Karena Ibu

KARENA-IBU

Namaku Rizka, aku lahir dari rahim seorang wanita mantan pengidap tumor yang pernah divonis tak akan bisa memiliki keturunan. Semangat wanita itu dalam berikhtiar untuk mendapatkanku, membuat ku tau, bahwa aku dicintai jauh sebelum aku dilahirkan. bahwa aku adalah anak yang yang wanita itu sangat inginkan. Cinta yang begitu besar darinya padaku menjadikan ku tumbuh menjadi pribadi yang kuat, pribadi yang sanggup mengubah dendam dan sakit hati menjadi prestasi demi prestasi… wanita itu adalah Ibu.  READ MORE

MengIndonesiakan Indonesia, Lewat Gerakan CINTA RUPIAH

CINTA-RUPIAH

Ada optimisme yang kuat untuk membangun masa depan perekonomian Indonesia. Optimisme ini dapat kita dukung dengan 3 langkah yang sangat sederhana. 3 langkah yang bisa dilakukan oleh siapa saja, dan bisa dimulai dari diri sendiri kemudian diharapkan mampu menyebar dan dilakukan oleh seluruh warga negara di Negeri ini. Langkah kecil namun pasti ini diyakini dapat mendorong Indonesia ke arah yang lebih mandiri, stabil dan kuat secara ekonomi, 3 langkah ini bernama “Gerakan CINTA RUPIAH”. Kalau kamu adalah warga negara dan generasi milenial Indonesia, yang mengaku cinta tanah air dan menjunjung tinggi kedaulatan Bangsa, yuk kita ikutserta MengIndonesiakan Indonesia Lewat Gerakan Cinta Rupiah. READ MORE

“Hijrah : Proses Panjang Seumur Hidup”

Dalam hidup, manusia terus berubah dan berproses. Perputaran waktu, kematangan usia, keluasan cara berfikir, lingkungan sosial, rasa ingin tau, bahkan buku-buku yang dibaca akan sangat mempengaruhi perubahan besar yang terjadi dalam hidup seseorang. Begitupun yang terjadi padaku. Tahun 2008 hingga 2014, orang lebih banyak mengenalku sebagai seorang model, aku menjadi brand ambassador untuk beberapa produk yang cukup terkenal, membawakan busana dari designer-designer di panggung fashion lokal sampai nasional, hingga mewakili Kalimantan Barat di sebuah ajang kontes kecantikan tingkat nasional di tahun 2014 dan memenangkan mahkota juara favorit di kontes itu. READ MORE

The How We Met

Selain april, september adalah bulan bahagia buat kami, karna dibulan ini, tepat setahun yang lalu, dani melamar saya. Walaupun baru setahun cerita kami dimulai, tapi rasanya sudah banyak yang kami lewati dalam setahun ini, mulai dari “perkenalan tidak sengaja” lewat obrolan singkat saat acara buka puasa bersama di akhir bulan ramadhan tahun lalu, hingga proses lamaran yang terjadi kurang dari 2 bulan setelahnya dan akhirnya menikah 7 bulan kemudian, dilanjutkan dengan haru biru menyambut kehamilan saya sebulan setelah menikah, hingga harus kehilangan buah cinta kami yang pertama saat saya keguguran, rasanya banyak sekali kejadian-kejadian penting yang terjadi dalam waktu 1 tahun belakangan ini. Tapi  yang paling penting dari itu semua adalah, bahwa pada akhirnya saya percaya kalo jodoh ternyata datangnya bisa saja tidak direncanakan bahkan tidak diduga-duga, Gak pake acara galau putus-nyambung pacaran, gak pake friend zone , adek abang zone, PHP zone apalagi digantung-gantung kayak jemuran. Emang bisa? bisa semudah itukah? BISALAH! Caranya gimana? TEGAS DARI AWAL. Udah itu aja. Urusan selanjutnya serahin sama Allah. hehe.. Pun saya sendiri yang masih tertatih-tatih belajar agama ini gak pernah menyangka sebelumnya, keinginan saya untuk segera menikah agar fokus beribadah, langsung diijabah sama Allah, dengan datangnya seorang Dani secara tiba-tiba, yang  dengan sangat sungguh gentleman dan penuh wibawa menawarkan diri untuk menjadi pendamping dan partner belajar saya seumur hidup 🙂 And,this is a story, the how we met..  READ MORE