A PERSONAL BLOG OF

Rizka Edmanda

LIFESTYLE. MOTHERHOOD AND EVERYTHING SHE LIKES.

Generasi Internet

“Dari hasil survey Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII) di tahun 2018 hingga April 2019, penetrasi pengguna internet di Indonesia meningkat sebanyak 10,12% menjadi 171,17 juta jiwa atau 64,8% dari total populasi 264 juta orang. Sebanyak 50,08% dari rakyat Indonesia saat ini memiliki perangkat gawai atau gadget

Henri Kasyfi, Sekjen APJII

Dilansir dari www.kompas.com

Bye Mata Kering! – Internet of things, belakangan ini menjadi sebuah konsep yang seakan membuat dunia terasa berubah. Hampir segala aspek dalam kehidupan kini telah terpapar oleh teknologi internet. Hal ini tak ayal membuat hubungan manusia dengan perangkat gawai atau gadget seakan menjadi 2 hal yang tak terpisahkan. Setidaknya hal ini dibuktikan dengan data yang dilansir oleh APJII diatas, bahwa sebanyak 64,8% orang Indonesia merupakan pengguna aktif perangkat internet dan 50,08% diantaranya memiliki gadget.  Tak dapat dielak, data ini memang benar adanya. Contoh paling sederhana saja misalnya, banyak diantara kita yang akan secara spontan meraih smartphone sesaat setelah bangun pagi, kemudian setidaknya dalam sehari orang akan mengecek smartphone minimal 2 hingga 3 kali. Bukankah itu adalah segelintir bukti betapa ketergantungannya manusia masa kini dengan teknologi?

Jangankan pelajar, mahasiswa, atau pekerja kantoran, ibu rumah tangga seperti saya pun tak bisa terlepas dari penggunaan gadget dan internet. Sehari-hari saya biasa menggunakannya untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari mencari ide resep masakan di peramban, menonton film disela-sela anak tidur siang, membaca e-book novel, belanja di marketplace, mencari inspirasi di pinterest atau instagram, menyimak “kultwit” atau “kulwap” seputar parenting dan lain sebagainya.

Kemudian selain mengurus rumah tangga, saya juga mencari tambahan penghasilan sebagai seorang freelance writer alias penulis lepas dan membuka toko online.  Meskipun memenuhi nafkah keluarga memang bukanlah tugas saya namun ada kebahagiaan tersendiri bagi saya jika mampu memberikan manfaat finansial bagi keluarga. Apalagi ini saya lakukan sambil menyalurkan hobi seraya melepaskan kejenuhan, maka dengan tulus ikhlas saya ikut “banting tulang” membantu suami mencari penghasilan. Dan lagi-lagi, karena atas alasan inilah maka saya semakin akrab dengan internet dan gadget.

Computer Vision Syndrome : Gangguan Kesehatan Mata Akibat Durasi Screentime yang Terlalu Lama 

Namun yang kadang terlupakan adalah, kecenderungan menggunakan gadget ini nyatanya dapat membawa dampak yang tidak main-main. Sebab paparan gadget dalam frekuensi yang sering dan durasi yang terlalu lama dapat membawa berbagai risiko kesehatan bagi tubuh salah satunya adalah mata. Mata adalah salah satu indra utama yang memiliki peran penting bagi kehidupan manusia yaitu untuk melihat. Tak bisa saya bayangkan betapa sulitnya kehidupan seseorang tanpa memiliki indra penglihatan ini, maka sudah sepatutnya menjaga kesehatan mata harus menjadi perhatian utama selain menjaga kesehatan organ tubuh lainnya. Bicara soal kesehatan mata, tanpa kita sadari aktivitas didepan layar dapat mengancam kesehatan mata yang dalam bahasa medis disebut dengan computer vision syndrome yaitu gangguan sindrom penglihatan komputer. Hal ini dapat mengancam siapa saja yang sering  beraktivitas didepan layar gadget terlalu lama tanpa jeda istirahat.

Gejala computer vision syndrome yang paling cepat terasa adalah mata kering, yang ditandai dengan mata sepet, mata pegel dan mata perih. Gangguan mata kering ini tak bisa disepelekan, sebab smata kering dapat menurunkan produktivitas, merusak mood atau suasana hati dan membuat tidak nyaman. Anda pernah mengalaminya? Saya pernah.

Pengalaman Buruk Terkena Mata Kering Saat Bekerja

Alkisah pada suatu hari, saya menerima pekerjaan untuk menggarap sebuah konten dari klien. Klien ini merupakan perwakilan dari salah satu perusahaan digital agency di luar negeri. Rate yang ditawarkanpun dalam bentuk dollar sehingga sudah tentu lebih tinggi daripada rate yang biasa saya dapatkan. Ini merupakan pengalaman pertama saya mengerjakan sebuah konten website untuk perusahaan luar negeri. Saya bahagia bukan kepalang, sebab saya pikir ini adalah kesempatan gemilang bagi saya untuk menambah relasi, siapa tau kedepannya kerjasama yang baik akan terjalin dan saya akan sering mendapatkan tawaran pekerjaan kembali dari mereka. Maka langsung saja tawaran tersebut saya sepakati meskipun topik konten yang diangkat cukup sulit ditambah dengan tenggat waktu yang dipasang sangat dadakan.

Alhasil, demi menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, saya pun terpaksa bekerja hingga dini hari. Ditemani anak dan suami yang sedang tertidur pulas dan bergelas-gelas kopi panas. Demikianlah tantangan besar menjadi seorang pekerja lepas. Bekerja tanpa jam kerja justru menuntut saya untuk rela memforsir waktu bekerja hingga 24 jam bahkan kadang lebih. Menjadi seorang  freelance writer membuat jam kerja saya menjadi sulit diprediksi, ada kalanya saya dituntut bekerja hingga bermalam-malam, namun ada pula saat-saat dimana saya dituntut untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat hanya dalam waktu beberapa jam.

Beberapa menit sebelum tenggat waktu pekerjaan tersebut berakhir, konten yang diminta akhirnya rampung. Saya menghela nafas panjang seraya berkata, “untung raga ini ciptaan Allah, kalau saja buatan pabrik mungkin roboh sudah”. Namun, sesaat setelah menutup laptop, saya merasa ada yang aneh dengan kedua mata. Mata saya terasa berpasir, otot-ototnya terasa kaku, pandangan kabur dan saat berkedip terasa perih. Secara refleks sayapun mengucek mata karena rasanya sungguh tidak nyaman. Saya pikir dengan mengucek mata maka rasa tidak nyaman itu akan hilang, namun hingga beberapa jam kemudian gejala mata sepet dan mata pegel yang saya rasakan tak juga berkurang. Keesokan harinya alangkah kagetnya saya ketika bangun tidur dan mendapati kedua mata saya terasa lengket dan sulit untuk dibuka. Sayapun segera berkaca, alamak! kedua mata saya “belekan” dan terasa perih sekali.

Ternyata mata sepet, mata pegel, mata perih dan mata lelah yang saya rasakan adalah gejala dari mata kering akibat terlalu fokus berlama-lama menatap layar laptop. Hal ini diperparah dengan kondisi ruangan kamar yang sejuk karena menggunakan pendingin ruangan seharian. Apesnya, saya justru melakukan kesalahan dengan mengucek mata menggunakan tangan saat gejala mata kering datang menyerang, padahal tangan saya belum tentu bersih dan terbebas dari kuman atau bakteri. Akhirnya karena kecerobohan itu, mata kering yang saya alami berujung menjadi infeksi.

Mata Sepet, Mata Pegel dan Mata Perih adalah Gejala Mata Kering yang tak boleh diabaikan

Pengalaman buruk yang saya alami, menjadikan saya lebih bijak dalam menangani gejala mata kering kedepannya. Saya tidak mau lagi menyepelakan gejala mata kering. Sebab dalam level yang kronis, mata kering dapat menyebabkan peradangan pada permukaan mata, sehingga menimbulkan jaringan parut dan infeksi bakteri pada kornea.

Kemudian ternyata mata kering tak hanya dapat mengancam seorang pekerja lepas macam saya, sebagaimana saya ceritakan diatas siapapun yang sering beraktivitas dengan gadget juga berpotensi mengalami mata kering. Entah itu mahasiswa, pelajar, pekerja kantoran atau bahkan emak-emak yang hobinya movie marathon demi nonton “drakor” alias drama korea yang banyak serinya atau bapak-bapak yang hobinya gaming semua punya resiko yang sama untuk mengalami gangguan mata kering. Tapi cukup saya sajalah yang merasakannya, jangan sampai kalian ikut terkena, karena rasanya amat menyiksa.

Makanya nih, sebagai solusi saat terkena gejala mata kering kini saya senantiasa menyediakan Insto Dry Eyes dirumah, agar kedepan ketika gejalanya mulai menyerang saya tak lagi tergoda untuk mengucek mata.

Mata Kering, Siapa Saja yang Berpotensi Mengalaminya?

Banyak aktivitas sehari-hari yang dapat mengakibatkan terjadinya mata kering, silahkan simak image slider ini untuk mengetahui aktivitas apa saja yang berpotensi mengakibatkan gangguan mata kering ini. Ssst, siapa tahu anda juga sering melakukannya!

Bekerja Menghadap Laptop dalam Waktu Lama

Beraktivitas di depan laptop dalam durasi terlalu lama dapat menyebabkan mata kering, hal ini diperparah apabila anda bekerja dibawah pendingin ruangan (AC). Selalu sediakan Insto Dry Eyes di meja kerja, ya!

Sering Menatap Layar untuk Menonton

Anda sering menatap layar TV, laptop atau layar bioskop untuk menikmati film? itu tandanya anda berpotensi terkena mata kering. Selalu sediakan Insto Dry Eyes dirumah.

Bermain Game Online

Jika anda adalah seorang gamers sejati atau seorang atlet olahraga elektronik (e-sport) yang seringkali menghabiskan waktu berjam-jam saat bermain game , berarti anda berpotensi terkena mata kering. Selalu sediakan Insto Dry Eyes agar keseruan permainanmu tak terganggu ya!

Sering Beraktivitas dengan Smartphone

Menatap layar smartphone terlalu lama dapat mengakibatkan mata kering. Jika kamu sering beraktivitas menggunakan smartphone misalnya untuk video chatting, berselancar di dunia maya atau bersosialisasi di aplikasi sosial media, itu artinya kamu juga berpotensi mengalami mata kering. Teteskan Insto Dry Eyes apabila kamu merasakannya ya.

Sering Membaca dibawah Lampu yang Redup

Anda sering membaca buku berlama-lama dibawah sinar yang remang-remang? itu artinya anda berpotensi terkena mata kering. Jangan lupa sediakan Insto Dry Eyes sebelum membaca ya!

Berkendara dalam Waktu yang Lama

Apakah anda sering berkendara jauh dalam waktu tempuh yang lama? atau sering berkendara di jalan yang berpolusi? Jika iya, anda berpotensi terkena mata kering. Sediakan Insto Dry Eyes selalu di saku ya.

Nah, setelah panjang lebar “curhat” tentang pengalaman terkena mata kering yang pernah saya lalui, serta berbagi informasi seputar gejala mata kering dan siapa saja yang berpotensi mengalaminya, kurang lengkap rasanya kalau saya tidak mengulas obat tetes mata yang kini menjadi sahabat saya, Insto Dry Eyes. Sebab saya akui, ulasan adalah hal yang penting bagi seorang konsumen cerdas sebelum memutuskan untuk menggunakan suatu produk apapun.

Mengulas Tuntas Insto Dry Eyes, Obat Tetes Mata yang Lebih dari Sekedar Pelumas

Walaupun suara Mas Raditya Dika diatas boleh dibilang ehem cukup “pas”, tapi saya sangat setuju dengan isi lirik lagu diatas. Betul sekali apa yang Mas Radit katakan tentang keunggulan Insto Dry Eyes. Sebab saya sendiri sudah membuktikan khasiatnya. Setelah memakai Insto Dry Eyes, mata memang langsung terasa lebih segar. Gejala mata kering seperti mata sepet, mata pegel dan mata perih juga berangsur-angsur menghilang.

Berbicara tentang Insto Dry Eyes, rasanya merek Insto sebagai obat tetes mata memang sudah cukup melegenda. Sejak kecil saya sering melihat Ibu meneteskan Insto dimatanya ketika Ia mengalami mata lelah saat harus mengoreksi tugas PR murid-muridnya. Suami pun pernah bercerita kalau di kantor ia selalu menyediakan Insto di meja kerja. Kebaikan Insto sebagai obat tetes mata andalan memang patut diakui karena keunggulan produk ini dalam urusan menangani urusan gangguan kesehatan mata. Karena itu, saya berbahagia sekali ketika Insto berinovasi menciptakan produk terbaru yang dikhususkan untuk mengatasi mata kering, yaitu Insto Dry Eyes. Banyak alasan yang membuat saya menjatuhkan pilihan pada Insto Dry Eyes, selain karena kredibilitas brand ada pula beberapa hal lain yang membuat saya suka, mari saya ceritakan satu persatu ya :

Mudah Didapat 

Sekalipun tergolong obat, namun Insto Dry Eyes mudah ditemukan dimana-mana. Tak hanya di apotek atau toko obat namun juga di mini market, super market, hyper market atau bahkan di warung pinggir jalan. Kita juga bisa membeli Insto Dry Eyes secara online di berbagai marketplace. Sebagai seorang milenial yang 90% hidupnya bergantung pada internet, bagi saya ini tentu sangat memudahkan, tinggal pesan saja Insto Dry Eyes melalui marketplace langganan.

Harga Terjangkau

Murah meriah dengan kualitas juara, adalah sebuah kalimat yang dapat mengambarkan Insto Dry Eyes secara singkat. Bagaimana tidak, hanya dengan beberapa belas ribu saja maka gejala mata kering yang kita alami akan teratasi dengan mudah. Coba bandingkan berapa Rupiah yang harus kamu keluarkan apabila berobat ke dokter spesialis mata tentu jauh lebih mahal, kan? Maka sebagai pertolongan pertama pada mata kering, Insto Dry Eyes ini wajib ada dirumah.

Kemasan Praktis

Ukuran kemasannya mungil, dengan isi bersih 7,5 ml. Sangat praktis untuk dibawa kemana-mana. Kecil, mungil tapi kualitasnya riil menjadikan Insto Dry Eyes ini anti ribet namun selalu dapat diandalkan. Remote worker seperti saya yang kantornya seringkali berpindah-pindah dari satu cafe ke cafe lainnya akan sangat termudahkan sebab ukuran kemasannya yang sangat ringkas bisa masuk ke makeup pouch ataupun saku. Saya yakin, ukurannya yang pas tak akan memakan banyak tempat dalam tasmu.

Terdaftar BPOM & Teruji Halal

Bagi saya kredibilitas brand sangatlah penting. Persis seperti kredibilitas gebetan dihadapan orang tua kita. Bibit, bebet dan bobot harus jeli diperhatikan. Makanya, saya pun memeriksa produsen yang memproduksi Insto Dry Eyes. Combhipar, hmm siapa sih yang tidak mengenalnya. Membaca nama Combhipar tersemat di kemasan Insto Dry Eyes membuat saya tak perlu lagi meragukan kualitasnya. Urusan legalitas juga aman, sebab Insto Dry Eyes telah terdaftar resmi di BPOM dengan nomor registrasi DTL1438202146A1. Soal kehalalan juga tak perlu diragukan sebab Insto Dry Eyes telah mengantongi sertifikat Halal MUI dengan nomor 00140094950419.

Hemat! Cukup 2 tetes sekali pakai

Hal yang paling membuat saya menyukai produk ini adalah karena Insto Dry Eyes dapat meringankan gejala mata kering dengan sangat efektif yaitu hanya dengan 1-2 tetes sekali pakai. Apabila gejala mata kering yang dialami terasa lebih berat, penggunaan bisa diulang hingga 3 kali sehari. Hal ini menjadikan penggunaan Insto Dry Eyes terasa lebih hemat sekalipun kemasannya mungil. Biasanya 1 botol Insto Dry Eyes milik saya, baru habis setelah pemakaian kurang lebih 1 bulan, sehingga pengeluaran pun terasa lebih hemat. Karena itu, saya biasa menyetok beberapa botol Insto Dry Eyes dirumah, untuk disimpan di tas, kamar dan ruang kerja.

Telah Meraih Beragam Penghargaan

Kualitas dan kredibilitas produk Insto memang tak perlu diragukan. Sebab produk pelumas kesehatan mata besutan Combhipar ini terbukti telah meraih beragam penghargaan. Pada tahun 2017, Insto meraih penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award untuk kedua kalinya. Di tahun yang sama Insto meraih penghargaan Top Brand Award, Social Media Award dan Superbrand Award. Kemudian di tahun 2018, Insto meraih penghargaan WOW Brand Award. Beragam prestasi gemilang yang diraih oleh Insto ini semakin membuat saya yakin kalau Insto memang adalah obat tetes mata no.1 di Indonesia.

Dalam satu kemasan Insto Dry Eyes yang berukuran 7,5 ml terdapat kandungan Hydroxypropyl methylcellulose yang berfungsi sebagai pelumas mata, karena sifatnya yang dapat melembabkan kembali mata yang kering. Selain itu terdapat pula bahan aktif lain yang bernama Benzalkonium chloride. Dari hasil penelusuran saya di internet, saya mengetahui bahwa bahan aktif ini berfungsi untuk membunuh kuman dan bakteri. Sehingga Insto Dry Eyes tidak hanya berfungsi untuk melumasi mata yang kering namun juga dapat membersihkan mata dari jamur, kuman dan bakteri. Dua manfaat dalam satu produk, hal inilah yang menjadi keunggulan Insto Dry Eyes dibanding produk pelumas mata lainnya.

Khawatir Mata Kering Menyerang? Yuk, Sediakan Juga Insto Dry Eyes Dirumahmu Sekarang!

Dalam hidup, memang ada banyak hal yang seringkali berseberangan, seperti misalnya soal manfaat dan dampak buruk kehadiran teknologi. Dibalik berbagai manfaat yang ia tawarkan, teknologi gadget ternyata juga memiliki banyak resiko yang mengikuti. Gangguan mata kering hanyalah salah satunya, selain ini barangkali ada banyak resiko kesehatan lain yang turut mengintai. Namun bagi saya, ini tergantung bagaimana kita dalam menyikapinya. Sebab mustahil bila kita menolak kehadiran teknologi hanya karena khawatir akan dampaknya. Terlebih bagi saya, seorang ibu rumah tangga sekaligus penulis lepas yang bergantung pada gadget tidak hanya untuk mencari informasi atau hiburan namun juga demi mencari penghasilan tambahan.

Maka dari itu menurut saya baik buruk penggunaan gadget adalah tergantung pada penggunanya. Salah satu yang dapat kita lakukan untuk meminimalisir resiko gangguan kesehatan mata seperti mata kering akibat penggunaan gadget yang terlalu lama adalah dengan selalu sedia Insto Dry Eyes dirumah, agar apabila gejala mata kering datang menyerang kita telah siap siaga.

Insto Dry Eyes telah berjasa membantu saya memaksimalkan produktivitas kerja, dan kini saya tak perlu lagi khawatir urusan mata kering karena ada Insto Dry Eyes yang selalu bisa menjadi andalan. Ngomong-ngomong, bagaimana dengan kamu? Apakah pernah mengalami gangguan mata kering? Cerita juga dong sama saya, tulis ceritamu di kolom komentar ya! dan jangan lupa juga bantu saya untuk menyebarkan artikel ini di sosial media kamu jika kamu merasa artikel ini bermanfaat. Terima kasih 🙂

Sumber-sumber :

– Data pengguna internet : www.kompas.com

– Foto : Insto & Rizka Edmanda

– Video : Youtube Channel Insto Indonesia

– Infografis : Insto & Rizka Edmanda

Disclaimer : Artikel ini diikutsertakan dalam Insto Dry Eyes Blog Competition, namun seluruh cerita, pengalaman serta ulasan produk adalah murni ditulis berdasarkan pengalaman pribadi penulis.

error: content is protected