A PERSONAL BLOG OF

Rizka Edmanda

LIFESTYLE. MOTHERHOOD AND EVERYTHING SHE LIKES.

Waktu pertama kali bilang kalau saya dan Dani akan pergi ke Palestina, tanggapan orang tua seperti kurang yakin bahkan agak gak setuju apalagi saat saya katakan akan membawa anak saya, Qonita. Anggapan masyarakat umum khususnya di Indonesia tentang Palestina memang adalah negara yang rawan konflik, tidak aman untuk dikunjungi dan lain sebagainya. Jadi tidak heran keluarga khawatir ketika saya menjelaskan keputusan tersebut. Padahal disana ada sebuah Masjid yang begitu penting bagi umat Islam yaitu Masjid Al-Aqsa kiblat pertama di muka bumi, tempat Nabi Muhammad naik ke sidratal muntaha saat Isra Miraj, sekaligus masjid yang diutamakan oleh Rasulullah untuk dikunjungi setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Keutamaan-keutamaan Masjid Al-Aqsa pernah saya bahas disini : Paling Tidak Seumur Hidup Sekali, Sempatkanlah Kakimu Menjejaki Bumi Para Nabi

Yerusalem, Masjid Al-Aqsa ternyata cukup aman untuk dikunjungi. Memang Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel sehingga kita benar-benar akan merasa “asing” disana, memang di sepanjang jalan kita akan melihat pemandangan tentara Israel bersenjata lengkap berjaga-jaga, memang bahkan di halaman Masjid Al-Aqsa sekalipun polisi Israel juga tetap berjaga-jaga namun jika kita mengembalikan niat berkunjung ke Masjid Al-Aqsa karena Allah, insyaAllah semua akan baik-baik saja. Kalaupun kenapa-napa? InsyaAllah syahid ganjarannya 🙂

Well, Palestina sebagai destinasi wisata keluarga ternyata tak kalah seru lho bahkan cukup ramah anak. Tergantung dari sudut pandang mana kita melihat. Selain bisa mengajarkan anak untuk ikut beribadah disisi lain, sambil jalan-jalan kita bisa bercerita pada anak kisah-kisah para Nabi dan melihatkan secara langsung pada mereka tempat-tempat dimana Nabi pernah menginjakkan kaki mereka. Tentunya ketika dewasa, ini akan menjadi pengalaman dan bekal yang sangat berharga.

Sebelum berkunjung ke Palestina saya memang melakukan riset kecil-kecilan di berbagai media, menonton vlog pengalaman orang kesana, membaca blog dan lain sebagainya. Karena tujuannya kemarin saya mau mencari referensi pengalaman orang yang pernah kesana agar tau persiapan apa saja yang harus saya bawa dan siapkan maka Vlog yang saya tonton dan blog saya baca waktu itu bukan hanya tentang pengalaman Muslim yang kesana saja tapi secara umum, seperti pengalaman orang Nasrani yang ziarah ke holyland, Israel karena memamn Yerusalem adalah kota suci bagi 3 agama, Islam, Nasrani dan Yahudi. 

Nah jika kalian tersesat di blog ini saat memasukkan kata kunci “pengalaman berkunjung ke Palestina” atau “tips berkunjung ke Yerusalem” di halaman google, maka saya dapat pastikan kamu sedang mencoba hal yang sama dengan apa yang saya lakukan kemarin, yaitu mencari referensi sebanyak-banyaknya sebelum berangkat, maklum berwisata ke Palestina tidak seperti ke Jepang, atau Korea. Selain butuh dana, waktu dan tenaga juga butuh iman dan persiapan fisik dan mental yang cukup berani. Jadi sini, biarkan saya membagi beberapa tips dan pengalaman berkunjung ke Palestina.

1. Perhatikan Musim & Cuaca Saat Berkunjung

Palestina tidak seperti Negara-negara di tanah Arab lainnya. Bayangan saya tentang Palestina awalnya adalah padang pasir yang kering mirip seperti Mekkah atau Madinah. Tapi ternyata saat kesana, masyaAllah Palestina itu luar biasa subur, setidaknya itu yang saya lihat selama 2 hari di Yerusalem. Tanaman hijau sepanjang jalan terhampar, di beberapa area kamu akan melihat sapi dan domba yang sedang asik makan rumput, jadi mirip di new zealand. Kamu bisa memeriksa musim saat berkunjung melalui aplikasi accu weather. Saran saya pilihlah musim gugur atau semi. Karena saat musim panas cuaca di Palestina bisa naik sampai 40-45 derajat sedangkan saat musim dingin cuaca bisa turun hingga minus 10 derajat. Namun karena pemanasan global yang melanda bumi kita tercinta, soal musim ini agak sulit dipastikan karena setiap tahun biasanya berubah-ubah. Tapi saran saya yerusalem paling baik dikunjungi pada saat musim gugur (September sampai dengan November) atau musim semi (Maret sampai dengan Mei). Untuk musim panas keadaan di Yerusalem & Palestina bisa sangat panas sehingga dapat mengganggu ibadah baik saat di Masjid Al-Aqsa atau saat berkunjung ke tempat lain di Bethlehem dan kota sekitarnya Sedangkan pada musim dingin temperatur bisa sangat dingin, dan bisa  turun salju terutama saat malam hari. Karena membawa Qonita dan ini akan jadi trip keluar negri pertama Qonita maka saya memilih musim yang paling aman yaitu april saat musim semi.

2. Perhatikan Tanggal Penting di Kalender

Selain cuaca perhatikan juga tanggal penting di kalender karena sebagaimana yang saya bilang yerusalem adalah tempat suci bagi 3 agama maka peziarah Islam, Nasrani dan Yahudi juga datang dan berkumpul di kota ini. Yerusalem akan sangat ramai saat hari-hari besar keagamaan seperti isra miraj, Ramadhan dan idul fitri serta akan sangat ramai pula saat paskah atau natal. Perhatikan pula hari keagamaan yahudi seperti pesach (paskah yahudi) dan yom kippur karena di hari itu sebagian besar pelayanan publik seperti, bandara bahkan pos lintas batas negara jika kamu masuk ke Palestina dari Taba (Mesir) atau Allenby (Yordania). Hal ini agak menyulitkan karena palestina tidak memiliki wilayah otoritas yang langsung berbatasan dengan negara lain, sebab wilayah mereka sudah terkepung oleh otoritas penjajah sehingga kita terpaksa masuk ke Palestina dari Israel. Saat saya ke Palestina ternyata disana sedang ada pemilu Israel, ini juga sedikit membuat repot karena jalanan akan super macet dan akses untuk menuju kota lain seperti Bethlehen untuk mengunjungi masjid ibrahim atau melihat bukit zaitun juga akan sedikit terhambat. 

3. Usahakan berangkat ke Palestina bersama rombongan group tour/travel

Sebagaimana saya katakan diatas bahwa akses masuk ke Palestina satu-satunya adalah lewat Israel sedangkan Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel sehingga akan sulit bagi kita untuk mendapatkan visa agar dapat memasuki Palestina melalui israel. Cara paling masuk akal adalah dengan bergabung dengan travel dan group tur Indonesia yang sudah bekerjasama dengan travel lokal Palestina, dengan cara ini akses masuk melalui imigrasi lebih mudah. Saya jarang sekali mendengar ada orang yang bisa masuk wilayah israel dengan cara solo traveling alias tanpa travel atau grup tour, kalaupun bisa biasanya harus ada undangan khusus dari warga yahudi lokal israel, dan visa kita bisa diurus di kedubes israel singapura, mesir atau yordania. Sebelum memilih travel juga harus dipastikan kredibilitas travel tersebut karena semua travel Indonesia yang ingin masuk ke israel haruslah travel resmi, legal dan berbadan hukum. Saya sendiri menggunakan Cheria Holiday, alhamdulillah tidak ada kendala saat akan masuk ke israel dan pelayanannya sangat memuasman. Cerita pengalaman berwisata menggunakan Cheria Holiday akan saya sampaikan dilain artikel ya. Ohya saat akan masuk ke israel, passport kita tidak akan dicap melainkan hanya ada selembar kertas berwarna pink yang diselipkan di paspor sebagai tanda masuk. Kertas itu tidak boleh hilang sampai kita akan keluar kembali nanti. Dan lagi-lagi karena tidak ada hubungan diplomatik, durasi visa paling lama untuk kunjungan wisata atau ziarah maksimal hanya 2 hari, bisa lebih lama jika kamu membawa misi kemanusiaan khusus ke Palestina.

4. KOSHER VS HALAL 

Jika Muslim mengenal konsep halal haram khususnya dalam hal makananAq maka orang Yahudi memiliki konsep kosher. Mirip tapi tak sama, sebab ada makanan yang kosher tapi belum tentu halal dan ada makanan yang halal tapi tidak kosher. Misalnya, dalam Islam memakan babi itu haram, demikian juga dengan yahudi maka orang Islam dan yahudi sama-sama tidak akan memakan babi. Tapi dalam agama yahudi anggur/wine itu kosher tapi itu tetap haram dalam Islam maka kita tidak bisa semerta-merta makanan berlabel kosher. Kalau kamu hanya makan makanan yang disajikan restoran tempat kamu menginap maka ini tak menjadi masalah, karena biasanya jasa penyedia tour atau travel pasti akan menyesuaikan makanan sesuai peserta tur. Tapi kalau kamu tipe yang hobby menjajal makanan lokal saat berwisata (seperti saya) maka wajib untul memperhatikan ini. Jika kamu Muslim saran saya, pilihlah kedai makanan milik warga Palestina selain terjamin halal juga akan membantu meningkatkan perekonomian mereka ditengah situasi yang sulit di negara mereka saat ini. Saya sempat mencicipo beberapa kuliner khas Palestina saat berada disana, seperti Baklava dan Maqluba. Ohya kalau kamu ingin jajan di sekitaran kawasan kota tua yerusalem saran saya siapkan uang shekel (mata uang israel) karena jika membayar dengan US dollar harganya bisa jadi lebih mahal. Karena mereka agak kesulitan memberikan kembalian dalam bentuk dollar maka mereka akan menggenapkan nominal belanja kita. Jadi misal 1 porsi baklava harganya 10 shekel atau 40 ribu, maka mereka akan menghitung 4 dollar yang kalau dikonversi akan jadi sekitar 55.000 Namun saya pribadi tetap membayar dengan US dollar, selisih harga yang lebih mahal saya anggap sedekah saja.

5. Belanja Cenderamata di Kedai Kecil, Langsung Beli ke Penduduk Lokal

Selama di Palestina, pihal travel akan mengajak kita berhenti di beberapa pusat souvernir besat seperti di jericho. Namun saya pribadi lebih prefer membeli oleh-oleh di kota tua jerusalem, di kedai-kedai kecil milik penduduk lokal atau yang dijual oleh anak-anak palestina di sekitaran kompleks Masjid Al-Aqsa. Sebab saya kira ini cara yang bagus untuk bersedekah secara langsung pada penduduk Palestina, sambil berbelanja tentunya. Untuk harga yang ditawarkan juga kurang lebih saja. Misal 1 buah tempelan kulkas di jericho dijual 1 dollar maka di kota tua jerusalem juga akan dijual seharga 1-1,5 dollar tergantung kualitas.

6. Pemeriksaan di Imigrasi Israel

Nah, ini adalah salah satu pertanyaan yang pernah ditanyakan oleh seorang netizen Malaysia pada saya lewat DM. Pemeriksaan imigrasi di Israel sebetulnya cukup ketat, tapi kembali jika kamu menggunakan jasa agen travel terpercaya insyaAllah semuanya akan lancar. Ikuti saja petunjuk mereka, dan saran saya kalaupun kamu faham Bahasa inggris dan bisa berbicara Bahasa inggris, tetaplah diam dan memasang wajah ramah serta gunakan Bahasa isyarat ketika ditanya oleh petugas imigrasi Israel. Hal ini dilakukan agar proses tidak panjang berbelit-belit.

Baca Juga : Cerita dari Palestina Part 1

Demikianlah beberapa hal yang menurut saya harus diperhatikan saat akan berkunjung ke Palestina, mungkin ada hal-hal lain yang juga cukup penting namun tidak saya cantumkan disini, boleh kalian tuliskan di kolom komentar, siapa tau akan membantu teman-teman yang membutuhkan informasi tersebut. 

Terima Kasih ^^

error: content is protected