Ikutan Kelas Pijat Bayi, Manfaatnya Apa Sih?

 

PIJAT-BAYI

Halo, di artikel kali ini saya ingin sharing tentang pengalaman mengikuti kelas pijat bayi bersama seorang bidan sekaligus instruktur pijat bayi bersertifikat dari IAIM (International Association of Infant Massage), Apa aja sih manfaat mengikuti kelas pijat bayi ini? simak ceritanya ya!

******

PIJAT-BAYI

Sebenarnya sudah lama saya janjian dengan Kak Apri untuk mengikuti kelas pijat bayi, tapi beberapa kali diundur karena memang beliau belum buka kelas lagi. Sebelumnya saya kenalin dulu, Kak Apri ini adalah bidan sekaligus instruktur pijat bayi bersertifikat. Nama lengkapnya Apriyanti Hosana, A.Md, Keb, CIMI. Nah CIMI (Certified of Infant Massage) ini adalah gelar khusus untuk para instuktur pijat bayi lulusan IAIM. Kebetulan kak apri ini adalah istri dari temannya Dani, jadi suaminya Kak Apri ini juga adalah Notaris yang buka kantor di dekat rumah+kantor kami. Jadi kami memang sudah lama berteman baik dengan keluarga mereka. Kak Apri membuka baby spa (satu-satunya) di Kota saya, dan menurut saya fasilitas baby spa yang dimiliki kak apri cukup lengkap dan baik, gak kalah sama baby spa yang ada di kota-kota besar.

Kelas pijat bayi ini saya ikuti dalam 3 kali pertemuan, pesertanya gak banyak hanya 3-5 orang per-batch, Kak Apri bilang supaya ilmu yang dipelajari bisa diserap lebih baik oleh para peserta dan Kak Apri selaku instruktur juga bisa lebih intens dalam mendampingi kami ketika belajar. Pada pertemuan pertama, Kak Apri menjelaskan teori-teori dasar Pijat Bayi, Manfaat pijat bayi, dan sedikit cerita tentang sejarah berdirinya Organisasi Pijat Bayi Internasional atau IAIM.

Kak Apri bercerita kalau ternyata selama ini terjadi kesalahfahaman oleh para orangtua dalam hal pijat bayi. Orangtua (khususnya di Indonesia) seringkali merasa lebih afdol kalau bayinya dibawa ke tukang pijat atau baby spa, mereka berfikir ini dilakukan supaya yang mijetin bayi nya adalah terapis professional yang sudah berpengalaman. Anggapan ini sebetulnya tidak 100% salah tapi juga tidak benar, karena ternyata ketika kita membawa bayi ke baby spa atau ke terapis pijat bayi memang betul, bayi akan mendapatkan manfaat dari pijat bayi yaitu tubuh yang lebih bugar, dan kesehatan fisik yang lebih baik namun sayang karena sebetulnya apabila bayi kita dipijet oleh therapis, disisi lain kita juga kehilangan manfaat yang tidak kalah penting dari pijat bayi itu sendiri yaitu bonding antara ibu dan anak.

Maka dari itu, visi IAIM adalah untuk mengedukasi para orangtua agar mau belajar memijat bayinya sendiri, untuk menciptakan bonding antara ibu dan bayi sehingga kualitas pijatan pada bayi memiliki efek yang lebih baik, secara fisik maupun emosional. Hal ini dikarenakan menurut Vimala Schneider McClure, Pendiri IAIM sekaligus penulis buku Infant Massage: A Handbook for Loving Parent bahwa pijatan yang diberikan orangtua pada bayi sebetulnya adalah bentuk komunikasi non verbal antara orangtua dan anak, yang disampaikan melalui sentuhan, bahkan bisa jadi pijatan ini kelak dapat menjadi kado terindah bagi anak-anak kita di masa-masa periode emasnya, tidak hanya agar ia tumbuh menjadi anak yang sehat namun juga menjadi pribadi yang penyayang dan penuh kasih.

PIJAT-BAYI

Pada pertemuan ini, Kak Apri juga membahas beberapa mitos dan fakta seputar pijat bayi. Seperti misalnya kapan waktu terbaik untuk memijat bayi? Dulu sebelum mengikuti kelas, saya berfikir waktu terbaik untuk memijat bayi adalah saat mereka mengantuk, rasanya kan enak ya lagi ngantuk-ngantuk dipijet hehe tapi ternyata ini salah karena justru waktu terbaik yang direkomendasikan para ahli untuk melakukan pijat bayi adalah saat bayi berada dalam kondisi siaga atau “Quiet Alert State”, yaitu kondisi dimana bayi sedang aktif, tenang, merespon suara dan aktivitas/gerakan yang kita lakukan pada mereka. Biasanya ada cues atau tanda, dimana bayi sedang berada pada kondisi “Quiet Alert” dan biasanya kita selaku orangtua mereka lah yang memahami kapan bayi kita berada dalam kondisi ini. Qonita sendiri biasanya berada pada kondisi “Quiet Alert” pada pagi hari sekitar jam 8-10, atau di sore hari saat jam 4-5 sore (setelah mandi). Dan ternyata bener banget, Qonita terlihat lebih anteng dan nyaman dipijat saat saya memijatnya di jam-jam tersebut.

Mitos selanjutnya adalah soal minyak apa yang paling baik untuk digunakan memijat bayi. Nah dulu sebelum mengikuti kelas ini, saya fikir baby oil  itu udah paling bener buat mijetin bayi tapi ternyata menurut para ahli pijat bayi, beberapa merek baby oil justru mengandung kandungan yang bisa membuat iritasi pada kulit bayi yang sensitive. Jadi yang aman apa? Nah minyak paling baik yang direkomendasikan untuk memijat bayi adalah minyak buah dan sayuran yang “cold pressed”, dan “food grade” serta tidak beraroma. Contohnya apa? Boleh sunflower seed oil, extra virgin coconut oil, jojoba oil dll. “Kalau gak ada, gimana kak” Tanya saya pada Kak Apri, “Daripada pake baby oil Mending pake minyak makan sekalian. Pasti punya minyak sayur untuk goring-goreng kan dirumah” jawab Kak Apri. Awalnya saya bingung, masa iya sih bayi dipijet pake minyak makan? Bau tengik dong. Tapi Kak Apri bilang kalau minyak makan itu justru lebih aman, karena dia “food grade” sehingga minim resiko mengiritasi, kemudian minyak yang direkomendasikan untuk pijat bayi ya memang minyak yang tidak beraroma alias tengik hehe karena bayi itu penciumannya sangat tajam, jadi kalau mereka terbiasa mencium bermacam-macam aroma tajam dari minyak-minyakan, maka mereka bisa kesulitan mengenali aroma tubuh ibunya sendiri, padahal bonding antara orangtua dan bayi hanya bisa tercipta apabila bayi sudah mengenal aroma tubuh orangtuanya.

Pada intinya, beberapa kriteria memilih minyak yang baik untuk pijat bayi antara lain adalah :

  • Tidak beracun dan aman jika dicerna
  • Mengandung nutrisi yang bermanfaat, seperti vitamin E, yang baik untuk kulit
  • Meresap dengan baik di kulit
  • Tidak memiliki aroma tambahan (tambahan parfum), sehingga bayi masih bisa menikmati bau alami orang tua mereka.

Mitos lain yang sering beredar juga adalah, seberapa sering kita boleh memijat bayi. Nah saya sendiri pernah tuh dikasi tau katanya bayi jangan sering dipijet karna nanti badannya isa lembek. Padahal ini gak ada hubungannya sama sekali. Durasi dan frekuensi memijat bayi boleh dilakukan kapanpun dan seberapa lama bayi ingin serta butuh dipijat. Jadi tidak ada patokan khusus, ngikutin feeling dan insting antara ibu dan bayi saja. Misal bayi terlihat sedang gak nyaman perutnya, atau bayi kurang nyenyak tidurnya boleh tuh kita pijat dalam waktu yang berkala. Menjadikan pijat bayi sebagai bagian dari rutinitas orangtua dan anak justru bagus karena sekali lagi, manfaatnya gak Cuma untuk kesehatan fisik tapi juga untuk bonding alias ikatan bathin orangtua dan anak yang bisa jadi lebih baik.

MANFAAT-PIJAT-BAYI

Ini bukan teori dong lho, karena Vimala Schneider McClure selaku founder IAIM sudah pernah membuktikan teori ini melalui sebuah penelitian tentang pijat bayi di India, terbukti memang kalau anak/bayi yang rutin dipijat jadi lebih dekat sama orangtua/pengasuhnya, dan lebih sehat fisiknya serta lebih bahagia. Ini juga sejalan dengan teori “Kangaroo Care” atau skin to skin contact, yang sering kita dengar. Coba googling deh, manfaat skin to skin antara orangtua dan bayi itu apa aja, pasti kalian akan menemukan banyak artikel di internet yang membahas manfaat skin to skin contact ini, nah pijat bayi adalah salah satu cara melakukan skin to skin contact tersebut.

Kemudian, pijat bayi juga bisa membantu meredakan kolik, sakit perut, sembelit ringan, ketegangan otot, sakit saat bayi tumbuh gigi, keram, dan memperbaiki bayi yang pola tidurnya tidak baik, atau menenangkan bayi yang rewel dsb. Ajaib kan! Makanya saya rela banget menginvestasikan sedikit dana untuk ikutan kelas pijat bayi ini, mengingat ilmu adalah investasi yang gak akan bikin kita rugi. Percaya deh, beberapa ratus ribu yang kita keluarkan gak akan sebanding dengan manfaat yang akan kita peroleh, paling tidak itu menurut saya sih.  Dulu ya sebelum ikutan kelas, teknik pijat bayi yang saya tau itu Cuma pijat I Love you, pijat bulan matahari dan pijat engkol sepeda yang mana itu semua saya ketahui dari internet. Setelah ikutan kelas, saya jadi tau kalau ternyata pijat I Love You dan pijat bulan matahari hanyalah 2 dari sekian rangkaian pijat pada perut bayi, jadi rentetannya masih banyaaak dan gak bisa dilakukan setengah-setengah.

Intinya, bersyukur deh punya temen macem Kak Apry yang mau berbagi ilmu di kelas pijat bayi ini. Kalau kalian tinggal di Pangkalanbun dan sekitarnya, hayok ikutan kelas pijat bayi juga di House Of Nilna Kids & Baby Spa Jalan Delima, Madurejo, Pangkalanbun. Instagramnya : @house_of_nilna

Btw, InsyaAllah pankapan saya share lagi di artikel terpisah tentang teknik-teknik pijat bayi yaaaa, mau berlatih dulu sama Qonita biar pinter mijetnyaaa

 

Rizka Edmanda

12 Comments

  1. Aku juga cuma tau pijat ILU sama engkol buat perut biar enakan…ternyata banyak ya rangkaian pijat lain. Waktu itu ada di sini, cuma memang disarankan bawa anak usia <1 tahun untuk belajar..jadi belum bisa ikutan

  2. Akubdr anak pertama sampe ke empat, semua aku pijat sndiri di rumah, awalnya krn males aja si klo mesti antri di tukang pijat, ke spa mahal, haha. Dulu belajar dr DVD yg dikasi teman sbg kado lahiran. Alhamdulillah kepakeee ilmunya. Nah soal manfaat lbh lanjut, beberapa waktu lalu ikut kelas pijat bayi jg di Jakarta. Intinya, aku bersyukur sii selama ini pijit2 anak sndirii

  3. Waktu anak-anak saya masih kecil, saya gak ikutan kelas begini. Tetapi, saya menikmati momen memijat anak. Dan kayaknya anak-anak saya juga begitu. Memijat bayi memang mempererat bonding antara ibu dan anak

  4. Inget banget sahabatku tinggal di Pangkalanbun.
    Ia gemar sekali bercerita masalah perkembangan anak-anaknya.

    Mungkin bisa aku infoin tempat spa ini ke dia yaa…
    In syaa Allah bermanfaat.

    Haturnuhun, kak Rizka.

  5. Huaaa, asyik banget Mbak bisa ikut kelas seperti ini. Saya juga mau, tapi disini belum dapat info seputaran ini.
    Gak sabar nunggu next postnta, Mbak tentang teknik pijat untuk bayi biar bisa belajar juga 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *