Tips Meningkatkan Traffic Blog Lewat Optimasi Sosial Media

optimasi-sosial-media

Rasanya bagi seorang blogger, bisa terus meningkatkan traffic atau jumlah pengunjung blog adalah sebuah keinginan sekaligus keharusan. Jangankan blogger yang memang profit oriented, atau yang ingin memonetisasi blog untuk menghasilkan uang, blogger yang sekedar menjadikan blog sebagai media curhat pun pasti akan senang jika blog nya ramai dikunjungi.

Sebagai blogger, kita tentu mengenal SEO (search engine optimization), kalau belum tau, googling yaaaa. Sebuah blog tanpa SEO yang baik pasti akan sulit bisa tampil eksis di mata google. Berbagai teknik,trik dan cara SEO pun digunakan oleh para blogger kawakan. Mulai dari mengatur keyword, meta description, tags dan unsur SEO lain dengan sedemikian rupa,mencari backlink sebanyak-banyaknya, melakukan blogwalking, membuat artikel berkualitas, rutin memposting tulisan, hingga menggunakan teknik “jahat” seperti black hat SEO dengan melanggar aturan-aturan pada Google. Semuanya menjadi pilihan masing-masing, yang mana tentu setiap pilihan ada konsekuensinya. Yang menggunakan cara yang baik pasti akan langgeng blog nya. Yang menggunakan cara jahat, biasanya wassalam, baru jalan beberapa bulan atau beberapa tahun akan di-banned oleh mbah google. READ MORE

Tentang Saya dan Komunitas Blogger Perempuan Network

blogger-perempuan-network

 

Saya itu anak komunitas banget *eaaak hehe. Setiap punya hobby atau hal-hal yang disuka, hal pertama yang saya cari pasti komunitasnya dulu. Beberapa tahun lalu, 2010 kalau gak salah saya lagi suka-sukanya maenan kamera analog bernama LOMO, akhirnya saya bergabung dengan komunitas dengan komunitas Lomography Pontianak (Lomoniak), demikian pula ketika menyukai dunia blogging, yang pertama saya cari ya komunitasnya lah.

Perjumpaan saya dengan Komunitas Blogger Perempuan sebenarnya secara tidak disengaja saat mengunjungi blog seorang teman blogger (blogwalking) secara gak sengaja saya melihat ada logo Blogger Perempuan nangkring di footer blog nya, karena penasaran saya klik lah logo tersebut, dan akhirnya dari situlah saya mulai berkenalan dengan Blogger Perempuan Network (BPN). Sebelumnya saya sempat bertemu dengan beberapa komunitas lain, tapi karena dirasa kurang sreg akhirnya saya mencari komunitas yang kena di hati saya dan takdir membuat saya menjatuhkan pilihan pada Blogger Perempuan sebagai komunitas blogging pertama dalam hidup saya.

Usia blog rizkaedmanda.com baru lima bulan waktu pertama kali saya bergabung dengan BPN, saya pun masih betul-betul awam tentang seluk beluk dunia blogging, waktu itu saya gak tau kalau dengan blogging , seorang blogger bisa menghasilkan uang berjuta-juta, saya gak tau kalo dengan blogging , seorang blogger bisa punya teman-teman keren dari seluruh dunia, dan seterusnya.

Oke, saya memang pernah membuat blog beberapa tahun yang lalu, tapi lagi lagi dunia blogging sudah jauh berubah, dulu jarang banget ada komunitas blogging semacam ini, kalaupun ingin berteman biasanya hanya dalam circle-circle kecil yang muncul di Blogroll seorang blogger.

Ketika bergabung dengan BPN entah kenapa saya merasa ruang lingkup pergaulan saya jadi luaaaassss banget, walaupun sejak jadi Ibu Rumah Tangga saya menghabiskan waktu hampir 24 jam dirumah tapi rasanya dengan menjadi bagian dari BPN saya gak merasa kurang pergaulan sama sekali. Saya bisa punya teman seorang pejuang kanker yang selalu punya cerita seru tentang perjalanannya keliling dunia, saya jadi bisa punya teman seorang Bunda inspiratif berusia 78 tahun yang masih gaul dan aktif ngeblog, saya jadi bisa punya teman seorang aktivis perempuan yang diundang oleh Facebook dalam sebuah Community Leadership Program, saya jadi bisa punya teman seorang Ibu yang bisa survive walaupun dalam kondisi long distance marriage (sumpah kalo saya mungkin ga bakal sanggup) dan ratusan teman dengan masing-masing latar belakangnya yang super keren. Selain pergaulan, akhirnya wawasan saya juga jadi meluas.

Rutin mengunjungi blog teman-teman (blogwalking) juga membuat saya bisa membaca cerita-cerita seru dari belahan dunia yang lain, rasanya bersyukur karena melalui beragam cerita-cerita inspiratif dari teman-teman blogger lain saya merasa wawasan saya bertambah, saya jadi bisa terus belajar walaupun sudah tidak duduk di bangku kuliah.

Benefit lain, adalah soal materi. Walaupun sejak awal tidak pernah berencana membuat sebuah blog yang profit oriented tapi entah kenapa ya sejak bergabung sama BPN rejeki nya rizkaedmanda.com tuh adaaaaaa aja hehe. Dari BPN dan dari teman-teman member BPN yang lain saya jadi banyak tau informasi tentang lomba blog, dari BPN juga saya akhirnya ditawarkan pekerjaan oleh beberapa agency. Alhamdulillah, 1 tahun setengah ngeblog, lumayanlah saya bisa nabung untuk daftar haji. Enggak, saya engga lagi jumawa kok, bukan nyombong juga. Hanya memotivasi teman-teman yang sedang putus harapan, bahwa hal-hal kecil yang keliatan receh semacam ngeblog ini ternyata bisa jadi profesi yang lumayan menjanjikan. Jadi plis jangan lagi ada yang bilang semua ibu-ibu dasteran itu pengangguran nyiahahahaha.

Manfaat lain adalah soal ilmu. Kebayang gak sih, sama blogger yang istilah DA sama PA aja gak tau? Atau blogger yang bedain mana domain mana hosting juga masih gagu? Nah itu saya tuh sebelum gabung sama BPN. Beneran, sebelum gabung sama BPN saya bener-bener buta soal blogging. Pas awal-awal tuh, dimintain screen shoot google analytics sama agency aja saya langsung panik, trus googling dulu “apa itu google analytics” hahaa beruntung teman-teman baik hati di grup whatsapp BPN selalu setia menjawab  pertanyaan-pertanyaan receh dari saya.

Sama mereka, saya diajarin tentang google analytics, saya bisa sharing tentang SEO (search engine optimization), saya jadi tau kalau ngambil gambar buat ditaro di blog daripada asal nyomot dari website lain mending ambil di situs-situs yang menyediakan CCO picture biar free copyright, saya jadi tau  Banyak deh seluk-beluk soal blogging yang bener-bener saya baru tau setelah gabung sama BPN. Entah bisa dibalas dengan apa, saya hanya bisa mendoakan semua teman-teman di BPN dibalas kebaikannya dengan kebaikan yang berlipat ganda oleh Allah. Aamiin.

Hmmm, btw kalau kamu perempuan, punya blog yang aktif dan senang berteman, saya sarankan gabung deh sama Blogger Perempuan Network. Ada ribuan member BPN di seluruh Indonesia, dengan berbagai latar belakang dan niche blog yang berbeda-beda. Banyak banget lho manfaatnya, kalau kalian tertarik ingin bergabung dengan BPN, bisa klik disini caranya yaaaaaa

Artikel ini diikutsertakan dalam #BPN30daysBlogChallenge yang diselenggarakan Oleh Blogger Perempuan Network

Cerita Dibalik Nama

memilih-nama-blog

Jika bagi seorang manusia nama adalah doa yang sarat akan makna. Maka demikian pula bagi sebuah blog atau website. Nama domain akan mencerminkan isi dari blog atau website itu sendiri. Dilansir dari Wikipedia, Nama domain adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer seperti r  atau email server di jaringan komputer ataupun internet.

Nama domain berfungsi untuk mempermudah pengguna di internet pada saat melakukan akses ke server, selain juga dipakai untuk mengingat nama server yang dikunjungi tanpa harus mengenal deretan angka yang rumit yang dikenal sebagai alamat IP (internet protocol).

Nama domain ini juga dikenal sebagai sebuah kesatuan dari sebuah situs web seperti contohnya “wikipedia.org” atau “rizkaedmanda.com”, yang mewakili Wikipedia sebagai Perusahaan (Website) atau Rizka Edmanda sebagai pemilik blog. Terkadang, nama domain akan mewakili isi, niche atau tema sebuah website/blog. Biasanya, hanya dengan melihat nama blog nya saja kita sudah bisa menebak-nebak niche atau tema blog tersebut.

Blog di masa kini, nyatanya tidak hanya menjadi sebuah media ajang curhat saja, tapi telah bertransformasi menjadi media pemasaran baik bagi personal atau brand dan perusahaan. Maka pemilihan nama domain sebuah blog, tak akan terlepas dari sisi-sisi ilmu marketing. Dalam dunia marketing, pemilihan nama/merek/brand atas suatu produk sangatlah penting karena ini akan mewakili image / citra dari produk yang dipasarkan. Sedangkan bagi sebuah blog personal, pemilihan nama domain juga akan mewakili citra dari si pemilik blog (personal branding imge).

memilih-nama-blog

Setidaknya ada beberapa kriteria dalam pemilihan nama domain, antara lain :

  1. Nama domain harus mudah diingat dan tidak alay. Alay itu misalnya seperti ini : blognyasicantiquedanmaniez dot com. Serius, kalau kamu ingin menggunakan nama itu, mohon fikirkan seribu kali, sekalipun kamu betul-betul cantik atau manis.
  2. Nama domain dapat menggunakan nama pemilik blog dengan karakter khusus atau istilahnya “nama panggung” misalnya Benazio Rizki Putera membangun blog dengan nama benakribo dot com, karena publik lebih mengenal Benazio dengan nama “Bena Kribo”.
  3. Menarik atau lucu, jika tidak ingin menggunakan nama asli pemilik blog, bisa juga menggunakan nama yang menarik atau lucu, sehingga membuat orang tertarik untuk berkunjung.
  4. Nama domain haruslah Legal. Kamu tidak ingin kan punya blog yang kemudian baru beberapa bulan menayangkan artikel sudah di banned oleh google karena menggunakan nama yang illegal?. Legal disini maksudnya tidak hanya nama-nama yang mengandung unsur negatif tapi juga nama yang mengandung unsur hak cipta pemilik brand/blog lain.
  5. Nama domain harus memiliki Makna. Artinya, nama tersebut dapat mencerminkan deskripsi dari blog tersebut, atau informasi singkat tentang blog. Misalnya blog milik Mba Noe, dengan nama noetraveler dot com. Dengan melihat namanya saja orang pasti akan tau kalau blog ini akan membahas seputar traveling.

Cerita Dibalik Nama rizkaedmanda.com

Ngomong-ngomong tentang pemilihan nama domain. Saya ingin bercerita sedikit tentang kenapa saya memilih nama rizkaedmanda.com untuk nama blog ini. Jadi beberapa waktu lalu ketika saya memutuskan untuk kembali membangun sebuah blog, saya sempat bingung saat akan memberi nama blog tersebut. Memang sejak awal, saya ingin blog ini lebih banyak membahas tema-tema seputar kesehariaan saya (lifestyle) dan dunia ibu&anak sebagaimana yang saya jalani saat ini. Tapi saya ingin blog ini sedikit fleksibel, artinya tidak menutup kemungkinan juga apabila sewaktu-waktu saya ingin membahas tema diluar tema-tema tersebut, karena saya ingin blog ini menjadi “rumah kedua” dimana saya bisa nyaman bercerita tentang apa saja.

Akhirnya, saya putuskan untuk memberi nama blog ini dengan nama rizkaedmanda.com saja. Keputusan ini bermula saat pertama kali saya iseng-iseng nge-browsing nama saya sendiri di google. Saya menemukan ada banyak sekali berita-berita tentang saya di masa lalu *eaaaak . Namun sedihnya ada beberapa media yang mengangkat berita tentang saya namun tidak secara benar menyebutkan profil saya, jadi kesannya hanya ngarang-ngarang doang gitu. Bahkan ada beberapa media yang mengangkat berita tentang saya, tanpa pernah melakukan wawancara secara langsung dengan saya, hehe. Gak apa-apa sih, selama yang diberitakan positif saya anggap itu sedekah sama wartawan yang mungkin sedang kurang bahan untuk diberitakan. *uppsss

Sejak itu, saya jadi kepikiran kenapa saya tidak bikin nama domain blog dengan nama personal aja sekalian. Biar orang-orang yang mengenal saya bisa membaca dan melihat cerita-cerita kehidupan saya saat ini dan mengambil sisi positif dari cerita itu. Tanpa bermaksud jumawa, sayapun merasa nama “Rizka Edmanda” sudah terlanjur lebih dulu dikenal daripada orangnya Hehehe.  Jadi sepertinya, akan lebih mudah diingat pembaca jika saya menggunakan nama itu.

Intinya dengan nama ini saya ingin lebih dekat saja dengan pembaca. Agar pembaca memandang tulisan ini sebagai subjek, bukan hanya sebuah objek, agar blog ini terasa hidup dan agar pembaca merasa saya ada di hadapan mereka ketika mereka sedang membaca tulisan-tulisan saya. Saya ingin pembaca blog ini dapat berinteraksi sebagaimana 2 sahabat yang sedang asik ngobrol, makanya saya buat nama domain yang personal-personal aja.

Demikianlah cerita singkat saya tentang pemilihan nama domain blog ini, dan tips sederhana bagi kalian yang sedang memilih nama domain untuk blog kalian. Yang penting inget ya, jangan pake nama blognyasicantiquedanmaniez dot com , please jangan.

Btw sharing dong, kalau kalian kenapa memilih nama domain yang sekarang kalian pakai? Bagi ceritanya sama saya di kolom komentar ya

Artikel ini diikutsertakan dalam #BPNC30dayBlogChallenges dengan tema – Mengapa memilih nama blog yang digunakan saat ini

  READ MORE

Cara Menentukan Niche Blog yang Paling Disukai

cara-menentukan-niche-blog

Penting gak sih menentukan tema blog? Menurut saya penting banget! Apalagi jika kamu sejak awal memang berencana ingin membangun blog untuk menghasilkan uang dengan cara memonetisasi blog baik lewat google adsense atau job dari agency (content placement, penulisan artikel dll). Maka bagi kamu yang demikian, menentukan niche blog adalah hal yang pertama yang harus dilakukan sebelum jauh melangkah ke tahapan selanjutnya.

Tema blog/niche adalah tema umum atau topik umum yang ingin kamu bahas pada konten-konten artikel di blogmu. Ibarat sebuah kapal, niche akan menjadi navigasi yang menentukan kemana arah blog mu akan berlayar. Niche juga yang akan menentukan menu dan submenu yang akan disajikan dalam blog mu. Niche pula lah, yang akan menentukan siapa saja orang-orang yang nanti akan mengunjungi blog mu. Bagi agency, atau brand yang akan bekerjasama dengan blog mu, hal ini sangat penting. Karena mereka pastinya ingin pengunjung blog mu memiliki kesamaan karakter, latar belakang, usia dll dengan target pasar mereka.

Sebuah blog dengan niche yang spesifik biasanya lebih banyak dikunjungi oleh pengunjung loyal / bookmarker karena biasanya pengunjung akan lebih mudah mengingat sebuah blog ketika memang blog tersebut memiiki niche yang spesifik membahas 1 topik. Misalnya ketika saya memang ingin mencari informasi parenting, saya akan pergi ke blog nya Mba Annisast atau Grace Melia, sedangkan ketika saya membutuhkan informasi tentang kuliner mungkin blog pertama yang terlintas di kepala saya pastinya adalah blog seputar kuliner misalnya anakjajan dot com milik Julia Veronica dan Marius Tjenderasa. Ketika saya ingin membaca tentang traveling, saya akan ke blog nya Koko Deddy Huang, Mba Noe Traveler atau Trinity, Begitu seterusnya.

Dampaknya? Blog yang konsisten memiliki niche yang spesifik ini biasanya lebih berpeluang mendapatkan unique page views atau pengunjung unik yang mengunjungi blog tersebut berulang kali, yang berarti hal ini akan menguntungkan para pemilik blog dari sisi google analytics, dan ini juga berarti, para pemilik blog dengan niche yang spesifik itu juga lebih berkesempatan mendapatkan peluang job review untuk produk-produk tertentu yang sesuai dengan niche blog tersebut dari agency, sebab biasanya kepercayaan dari pengunjung atas review sebuah produk akan lebih besar jika produk tersebut direview oleh blog yang memang fokus membahas hal-hal seputar produk itu. Misalnya, review produk kecantikan yang dibahas oleh beauty blogger akan lebih dipercaya oleh pengunjung daripada review produk kecantikan yang dibahas oleh seorang food blogger.

Dari sisi SEO (search engine optimization), mesin pencari seperti Bing, Google dsb juga lebih menyukai blog dengan niche yang spesifik. Maka jangan heran ketika kamu memasukkan keyword “Cara murah berwisata ke Thailand” di Google, maka blog atau website dengan niche atau tema-tema traveling akan lebih berpotensi muncul di halaman paling teratas.

Kamu pun boleh kok untuk tidak terpaku hanya pada 1 niche khusus, misalnya seperti lifestyle blogger yang biasanya membahas beberapa topik secara umum. Namun memang boleh diakui, biasanya sebuah lifestyle blog tidak akan memiliki pengunjung se-loyal blog dengan niche yang khusus., kecuali jika memang konten atau artikel yang disajikan berkualitas, atau mungkin si empunya blog memiliki pengaruh dan popularitas yang tinggi di mata masyarakat.

Lalu bagaimana sih cara menentukan Niche blog yang tepat untuk blog kita?

menentukan-niche-blog

Sebelum membahas tentang cara menentukan niche blog yang disukai, Pertama kamu harus ingat bahwa ketika kamu ingin memonetisasi atau menghasilkan uang dari blog mu baik melalui google adsense atau job dari agency, kamu tidak boleh terpaku hanya pada niche blog yang kamu sukai. Kamu juga harus memastikan kalau niche blog tersebut tidak hanya kamu sukai, namun disukai pula oleh masyarakat internet (netizen), dan disukai pula oleh mesin pencari. Hal ini penting, karena blog dengan niche yang popular biasanya memiliki potensi untuk berkembang lebih besar.

Nah, menentukan niche blog yang kamu sukai sebetulnya mudah. Kamu hanya perlu mencari tau tema apa yang betul-betul kamu suka.. Misalnya kamu senang otomatif, kamu bisa memulai blog dengan tema otomotif. Atau kalau kamu senang masak-masak, kamu bisa membuat blog dengan tema berbagi resep masakan atau tutorial cara memasak dan seterusnya.

Kalau kamu sudah menyukai topik tersebut, pastinya kamu akan menguasai bahasan topik yang akan disajikan melalui konten tulisan. Ini bisa menjadi peluang bagi kamu agar tidak stuck dalam menulis, dan meminimalisir kebuntuan ide dalam menyajikan tulisan-tulisan yang berkualitas. Saya juga melihat, blog yang dibuat dengan passion dan cinta, memang terasa lebih bernyawa. Tulisan-tulisannya lebih bergairah, mencerminkan kecintaan si empunya, pada blog dan tulisannya.

Kalau kamu belum bisa menentukan apa topik atau tema blog yang benar-benar kamu sukai, saran saya cobalah renungkan pertanyaan-pertanyaan dibawah ini :

  1. Apa sih tema yang selalu membuat kamu antusias saat membicarakannya?
  2. Apa tema yang selalu menarik perhatian kamu, saat membuka sebuah portal media online/offline?
  3. Apa hal yang benar-benar kamu minati
  4. Apa hal yang hingga saat ini konsisten kamu lakukan
  5. Apa kemampuan terbaik yang kamu miliki?

Setelah menjawab pertanyaan tersebut, kamu akan mendapatkan gambaran besar tentang kemana arah niche blog yang paling tepat untukmu.

Selanjutnya, adalah memastikan bahwa niche blog yang kamu pilih disukai pula oleh netizen dan popular di mata search engine. Untuk menentukan hal ini, kamu hanya perlu melakukan survey di sosial media dan melakukan survey di mesin pencari. Kamu bisa menggunakan bantuan tools Google Trend atau Google adword keyword dalam melakukan hal ini.

menentukan-niche-blog

Tema Paling Populer di Kalangan Netizen Indonesia 2017 versi Google Trend

Nah, gambar diatas menunjukkan tema-tema yang paling popular di Indoesia selama tahun 2017 yang ditentukan oleh google berdasarkan top keyword yang dimasukkan oleh pengguna Google di Indonesia sepanjang tahun 2017. Mulai dari pembahasan tema Internasional,  politik, lagu, tutorial hingga resep. Berdasarkan data sederhana ini, kamu bisa menarik kesimpulan kira-kira tema seperti apa yang paling disukai oleh pengguna internet. Pada daftar “Apa itu” misalnya, mayoritas pengguna internet mencari tau tentang pengertian istilah-istilah di bidang kesehatan, hal ini berarti niche blog tentang kesehatan cukup popular di tahun ini. Atau pada daftar “cara menjadi”, dapat dilihat banyak orang yang mendambakan profesi di bidang dunia digital karena hampir semua daftar pencarian teratas menunjukkan banyaknya orang yang mencari cara menjadi youtuber, blogger, dan selebgram. Demikian seterusnya

Semoga tips sederhana dari saya membantu kamu menentukan niche blog yang paling pas ya. Sekali lagi, mulai lah dari niche atau tema yang kamu suka. Karena ketika melakukan sesuatu atas dasar cinta, maka apapun yang kita lakukan akan bergairah dan terasa “bernyawa”.

Artikel ini diikutsertakan dalam #BPN30dayblogchallenge dengan tema : Tema Blog yang Paling Disukai READ MORE

Udah Jaman Vlog, Ngapain Sih Masih Ngeblog?

kenapa-masih-ngeblog

Saya teringat waktu pertama kali saya ngeblog sekitar 8 tahun yang lalu. Waktu itu blogging masih menjadi tren yang amat sangat digandrungi anak-anak muda pada zaman nya. Bahkan kasta popularitas tertinggi akan dipegang oleh mereka yang menyandang predikat “blogger”. Dulu banyak teman-teman saya yang gak suka nulis tapi bela-belain ngeblog, hanya karna ingin ikut-ikutan tren semata. Blog yang keren pada zamannya adalah yang pake backsound, ada daun-daun berguguran sebagai latar tulisan, kursor kerlap-kerlip warna-warni dan ummm apalagi ya? Ada yang bisa menambahkan? Monggo tulis di kolom komentar.

Nah, belakangan ini, santer terdengar kabar di telinga saya bahwa popularitas blog terancam pudar pesona nya. Seiring dengan tren yang baru-baru ini muncul, yakni vlog alias video blog. Secara konsep, blog dan vlog mungkin mirip, sama-sama merupakan media untuk menceritakan gagasan atau pengalaman sehari-hari pembuatnya, namun bedanya jika blog dituangkan dalam bentuk tulisan maka vlog dituangkan dalam bentuk visual (video).

Pernah saya mendapat pertanyaan kayak gini, “Ngapain sih masih ngeblog,bukannya sekarang orang-orang lebih suka nonton vlog ya ” Mendengar ini saya jadi tersadar kalau memang zaman sudah bergeser. Orang-orang yang dulunya lebih gemar membaca tulisan, sekadang menjadi lebih condong pada hal-hal yang sifatnya visual. Apakah ini karena di zaman sekarang, minat baca di kalangan anak muda sudah semakin lemah? Ah, entahlah.

Ngomong-ngomong tentang konten visual, tak bisa dipungkiri memang sekarang konten visual lebih diminati. Jangankan seorang Vlogger, seorang Blogger pun belakangan ini sudah mulai gencar menyelipkan konten-konten visual kedalam tulisan-tulisan atau artikel di blog mereka. Coba perhatikan perkembangan blog akhir-akhir ini, blogger mana sih yang nekat memposting tulisan atau artikel di blog tanpa sepotong gambar apapun minimal sebagai pembuka pada awal paragraf tulisannya? Oke, kalaupun ada mungkin tak akan sebanyak bila dibandingkan dengan blogger yang memasang dua hingga tingga konten visual seperti gambar atau video untuk memperindah tulisan mereka.

Kalau dulu, landing page sebuah blog sangatlah sederhana dan itu-itu saja,maka kini sudah banyak blogger yang kreatif memadu-madankan keahlian desain grafis dengan skill web design yang mumpuni hingga terciptalah sebuah tampilan blog yang kerennya ngalah-ngalahin website perusahaan besar. Atau ada juga blogger yang menggabungkan keahlian blogging dengan vlogging, mereka mencari celah dari kedua media, menyematkan link artikel blog mereka di postingan video youtube yang diunggah dan menyelipkan video di sela-sela tulisan/artikel yang mereka post di blog. Ada lagi blogger yang menyelipkan meme atau infografis kedalam tulisan-tulisan mereka. Intinya para blogger ini sadar bahwa di era yang kekinian, pembaca blog akan lebih menikmati sebuah konten yang tidak melulu hanya berupa tulisan.

Begitu juga dengan saya. Dulu, di blog pertama saya yang saya buat kalau tidak salah 8-9 tahun lalu, saya masih berani tuh memposting tulisan tanpa gambar sama sekali. Apalagi pada tulisan-tulisan curhat,puisi atau sajak. Pertama karena waktu itu memang saya masih buta tentang desain, kedua karena waktu itu pembaca memang murni menikmati blog berdasarkan kualitas tulisannya, sedangkan gambar hanya sekedar pelengkap saja.

Di blog saya yang baru ini, keadaan berubah 180 derajat, jarang sekali saya memposting tulisan tanpa konten visual, baik itu ilustrasi ataupun visual penguat seperti infografis sebagai pendukung tulisan. Bagi saya saat ini, konten visual adalah ruh dari konten tulisan saya, dia dapat merepresentasikan isi tulisan itu sendiri.

mengapa-harus-ngeblog

Pentingnya konten visual pada blog di era kekinian menjadi nyata ketika kita dihadapkan pada fakta bahwa manusia adalah makhluk visual. Maka dari itu, wajar saja ketika kita membaca suatu artikel, secara otomatis mata kita akan berusaha mencari sesuatu yang berbeda di antara barisan tulisan.Ya, karena memang otak kita lebih cepat memproses visual dari pada sederetan teks, bahkan menurut penelitian otak manusia dapat memroses informasi visual hingga 60.000 kali lebih cepat dibandingkan informasi teks. Baik itu konten visual berupa foto, gambar atau infografik serta audio visual.

Lalu, dengan berkembangnya tren vlog dan konten-konten visual akhir-akhir ini, apakah popularitas blog betul-betul akan punah?

Menurut saya tidak. Entah kepercayaan diri darimana, namun rasanya saya betul-betul yakin bahwa selama orang-orang masih browsing dengan world wide web dan search engine, selama masih ada perusahaan-perusahaan e-commerce yang membutuhkan hujan backlink dari website/blog lain dan selama portal-portal media online masih eksis maka popularitas blog akan terus bertahan. Terlebih memperhatikan pertumbuhan sosial media yang semakin pesat, maka kepercayaan diri saya akan popularitas blog yang akan terus eksis kian menjadi-jadi. Bahkan, belakangan semakin banyak blog-blog baru bermunculan, dengan motivasi mereka masing-masing tentunya.

Oke tidak bisa dipungkiri, kebanyakan blog baru muncul dengan motivasi yang lebih bersifat profit oriented. Mulai dari mengharapkan google adsense, job-job dari agency atau bahkan dengan cara mengikuti lomba blog. Saya pernah tuh nemuin 1 blog yang kanan kiri atas bawah ditempel iklan dari google adsense, pas saya baca-baca artikelnya semua artikel tersebut adalah konten untuk dilombakan, tidak ada satupun konten organik. Lalu apa salah? Gak menurut saya. Kembali lagi, semua orang membangun blog untuk tujuan mereka masing-masing. Selama konten yang dibuat bukan hoax, dan tidak memiliki tendensi negatif maka saya rasa sah-sah saja.

Dari kacamata pembaca sendiri, blog masih menjadi sumber informasi dan referensi yang dipercaya. Dari survey kecil-kecilan yang saya lakukan terbukti bahwa masih banyak orang-orang yang ketika mencari referensi, review produk misalnya akan browsing di google dan memilih meng-klik laman blog daripada ke situs produk tersebut langsung. Alasannya sederhana, manusia senang sesuatu yang sifatnya personal. Mendengar review jujur dari pengguna atas sebuah produk akan lebih menyenangkan daripada membaca konten promosi dari situs perusahaan sebuah produk.

Jadi, Kenapa Saya Masih Betah Ngeblog?

Sebagian lagi ada pula blogger yang masih menekuni dunia blog karena kecintaannya pada dunia blog itu sendiri. Saya salah satunya. Selain passion dan rasa cinta pada dunia kepenulisan digital, keinginan untuk berbagi dengan sesama dengan cara-cara yang sederhana menjadi landasan saya untuk membangun kembali sebuah blog. Saya membangun blog ini tepat ketika saya dinyatakan hamil, dan blog ini lahir sebagai bentuk rasa syukur atas kehamilan saya. Waktu itu, saya memang telah ber-azzam akan membangun blog dengan tema motherhood, family & parenting, untuk berbagi cerita dan wawasan tentang dunia ke-ibu-an yang kini tengah saya jalani.

Apalagi saya yang saat ini lebih banyak menghabiskan waktu dirumah, tinggal di kota yang sebelumnya sangat asing bagi saya hmm blog menjadi oase ketika saya merasa kesepian atau butuh teman untuk bercerita.

Ngeblog memberi saya kesempatan untuk terus belajar, dan update tentang perkembangan dunia. Ngeblog memberi saya ruang untuk berkenalan dengan banyak teman-teman baru dari seluruh Indonesia. Ngeblog memberi saya panggung untuk saya bisa jadi siapa saja yang saya mau. Ngeblog menjadi media bagi saya untuk mengembangkan skill-skill yang sebelumnya tak pernah saya jamah.

Saya tidak memungkiri,memang sayapun mendapatkan keuntungan profit dari blog ini. Beberapa kali lewat lomba atau lewat job, tapi sejujurnya itu bukan yang utama, bagi saya itu hanya bonus dari informasi-informasi yang telah saya bagi. Pada intinya, rasa cinta lah yang membuat saya masih terus ngeblog hingga hari ini.

Tak peduli, seberapa jauh dunia blogging akan terus bertransformasi suatu hari nanti, saya ingin terus menulis. Zaman boleh berubah, tapi saya ingin terus beradaptasi. Semoga semangat menulis dan semangat untuk berbagi ini tidak akan pernah padam, dan blog bisa menadi media bagi saya untuk menebar kebaikan.

Jadi, untuk teman-teman blogger yuklah semangat terus blogging. Masih ada celah dan kesempatan untuk kita para blogger bertahan di era kemajuan teknologi, tantangannya adalah tinggal bagaimana kita bisa terus beradaptasi dengan perubahan demi perubahan media digital saat ini.

Let’s Keep Blogging, Because Why Not..?

Artikel ini diikutsertakan dalam #BPN30dayChallenge2018 Day 1 – TEMA : Kenapa Menulis Blog?

 

  READ MORE