NHW #3 : MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH

“Ta’aruf sejati hanya dimulai dengan pernikahan, karena proses saling mengenal adalah proses seumur hidup, Bukankah manusia itu dinamis & terus berubah? Apabila 1 aqidah, sesuai kriterianya, sama pula visi misi nya, sekufu bila perlu, maka perkara lain hanyalah soal saling memaklumi & saling membetulkan. Urusan perasaan, tenang saja, seiring waktu berjalan, ia akan tumbuh. Bukankah Allah janjikan cinta dalam pernikahan?” Demikianlah kira-kira yang laki-laki itu katakan saat saya memastikan keyakinannya untuk meminang. Meski tanpa melalui proses perkenalan yang panjang, entah kenapa diri ini tiba-tiba begitu yakin untuk mengiyakan. Pendek cerita, selang 6 bulan pasca lamaran, pesta pernikahan kami diselenggarakan. Dari sini tampak bahwa, urusan memilih jodoh ternyata bukan hanya perihal memilih yang kaya atau tampan, bukan pula hanya sekedar memilih yang sholeh atau berpendidikan. Sebab meski sesempurna apapun ia, namun apabila aqidah dan visi misi hidupnya saja sudah berbeda dengan kita maka tentu pernikahan yang kelak akan kita jalani tak akan mampu menjadi bahtera, untuk membawa rumah tangga langgeng sampai ke surga seraya membangun peradaban dari dalam rumah. READ MORE

Philips AVENT, Sahabat Setia Mama Bekerja

Ketika memasuki akhir trimester-2 kehamilan, saya dan suami mulai sibuk membuat wishlist perlengkapan bayi yang harus dibeli. Perlengkapan yang kami prioritaskan untuk dimiliki nanti adalah perlengkapan untuk mendukung pemberian ASI dan MPASI buat calon anak pertama kami ini. Bagi kami ini sangatlah penting, Mengingat ini adalah salah satu bentuk upaya&ikhtiar kami agar dapat memberikan nutrisi terbaik bagi calon buah hati kami dalam 1000 hari periode emas kehidupannya nanti. READ MORE

Membumikan Gas Bumi, demi Wujudkan Generasi Cerdas Energi

Membumikan Gas Bumi

Sejak menikah dan drama ibu rumah tangga baru dimulai, saya jadi concern sama hal-hal yang sebelumnya tidak terlalu menarik perhatian saya, salah satunya adalah persoalan sumber energi dirumah. Kalau dulu, pasca era konversi minyak tanah berhasil dilakukan pemerintah, masyarakat khususnya para ibu rumah tangga sering menganggap LPG adalah satu-satunya “bahan bakar” paling efisien di dapur rumah, tapi fenomena kelangkaan LPG dan harga jualnya yang seringkali tidak stabil akibat turunnya angka produksi minyak bumi Indonesia akhir-akhir ini, seringkali membuat galau para ibu rumah tangga. Mulai dari galau karena harga LPG yang seringkali mendadak naik turun seperti berat badan, ataupun galau karena stok LPG yang sering tiba-tiba kosong, belum lagi galau saat lagi asik masak, LPG tiba-tiba habis, terlebih ketika pak suami sedang bertugas keluar kota, dan kebetulan dirumah gak punya asisten rumah tangga, duh males banget kan ya harus repot menggotong tabung gas LPG 12 kg dari tempat pembelian kerumah huhu… Nah Sebagai solusinya, energi baik gas bumi hadir, untuk membantu semua permasalahan sumber energi rumah tangga, mulai dari “bahan bakar” di dapur sampai “bahan bakar” kendaraan kita. Saya mengetahui secara sepintas tentang gas bumi dan segudang kebaikannya, lewat obrolan ringan bersama seorang teman lama di Jakarta, yang mana teman lama saya ini adalah salah satu pelanggannya, dan karena belum terlalu  faham tentang sumber energi ini, beberapa waktu belakangan saya jadi sering iseng membaca banyak artikel tentang kebaikan energi baik gas bumi, bahkan langsung segera menghubungi call center resmi PGN agar bisa didaftarkan sebagai calon pelanggan, karena ternyata nih ibu-ibu.. gas bumi itu jauh lebih efisien, lebih ramah lingkungan, lebih aman, lebih praktis dan yang paling nikmat adalah JAUH LEBIH EKONOMIS ketimbang LPG ! Makanya, bagi seorang ibu yang juga berperan sebagai manajer keuangan rumah tangga, kita harus banget nih mengenal ENERGI BAIK GAS BUMI, agar semua Ibu Rumah Tangga Indonesia juga bisa merasakan beragam kebaikannya ! Yuk ibu-ibu! Kita ikutserta membumikan gas bumi, demi wujudkan generasi cerdas energi… READ MORE