My Pregnancy Story #1 : Trimester Pertama Kehamilanku

CERIYA-HAMIL-RIZKA-1

“9 months preparing to fall in love with someone for a lifetime”

September 2017 : SAYA HAMIL (LAGI)

Genap 1 bulan sejak tamu bulanan itu terlambat datang. Selama bulan September ini, nyata-nyata saya sama sekali tidak mengalami datang bulan, tapi saya masih ragu untuk melakukan uji kehamilan mandiri, karena sejujurnya saya dan Dani masih trauma, maklum sebab belum genap 2 bulan,pasca kami kehilangan calon buah hati kami yang pertama, di usia kehamilan saya yang waktu itu baru menginjak 3 bulan, karena keguguran. Tapi pagi itu, saya mulai gelisah, naluri keibuan saya mengatakan ada kehidupan lain yang sedang tumbuh dalam Rahim ini, karena beberapa hari belakangan saya mulai merasakan gejala-gejala mual, mood swing, pusing dan tidak enak badan. Tapi disisi lain saya takut kalau terlalu kegeeran, karena bisa saja keterlambatan siklus haid yang saya alami saat ini hanya karena tubuh yang sedang beradaptasi, pasca keguguran kemarin. Tapi akhirnya, saya putuskan untuk  mengambil 2-3 buah strip uji kehamilan, dan mencoba melakukan pengujian di pagi hari.  Dan Benar saja, 2 garis merah terang muncul di ujung strip. Saya tidak begitu yakin awalnya, perasaan campur aduk antara bahagia, terharu tapi pun masih ragu. Saya ambil strip lainnya, dan hasilnya tetap sama. Tapi, meski demikian saya belum berani memberitahu Dani terlalu dini, saya simpan rahasia itu selama beberapa minggu. Hingga akhirnya Dani mulai curiga, beberapa kali Dani menebak-nebak, saya pun tidak bisa mengelak… dan rahasia itu terbongkar, kemudian menjadi kabar yang menggembirakan. SAYA POSITIF HAMIL (LAGI). Buat kami, kehamilan kedua ini benar-benar menjadi penghibur hati, bagaimana tidak, belum selesai kami menata hati dari rasa kehilangan pada calon buah hati yang pertama, kami sudah diberikan penggantinya dalam waktu sesingkat itu, ah , Allah memang Maha Baik!

Untuk memastikan kehamilan ini, tanggal 12 oktober 2017 kami putuskan untuk menjumpai obgyn langganan kami sejak kehamilan pertama kemarin, dr.Ulianto, SpOG. MH yang berpraktek di Harapan Insani Medical Center, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah. Dari cerita keluarga dan teman-teman, dr.ulianto atau yang biasa disapa dr.uli adalah satu diantara yang obgyn terbaik yang ada di kota tempat saya menetap sekarang ini. Selain ramah, supel dan menyenangkan secara personal, di sisi lain dr.uli juga tidak segan menjelaskan panjang lebar kondisi kesehatan dan kehamilan seorang pasien, berkonsultasi bersama dr.uli membuat saya mendapat banyak tambahan wawasan baru. Pertimbangan lain memilih dr.uli juga adalah karena jarak antara rumah saya dan tempat dr.uli berpraktek juga tidak terlalu jauh, sehingga dalam keadaan emergency, saya dan Dani bisa segera datang kesana. Selain itu, dr.uli juga adalah tetangga baru kami, beliau baru saja membeli bangunan ruko disebelah rukan (rumah kantor) tempat kami tinggal, jadi karena alasan-alasan kekerabatan ini juga kami memilih beliau.  Beliau merupakan dokter kandungan senior di kota ini, namanya sudah sangat dikenal, Harapan Insani Medical Center adalah salah satu bukti kesuksesan karir beliau. Fasilitas dan pelayanan klinik nya lumayan lengkap dan modern dengan harga yang cukup terjangkau. Selain dr.uli ada beberapa dokter umum, spesialis syaraf, anastesi dan penyakit dalam yang berpraktek bersama disini. Buat ibu-ibu di Pangkalanbun dan sekitarnya yang sedang hamil dan ingin memeriksakan kehamilannya, saya merekomendasikan banget sih, dr.uli dan Harapan Insani Medical Center ini… 🙂

Oktober, 2017 : Babak Kehidupan Baru dimulai

Kembali ke cerita kehamilan saya, hari itu dr.uli tak banyak basa-basi, jangankan kami, beliaupun seakan tak sabar ingin memastikan kehamilan ini, mungkin karena beliau sudah setengah kaget waktu saya datang dan bercerita kalau saya positif hamil lagi. Alat USG itu berputar-putar di area bawah perut saya, saya deg-degan parah sih waktu itu, maunya merem aja, khawatir semisal semua ini hanyalah halu~ Tapi, seketika suara dr.uli memecahkan keheningan, “Selamat ya mba rizka, mba positif hamil, usia kandungannya sekitar 7-8 minggu, janinnya sehat, dan detak jantungnya 160, normal. Perkiraan lahir sekitar 28 Mei 2018”. Air mata ini tak terbendung, menetes satu-demi satu, perasaan campur aduk antara bahagia, bahagia, bahagia dan terharu. Begitupun Dani, sesegeranya Dani memegang tangan saya, kehamilan kedua ini benar-benar kado terindah untuk pernikahan kami yang baru genap berusia 6 bulan  waktu itu. Sepulang dari klinik, saya langsung mengabari kedua orangtua, mereka senang bukan kepalang. Maklum, buat orangtua saya dan orangtua Dani, calon janin ini adalah calon anak pertama buat kami, dan calon cucu pertama buat mereka. Terbayang kan bahagianya seperti apa? :”)

November, 2017 : Drama Trimester Pertama

Pasca kontrol pertama kemarin, saya merasa seperti terlahir kembali dengan semangat baru. Wajah saya selalu berseri-seri meski drama trimester pertama tetap tak bisa saya hindari. Sama seperti kebanyakan ibu hamil muda lainnya, trimester pertama saya lewati dengan mual-mual, mood swing, muntah, pusing, cepat lelah, ngidam,  dan tidak enak badan. Bulan 1-3 adalah bulan-bulan penuh perjuangan, meski perjuangan lebih berat masih terus ada di bulan-bulan berikutnya. Dari berbagai literatur yang saya baca, mual-muntah pada ibu hamil di trimester awal merupakan kondisi yang wajar, ini disebabkan karena berkembanganya produksi hormon kehamilan saat sel telur mulai menempel di dinding Rahim, sehingga secara otomatis tubuh akan memproduksi hormon human chorionic gonadotropin (HCG) serta hormon estrogen, yang peningkatan jumlahnya akan berdampak pada rasa mual serta sensitivitas penciuman yang dialami ibu hamil, namun bagaimanapun juga ternyata hormon ini punya peran penting dalam mempersiapkan kehamilan agar berjalan normal nantinya. Selain mual dan sensitivitas penciuman yang semakin tajam, saya juga ngalamin tuh yang namanya “ngidam”. Ngidam adalah sesuatu yang dulu saya kira hanyalah sebuah mitos dan ada-adanya ibu hamil aja buat cari kesempatan biar keinginannya keturutan haha! tapi setelah mengalami sendiri, beneran deh saya baru percaya kalau ngidam itu nyata-bener-bener ada. Saya entah kenapa terbangun jam 2 malam dan ingin sekali makan nasi rawon, tak sampai disitu, saya juga tiba-tiba kepingin makan kue cup-cup wow rasa udang, jajanan saya jaman SD dulu, yang karena di Pangkalanbun gak ada terpaksa saya kirim dari Pontianak, haha! Seingat saya, hanya 2 ini sih yang waktu itu bener-bener saya pengenin banget, sementara kepengen-kepengen lainnya hanya sekedar kepengen, saya juga tidak merengek apalagi ngamuk-ngamuk seandainya apa yang saya inginkan gak bisa dapet, meski nafsu bilang kepengen tapi saya justru berusaha menahan-nahannya, selain buat melatih kesabaran diri, buat saya ngidam dan laper mata kadang susah dibedakan sih -_____-“

Menjadi pribadi yang lebih manja sama suami selama hamil itu manusiawi, tapi berkali-kali saya berusaha sedemikian rupa agar tak mengeluh. Beruntung, Dani adalah sosok suami yang penuh perhatian dan baik hati, tak pernah Dani absen memijat punggung saya setiap saya butuhkan, membawakan tas dan barang-barang saya atau memimpin saya ketika menaiki anak tangga, mengambilkan minum setelah saya muntah, dan memeluk erat ketika saya mulai lemas. Sejak awal kami memang sudah bersepakat bahwa kehamilan ini adalah kehamilan kami berdua, meski tubuh saya yang menjalani, tapi Dani pun punya pengaruh besar didalamnya. Sehingga, Perhatian-perhatian kecil dan sederhana dari Dani itu sungguh membuat saya merasa lebih mudah menjalani masa-masa awal kehamilan yang penuh tantangan ini. Terima kasih Sayang! 🙂

seberat apapun ujian trimester pertama itu, tetap saya jalani dengan penuh syukur, Because like…. its Wow! I’m growing a little human inside me and yeah,  it’s not an easy job! 😉

Desember 2017 : Kehamilan adalah masa-masa yang tepat untuk semakin memberdayakan diri

Bagi saya, kehamilan bukanlah penyakit. Bukan berarti dengan kehamilan ini membuat kita harus menghentikan semua kegiatan yang biasa kita lakukan. Sehingga, meskipun drama trimester pertama (yang bahkan masih berlanjut sampai sekarang di usia kehamilan saya masuk 23 minggu) itu melanda, saya berusaha sedemikian rupa agar tetap produktif dan beraktivitas seperti biasa. Saya masih tetap aktif menjalani program magang di Kantor Pertanahan Kotawaringin Barat sebagai syarat pengangkatan saya sebagai Notaris/PPAT nantinya, tetap pula membantu beberapa pekerjaan di kantor suami dan dilain waktu masih berusaha tetap menulis di blog. Tapi memang sih, selama hamil saya memutuskan untuk mengurangi aktivitas yang berat-berat, karena mengingat kegagalan pada kehamilan saya sebelumnya yang boleh jadi salah satunya dipicu karena aktivitas saya yang cukup tinggi saat itu. Sebagai gantinya, saya mencari alternatif kegiatan lain untuk mengisi waktu luang yang secara fisik tidak terlalu melelahkan, dan blogging adalah jawabannya! Jadilah saya selama hamil ini, saya banyak mengisi waktu dengan menulis, baik di blog pribadi saya www.rizkaedmanda.com ataupun di beberapa portal media online, bahkan mengikuti dan memenangkan beberapa lomba blog. hihi. Kehamilan bukan alasan kreativitas kita terhambat,kan? 🙂

Selain menulis, saya juga mengisi waktu luang dengan banyak membaca buku-buku kehamilan, mulai dari pregnancy manual book-nya Heidi Murkoff yang legendaris itu, sampai buku-buku tentang gentle birth serta buku-buku parenting Islam. Memang sejak pertama kali tau hamil hal pertama yang saya beli adalah buku-buku kehamilan, karena buat saya selain memperhatikan tambahan asupan nutrisi, maka mengedukasi diri dengan informasi yang baik itu juga penting banget sih buat ibu hamil, daripada kita membiarkan segala informasi tanpa sumber yang jelas masuk dan meracuni diri kita, malah lebih gak bagus lagi kan? Maklum, dalam urusan kehamilan ini banyak banget mitos-mitos dan “pamali” tanpa dalil yang berkembang, ditambah pula saya orangnya parno-an, maka buku-buku seputar kehamilan ini penting banget bila sewaktu-waktu saya merasa clueless dan bingung tak punya pedoman dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh ini, selain itu mengedukasi diri juga penting sebelum menyambut persalinan agar kita bisa memprediksi segala kemungkinan dan bersiap untuk itu. Kapan hari, akan saya bahas deh di blog ini seputar buku-buku apa saja yang saya baca selama hamil, InsyaAllah!

And The Moral of The Story is…

Pada intinya, masa-masa kehamilan ini sebisa mungkin saya jalani dengan penuh sukacita, segala drama yang terjadi selalu saya sebut dengan “kenikmatan”, kenikmatan mual muntah, kenikmatan mood swing, kenikmatan badan lemas serta kenikmatan lainnya. Dan saya merasa sungguh siap menyambut kenikmatan-kenikmatan lain di bulan-bulan kedepannya. Saya membagi cerita kehamilan ini di blog, dengan harapan bisa menjadi energi positif buat teman-teman lain yang juga sedang menjalani kehamilan. Berbahagialah, sebab ada kehidupan lain yang tengah berbagi hidup dengan tubuh kita selama beberapa bulan kedepan, Berbahagialah, sebab tak lama lagi, tak hanya akan lahir seorang anak, tapi akan pula lahir seorang Ibu. Semoga Allah meridhoi 9 bulan perjalanan & perjuangan ini. 🙂

 

rizkaedmanda

Selamat datang di blog personal saya! www.rizkaedmanda.com. Blog ini akan banyak bercerita tentang kehidupan keseharian saya sebagai seorang istri, ibu rumah tangga, TTC Fighter, sekaligus pegiat bisnis online. Tema blog ini adalah lifestyle, daily dan motherhood. Hope you enjoy this blog! Jika ada pertanyaan, ajakan kerjasama, postingan beriklan dan ajakan pertemanan, bisa disampaikan lewat email saya ya! rizkaedmanda@gmail.com

26 Comments

  1. Ya Allah mba Rizka, aku terharu banget.
    Semoga kelak aku bisa menjadi ibu yang mendidik dan merawat anak dengan baik. Sehat selalu ya mba Riz, dan ibu-ibu di seluruh dunia. Aaamiin.

  2. Aku sbntar lagi juga mau memulai babak baru dgn menikah mba. Baca cerita mu soal hamil ikutan seneng. Jadi gak sabar bisa ngerasain sendiri hihi. Sehat2 ya mba smoga lancar 🙂

    • MasyaAllah, selamat mba semoga lancar.Seneng lho mba, kehidupan setelah menikah jauh lebih asik daripada pas sebelumnya hihi.. welcome to the real life, and welome to the mamak-mamak club! hha

  3. Bumil stunning 😍

    Yes, pas hamil itu ga bisa bedain mana ngidam mana laper 😅

    Sehat-sehat selalu bumil, mudah2an dilancarkan sampe persalinan nanti.

    • hahahaha iyaa nih ngidam sama nafsu doang susah dibedain ya. makanya daripada nyusahin suami kadang aku diem aja kalau pengen sesuatu,apalagi kalau barang yang aku pengenin susah dicari… nah kecuali emang udah pengen banget terpaksalah diminta ya hihi

  4. Barakallahu fiik…
    Semenjak hamil jadi makin produktif…gak manja dan gak banyak minta…
    Itu keren sekali, mashaAllah.

    Semoga Allah melancarkan kehamilan hingga proses persalinannya nanti yaa..

    Salam kenal…

  5. Selamat ya mbak. Waaah akhirnya Allah mengganti kebahagiaan setelah ujian. Selamat menikmati kehamilan sampe masa perkiraan lahir Mei 2018. Jangan lupa bahagia 🙂

  6. Selamat ya mba rizka, semoga sehat n dimudahkan proses persalinannya. Btw ternyata samaan kita, sy juga lulusan MKn tapi masih belum rela bagi waktu bersama anak dg profesi hiks.. semangat ya mba, semoga Allah memudahkan semuanya aamiin 😊

    • waah mba juga lulusan MKn, iya nih saya juga semenja hamil jadi kepikiran pingin fokus ngurus anak dulu baru profesi hehe. Terima kaish mba..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *