A PERSONAL BLOG OF

Rizka Edmanda

LIFESTYLE. MOTHERHOOD AND EVERYTHING SHE LIKES.

Mitos & Fakta Penggunaan Bedak Bayi

“Nanti anaknya harus dibedakin setiap habis mandi supaya wangi”, “Kalau habis ganti popok, pantat anaknya harus dikasi bedak ya supaya gak iritasi”. Demikianlah nasehat-nasehat yang waktu itu seringkali saya dapatkan dari orang tua ataupun keluarga kala sedang hamil hingga beberapa minggu menjelang persalinan anak pertama saya, Qonita. Sebagai calon Ibu baru, saya memang lebih banyak mengandalkan petuah orang tua. Alhasil, bedak tabur bayi (talcum baby powder) menjadi salah satu perlengkapan bayi yang saya beli untuk menyambut kelahiran Qonita. Namun akhirnya persepsi saya soal bedak tabur bayi berubah. Barang yang tadinya saya pikir amat sangat wajib dimiliki ini justru malah tak terpakai sama sekali.

Adalah nasehat seorang dokter anak yang bertugas  mengontrol bayi saya di rumah sakit pasca persalinan, yang mengubah persepsi saya soal bedak tabur bayi. Dari beliau saya mengetahui bahwa ternyata saat ini penggunaan bedak tabur bayi sudah tidak direkomendasikan lagi oleh mayoritas dokter anak. Hal ini dikarenakan penggunaan bedak tabur bayi dapat menganggu sistem pernafasan bayi yang masih kecil. Meskipun sedikit kecewa lantaran saat itu saya sudah membeli bedak tabur bayi dalam jumlah banyak  sebagai persiapan, namun akhirnya demi menjaga kesehatan Qonita bedak tabur itu urung saya pakaikan padanya.

Sepulang dari rumah sakit, keputusan saya untuk tidak memakaikan bedak tabur bayi ini ternyata mengundang banyak komentar. Baik dari orangtua, mertua maupun dari keluarga besar yang datang menjenguk saya pasca melahirkan. Saya mencoba menjelaskan kepada mereka tentang nasehat yang diucapkan dokter anak kemarin, namun tetap saja mereka bersikeras bahwa yang namanya anak bayi itu wajib dipakaikan bedak tabur. Alasan mereka, “zaman dulu waktu kamu masih kecil juga dipakaikan bedak tabur, gak apa-apa kok, malah kulitnya jadi lembut dan wangi”. Memang tak dimungkiri, penggunaan bedak tabur pada bayi sudah menjadi tradisi turun temurun bagi rata-rata orang Indonesia. Padahal diluar negeri penggunaan bedak tabur pada bayi sudah mulai ditinggalkan.

Saya pun mencari cara agar dapat memberikan penjelasan  kepada keluarga khususnya orang tua terkait keputusan saya tersebut. Tentunya argumen saya akan lebih diterima jika saya memberikan bukti yang ilmiah untuk mendukung keputusan saya. Saya pun mencoba searching seputar bahaya penggunaan bedak tabur bayi di internet. Niatnya sih agar kalau nanti ketemu artikel yang bagus soal bahaya penggunaan bedak tabur bayi, bisa saya tunjukkan kepada keluarga agar mereka bisa lebih memahami. Pencarian akhirnya mengantarkan saya pada sebuah jurnal yang dikeluarkan oleh American Academy of Pediatrics  (AAP) atau asosiasi profesional pediatris (dokter anak) di Amerika.

Dalam jurnal tersebut, AAP menyebutkan bahwa penelitian membuktikan, penggunaan bedak tabur pada bayi menjadi penyebab dari 20% angka kematian bayi di Amerika. Karena itu berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2017, para orang tua sangat dianjurkan untuk tidak lagi menggunakan bedak tabur pada bayi, terlebih pada bayi yang baru lahir, bayi prematur dan bayi dengan berat badan lahir rendah (bblr) karena rongga pernafasannya masih sangat kecil sehingga dikhawatirkan kelak partikel halus pada bedak bayi dapat tersebar dan terbawa udara sehingga terhirup oleh anak dan menyumbat pernafasannya. Hal ini dapat mengakibatkan anak terkena sesak napas, batuk kronis hingga gangguan paru-paru. Dalam jurnal lain yang dirilis oleh AAP  berjudul “dangerous from talcum powder” juga disebutkan fakta bahwa setidaknya ada 3 kasus kematian yang terjadi dari 50 kasus aspirasi bedak bayi di Amerika setiap tahunnya. Alhamdulillah, setelah melihat dan membaca berbagai fakta dari literatur yang saya tunjukkan, perlahan keluarga mulai menerima keputusan saya. Meskipun tetap saja ada selentingan “tapi kalau gak dipakaikan bedak nanti bayinya bau asem, kulitnya gak halus dan lembut”.

Ala bisa karena biasa. Peribahasa ini cukup menggambarkan alasan tentang mengapa rata-rata orang tua di Indonesia susah move on dari penggunaan bedak tabur bayi. Tidak hanya di lingkungan keluarga saya, sebab buktinya hingga saat ini masih banyak orang tua yang tidak paham mengenai bahaya penggunaan bedak tabur tersebut pada bayi mereka. Kalaupun paham, tetap saja ada banyak orang tua yang merasa sulit untuk meninggalkan kebiasaan ini, karena memang hal ini sudah dilakukan sejak zaman orang tua kita dahulu. Saya pun tidak menampik, memang betul penggunaan bedak membuat bayi lebih wangi, kulit mereka terasa halus dan lembut namun mengingat bahaya yang mengintai maka saya enggan mempertaruhkan kesehatan dan keselamatan anak saya.

Bedak Cair Mitu Baby Liquid Powder, Solusi Aman Penggunaan Bedak pada Bayi

Kemudian saya bertanya-tanya, adakah solusi jika kita tetap ingin menggunakan bedak pada bayi namun dengan cara yang aman? ternyata ada, yaitu menggunakan bedak cair khusus bayi. Sayapun akhirnya beralih menggunakan bedak cair demi menjaga kesehatan pernapasan Qonita. Dan produk bedak cair bayi pilihan saya adalah Mitu Baby Liquid Powder. 

Mitu Baby Liquid Powder adalah produk bedak bayi yang berbentuk cair/lotion dan diformulasikan khusus untuk kulit bayi. Ada beberapa keunggulan dari Bedak Cair Mitu Baby Liquid Powder yang membuat saya jatuh hati. Diantaranya adalah formulasinya yang baik, aroma yang wangi, tekstur yang lembut, hypoallergenic tested, kehalalan produk yang terjaga serta tak kalah penting adalah harganya yang terjangkau dan mudah didapatkan. Masing-masing keunggulan tersebut akan saya jabarkan lebih lanjut, siapa tahu dapat membantu Moms yang saat ini sedang mencari rekomendasi produk bedak cair bayi. Silahkan disimak ya Moms… 

Keunggulan Bedak Cair Mitu Baby Liquid Powder

1. Formula Tepat dengan ACTI NATURA

Mitu Baby Liquid Powder adalah bedak cair bayi yang memiliki kandungan ACTI NATURA yang merupakan gabungan formulasi Pro-Vitamin B5, Talc, Zinc, dan Chamomile yang berguna untuk untuk menjaga kulit bayi tetap lembut, halus, dan bebas keringat. Kandungan ini juga dapat menjaga kulit bayi dari iritasi khususnya pada area lipatan. Dengan formulasi yang unik ini, saya percaya bahwa Mitu Baby Liquid Powder dapat menjaga kesehatan kulit Qonita agar lembut terawat dan bebas dari biang keringat.

  1. Aroma yang Wangi dan Menyegarkan

Sebagaimana yang saya singgung diatas, bahwa salah satu alasan yang membuat banyak orang tua di Indonesia susah move on dari penggunaan bedak adalah karena bedak dapat membuat bayi jadi lebih wangi. Kabar baiknya adalah, dengan aroma yang lembut dan menyegarkan bedak cair Mitu Baby Liquid Powder dapat memberikan keharuman dan kesegaran sepanjang hari pada bayi.

3. Tekstur yang Lembut

Selain formula yang bagus dan aroma yang wangi, hal lain yang membuat saya jatuh hati pada produk ini juga adalah karena teksturnya yang lembut, ringan dan cepat meresap di kulit bayi. Saat diaplikasikan, bedak cair Mitu Baby Liquid Powder tidak meninggalkan noda putih yang membuat bayi terlihat cemong atau bertopeng.

4. Hypoallergenic Tested

Tentunya kita tahu, bahwa kulit bayi itu sangat sensitif. Tak jarang kulit bayi mengalami alergi ketika tidak cocok saat menggunakan suatu produk. Nah, bedak cair Mitu Baby Liquid Powder ini sudah teruji klinis tidak menimbulkan alergi sehingga aman digunakan pada tipe kulit bayi apapun, mulai dari normal, kering hingga sensitif.

5. Kualitas dan Kehalalan Terjaga

Salah satu aspek yang penting dan krusial bagi saya dalam memilih produk perawatan untuk Qonita adalah soal kehalalan produknya. Beruntung, Mitu Baby Liquid Powder terjamin halal karena produk bedak cair ini sudah mengantongi sertifikat halal MUI dengan nomor registrasi 00150085961117. Selain halal, legalitas produk juga terjamin sebab Mitu Baby Liquid Powder sudah terdaftar di BPOM dengan nomor 18160103558.

6. Harga Terjangkau dan Mudah Didapatkan

The last but not least, hal yang membuat saya menyukai produk ini adalah karena harganya terjangkau dan mudah didapatkan. Menurut saya ini faktor yang cukup penting untuk dipertimbangkan, mengingat bedak cair tentunya akan sering kita pakaikan kepada bayi, karena itu tentunya saya menginginkan produk yang berkualitas baik namun harganya terjangkau. Dengan segala keunggulan yang ditawarkan Bedak Cair Mitu Baby Liquid Powder, ternyata tak menjadikan produk ini berat di kantong karena harganya murah meriah yakni hanya sekitar Rp 16.000-Rp 20.000 untuk sebotol bedak cair ukuran 100 ml. Pembelian juga bisa dengan mudah dilakukan, karena produk ini bisa ditemukan di alfamart, indomaret, swalayan, minimarket maupun melalui official online store dari produsen Mitu Baby yaitu Godrej Indonesia di marketplace kesayangan Moms seperti Shopee, Lazada dan Bukalapak.

7. Mudah Digunakan

Selain keunggulan yang saya sebutkan diatas, cara penggunaan Mitu Baby Liquid Powder juga cukup mudah. Moms hanya perlu membubuhkan beberapa tetes bedak cair Mitu Baby Liquid Powder di telapak tangan Moms, kemudian ratakan ke seluruh permukaan kulit si kecil yang memerlukan bedak bayi, seperti tubuh, lipatan tangan dan kaki, serta wajah.  Namun jangan lupa, agar lebih aman, hindari area mulut dan kelamin ya. Kemudian sebelum membubuhkan bedak cair ini ke kulit bayi pastikan permukaan kulit sudah dikeringkan menggunakan handuk yang lembut agar formula tidak tercampur dengan air atau keringat.

Ulasan Kemasan

Setelah mengetahui keunggulan Bedak Cair Mitu Baby Liquid Powder diatas, saya ingin berbagi informasi tentang kemasan produk, yang saya kira cukup penting untuk diketahui terlebih apabila Moms sedang mencari ulasan yang lengkap soal produk ini. Kemasan Mitu Baby Liquid Powder terbilang cukup sederhana, ringkas dan mudah dibawa. Produk ini dikemas dalam botol plastik berukuran 100ml dengan tutup top-press anti tumpah. Lubang kecil pada bagian atas kemasan memudahkan kita saat akan membubuhkan produk ke tangan, sehingga tak perlu khawatir produk akan tertuang terlalu banyak.

Pada bagian luar kemasan juga tertulis dengan lengkap serta mendetail segala informasi yang kita butuhkan. Mulai dari ingredients, cara penggunaan, nama produsen, logo halal MUI, nomor BPOM, tanggal expired, cara penyimpanan produk, sosial media produsen, logo hypoallergenic tested dan keterangan isi kemasan. Informasi yang lengkap dan mendetail ini tentu membuat kita sebagai konsumen merasa lebih tenang dan aman saat akan menggunakan produk tersebut pada bayi kita.

Yuk, Buat Si Kecil Happy Tanpa Hachi dengan Bedak Cair Mitu Baby Liquid Powder 

Hachi, Hachi… hmm dulu saya seringkali mendengar anak bayi yang bersin-bersin saat dibubuhkan bedak, namun kini saya tak perlu khawatir itu terjadi pada Qonita sebab sejak menggunakan Bedak Cair Mitu Baby Liquid Powder saya bisa lebih tenang dalam membubuhkan bedak kepada Qonita khususnya pada area wajah karena Mitu Baby Liquid Powder tidak berbahaya bagi pernapasan. Formulanya yang unik dan langsung meresap di kulit serta meninggalkan aroma yang lembut dan menyegarkan menjadikan Mitu Baby Liquid Powder menjadj salah satu toiletries yang wajib saya pakaikan pada Qonita setiap hari. Kulit Qonita pun jadi terasa lebih halus dan lembut serta wangi sepanjang hari.

Tidak hanya saya nih yang sudah mempercayakan Mitu Baby Liquid Powder untuk menjaga kelembutan dan kesehatan kulit si kecil, karena produk ini juga sudah diuji coba dan kepada ratusan Moms lain di Indonesia melalui survei yang dilakukan Home Tester Club pada bulan maret 2019 lalu dan survei ini telah membuktikan bahwa 9 dari 10 Moms percaya bahwa bedak cair Mitu Baby Liquid Powder aman untuk pernapasan dibandingkan bedak tabur biasa. Makanya tidak heran, saat ini sudah banyak Millennial Moms yang beralih menggunakan Bedak Cair Mitu Baby Liquid Powder.

Makanya Moms, yuk beralih juga ke Bedak Cair Mitu Baby Liquid Powder, solusi bedak cair yang aman untuk si kecil. Btw, jangan lupa follow sosial media Mitu Baby juga ya Moms, agar tidak ketinggalan info promosi menarik dari mereka dengan cara klik ikon tombol dibawah ini.

error: content is protected