“Hijrah : Proses Panjang Seumur Hidup”

Dalam hidup, manusia terus berubah dan berproses. Perputaran waktu, kematangan usia, keluasan cara berfikir, lingkungan sosial, rasa ingin tau, bahkan buku-buku yang dibaca akan sangat mempengaruhi perubahan besar yang terjadi dalam hidup seseorang. Begitupun yang terjadi padaku. Tahun 2008 hingga 2014, orang lebih banyak mengenalku sebagai seorang model, aku menjadi brand ambassador untuk beberapa produk yang cukup terkenal, membawakan busana dari designer-designer di panggung fashion lokal sampai nasional, hingga mewakili Kalimantan Barat di sebuah ajang kontes kecantikan tingkat nasional di tahun 2014 dan memenangkan mahkota juara favorit di kontes itu.

Diluar itu, akupun aktif pada sebuah lembaga swadaya non pemerintah serta komunitas-komunitas yang banyak menyuarakan isu-isu tentang perempuan & lingkungan. Jadilah aku, diusia semuda itu dikenal sebagai seorang model sekaligus aktivis perempuan, begitu kata teman-teman menyebutku. Berbagai prestasi, popularitas, pengalaman, pergaulan yang luas sampai penghasilan menjadikan aku di usia belasan menjadi sosok yang katanya “inspiratif”, ya mungkin inspiratif memang, tapi sekedar inspiratif dimata manusia, dan tidak sama sekali dimata Allah. Sebab, bagaimana bisa Allah setuju kalau aku ini inspiratif jika sebagai seorang muslimah, dalam urusan menutup aurat saja aku tidak bisa? begitu kira-kira pikiranku pada saat itu. Hingga di akhir tahun 2014, kuputuskan untuk jadi lebih baik dengan berhijrah, sebab kuingin jadi sosok yang inspiratif di mata Allah, bukan hanya sekedar di mata manusia.

Berdyukur Allah memberiku hidayah dengan cara yang lembut,berupa rasa kekosongan dalam hati tentang apa yang sebenarnya aku cari dalam hidup. Kalau kata orang bijak,jika tanda-tanda hidayah bisa dilihat maka bentuknya bisa bermacam-macam, bisa lewat musibah, bisa lewat penyakit, bisa pula lewat perenungan-perenungan sebab manusia dikaruniai akal untuk berfikir,dan sebaik-baiknya manusia adalah yang menangkap tanda-tanda hidayah itu dengan cepat untuk segera berbalik kepada-Nya sebelum terlambat,sebab hidayah itu mahal, Hanya Allah yang memilikinya dan tugas kita adalah mencarinya.

Tahun 2015 menjadi titik balik dimana aku akhirnya banyak berubah, belum sangat baik atau sangat saliha  memang, belum. Tapi paling tidak selangkah lebih baik daripada aku yang sebelumnya. Sejak itu,aku mulai memakai hijab dalam keseharian,mulai mendatangi kajian-kajian agama meski masih malu-malu dan memilih duduk paling belakang diantara ukhti-ukhti lain yang tentu sudah lebih sering datang,aku mulai mengganti koleksi buku ku dengan buku-buku tentang Islam, mulai mencari sahabat muslimah yang lebih saliha sebab kata Nabi ketaqwaan seseorang sangat bergantung pada ketaqwaan teman-temannya.

Meski sempat diragukan orang-orang bahkan harus kehilangan beberapa pekerjaan yang aku tekuni sebelumnya. Tapi Allah Maha Baik, sebab Dialah yang memberi hidayah, juga memberi rezeki.Jika saat kita lalai saja rezeki kita dimurahkan sama Allah, apalagi jika kita sudah bersusah payah berhijrah?Maka kehilangan pekerjaan waktu itu bagiku bukanlah hambatan, justru Allah gantikan dengan rezeki yang lebih baik,aku yang sebelumnya tak punya ketrampilan berdagang ini, berhasil menjalankan sebuah bisnis produksi hijab di yogyakarta, yang kemudian aku pasarkan secara online. Hasilnya lumayan,beberapa bulan berjalan, aku bisa menabung untuk umroh, juga bisa menambah-nambah uang jajan untukku yang saat itu melanjutkan studi S2 di yogyakarta.

Begitulah cara-cara indah Allah dalam menuntunku untuk berhijrah, hingga sekarang aku sudah menikah, dengan jodoh terbaik pilihan-Nya, seorang suami yang InsyaAllah sholeh lagi santun akhlaknya, seorang suami yang kini menjadi partnerku belajar dan berhijrah dalam memperbaiki diri sebagai hamba-Nya. Kedepan masih akan banyak perjalanan dan tantangan-tantangan hijrah yang akan aku lanjutkan,sebab aku tidak ingin berhenti disini. Bukankah hijrah adalah proses panjang seumur hidup?Tak cukup sekedar dengan berhijab,kuingin lebih dekat pada Al-Quran dan Sunnah,Kuingin lebih dalam mengenal agama, sebab kupercaya banyak sisi-sisi kehidupan yang lebih indah jika diraba dengan sentuhan Iman.

Sebab Bukankah tugas manusia adalah menjadi khalifah di muka bumi?Karenanya bagiku, sebelum pantas menjadi seorang khalifah itu, maka berproses jadi lebih baik dengan berhijrah dalam iman dan ketaqwaan adalah langkah awalnya.

 

rizkaedmanda

Selamat datang di blog personal saya! www.rizkaedmanda.com. Blog ini akan banyak bercerita tentang kehidupan keseharian saya sebagai seorang istri, ibu rumah tangga, TTC Fighter, sekaligus pegiat bisnis online. Tema blog ini adalah lifestyle, daily dan motherhood. Hope you enjoy this blog! Jika ada pertanyaan, ajakan kerjasama, postingan beriklan dan ajakan pertemanan, bisa disampaikan lewat email saya ya! rizkaedmanda@gmail.com

6 Comments

  1. MasyaAllah, kepingin nangis, terharu sekali baca ini :”) Semangat kakak, semoga semakin dan selalu istiqomah

  2. Salam kenal mba Rizka.
    Tersentuh membaca testimoninya. Setiap kita pasti punya religious journey masing-masing dan dengan akallah sejatinya kita mencari dan mendapatkan jawabannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *