A PERSONAL BLOG OF

Rizka Edmanda

LIFESTYLE. MOTHERHOOD AND EVERYTHING SHE LIKES.

Andy Oh Andy…

Namanya Andy. Usianya 29, masih sangat muda. Bekerja di sebuah perusaahaan swasta denngan gaji yang cukup tinggi. Sehari-hari Andy rutin menjalankan pola hidup sehat. Nge-gym seminggu dua kali, dan menjaga asupan kalori. Tidak merokok, apalagi mengonsumsi minuman keras. Sepintas ia tampak bugar dan tak ada masalah pada kesehatannya. Hingga suatu hari ia mengeluh karena merasakan nyeri pada dadanya. Ia bercerita pada teman dekatnya tentang rasa nyeri tersebut, sang teman menyarankan untuk melakukan check up kesehatan ke dokter namun ia enggan melakukannya, lantaran merasa masih muda dan telah menjalankan pola hidup sehat selama ini. Ia pikir barangkali itu hanya nyeri biasa. Pendek cerita, setahun berlalu nyatanya nyeri itu masih sering datang, bahkan kini diiringi batuk mengi dan penurunan berat badan. Berkat dorongan teman dekatnya akhirnya Andy pun memeriksakan diri ke dokter. Sungguh miris, ternyata ia terkena kanker paru-paru stadium 4. Ia menyesal sebab kini semuanya sudah terlambat, andai saja ia tahu lebih cepat mungkin ia sempat berobat. Apesnya jangankan asuransi, tabunganpun ia tak punya. Kini ia harus merana, sebab sudah jatuh tertimpa tangga, sudahlah penyakit datang tiba-tiba, ia pun tak punya persiapan apa-apa. 

Dompet pun Bisa Terkena “Kanker”

Kisah pilu Andy memberikan pelajaran kepada kita bahwa memang yang namanya penyesalan akan selalu datang belakangan, maka hendaknya segala sesuatu harus dipikirkan dan dipersiapkan matang-matang. Sebab yang namanya penyakit seringkali datang tanpa permisi, bahkan sekalipun ketika kita merasa telah menjalani pola hidup yang sehat saat ini. Misalnya seperti yang dialami Andy pada ilustrasi cerita tadi. Ini baru soal kesehatan, bagaimana dengan kondisi keuangan? Jangan salah, sebab bukan manusia saja yang bisa terkena kanker, nyatanya dompet pun bisa terkena “kanker” alias “kantong kering”. Disinilah alasan mengapa kita perlu melakukan perencanaan keuangan sedini mungkin,  sekalipun masih muda ataupun belum menikah yaitu agar dompet kita tak terkena “kanker” di kemudian hari. Dengan melakukan perencanaan keuangan sejak dini, maka kita tak hanya dapat mewujudkan cita-cita finansial saja namun juga memiliki strategi dan alat kewaspadaan kala nasib sial menimpa secara tiba-tiba. Setidaknya dengan memiliki perencanaan keuangan yang baik, kita menjadi lebih siap secara mental dan finansial dalam menghadapi berbagai situasi. 

Financial Check Up, Tahapan Penting Dalam Perencanaan Keuangan 

Dalam membuat sebuah perencanaan keuangan, hal yang teramat penting untuk dilakukan adalah Financial Check Up. Hal ini penting dilakukan untuk menentukan posisi keuangan sebelum kita dapat menyusun sebuah rencana keuangan yang ideal dan disesuaikan dengan kondisi keuangan kita pribadi saat ini, serta untuk mengevaluasi keberhasilan kala rencana keuangan tersebut sudah berjalan.

Dilansir dari Finansialku, financial check up adalah metode untuk memeriksa kondisi kesehatan keuangan seseorang dalam jangka waktu tertentu. Melalui proses financial check up, kita dapat menganalisa apakah pendapatan tahunan lebih besar daripada pengeluaran konsumtif, berapa banyak jumlah total nilai bersih kekayaan yang kita miliki saat ini, berapa rasio perbandingan aset yang kita miliki dengan kewajiban utang yang harus dilunasi, bagaimana analisis kemampuan kita dalam melunasi utang, hingga berapa return dari investasi yang kita miliki saat ini. Informasi ini tentunya teramat penting sebab sebuah perencanaan keuangan tidak bisa dibuat sembarangan, memerlukan pertimbangan yang mendetail dan perhitungan yang sistematis demi mewujudkan financial goals yang  realistis. Agar tak seperti peribahasa bagai pungguk merindukan bulan, cita-cita keuangan ketinggian alamat tak pernah kesampaian. 

Selain itu proses Financial Check Up dapat membantu kita untuk mengetahui strategi apa yang harus dilakukan kala menghadapi sebuah permasalahan finansial. Sebab jika kita sudah tahu penyakitnya, maka akan lebih mudah pula untuk tahu apa obatnya. Bukankah demikian? Maka dari itu jangan heran apabila kita menyewa jasa seorang perencana keuangan hal yang pertama akan mereka lakukan adalah mengecek kondisi kesehatan keuangan seseorang melalui proses financial check up, sama seperti dokter yang tentu akan melakulan medical check up terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan medis apapun. 

 Aplikasi Finansialku, Memudahkanku Mengecek Kondisi Kesehatan Keuanganku

Namun tak dapat dimungkiri bahwa tidak semua orang memahami teknik untuk melakukan financial check up ini. Terlebih bagi mereka yang tidak memiliki background ilmu dan pendidikan ekonomi atau akuntansi. Kabar baiknya adalah, kita hidup di era digital. Di zaman ini, hampir semua aspek kehidupan telah terjamah oleh teknologi. Demikian halnya dengan urusan pengecekan kesehatan keuangan, jika dulu kita harus mendatangi agen atau jasa perencana keuangan konvensional untuk melakukannya maka kini kita dapat melakukan cara tersebut dengan mandiri, gratis dan sangat mudah hanya dengan perangkat gadget dan jaringan internet.

Caranya dengan menggunakan aplikasi Finansialku. Aplikasi fintech (financial technology) karya anak bangsa inilah yang akan membantu kita dalam melakukan financial check up secara mandiri dirumah. Aplikasi inovatif yang dilahirkan oleh Melvin Mumpuni ini memiliki berbagai fitur keren untuk membantu kita melakukan perencanaan keuangan, salah satunya adah fitur Financial Health Check Up atau fitur pengecekan kondisi kesehatan keuangan.

Cara menggunakan fitur ini sangat mudah dan sederhana, pertama kita hanya perlu membuka aplikasi Finansialku kemudian pilih menu Financial Health Check Up. Setelah itu masukkan data yang diperlukan seperti skema pendapatan dan pengeluaran pertahun, kemudian sistem algoritma Finansialku akan mengeluarkan hasil analisis kesehatan keuangan kita apakah neraca pemasukan dan pengeluaran sudah ideal ataukah belum. Apabila kita ingin melakukan check up lebih lanjut, klik “lanjutkan”. Setelah itu akan muncul form berisikan data kepemilikan aset, investasi dan kewajiban kita (KPR atau utang berjalan) kemudian sistem akan menganalisis data tersebut untuk melihat apakah aset yang kita miliki nilainya lebih besar daripada kewajiban yang harus dibayarkan. Semua hasil analisis yang dilakukan oleh sistem bisa dikirimkan via email untuk menjadi bahan pertimbangan baik bagi diri kita sendiri maupun jasa perencana keuangan yang kita sewa untuk menentukan rencana demi rencana keuangan yang akan dibuat. Mudah bukan!

Yuk, Rencanakan Keuanganmu Dari Sekarang Demi Masa Depan yang Lebih Terang

Pada dasarnya gaji yang besar tak dapat menjamin kondisi keuangan yang sehat, sebab bisa jadi gaji tersebut hanya numpang lewat. Demikian halnya dengan orang yang penampilannya tampak berada, juga belum tentu memiliki kesehatan keuangan yang sejahtera. Sebagaimana ilustrasi cerita Andy diatas bahwa orang yang tampak sehat fisik luarnya saja bisa jadi memiliki penyakit kronis yang tak terduga. Cara terbaik untuk mendeteksi adanya penyakit kronis dalam hal keuangan adalah dengan melakukan financial check up.

Finansialku membuat kita dapat melakukan financial check up secara mandiri dirumah, demi mewujudkan segala rencana dan cita-cita keuangan dengan lebih mudah.  

Sumber :

Cara mengecek kesehatan keuangan via Finansialku

https://youtu.be/apuR9acijzc

error: content is protected