Udah Jaman Vlog, Ngapain Sih Masih Ngeblog?

kenapa-masih-ngeblog

Saya teringat waktu pertama kali saya ngeblog sekitar 8 tahun yang lalu. Waktu itu blogging masih menjadi tren yang amat sangat digandrungi anak-anak muda pada zaman nya. Bahkan kasta popularitas tertinggi akan dipegang oleh mereka yang menyandang predikat “blogger”. Dulu banyak teman-teman saya yang gak suka nulis tapi bela-belain ngeblog, hanya karna ingin ikut-ikutan tren semata. Blog yang keren pada zamannya adalah yang pake backsound, ada daun-daun berguguran sebagai latar tulisan, kursor kerlap-kerlip warna-warni dan ummm apalagi ya? Ada yang bisa menambahkan? Monggo tulis di kolom komentar.

Nah, belakangan ini, santer terdengar kabar di telinga saya bahwa popularitas blog terancam pudar pesona nya. Seiring dengan tren yang baru-baru ini muncul, yakni vlog alias video blog. Secara konsep, blog dan vlog mungkin mirip, sama-sama merupakan media untuk menceritakan gagasan atau pengalaman sehari-hari pembuatnya, namun bedanya jika blog dituangkan dalam bentuk tulisan maka vlog dituangkan dalam bentuk visual (video).

Pernah saya mendapat pertanyaan kayak gini, “Ngapain sih masih ngeblog,bukannya sekarang orang-orang lebih suka nonton vlog ya ” Mendengar ini saya jadi tersadar kalau memang zaman sudah bergeser. Orang-orang yang dulunya lebih gemar membaca tulisan, sekadang menjadi lebih condong pada hal-hal yang sifatnya visual. Apakah ini karena di zaman sekarang, minat baca di kalangan anak muda sudah semakin lemah? Ah, entahlah.

Ngomong-ngomong tentang konten visual, tak bisa dipungkiri memang sekarang konten visual lebih diminati. Jangankan seorang Vlogger, seorang Blogger pun belakangan ini sudah mulai gencar menyelipkan konten-konten visual kedalam tulisan-tulisan atau artikel di blog mereka. Coba perhatikan perkembangan blog akhir-akhir ini, blogger mana sih yang nekat memposting tulisan atau artikel di blog tanpa sepotong gambar apapun minimal sebagai pembuka pada awal paragraf tulisannya? Oke, kalaupun ada mungkin tak akan sebanyak bila dibandingkan dengan blogger yang memasang dua hingga tingga konten visual seperti gambar atau video untuk memperindah tulisan mereka.

Kalau dulu, landing page sebuah blog sangatlah sederhana dan itu-itu saja,maka kini sudah banyak blogger yang kreatif memadu-madankan keahlian desain grafis dengan skill web design yang mumpuni hingga terciptalah sebuah tampilan blog yang kerennya ngalah-ngalahin website perusahaan besar. Atau ada juga blogger yang menggabungkan keahlian blogging dengan vlogging, mereka mencari celah dari kedua media, menyematkan link artikel blog mereka di postingan video youtube yang diunggah dan menyelipkan video di sela-sela tulisan/artikel yang mereka post di blog. Ada lagi blogger yang menyelipkan meme atau infografis kedalam tulisan-tulisan mereka. Intinya para blogger ini sadar bahwa di era yang kekinian, pembaca blog akan lebih menikmati sebuah konten yang tidak melulu hanya berupa tulisan.

Begitu juga dengan saya. Dulu, di blog pertama saya yang saya buat kalau tidak salah 8-9 tahun lalu, saya masih berani tuh memposting tulisan tanpa gambar sama sekali. Apalagi pada tulisan-tulisan curhat,puisi atau sajak. Pertama karena waktu itu memang saya masih buta tentang desain, kedua karena waktu itu pembaca memang murni menikmati blog berdasarkan kualitas tulisannya, sedangkan gambar hanya sekedar pelengkap saja.

Di blog saya yang baru ini, keadaan berubah 180 derajat, jarang sekali saya memposting tulisan tanpa konten visual, baik itu ilustrasi ataupun visual penguat seperti infografis sebagai pendukung tulisan. Bagi saya saat ini, konten visual adalah ruh dari konten tulisan saya, dia dapat merepresentasikan isi tulisan itu sendiri.

mengapa-harus-ngeblog

Pentingnya konten visual pada blog di era kekinian menjadi nyata ketika kita dihadapkan pada fakta bahwa manusia adalah makhluk visual. Maka dari itu, wajar saja ketika kita membaca suatu artikel, secara otomatis mata kita akan berusaha mencari sesuatu yang berbeda di antara barisan tulisan.Ya, karena memang otak kita lebih cepat memproses visual dari pada sederetan teks, bahkan menurut penelitian otak manusia dapat memroses informasi visual hingga 60.000 kali lebih cepat dibandingkan informasi teks. Baik itu konten visual berupa foto, gambar atau infografik serta audio visual.

Lalu, dengan berkembangnya tren vlog dan konten-konten visual akhir-akhir ini, apakah popularitas blog betul-betul akan punah?

Menurut saya tidak. Entah kepercayaan diri darimana, namun rasanya saya betul-betul yakin bahwa selama orang-orang masih browsing dengan world wide web dan search engine, selama masih ada perusahaan-perusahaan e-commerce yang membutuhkan hujan backlink dari website/blog lain dan selama portal-portal media online masih eksis maka popularitas blog akan terus bertahan. Terlebih memperhatikan pertumbuhan sosial media yang semakin pesat, maka kepercayaan diri saya akan popularitas blog yang akan terus eksis kian menjadi-jadi. Bahkan, belakangan semakin banyak blog-blog baru bermunculan, dengan motivasi mereka masing-masing tentunya.

Oke tidak bisa dipungkiri, kebanyakan blog baru muncul dengan motivasi yang lebih bersifat profit oriented. Mulai dari mengharapkan google adsense, job-job dari agency atau bahkan dengan cara mengikuti lomba blog. Saya pernah tuh nemuin 1 blog yang kanan kiri atas bawah ditempel iklan dari google adsense, pas saya baca-baca artikelnya semua artikel tersebut adalah konten untuk dilombakan, tidak ada satupun konten organik. Lalu apa salah? Gak menurut saya. Kembali lagi, semua orang membangun blog untuk tujuan mereka masing-masing. Selama konten yang dibuat bukan hoax, dan tidak memiliki tendensi negatif maka saya rasa sah-sah saja.

Dari kacamata pembaca sendiri, blog masih menjadi sumber informasi dan referensi yang dipercaya. Dari survey kecil-kecilan yang saya lakukan terbukti bahwa masih banyak orang-orang yang ketika mencari referensi, review produk misalnya akan browsing di google dan memilih meng-klik laman blog daripada ke situs produk tersebut langsung. Alasannya sederhana, manusia senang sesuatu yang sifatnya personal. Mendengar review jujur dari pengguna atas sebuah produk akan lebih menyenangkan daripada membaca konten promosi dari situs perusahaan sebuah produk.

Jadi, Kenapa Saya Masih Betah Ngeblog?

Sebagian lagi ada pula blogger yang masih menekuni dunia blog karena kecintaannya pada dunia blog itu sendiri. Saya salah satunya. Selain passion dan rasa cinta pada dunia kepenulisan digital, keinginan untuk berbagi dengan sesama dengan cara-cara yang sederhana menjadi landasan saya untuk membangun kembali sebuah blog. Saya membangun blog ini tepat ketika saya dinyatakan hamil, dan blog ini lahir sebagai bentuk rasa syukur atas kehamilan saya. Waktu itu, saya memang telah ber-azzam akan membangun blog dengan tema motherhood, family & parenting, untuk berbagi cerita dan wawasan tentang dunia ke-ibu-an yang kini tengah saya jalani.

Apalagi saya yang saat ini lebih banyak menghabiskan waktu dirumah, tinggal di kota yang sebelumnya sangat asing bagi saya hmm blog menjadi oase ketika saya merasa kesepian atau butuh teman untuk bercerita.

Ngeblog memberi saya kesempatan untuk terus belajar, dan update tentang perkembangan dunia. Ngeblog memberi saya ruang untuk berkenalan dengan banyak teman-teman baru dari seluruh Indonesia. Ngeblog memberi saya panggung untuk saya bisa jadi siapa saja yang saya mau. Ngeblog menjadi media bagi saya untuk mengembangkan skill-skill yang sebelumnya tak pernah saya jamah.

Saya tidak memungkiri,memang sayapun mendapatkan keuntungan profit dari blog ini. Beberapa kali lewat lomba atau lewat job, tapi sejujurnya itu bukan yang utama, bagi saya itu hanya bonus dari informasi-informasi yang telah saya bagi. Pada intinya, rasa cinta lah yang membuat saya masih terus ngeblog hingga hari ini.

Tak peduli, seberapa jauh dunia blogging akan terus bertransformasi suatu hari nanti, saya ingin terus menulis. Zaman boleh berubah, tapi saya ingin terus beradaptasi. Semoga semangat menulis dan semangat untuk berbagi ini tidak akan pernah padam, dan blog bisa menadi media bagi saya untuk menebar kebaikan.

Jadi, untuk teman-teman blogger yuklah semangat terus blogging. Masih ada celah dan kesempatan untuk kita para blogger bertahan di era kemajuan teknologi, tantangannya adalah tinggal bagaimana kita bisa terus beradaptasi dengan perubahan demi perubahan media digital saat ini.

Let’s Keep Blogging, Because Why Not..?

Artikel ini diikutsertakan dalam #BPN30dayChallenge2018 Day 1 – TEMA : Kenapa Menulis Blog?

 

 

Rizka Edmanda

6 Comments

  1. Selama masih ada google dengan algoritmanya sekarang, insya Allah blog akan tetap eksis ahaha karena ngga semua orang punya waktu untuk nonton video yang biasanya agak lama ya mba. Kalo mbaca kan kadang kita bisa baca cepat gitu 😄

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *