A PERSONAL BLOG OF

Rizka Edmanda

LIFESTYLE. MOTHERHOOD AND EVERYTHING SHE LIKES.

bijak kelola sampah
bijak kelola sampah

Pernahkah kamu mengalami kejadian diatas? Saat sedang asyik bersantai, tiba-tiba penciuman terganggu akibat bau tak sedap dari sampah. Ternyata selain bau dan merusak pemandangan, ada banyak dampak negatif lainnya dari sampah yang tidak dikelola dengan baik. BPS menyebutkan, daerah dengan pengeloaan sampah yang buruk mengalami kejadian diare 2 kali lipat lebih tinggi dan infeksi pernafasan 6 kali lebih tinggi daripada daerah dengan pengeloaan sampah yang baik (UN-Habitat 2010).

Sampah juga dapat menyebabkan banjir hingga merusak ekosistem sungai dan lautan serta mencemari tanah, air dan udara. Selain itu, sampah memberikan kontribusi besar terhadap emisi gas rumah kaca yang mengakibatkan penipisan lapisan ozon. World Bank memperkirakan 1,6 miliar ton emisi GRK dihasilkan oleh sampah. Padahal gas metana dari sampah 25 kali lipat lebih merusak dibanding karbondioksida.

Membuang sampah ke TPA (tempat pemrosesan akhir) tanpa penanganan yang tepat juga bukan solusi, sebab gunungan sampah di TPA dapat menyebabkan masalah baru. Mulai dari ledakan gas beracun hingga longsor sebagaimana yang terjadi pada tragedi longsor sampah di TPA Leuwigajah pada 2005 silam yang menewaskan 157 nyawa serta menenggelamkan ratusan pemukiman penduduk. Akibatnya, kota Bandung yang asri mendadak kumuh karena TPA tak sanggup lagi menampung sampah. Jika TPA penuh, kemana lagi sampah kita akan dibawa? Ingat, laju pertumbuhan penduduk dan percepatan pembangunan juga akan mengakibatkan keterbatasan lahan.

bijak kelola sampah

Maka, solusi persoalan sampah harus dimulai dari akar permasalahannya, yaitu rumah-rumah kita. Terlebih data KLHK menyebutkan 61,6% total sampah Indonesia berasal dari rumah tangga. Maka idealnya, sebelum berakhir di TPA sampah harus dikelola dengan baik sesuai jenis materialnya sejak “tangan pertama” yaitu rumah-rumah kita.

Mengelola sampah sejak dari rumah juga membantu mengurangi dampak buruk akibat sampah. Bahkan, dengan manajemen pengelolaan yang benar sampah yang kerap dianggap sebagai sumber masalah justru bisa menjadi berkah. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos dengan membuat biopori atau komposter dirumah. Sedangkan sampah anorganik yang sudah dipilah dapat didaur ulang menjadi barang yang bermanfaat. Mengelola sampah secara pribadi dengan bertanggung jawab juga bisa menjadi kontribusi nyata kita untuk mendukung ekonomi sirkular demi kelestarian bumi.

BIJAK KELOLA SAMPAH

Sebagaimana disebutkan dalam UU No.18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, pengelolaan sampah meliputi kegiatan mengurangi dan menangani sampah. Nah, berdasarkan pengalaman saya, upaya pengurangan dan penanganan itu saya lakukan dengan 3 cara yang saya sebut “Pilih-Pilah-Pulih”. Berikut penjelasannya.

bijak kelola sampah

Pertama, PILIH produk dan gaya hidup minim sampah.

Gaya hidup minim sampah saat ini bukanlah sekadar tren tapi kebutuhan. Mengingat gentingnya permasalahan sampah dan lingkungan. Jadi, upaya mengurangi sampah saya awali dengan belajar menjalankan gaya hidup minim sampah. Misalnya dengan menggunakan produk-produk alami dan pakai ulang seperti sedotan stainless, tas kain untuk berbelanja, pembalut dan kapas wajah dari kain serta botol minum dan wadah makanan saat ingin membungkus makanan. Memilih produk pakai ulang adalah investasi bagi finansial, kesehatan maupun bagi bumi. Sebab selain manfaat poduk dapat dirasakan jangka panjang, produk pakai ulang juga biasanya lebih minim zat kimia berbahaya serta tentu lebih ramah lingkungan.

 

Kedua, PILAH sampah sesuai jenisnya.

Memilah sampah sesuai jenisnya merupakan langkah penting dalam pengelolaan sampah. Bagi sampah organik manfaatnya untuk mempercepat penguraian. Sedangkan Bagi sampah anorganik manfaatnya agar sampah dapat lebih mudah didaur ulang dan ditangani sesuai jenisnya. Memilah sampah juga membantu petugas sampah dan mengurangi risiko pekerjaan mereka. Membantu pekerjaan orang lain, juga termasuk sedekah, kan! laughing

Pemilahan sampah dapat dimulai dari yang paling sederhana seperti memisahkan sampah organik dan anorganik. Jika selama beberapa waktu sudah cukup konsisten tingkatkan lagi level pemilahan menjadi beberapa kategori : organik, anorganik, dan limbah B3 (bahan beracun dan berbahaya). Jika sudah lebih mahir, tingkatkan lagi levelnya menjadi 5,6,7 jenis material dan seterusnya.

Ketiga, PULIH-kan fungsi sampah dengan daur ulang.

Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2018 menyebutkan saat ini hanya 1,2% rumah tangga yang mendaur ulang sendiri sampahnya. Padahal dengan sedikit usaha dan kreativitas sampah yang dikelola dengan baik justru punya nilai manfaat. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos atau untuk budidaya black soldier fly sebagai pakan ternak. Sedangkan sampah anorganik juga bisa didaur ulang dan dimanfaatkan kembali menjadi barang yang lebih berguna.

Semua hanya bisa dilakukan jika sejak awal sampah sudah terpilah sehingga proses pemulihan dapat dimaksimalkan sesuai dengan jenisnya.

bijak kelola sampah

Waste4Change Solusi Bijak Kelola Sampah Lebih Mudah!

Terkadang muncul kendala-kendala dalam mengelola sampah rumah tangga. Misalnya, keterbatasan waktu, tenaga, alat, lahan atau kemampuan untuk melakukan daur ulang sampah. Selain itu, dengan penanganan sampah konvensional, kadang muncul pula pesimisme bahwa sampah yang sudah dipilah akan tercampur kembali saat pengangkutan. Sedangkan mengantarkan sendiri sampah kita ke bank sampah terkadang sungguh merepotkan.  Maka, untuk menjawab kegalauan inilah Waste4Change hadir untuk membantu masyarakat mengelola sampah mereka dengan lebih mudah dan optimal.

Waste4Change adalah perusahaan Waste Management Indonesia yang didirikan pada tahun 2014 untuk membantu pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dari hulu ke hilir. Upaya ini Bertujuan untuk mengurangi timbulan sampah di lingkungan & TPA, memperpanjang umur material serta menciptakan pekerjaan di bidang persampahan yang lebih baik. Salah satu layanan Waste4Change untuk membantu mengelola sampah rumah tangga adalah layanan personal waste management, dimana sampah anorganik dari klien yang sudah terpilah akan dijemput secara rutin kemudian dikelola/didaur ulang dengan maksimal.

Sampahku, Tanggung Jawabku!

Saya akui, sulit rasanya bagi seorang manusia untuk betul-betul berhenti membuat sampah. Kebutuhan hidup, perputaran zaman dan tuntutan ekonomi membuat manusia “terpaksa” menjadi penghasil sampah terbesar di muka bumi. Maka, yang paling mungkin dilakukan adalah meminimalisir dan mengelola sampah agar dampak buruknya dapat dihindari.

Ribuan ton sampah yang diproduksi setiap hari hanya akan menjadi benda mati tak berguna jika tak dikelola. Namun dengan pemilahan dan penanganan yang baik, sampah sebetulnya bisa menjadi berkah. Sampah organik kita ternyata bisa menyuburkan tanah, sampah anorganik pun bisa diolah kembali mejadi sesuatu yang berfaedah.

“Pilih-Pilah-Pulih” yang saya jabarkan memang terkesan sepele.  Dampaknya tidak langsung kelihatan. Tapi bayangkan saja jika 270,6 juta orang di Indonesia melakukan hal-hal sepele namun berdampak positif. Saya yakin lingkungan akan lebih sehat dan timbunan sampah akan jauh bisa ditekan.

Maka, optimisme untuk mewujudkan Indonesia bebas sampah harus dimulai dengan rasa tanggung jawab untuk bijak kelola sampah dari rumah agar gunungan sampah di TPA tidak menjulang tinggi, agar Tragedi Leuwigajah cukup terjadi sekali.

Semoga Hari Peduli Sampah Nasional menjadi momentum peringatan,  agar kita semua tumbuh menjadi manusia yang benar-benar peduli.

Media Sosial Waste4Change

Sumber – sumber :

1. Referensi Bacaan : 

2. Data & Riset :

  • Grafik Data Komposisi Sampah Tahun 2020 diakses melalui website Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)  http://sipsn.menlhk.go.id/sipsn/
  • Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2018 – Pengelolaan Sampah di Indonesia (Waste Management) dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik, diakses melalui website www.bps.go.id

3. Peraturan : 

  • Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah diakses melalui website DIRJEN Pengelolaan Sampah & Limbah B3 KLHK http://pslb3.menlhk.go.id/peraturan-nasional
  • Publikasi Penelitian Sampah Waste4Change diakses via https://waste4change.com/official/research

Olah Grafis, Ilustrasi Animasi dan Komik oleh : Rizka Edmanda (Canva Design, Pixel Studio, Adobe After Effects & Riza Motion)

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Blog Waste4Change dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional dengan Tema #BijakKelolaSampah.

Nama Penulis : Rizka Afriandita Edmanda

Informasi lomba dapat diakses pada laman berikut : https://waste4change.com/lomba-blog-waste4change/

error: content is protected