal lahirnya kota Banjarmasin juga dimulai dari sebuah peradaban kelompok masyarakat Melayu dan Dayak yang hidup saling berdampingan di daerah aliran sungai. Sungai menjadi roh yang menggerakkan perekonomian lokal serta menjadi jalur transportasi baik untuk  perdagangan maupun pariwisata, sedangkan pasar terapung adalah nyawa yang menghidupi masyarakatnya, sejak berabad-abad lamanya.

Bagi masyarakat Banjar, keberadaan sungai  bukan hanya sebagai sumberdaya alam yang bisa menopang fungsi kehidupan semua mahluk hidup. Sama halnya dengan pasar terapung yang bukan hanya sekedar menjadi pasar tempat dimana penjual dan pembeli saling bertukar. Pasar Terapung adalah saksi sejarah yang mencatat dan merekam perkembangan kehidupan dan kebudayaan masyarakat Banjar turun temurun sedangkan sungai adalah tonggak yang melatarbelakanginya. Bukti keterikatan sungai, pasar terapung dengan masyarakat Banjar bahkan tergambar dalam berbagai catatan-catatan sejarah. 

Tergerus Oleh Zaman...

Namun meskipun demikian, wajah Banjarmasin hari ini telah banyak berubah. Dari sebuah kampung kecil yang harmonis menjadi kota pertambangan yang dinamis. Banjarmasin terus bertransformasi, hingga membuat pasar-pasar terapung yang tumbuh diatas sungai dan jukung-jukung kian tergerus oleh zaman. Degradasi alam dan tangan-tangan usil manusia, menggantikan sungai-sungai dan pasar terapung diatasnya dengan jalan-jalan beraspal, atau bangunan-bangunan hotel dan perumahan. Sungai-sungai itu satu persatu mulai menghilang, bahkan bukan tak mungkin puluhan tahun kedepan, Banjarmasin sebagai kota seribu sungai, hanya akan menjadi sebuah slogan. Dari data yang saya lansir dari Kementerian Lingkungan Hidup, diketahui bahwa dari total sekitar 400an sungai yang sebelumnya ada di Banjarmasin, kini yang tersisa hanya sekitar 108 sungai.

Kayi’ atau sebutan untuk bapak tua, yang menahkodai jukung yang kami tumpangi menuturkan, bahwa semakin hari jumlah pembeli dan pedagang di pasar terapung juga semakin berkurang. Perubahan pola belanja masyarakat yang kini lebih memilih berbelanja di pasar modern atau belanja secara online menjadikan pasar terapung kian sepi dari pembeli. “Pembeli disini kebanyakan wisatawan, itu pun mereka hanya sekedar menukar buah-buahan atau wadai (kue), mereka itu hanya ingin menikmati suasana pasar terapungnya saja, bukan benar-benar handak berbelanja. Amun masyarakat lokal, justru sudah mulai kurang belanja disini, makanya pasar-pasar terapung semakin hari, semakin mati” ujar kayi’ menjelaskan dalam logat Banjar yang kental.

Menulis, Adalah Cara Saya Merawat Warisan Budaya

asus-mira0sahid
Laptop adalah nyawa bagi seorang blogger yang harus selalu dibawa, kemanapun & dimanapun

Sebagai blogger, ketika berkunjung ke suatu destinasi, hal pertama terpikirkan oleh saya adalah konten. Apa-apa yang sekiranya menarik dijadikan konten, maka akan segera saya abadikan melalui gambar atau tulisan.  Barangkali memang seperti itulah naluri alamiah seorang blogger. Membidik, merekam dan menuliskan potensi keindahan suatu objek wisata kadang menjadi cara terbaik untuk menikmati suatu destinasi. Sebab bagi blogger seperti saya, traveling itu tidaklah asik tanpa meninggalkan jejak berupa tulisan. Tulisan yang berbuah hikmah tentunya. Sebab apa gunanya kaki ini jauh berjalan jika tak ada pelajaran yang didapat dari sebuah perjalanan?

Apalagi ketika berkunjung ke objek wisata yang memiliki nilai-nilai tradisi namun diambang kepunahan semacam ini. Entah mengapa semacam ada beban moril bagi saya untuk mengabarkan cerita ini pada semesta, agar paling tidak jika pasar terapung Banjarmasin benar-benar akan punah beberapa puluh tahun kedepan, tulisan-tulisan yang saya tayangkan di awan-awan penyimpanan digital dapat membuat anak cucu kita kelak dapat turut menikmati kemolekan pasar terapung ini, meskipun sudah tak dapat melihat wujudnya secara nyata. Atau justru lebih baik lagi, jika melalui tulisan-tulisan digital saya, banyak pihak yang akan tergugah untuk turut melestarikan pasar terapung sebagai warisan budaya, agar berpuluh tahun kedepan, anak cucu kita dapat pula menyaksikan pasar terapung sama seperti apa yang kita saksikan sekarang, justru hal ini bagus bukan?

Maka dari itu, seraya bersantai menikmati sepoi-sepoi angin di port Sungai Kuin, saya langsung segera mengambil kamera dan laptop, untuk merekam dan mencatat suasana dan peristiwa demi peristiwa yang bisa saya tangkap dan rasakan di pasar yang bernilai sejarah tersebut. Jari-jari saya mulai menari diatas keyboard laptop, diantara semilir angin dan deru suara mesin jukung yang tengah berlayar, sayapun mulai asik menceritakan apa saja yang saya temui sepanjang perjalanan. Mulai dari soal nikmatnya Soto Banjar Bang Amat, gagahnya Masjid Sultan Suriansyah, angin sepoi-sepoi di sepanjang Sungai Kuin, hingga soal cerita kayi’ di jukung tadi, tentang nasib sungai dan pasar terapung yang katanya diambang kepunahan. Berharap, tulisan sederhana saya tentang Pasar Terapung Banjarmasin ini bisa membawa sebuah perubahan.

#LiburanAsikDenganLaptopASUS
Mom Blogger yang suka traveling tuh gitu, yang digendong bukan cuma anak, tapi juga laptop..

Dear Asus Zenbook S UX391UAL , Maukah Kau Menjadi Teman Menulis Saya di Perjalanan Selanjutnya?

Sebagai blogger 1 anak, yang suka jalan-jalan. Masalah terberat saya saat akan menulis atau berkarya ketika traveling hanyalah soal laptop. ASUS ROG GL503VD yang saya gunakan saat ini, sebetulnya sudah memiliki spesifikasi yang mumpuni. Cukup “gahar” untuk menopang aktivitas saya dalam menulis, membuat desain atau bermain game. Namun, body ASUS ROG GL503VD yang saya miliki ini memang gagah, bobotnya pun “lumayan” sehingga rasanya agak kurang pas untuk dibawa traveling. Apalagi bagi seorang emak-emak beranak satu macam saya, beuhh sudah cukuplah rempong membawa perlengkapan anak saya, Qonita. Rasanya untuk urusan laptop ketika traveling saya ingin membawa yang laptop yang ringkas-ringkas saja. Makanya, demi menjaga kesehatan pundak dan mendukung produktivitas serta kreatifitas saya dalam berkarya, sekalipun saat sedang traveling, saya ingin #2019PakaiZenbook sajalah, supaya bobot laptop yang saya bawa jadi lebih ringan dan ringkas, tak menambah beban barang bawaan.

 

Sejak pertama kali diluncurkan, ASUS Zenbook SUX391UA memang sudah membuat saya jatuh cinta, sebab laptop atau ultrabook ini telah menjawab semua kriteria laptop yang saya idam-idamkan. Bagaimana tidak, dia punya body yang ramping dan bobot yang ringan biar saya bisa tetap eksis walaupun di kanan gendong Qonita dan di kiri gendong bapaknya, eh gendong laptop maksudnya. Kemudian laptop ini tahan banting, kuat dan kokoh di segala medan jadi saya tak perlu khawatir sekalipun dia terjatuh atau tertindih. Eiits, dan yang tidak boleh dilupakan, karna kita hidup di era dimana kredibilitas dan profesionalitas blogger juga dinilai dari laptop tentengan, maka laptop idaman saya ini juga pastinya akan mendukung penampilan karena dia punya desain yang cantik dan elegan. Dan yang pasti, spesifikasinya juga sangat mumpuni, membuat dia tampak cantik luar dalam.

Nih, supaya tak penasaran, saya ceritakan lebih jauh ya tentang spesifikasi dan keunggulan laptop idaman saya ini…

asus

ASUS Zenbook UX391UAL ini punya body yang super tipis dan ramping, beratnya saja hanya 1 kg dengan ketebalannya yang hanya 12,9 mm. Sehingga hampir bisa dipastikan, laptop ini akan sangat ringan dibawa meskipun isi tas saya sudah penuh dengan printilan perlengkapan Qonita mulai dari popok hingga baju ganti. Saya yakin deh, ini laptop tidak akan menambah beban.

ASUS-ZENBOOK-S-UX391-UA

Bagaikan fajar keemasan yang baru muncul dari barat muara Sungai Kuin Banjarmasin, ASUS Zenbook S UX391UA ini tampil dengan desain yang benar-benar cantik, eksotis, anggun dan elegan. Body nya saja full metal, dan finishing nya juga mulus. Pilihan warna nya juga apik, ada yang Deep Dive Blue dan Burgundy Red. Saya jamin, keduanya pasti akan memberikan kesan mewah namun bersahaja bagi penggunanya. Percayalah, Laptop/ultrabook ini pasti akan meningkatkan kepercayaan diri sekaligus prestise seorang blogger, misalnya ketika sedang meeting dengan klien atau lagi kongkow manjah sama teman-teman blogger se-komunitas. Karena tak bisa dipungkiri, kita hidup pada zaman dimana penampilan tidak hanya menentukan kualitas diri, tapi juga bisa menjadi pintu rezeki.  Bohong bangetlah kalau klien tidak merasa lebih yakin untuk mendaulat seorang blogger yang mana dari tampilan laptop nya saja sudah menentukan kelas dan profesionalitasnya. Makanya, alasan memakai ultrabook mewah sekelas Zenbook S UX391UA ini sebetulnya bukan sekedar untuk gaya-gayaan atau jumawa juga, tapi ya itu tadi supaya orang tau aja kalau kita punya berkelas dan punya selera.

asus-zenbook-s

Meskipun punya body tipis dan ramping, namun laptop mewah yang dilahirkan oleh ASUS di Indonesia pada Oktober 2018 ini cukup nyatanya tangguh. Ia sudah lolos uji standar militer atau military grade MIL-STD 810G, yang artinya laptop ini sudah lolos pengujian ekstrim untuk menjamin ketangguhannya di segala kondisi. Mulai dari diuji jatuh dari ketinggian, guncangan, hingga pengujian ketahanan di suhu rendah dan tinggi.

asus-zenbook-s

Lalu, ibarat hubungan nih, apa artinya sih punya gebetan cantik, tapi tidak bisa membuat nyaman? Maka dari itu, ASUS tampaknya sangat mempertimbangkan hal ini, karenanya kenyamanan mengetik juga terjamin oleh Zenbook S UX391UA ini, sebab dengan mahakarya asus yang disebut sebagai “ergolift design” yang dihadirkan, laptop ini juga akan memberikan pengalaman mengetik yang sangat nyaman. Jadi ketika laptop tersebut dibuka, posisi keyboard akan otomatis miring dengan derajat kemiringan yang telah diperhitungkan dengan seksama agar memberikan pengalaman mengetik terbaik bagi penggunanya. Uggh, sebagai blogger fitur ini tentu bisa membuat saya nyaman sekalipun harus mengetik artikel 3000 kata keatas. Ergolift design ini diciptakan juga untuk meningkatkan performa audio dan sistem pendinginan pada unit mesin. Jadi praktis, tak perlu bawa cooler atau fan untuk laptop kalau traveling.

Tapi ibarat cewek nih, punya fisik cantik, anggun, tangguh dan body ramping, tapi otaknya kosong juga buat apa kan?. Maka dari itu, kecantikan, keanggunan dan kemewahan ASUS Zenbook S UX391UA juga didukung dengan otak yang cerdas dan performa kelas atas. ASUS menyematkan Prosesor Intel Core i7 terbaru dan RAM hingga 16GB dalam laptop ini yang mana ini berarti, laptop ini akan bekerja dengan sangat cepat, baik dan responsif untuk mendukung saya dalam mengerjakan berbagai hal, mulai dari menulis blog, mendesain hingga mengedit foto atau video. Kecepatan SSD yang disematkan pada ASUS Zenbook S UX391UA terbukti lebih cepat 4,46 kali lipat dibandingkan laptop/ultrabook merek ternama lainnya. Laptop ini juga sudah diinstal dengan sistem operasi Windows 10 terbaru original, jadi tak perlu repot memikirkan unduh-pasang sistem operasinya lagi.

#ASUSXMIRASAHID

Dan demi menyempurnakan kecantikan luar dalam yang dimiliki Zenbook S UX391UA ini, ASUS memberikan layar nano edge ultra-high dengan kerapatan layar hingga 331ppi, dengan bezel 5,9mm dan screen body to ratio hingga 85% serta layar FullHD 1920×1080 serta audio terbaik besutan Harman Kardon dengan dua speaker stereo berkualitas tinggi. Tentunya ini akan memberikan pengalaman audiovisual yang luar biasa bagi penggunanya, entah itu untuk menonton film, mengedit foto dan video dan lain sebagainya. Layar yang ditampilkan jadi tampak luas, dengan warna-warna yang terlihat hidup dan mendetail serta dengan audio yang jernih sekelas bioskop .

#asusxmirasahid

Bagi blogger dengan mobilitas tinggi, ASUS akan menjadi teman terbaik selama perjalanan. Misalnya ketika harus pergi keluar rumah seharian untuk liputan konten di lapangan , tidak perlu takut lowbat (low battery) atau konektivitas internet terganggu, karena, tampilan fisik yang sempurna serta performa terbaik yang dihadirkan juga dilengkapi dengan baterai super awet, yang bisa bertahan hinga 13,5 jam dan didukung dengan teknologi fast-charge untuk mempercepat proses pengisian baterai. Ditambah lagi, perangkat laptop ini dilengkapi dengan 3 port USB C Thunderbolt untuk mendukung konektivitas tanpa batas dan ultracepat, serta teknologi ASUS WIFI MASTER yang akan menjadikan laptop ini bisa mengakses WIFI 6 Kali lebih cepat, dan dapat diakses dari jarak sejauh 600 meter dengan kestabilan yang baik. Tentu ini poin plus bagi laptop ini, karena sebagai blogger yang hidupnya tak bisa terlepas dari internet, konektivitas tanpa batas adalah hal yang tak bisa ditawar.

 

#ASUSXmirasahid

Bersama ASUS Zenbook S UX391UAL, Saya Siap Menjelajah Dunia !

#ASUSXmirasahid

Saya meyakini, bahwa merawat tradisi, sama artinya dengan merawat generasi. Karenanya, kemajuan suatu kota, tidak boleh menggerus budaya yang ada. Sehingga kita harus sama-sama sepakat bahwa objek-objek wisata peninggalan budaya leluhur itu amat sangat harus dijaga. Demikian halnya dengan Pasar Terapung, ia harus terus dilestarikan sebagaimana sebuah warisan.

Sebagai blogger, cara saya menjaga objek wisata warisan budaya, adalah dengan menulis, menceritakan keindahannya lalu mengabarkannya pada dunia, berharap dunia mendengar lalu akan berbondong-bondong ikut melestarikannya. Sebab itulah, menjadi seorang blogger dengan konten-konten berpengaruh adalah sebuah cita-cita bagi saya. Agar kelak dari jari-jari saya inilah, sebuah perubahan besar akan tercipta. 

Kedepan, masih ada banyak objek wisata warisan budaya di Indonesia yang ingin saya jelajahi. Saya ingin melihat Subak, sistem irigasi sawah di Bali yang kaya akan filosofi, Saya ingin melihat senja di Borobudur yang cantiknya tak pernah luntur, Saya ingin melihat Rumah Gadang di Padang, Saya ingin menjelajahi itu semua, menjelajahi wajah Indonesia yang apa adanya, lalu mencumbui keindahannya dan membagikan ceritanya pada dunia.

Karena itu seandainya saya boleh meminta, saya ingin meminang ASUS Zenbook S UX391UAL ini untuk menjadi teman setia yang akan menemani perjalanan-perjalanan saya selanjutnya, supaya liburan-liburan saya kelak menjadi semakin asik tentunya. Semoga ASUS Indonesia dan Mba Mira Sahid mendengar doa ini, dan membantu saya untuk mengabulkannya. 

 

 

Infografis : Rizka Edmanda

Foto Produk : ASUS Indonesia

Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi blog #ASUSXMiraSahid

Rizka Edmanda

83 Comments

  1. Wah Asus Zenfone tipe I,ada warna burgundy nya aku jadi mau deh.
    Laptop aku juga Asus tapi beratnya 2 kg beda sama ini yang cuman 1 kg.

  2. Aku pengen liat itu kapal RCTI Oke, sayang tiket mudik masih mihil meski katanya turun hiks 🙁
    Kalau traveling aku jg bawa laptop mbak, gtu jg suami hehe. SOlanya kdng ada kerjaan yg butuh remote walau musim liburan #nasibkuli
    Btw gud luck ya lombanya 😀

  3. iklan RCTI itu memang lejen banget deh.
    Btw, kece banget memang laptopnya, kira-kira saya kapan bisa punya laptop sekeren ini?

    Sukses kompetisinya yaa, Mba Rizka :0

  4. Alhamdulillah ya Mba dengan asus ini semoga mba Rizka lebih cetar lagi. Aamiin. Saya pengen banget bisa main ke sini mba Rizka🤣🙂🤣 kapan ajak ajak Nyi ya Mba.

  5. Semoga ASUS Zenbook ini bisa jadi hadiah di awal tahun Mbak Rizka ya. Soalnya cocok banget untuk Mbak Rizka yang orangnya mobile banget.

  6. Pasar Terapung itu sungguh legend ya mbak. Generasi 90-an atau akhir 80-an pasti kenal dengan sosok familiar di TV RCTI itu, ternyata nama beliau Hj Farida. Jujur aja, baru tau nama beliau karena baca di sini mbak. 🙂

    Sepertinya Banjarmasin layak dijadikan destinasi traveling nih. Entah kapan bisa ke sana. Hehehe. Btw, keren mbak ulasan ASUS nya. Semoga berhasil ya mbak Rizka,

  7. Aku lupa mau ikutan ini
    Udah beberapa paragraf trus ditinggal urusin kerjaan lain eh keteteran.
    Zenbook-nya keren.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *