A PERSONAL BLOG OF

Rizka Edmanda

LIFESTYLE. MOTHERHOOD AND EVERYTHING SHE LIKES.

Pregnancy is a Gift's From God that Grows in Your Womb

Bagi saya, kehadiran seorang anak dalam sebuah pernikahan adalah anugerah. Jadi, sudah selayaknya kehamilan dirayakan dengan penuh syukur dan sukacita. Meskipun menjalani kehamilan di masa pandemi corona sangatlah penuh dengan tantangan, namun saya akan tetap berjuang. Sebab kelak, momen ini akan menjadi kenangan tersendiri yang tentu tak akan pernah saya lupakan. Inilah cerita dari saya, seorang ibu yang dikaruniai kehamilan di masa pandemi. Semoga apa yang saya bagi, bisa sedikit menginspirasi teman-teman bumil diluar sana agar bisa tetap happy dan percaya diri dalam menjalani kehamilan di masa-masa yang sulit ini.

Memaknai Kembali Arti Kehamilan

kehamilan di masa pandemi

Sebelum saya mulai cerita kehamilan saya, saya ingin mengajak Parents untuk merenungkan kembali makna dari proses kehamilan ini. Menurut saya kehamilan adalah sebuah peristiwa yang sakral. Dari peristiwa kehamilan inilah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa membuktikan kekuasaan-Nya. Dimulai dari pertemuan dua sel yang sering disebut dengan konsepsi hingga kemudian berkembang menjadi triliyunan sel, membentuk satu persatu organ penting untuk bertumbuh hingga kemudian Allah tiupkan ruh didalamnya dan akhirnya terlahirlah ia ke dunia menjadi seorang bayi yang lucu. Kehamilan adalah sebuah alur peristiwa magis dalam proses penciptaan manusia, yang didalamnya hanya dapat terjadi dengan campur tangan serta cinta kasih dari Tuhan  sebagai pemilik semesta.

Diberikan kepercayaan oleh Tuhan untuk hamil bagi saya adalah sebuah anugerah yang luar biasa. Bayangkan saja, tak akan hidup seorang manusia tanpa ia bertumbuh didalam rahim saya. Tak akan pula berlanjut suatu generasi tanpa adanya proses kehamilan ini. Lewat proses kehamilan, Allah dengan segala kebesaran-Nya menitipkan amanah yang luar biasa bagi kita-seorang wanita. Amanah yang harus dipelihara sebagai wujud bakti kita pada-Nya. Maka, kehamilan  patutlah kita syukuri sepenuh hati. Dan cara terbaik mensyukurinya adalah dengan menjaga kehamilan dengan sebaik-baiknya, tak peduli sesulit apapun kondisi dan situasinya.

Menjalani kehamilan di masa pandemi memang tak mudah. Banyak sekali tantangannya. Namun, prinsip untuk terus menjaga kehamilan sebagai bentuk syukur saya pada Tuhan Yang Maha Kuasa inilah yang menguatkan saya hingga detik ini. Tantangan demi tantangan yang ada, saya coba lalui dengan sekuat tenaga.  Karenanya, sejak awal melihat dua garis merah di ujung strip alat uji kehamilan saya telah bertekad untuk menjaga kehamilan ini dengan sebaik-baiknya.

Menjalani Kehamilan Saat Pandemi. Amankah?

kehamilan di masa pandemi

Tentu ada perasaan deg-degan, cemas dan takut saat saya menjalani kehamilan di masa pandemi ini. Betapa tidak, kerentanan seorang wanita pada infeksi meningkat saat ia tengah hamil. Demikian pula kerentanan terhadap infeksi dari virus jenis baru, COVID 19  yang hingga kini belum ada obatnya. Meskipun belum banyak ditemukan bukti kasus terjadinya  transimisi vertikal virus SARS-CoV-2 sebagai penyebab covid19 pada ibu hamil kepada janin yang dikandungnya, namun saya sadari risiko itu tetap saja ada. Apalagi data-data penelitian mengenai dampak covid19 terhadap janin masih sangat minim sehingga belum diketahui bagaimana akibatnya. Ditambah lagi ibu hamil memang lebih rentan mengalami sakit. Sebab secara alamiah, sistem imunitas tubuh ibu hamil cenderung menurun selama kehamilan diakibatkan oleh perubahan hormon. Kondisi fisiologis ini menuntut saya agar lebih maksimal melakukan upaya perlindungan agar kehamilan saya tetap aman.

Kementerian Kesehatan RI sebagai lembaga kesehatan nasional telah melansir “Buku Pedoman Bagi Ibu Hamil, Nifas dan Bayi Baru Lahir di Masa Pandemi COVID19”. Beberapa rekomendasi yang telah diuraikan dalam buku pedoman tersebut telah saya rangkum sebagai berikut pada infografis berikut.

kehamilan di masa pandemi

Menjalani Kehamilan di Masa Pandemi.

Ada Sukanya, Ada Pula Tantangannya

kehamilan di masa pandemi

Menjalani kehamilan di tengah pandemi ada sukanya namun ada pula tantangannya. Di masa kehamilan ini, suami lebih banyak menghabiskan waktu bersama saya dirumah karena memang lebih sering bekerja dari rumah (work from home) sehingga suami bisa memberikan perhatian lebih dan membantu saya untuk mengurus anak pertama kami yang saat ini berusia balita. Selain itu, saya juga lebih leluasa untuk memakai baju yang nyaman dan yang saya suka. Seperti daster misalnya. Karena memang saya lebih banyak bekerja dan beraktivitas di rumah. Jika pun keluar hanya sesekali untuk membeli beberapa keperluan ataupun jalan-jalan di sekitar taman untuk mencari udara segar dan cahaya matahari pagi, dan tentu ini saya lakukan pada saat  kondisi taman tidak terlalu ramai misalnya pada hari kerja. 

Namun disisi lain banyak pula tantangan yang saya rasakan dalam menjalani kehamilan di masa pandemi kali ini. Banyak hal-hal yang terkesan sepele namun cukup sulit saya jalani. Misalnya saja soal memakai masker. Saya sadar betul memakai masker di masa pandemi ini adalah sebuah kewajiban, namun ini menjadi tantangan tersendiri bagi seorang ibu hamil yang sering mengalami napas ngos-ngosan seperti saya. Memakai masker terus-terusan  rasanya jadi cukup melelahkan. Hal ini memang karena disebabkan kondisi fisik ibu hamil dimana posisi diafragmanya sedikit berubah sehingga memengaruhi kinerja paru-paru akibat tekanan dari pembesaran rahim dan janin. Kondisi ini semakin dipersulit karena saya memang memiliki riwayat asma. Sehingga penggunaan masker dalam jangka waktu yang lama jadi tantangan tersendiri untuk saya.

kehamilan di masa pandemi

Agar napas terasa lebih lega saat menggunakan masker saya pun memilih masker yang lebih breathable namun tetap mampu menangkal virus dan menahan percikan liur. Seperti masker medis misalnya. Setau saya, dalam situasi pandemi ibu hamil terlebih yang memiliki riwayat penyakit pernapasan dibolehkan menggunakan masker medis bila perlu. Selain itu saya juga membatasi aktivitas fisik saat menggunakan masker misalnya dengan memanfaatkan fasilitas lift daripada menggunakan tangga di tempat umum agar napas tidak terasa terlalu berat. Saya pun senantiasa mengatur postur yang lebih baik agar tidak menghambat jalur pernapasan misalnya dengan berdiri tegak. Postur tubuh yang tepat akan memberi paru-paru sedikit ruang untuk bernapas. Jika dirasa napas terlalu berat, saya akan mencoba menjauhi kerumunan misalnya pergi ke toilet agar dapat membuka masker saya sejenak.

Tantangan lainnya adalah, sejak hamil kulit saya jadi terasa lebih kering dari biasanya. Mungkin bunda yang sedang hamil juga pernah merasakan bahwa di masa kehamilan perubahan hormon sangat mempengaruhi elastisitas kulit kita. Sehingga menggunakan hand sanitizer dengan kadar alkohol 70% terlalu sering kerap mengakibatkan kulit tangan saya terkelupas. Hal ini cukup dilematis karena tidak semua tempat mempunyai fasilitas wastafel untuk cuci tangan menggunakan sabun. Padahal, kita direkomendasikan untuk sering-sering membersihkan tangan terlebih setelah menyentuh benda-benda di tempat umum. Untuk meminimalisir risiko kulit tangan terkelupas, akhirnya saya mencoba mencari hand sanitizer yang diperkaya dengan kandungan pelembab atau minyak alami agar kelembaban kulit tangan saya tetap terjaga dan mengurangi risiko kulit tangan terkelupas.

kehamilan di masa pandemi

Tantangan selanjutnya yang menurut saya juga terasa berat adalah karena di masa pandemi ini saya harus membatasi jadwal kontrol dan konsultasi dengan dokter kandungan. Saat jadwal kontrol USG biasanya saya mengupayakan untuk mendaftar lewat telepon untuk meminimalisir beraktivitas di kerumunan. Saya pun berusaha mendaftar beberapa hari sebelumnya agar mendapatkan antrean pertama dan selalu datang lebih awal. Saat melakukan kontrol USG, saya tetap menjaga protokol kesehatan dimana saya menggunakan masker dan dokter kandungan yang memeriksa juga menggunakan APD (alat pelindung diri).

Tak hanya itu saya juga harus membatalkan semua rencana keikutsertaan saya pada kelas ibu hamil yang diadakan secara tatap muka. Tidak seperti kehamilan anak pertama sebelumnya, kali ini saya memang tidak mengikuti kelas ibu hamil di rumah sakit yang biasa mengadakan kelas tersebut. Padahal dulu, saya cukup aktif mengikuti kelas yoga selama hamil. Akhirnya saya mengganti kegiatan tersebut dengan olahraga ringan dirumah. Saya pun  mengikuti tutorial senam dan yoga hamil di youtube dan memilih gerakan-gerakan yang mudah agar lebih ringan saya lakukan sendiri dirumah. Kelas hypnobirthing untuk latihan persiapan persalinan nyaman atau gentle birth pun saya lakukan secara daring.

kehamilan di masa pandemi

Dan karena tidak bisa terlalu sering berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis kandungan, saya pun akhirnya berinisiatif untuk memperkaya wawasan seputar kehamilan lewat berbagai media. Sehingga saya tidak cepat panik saat mengalami masalah-masalah kecil dalam kehamilan dan dapat mengatasinya secara mandiri. Misalnya, saat waktu itu saya mengalami kaki kram saat hamil. Sebuah artikel tips dari The Asian Parent Indonesia berjudul “Kaki Kram Saat Hamil” sangat membantu saya untuk mengatasi masalah ini. Setidaknya saya jadi tau penyebabnya apa dan bagaimana cara mengatasinya. Yaitu dengan mengonsumsi makanan yang tinggi kalsium, potasium dan mineral seperti pisang, memperbaiki posisi duduk, mengompres serta memijat kaki secara lembut.  Selain itu membaca cerita kehamilan dari ibu-ibu lain sesama anggota komunitas The Asian Parent Indonesia juga sangat bermanfaat untuk saya menambah informasi dan belajar dari pengalaman orang lain. Bagi saya wawasan dan informasi yang tepat seputar masa-masa kehamilan seperti ini sangat penting untuk dimiliki ibu hamil agar ibu hamil tidak panikan, dan merasa percaya diri dalam menjalani kehamilan.

Menjalani Kehamilan Bahagia

Bersama The Asian Parents Indonesia

Aplikasi parenting dan pemantau tumbuh kembang anak favorit saya adalah “The Asian Parents Indonesia” karena menurut saya aplikasi ini memiliki fitur yang sangat lengkap yang dapat membantu ibu hamil, menyusui serta orang tua pada umumnya dalam mendapatkan berbagai informasi dari berbagai topik.

Fitur yang paling saya andalkan selama hamil di aplikasi The Asian Parents Indonesia tentu adalah fitur pemantau kehamilan. Sebagaimana saya ceritakan diatas, selama hamil saya memang membatasi diri untuk berkonsultasi dengan dokter untuk meminimalisir risiko terjangkit virus corona di klinik/rumah sakit. Sehingga fitur pemantau kehamilan di aplikasi The Asian Parent ini membantu saya untuk mengetahui perkembangan janin setiap harinya. Pada fitur tersebut dijelaskan secara rinci ukuran bayi, perkembangan bayi, gejala kehamilan yang mungkin dirasakan,  perawatan yang direkomendasikan hingga berbagai artikel dan tips seputar kehamilan yang sangat membantu saya.

kehamilan di masa pandemi

Aplikasi ini juga memiliki fitur-fitur menarik lainnya. Mulai dari fitur “Pemantau Bayi” untuk memantau tumbuh kembang anak, serta memberikan tips dan  rekomendasi untuk mendukung perkembangan anak. Kemudian ada pula fitur “Obat-Obatan” yang berisikan informasi jenis obat untuk ibu hamil dan menyusui. Fitur “Checklist” sebagai pengingat mingguan untuk ibu hamil.  Fitur “Makanan & Nutrisi” yang memberikan informasi lengkap makanan apa saja yang aman dan tidak aman untuk dikonsumsi selama hamil & menyusui.

Fitur “Aktivitas” untuk mengetahui aktivitas apa saja yang aman dan tidak aman untuk dilakukan selama hamil & menyusui. Fitur “Media” yang berisikan beragam video informatif seputar kehamilan, menyusui dan pengasuhan. Fitur “Artikel” yang berisikan berbagai topik menarik tidak hanya sebatas pada topik seputar hamil, menyusui dan pengasuhan namun juga topik umum lainnya. Fitur “Nama Bayi” yang bisa membantu saya memberikan inspirasi nama untuk calon buah hati yang tengah saya kandung.

Fitur “Resep Masakan” yang berisikan berbagai resep masakan. Fitur “Perbelanjaan” yang akan memudahkan saya untuk mencatat semua keperluan yang harus saya beli selama hamil hingga untuk persiapan kelahiran nanti. Terakhir adalah fitur “Kick Counter” yang membantu menghitung dan merekam jumlah tendangan janin selama kandungan (sebagaimana saya ceritakan diatas, ibu hamil wajib rutin menghitung tendamgan bayi setidaknya 10 tendangan selama 2 jam di usia kehamilan 28 minggu untuk memastikan janin aktif). Dan di masa pandemi ini The Asian Parents Indonesia juga menyediakan fitur “COVID19” yang berisikan informasi seputar pandemi corona.

Nah lengkap sekali kan fitur-fiturnya. Menurut saya, aplikasi The Asian Parents Indonesia wajib di download oleh para ibu hamil, menyusui dan orang tua di Indonesia karena banyak sekali manfaat yang bisa didapat.

Tak Kenal Namun Saling Menguatkan

kehamilan di masa pandemi

Sejak ikut suami tinggal di Kalimantan Tengah, sampai saat ini lingkaran pertemanan saya di kota tempat saya tinggal masih sedikit sekali. Apalagi di masa-masa pandemi saya membatasi diri untuk berkumpul dengan teman ataupun keluarga. Untungnya saya masih bisa bersosialisasi dengan teman-teman sesama orang tua, dan sesama anggota komunitas The Asian Parents Indonesia. The Asian Parents memang adalah sebuah aplikasi berbasis komunitas dimana didalamnya para anggota  bisa saling berinteraksi, berbagi atau bahkan curhat tentang berbagai permasalahan yang dihadapi sehari-hari. Uniknya, meskipun tidak saling kenal dan tentu tidak pernah saling bertatap muka namun di komunitas ini para orang tua saling mendukung dan menguatkan. Saya pernah tuh curhat mengenai kondisi kehamilan saya dimana hingga trimester kedua saya masih mengalami mual muntah yang cukup parah. Setelah sharing disana, saya merasa lega karena saya tidak sendirian. Banyak pula bunda yang mengalami hal tersebut dan saya mendapatkan saran dari mereka.

Tetap Happy, Tetap Percaya Diri

Bagi saya, kehamilan adalah sebuah proses dan perjalanan spiritual yang luar biasa. Di masa-masa ini, saya mencoba untuk lebih mencintai diri saya sendiri sebelum saya belajar untuk mencintai janin yang tengah saya kandung. Kehamilan di masa pandemi mengajarkan saya banyak hal. Mulai dari soal pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan diri dengan lebih maksimal, hingga pentingnya untuk memperkaya wawasan dalam berbagai hal agar lebih berdaya dalam menghadapi berbagai situasi.

Pandemi COVID19 yang melanda dunia, tak seharusnya membuat kita-para orang tua terjebak dalam kekhawatiran yang berlebihan. Semua akan baik-baik saja. Asalkan kita tetap menjaga protokol kesehatan, kebersihan serta kesehatan diri, mencukupi konsumsi gizi dan nutrisi serta membekali diri dengan informasi dan wawasan seputar kesehatan kehamilan yang mumpuni.

Jadi yuk, rayakan kehamilan dengan happy dan percaya diri. Percayalah, suka duka di masa kehamilan, kelak suatu hari nanti  akan menjadi cerita manis untuk dikenang. 

Selamat menjalani kehamilan yang menyenangkan!

 

Yuk, Bergabung Bersama

The Asian Parent Indonesia

Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Blog The Asian Parent Indonesia 

Lomba Blog Cerita Parents dengan Tema Pilihan “Cerita Kehamilan”

error: content is protected