A PERSONAL BLOG OF

Rizka Edmanda

LIFESTYLE. MOTHERHOOD AND EVERYTHING SHE LIKES.

Mewujudkan Mimpi Mama Melihat  Dunia 

Bagi saya definisi kebahagiaan sejati adalah ketika kita mampu membawa kebahagiaan bagi orang lain. Terlebih bagi keluarga, yaitu Mama. Sebab Mama adalah orang yang paling berjasa dalam hidup saya. Selain memberinya cucu,  cara lain yang saya lakukan untuk memberikan kebahagiaan pada Mama adalah dengan membawanya jalan-jalan. Sebab Mama pernah bilang, waktu kecil dulu Mama bercita-cita ingin keliling dunia. Namun cita-cita itu pupus lantaran Mama bukanlah berasal dari keluarga yang berada. Usaha untuk mewujudkan cita-cita mama ini saya mulai dengan mencari maskapai penerbangan yang menawarkan harga tiket murah namun memberikan layanan dengan kualitas yang prima. Sebab sebagai seorang freelance writer dengan penghasilan tak tentu setiap bulan, saya akui urusan budget perjalanan sangatlah menjadi pertimbangan. Namun disisi lain, sebagai anak tentunya saya juga ingin memberikan pengalaman perjalanan terbaik pada orang yang saya sayang. Mimpi saya untuk membahagiakan Mama terasa jadi lebih mudah berkat Air Asia. Maskapai low cost yang telah memenangkan World’s Best Low-Cost Airline dari Skytrax selama 11 tahun berturut-turut ini menjadi bagian penting dalam usaha saya untuk membahagiakan mama. Dan inilah, Pengalaman kami kala terbang Bahagia Bersama Air Asia.

Mama dan Cita-Cita Masa Kecilnya

Mama berasal dari Desa kecil di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. 7 jam dari ibukota provinsi Kalbar, Pontianak,namun dekat sekali dengan negara tetangga. Ya,  kampung mama memang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia. Maka tak heran Mama memiliki banyak kerabat disana. Meskipun dekat namun waktu kecil dulu Mama tak pernah ke Sarawak. Sebab Mama bukanlah berasal dari keluarga yang berada. Mama pun menjadi yatim sejak usia yang sangat muda. Nenek saya, waktu itu harus menghidupi 8 orang anak yang masih kuliah dan sekolah. Maka dari itu, pergi liburan adalah kemewahan yang dulu sangat jarang Mama rasakan. Mama dulu bahkan tak tau, Sarawak itu sebetulnya punya banyak objek wisata yang mempesona. Mulai dari pantai-pantai eksotik di Sentubong, kuliner lezat di Kuching, bukit-bukit yang cantik di Samarahan, belum lagi di bagian-bagian Sarawak yang lain seperti Miri, Bintulu atau Sabah.

Padahal mama pernah bercerita pada saya, semasa kecil, mama pernah bercita-cita ingin keliling dunia. Keinginan itu timbul lantaran mama sejak kecil senang membaca. Mama suka membaca buku sejarah dan budaya dari berbagai negara. Itu pula yang mengantarkannya menjadi seorang guru bahasa & sastra. Mama tau banyak tempat terkenal di dunia, namun tak pernah tau wujudnya seperti apa. Demikianlah cerita mama pada saya pada malam itu.

Saya seketika merenung mendengar cerita mama. Hidup Mama yang penuh kegetiran di masa muda memang menempa Mama menjadi sosok yang tangguh. Pada kami anak-anaknya pun, mama jarang sekali mengeluh. Mama pun jarang sekali terang-terangan mengutarakan keinginannya. Barangkali karena sejak kecil Mama terbiasa dalam hidup keadaan yang serba terbatas. Kata mama, mengungkapkan keinginan atau permintaan apalagi yang terkait dengan urusan materi adalah hal yang tabu di keluarga Mama.

Jadi, mama memang tipe yang tak pernah meminta apapun pada anaknya. Saat Mama ulang tahun misalnya, beberapa kali saya bertanya ingin dibelikan kado apa, mama justru bergeming tak menjawab. Hal ini membuat saya seringkali harus menerka-nerka hal apa yang menjadi keinginan Mama sebenar-benarnya. Hingga akhirnya lewat cerita mama itu, saya pun paham. Mama punya mimpi masa kecil yang dulu tak pernah terlisan yaitu PERGI KELILING DUNIA. Dan sebagai anak yang seumur hidup berhutang jasa padanya, saya bertekad : CITA-CITA MAMA DI MASA KECIL HARUS  SAYA WUJUDKAN.

 

Perjalanan mengantarkan mama melihat dunia saya mulai dari yang terdekat, yaitu Sarawak, Malaysia. Tepatnya Kuching. Alasannya, sebab Mama punya banyak kerabat disini. Setidaknya mama bisa berjumpa kembali dengan kerabat Mama yang sudah lama tak bersua.  Selain itu Kuching pun kini berkembang menjadi kota wisata yang maju sekaligus ramah backpacker semacam kami. Banyak akomodasi murah, aktivitas seru, kuliner enak dan objek wisata gratis yang bisa kami datangi. Kuching paket komplit memang. Liburan iya, silahturahmi juga jalan!

 Terbang Bahagia Bersama Air Asia

Hal pertama yang saya lakukan sebelum membawa Mama jalan-jalan ke Malaysia tentu adalah hunting tiket pesawat. Saya menjatuhkan pilihan pada maskapai kesayangan saya, Air Asia. Sebab, Slogan “Everyone Can Fly” Yang diusung Air Asia memang bukan bualan. Bayangkan saja, Air Asia menawarkan harga tiket yang cukup murah untuk rute Pontianak (PNK) – Kuching (KCH). Kami mendapatkan harga tiket yang menurut saya sangat murah, yaitu Rp 545.000 untuk tiket pulang pergi.

Berdasarkan pengalaman saya, Air Asia memang juaranya maskapai tiket murah. Terhitung sudah belasan kali saya menggunakan maskapai Air Asia. Mulai dari ketika menghadiri sebuah seminar Kuala lumpur,  Bangkok dan Bali, hingga saat mewakili kampus kala melakukan presentasi penelitian di Negeri Sakura, Jepang pada tahun 2015 silam. Dalam setiap perjalanan yang saya lakukan, saya hampir selalu mendapatkan low fare alias harga tiket termurah. Tiket ke Osaka Kansai (KIX) dari Kuala Lumpur (KUL) saja misalnya waktu itu saya dapatkan dengan harga Rp 2.600.000 saja untuk pulang pergi.

Bahkan saat ke Bangkok waktu itu, Saya mendapatkan promo kursi gratis yang memang sangat sering diadakan oleh Air Asia. Saya cukup membayar airport tax dan fuel charge saja, asik kan! Padahal saya bukanlah ticket hunter yang rela bergadang demi mendapatkan promo kursi gratis yang konon selalu menjadi rebutan ini. Waktu itu saya tak sengaja saja, kebetulan memang tengah mencari ticket Jakarta-Bangkok dan saat melakukan pencarian saya ketahui ternyata Air Asia sedang melakukan promo. Iseng-iseng saya buka aplikasi Air Asia BIG di smartphone saya dan saat membuka ternyata ada kursi gratis yang bertanda 0 pts. Wah langsung saja saya ambil kesempatan emas tersebut! Maka dari itu saran saya jika kalian senang jalan-jalan namun memiliki budget yang pas-pasan, kalian wajib banget mendownload aplikasi Air Asia BIG dan menjadi anggota BIG untuk memperbesar peluang mendapatkan promo kursi gratis Air Asia.

Banyak sekali manfaat menjadi anggota BIG. Salah satunya kita akan mendapatkan poin dari setiap transaksi pembelian di website maupun aplikasi Air Asia baik itu tiket pesawat, hotel dll. Poin yang terkumpul bisa ditukarkan dengan tiket gratis ke lebih dari 150 rute Air Asia, voucher hotel maupun berbagai merchandise Air Asia. Dengan menjadi anggota BIG, kita juga bisa mendapatkan akses prioritas ketika Air Asia mengadakan promo kursi gratis maupun promo lainnya.

Bahagia Bersama Air Asia #1 : Pesan Tiket Pesawat dengan Mudah!

Saya memulai proses hunting tiket melalui aplikasi Air Asia. Cara pencarian dan pemesanan tiket melalui aplikasi ini cukup mudah. Pertama, tinggal masuk ke aplikasi Air Asia, kemudian pilih menu find flights/penerbangan, lalu masukkan rute tujuan, tanggal serta jumlah penumpang dan sistem akan menampilkan daftar tiket berikut harga dan jadwal keberangkatan yang bisa dipilih. Setelah mengisi data penumpang kita tinggal perlu melakukan pembayaran. Ada beberapa metode pembayaran yang bisa dipilih mulai dari credit/debit card, internet banking, indomaret, ATM, alfamart, alfamidi, lawson, bigpay, unionpay dan installment pay. Setelah melakukan pembayaran, e-ticket akan langsung tampil pada menu my booking di aplikasi Air Asia. 

“Saat atau setelah memesan tiket, kita juga dapat menambahkan berbagai kebutuhan penerbangan (add-ons) lainnya seperti bagasi, pick a seat untuk memilih nomor kursi dan santan value meal untuk mendapatkan meal on board (makanan)”

Setelah memesan tiket, saya pun membeli beberapa layanan add-ons yang ada di Air Asia seperti bagasi, pick a seat dan santan meals. Meskipun Pontianak-Kuching sebetulnya adalah penerbangan jarak pendek namun menurut saya ini penting, demi mendukung kenyamanan selama penerbangan. Maklum, selain membawa orang tua saya juga membawa anak saya yang masih bayi. Sehingga meskipun ingin berhemat, kenyamanan tetap utama. Saya membeli bagasi 20 kg, dan kursi pada baris didekat aisle (agar mudah bolak balik ke toilet jika ingin mengganti popok anak) serta memesan pula makanan untuk mengganjal perut selama perjalanan. 

Cara memesan add-onsnya bagaimana? Gampang banget! Sini, saya ceritakan 🙂

Nah, pertama pembelian bagasi dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Mengingat Air Asia memberlakukan aturan maksimal 1 bagasi kabin dan 1 tas kecil (tas bahu atau tas laptop) dengan total berat keduanya tak lebih dari 7kg bagi setiap penumpang kecuali bayi. Jadi saran saya, jika kamu bukanlah tipe light packer, belilah bagasi saat membooking tiket pesawat. Jangan ditunda sampai tanggal keberangkatan, karena harga bagasi akan jadi lebih mahal jika dibeli saat melakukan check in di hari keberangkatan. Tenang, pilihan harga bagasi yang ditawarkan juga relatif murah, kok! berkisar antara Rp 152.000 untuk yang paling ringan yaitu 20kg, Rp 174.000 untuk bagasi 25kg, Rp 334.000 untuk bagasi 30 kg dan Rp 486.000 untuk bagasi 40kg. 

Kita juga bisa memilih tempat duduk yang diinginkan (pick a seat). Ini sangat membantu jika harus terbang membawa bayi atau orang tua seperti saya. Dengan memilih seat, kamu jadi bisa menentukan keleluasaan bergerak selama di pesawat. Misal sedang terburu-buru ingin segera turun saat pesawat tiba, kamu bisa memilih baris hot seat yang terdapat didekat pintu masuk/keluar pesawat. Pilihan kursi yang ditawarkan relatif murah, yakni berkisar antara Rp 90.000-Rp 150.000 untuk kursi hot seat ataupun Rp 15.000-Rp 50.000 untuk kursi reguler. Harga ini tergantung pada rute dan nomor penerbangan ya.

Setelah membeli bagasi dan memilih kursi, jangan lupa juga untuk memesan makanan pada menu santan value meal Air Asia. Ada beragam menu lezat yang ditawarkan. Tentu dengan harga yang murah meriah pula. Harganya berkisar antara Rp 21.000 sampai dengan Rp 38.000 untuk 1 orang dan ada pula pilihan paket keluarga untuk 3 orang dengan kisaran harga Rp 175.000 sudah termasuk makanan dan minuman. Selain murah pilihan menu juga beragam mulai dari chinese, vietnamese, western hingga malay food. Hmm lezat! Semua menu yang ditawarkan berbeda-beda tergantung pada rute dan nomor penerbangan. Dan semua makanan ini bisa dipesan maksimal 24 jam sebelum kamu berangkat. Menu favorit saya di Air Asia adalah Pak Nasser’s Nasi Lemak. Yaitu satu set nasi uduk lengkap dengan lauk pauk. Menurut saya menu ini sangat cocok dengan lidah Indonesia saya. Rasanya gurih, enak dan mengenyangkan. Ngomong-ngomong, sebenarnya sampai hari ini saya masih penasaran lho, siapakah “Pak Naser” dibalik nama nasi lemak ini? hihi kalau teman-teman  ada yang tau, bisikin saya di kolom komentar ya! :))

Untuk cara mengambil makanannya juga sangat mudah, tinggal tunjukkan boarding pass pada cabin crew yang bertugas dan makanan akan dihidangkan hangat kepada kita.

Ohya, baru-baru ini ada juga menu baru yang sedang viral. Yaitu burger merah khas Air Asia, namanya Chef Hong Thaimee’s INSPI(RED) burger yang diciptakan oleh seorang chef asal Thailand yang juga adalah Duta Gerakan Sosial Penanggulangan HIV/AIDS. Air Asia pun turut menyumbangkan 10% dari penjualan INSPI(RED) burger kepada yayasan Global Fund untuk membantu penanggulangan HIV/AIDS di  ASEAN. Nah, jadi kalau kalian berencana akan terbang bersama Air Asia dalam waktu dekat jangan lupa memesan menu ini ya. Jadi sambil makan enak di atas pesawat, kita juga turut berkontribusi membantu saudara-saudara kita yang terkena HIV/AIDS.

Layanan add ons Air Asia juga menawarkan asuransi perjalanan bernama Tune Protect Air Asia yang bisa kamu beli saat melakukan pemesanan tiket. Asuransi perjalaan ini bermanfaat untuk melindungi berbagai kejadian tak terduga selama penerbangan. Misal jadwal keberangkatan delay, pembatalan tiket, kehilangan bagasi hingga pelayanan medis tertentu akibat kecelakaan.  Meskipun kejadian tersebut pastinya tidak kita inginkan namun setidaknya dengan tambahan asuransi perjalanan ini, kita akan mendapatkan perlindungan selama, sebelum dan sesudah terbang.

Jika ingin lebih berhemat dalam membeli layanan add-ons Air Asia. Kita  juga bisa memilih paket bundling Value Pack dan Premium Flex. Dimana pada paket ini, kita bisa mendapatkan semua layanan add ons secara komplit dengan harga lebih murah. Kita juga akan mendapatkan jaminan penundaan jadwal keberangkatan hingga kesempatan penggantian tanggal keberangkatan sebanyak 2 kali pada pilihan paket premium flex.

BAHAGIA BERSAMA AIR ASIA #2 : Check In Mandiri yang Praktis

Salah satu kemudahan yang ditawarkan Air Asia adalah seputar check in. Sebab kami bisa melakukan check in mandiri melalui mesin yang tersedia di airport. Layanan self check in biasanya terdapat di dekat counter check in Air Asia. Caranya penggunaannya pun sangat mudah, cukup masukkan kode booking pada e-ticket di aplikasi Air Asia kemudian mesin tersebut akan langsung mencetak boarding pass kita. Yang harus diperhatikan adalah layanan self check in akan ditutup 1 jam sebelum jam keberangkatan pada maskapai Air Asia dan 4 jam sebelum keberangkatan pada maskapai Air Asia X. Jadi, pastikan kamu tidak datang terlambat ke bandara ya.

Satu hal yang paling saya sukai dari mesin self check in ini adalah didekat mesin tersebut juga disediakan sebuah timbangan digital untuk memastikan barang bawaan kita tak lebih dari 7 kg sehingga tak akan ada risiko awak kabin menyuruh kita meninggalkan barang bawaan karena dianggap berlebihan. Adik saya juga sempat menimbang tas punggung yang ia bawa dan untungnya memang tak lebih dari 7 kg. Jika membeli add ons bagasi, kita tinggal memasukkan bagasi ke counter saja. Namun sebelumnya pastikan kita sudah mencetak luggage tag pada mesin check in. 

Selain check in melalui counter dan mesin tersebut, kita juga bisa melakukan check in melalui website dan aplikasi. Jika melalukan check in melalui website, Air Asia akan mengirimkan boarding pass melalui email.

Selain check in mandiri yang praktis. Hal lain yang turut membuat perjalanan saya jadi lebih bahagia juga adalah karena Air Asia mengatur dengan sedemikian rupa baris antrian sebelum penumpang masuk ke pesawat, Pada boarding gate, terdapat pembatas baris agar penumpang dapat mengantri sesuai urutan kursinya. Hal ini membuat penumpang jadi lebih teratur dan tidak berdesak-desakan saat akan memasuki pesawat. Selain itu pada penerbangan Air Asia juga terdapat fitur sistem pengenalan wajah untuk bandara,bernama Fast Airport Clearance Experience System (FACES). Fitur ini mempercepat sistem pemeriksaan saat berada di bandara karena kita hanya perlu memindai wajah pada alat yang tersedia. Tak perlu repot mengeluarkan boarding pass dan passport. Cara menggunakan fitur ini juga mudah, kita hanya perlu merekam video wajah di aplikasi Air Asia pada smartphone kita. Kemudian di boarding gate kita hanya perlu memindai wajah pada mesin FACES yang tersedia.

 

BAHAGIA BERSAMA AIR ASIA #3 : Pengalaman Terbang Penuh Kebahagiaan

Tiket di tangan, check in sudah dilakukan. Kami pun bergegas masuk ke ruang tunggu yang sudah disiapkan bagi calon penumpang yang sudah check in. Tak lama menunggu, pesawat Air Asia yang akan membawa kami terbang akhirnya datang. Saya cukup salut dengan Air Asia, sebab meskipun tergolong low carrier cost airline (LCCT) namun Air Asia cukup menjaga on time performance dalam setiap penerbangannya. Dari pengalaman saya melakukan penerbangan dengan Air Asia dapat dikatakan hampir saya tak pernah mengalami keterlambatan. Jika pun ada tak pernah terlalu lama delay nya.

Pengalaman terbang bersama Air Asia sangat menyenangkan. Selain interior pesawat yang bersih dan cukup terawat, kami pun dimanjakan dengan layanan cabin crew Air Asia sangat ramah dan helpful. Ketika melihat ibu-ibu membawa bayi seperti saya, mereka tidak segan membantu untuk membuka jalan di aisle cabin agar saya bisa lewat dengan lebih leluasa. Salah satu yang sangat khas dari cabin crew Air Asia adalah selain seragam merahnya juga adalah makeupnya yang terlihat segar dan senyum yang tak pernah lepas. Tak heran Air Asia juga pernah menyandang prediket maskapai murah dengan Cabin Crew terbaik di dunia pada tahun lalu. Yang tak kalah penting, kemampuan berbahasa Inggris dari para cabin crew Air Asia juga sangat baik. Ini memudahkan saya untuk berkomunikasi mengingat banyak cabin crew Air Asia yang berasal dari negara ASEAN yang tidak berbahasa Inggris seperti Thailand, Vietnam dll. Kemudian penyampaian informasi keselamatan selama penerbangan juga terdengar dengan cukup jelas. Pada penerbangan bernomor AK yang kami tumpangi, informasi keselamatan disampaikan dengan instruksi berbahasa Inggris, Melayu Malaysia dan Mandarin. Hal ini mewakili para “tamu” (Sebutan Air Asia untuk penumpang) yang ada di pesawat.

Perjalanan kami terasa lebih nikmat sambil menyantap hidangan santan meal yang sudah kami pesan sebelumnya. Kelembutan burger dengan daging yang gurih di burger berwarna merah itu rasanya masih berbekas di ingatan saya. Demikian pula dengan nasi uduk ikonik yang hampir selalu saya pesan ketika terbang bersama Air Asia. Nikmatnya kadang sampai bikin kangen hihi

Sepotong Cerita Liburan Singkat Selama di Kuching

Penerbangan mulus tanpa turbulensi menjadi pengalaman penerbangan terbaik bagi kami sekeluarga kala itu. Terlebih untuk mama yang jarang-jarang naik pesawat. Setidaknya, dengan penerbangan yang menyenangkan Mama jadi tak akan kapok jika nanti kami kembali mengajaknya jalan-jalan. Penerbangan singkat selama lebih kurang 80 menit itupun akhirnya mengantarkan kami tiba di destinasi tujuan, yaitu Kuching.

Setibanya di Kuching International Airport, Cik Sue kerabat lama mama ternyata sudah menanti kami di arrival gate. Kami pun bergegas mengambil bagasi untuk kemudian menyambut ucapan selamat datang dari kerabat kami ini. Mobil Cik Sue melaju meninggalkan bandara. Kami langsung dibawa menuju pusat kota untuk makan di salah satu kedai makanan khas lokal yaitu Laksa Sarawak. Selepas makan kami pun langsung diajak berfoto-foto di sebuah patung ikonik di Kuching, namanya cat statue. Patung berbentuk kucing ini memang menjadi daya tarik wisata yang tak akan dilewatkan oleh para turis yang datang ke Kuching. Kucing memang binatang yang dijadikan lambang bagi kota ini. Maka tak heran Kuching memiliki banyak patung ikonik berbentuk kucing. Maka dari itu kota ini adalah kota yang tepat bagi pecinta kucing. 

Kuching juga terkenal dengan Sungai Sarawaknya. Di sekitaran cat statue juga terdapat waterfront, objek wisata taman di tepi sungai Sarawak. Waterfront Kuching baru saja mengalami pemugaran. Sehingga banyak bangunan baru yang cantik untuk tempat foto-foto bagi wisatawan. Seperti Darul Hana Bridge yang memiliki arsitektur yang unik meliuk-liuk. Yang dari atasnya kita dapat melihat pemandangan Sungai Sarawak 360 derajat. Di jembatan ini juga ada musical fountain mirip seperti yang ada di Marina Bay Singapore. Atraksi tersebut akan dimulai Senin sampai dengan Kamis sebanyak 2 kali show jam 20.30-10.45 waktu setempat dan Jumat-Minggu pada jam yang sama namun sebanyak 3 kali show. Ada pula Museum Kuching dan Museum Tua Sarawak disekitarnya. Meskipun sayang, saat tiba disana kedua museum tersebut sedang direnovasi.

Meskipun boleh dibilang Kuching bukanlah kota besar ataupun metropolitan. Namun menurut saya Kuching adalah kota yang sangat bersih dan nyaman. Banyak pohon dan tanaman tertata rapi di sepanjang jalan, dan tempat wisata gratis yang sangat terawat. Setiap sudut di pusat kota Kuching juga sangat instagramble. Sebutlah Little India, dimana terdapat pusat masyarakat India hingga Chinatown yang akan membuat kita seakan berada di Hongkong. Ada juga Jalan Carpenter atau Carpenter Street yang sangat instagenic. Sudut-sudutnya dihiasi mural-mural yang artistik dengan dihiasi bangunan kuno khas masyarakat tionghoa yang cantik. Kami pun menyempatkan diri untuk mampir di jalan ini demi mengambil foto-foto sejenak.

Puas mengelilingi pusat kota Kuching, kami pun pergi ke salah satu masjid yang terkenal di Kuching namanya Sarawak State Mosque. Kebetulan mama sangat menyukai arsitektur masjid. Mama kerap mengumpulkan foto-foto masjid dari berbagai dunia di handphonenya. Maka dari itu, kami sengaja mampir ke masjid ini untuk sholat, istirahat sambil menikmati keindahan masjidnya. 

Mama, Bersama Air Asia Kelak Akan Kubawa Dirimu Lebih Jauh….

Liburan singkat namun berkesan di Kuching menjadi momen bahagia bagi kami sekeluarga, khususnya mama. Meskipun belum mampu membawa mama liburan ke destinasi yang terlalu jauh, namun dalam hati ini saya menanam tekad yang begitu kuat agar kelak dapat membawa mama mengelilingi dunia.

Di akhir tahun 2019 nanti, saya telah memesan tiket pesawat lewat aplikasi Air Asia untuk kembali membawa mama jalan-jalan ke Johor Bahru dan Singapura. Semoga saja kedepan nanti akan ada lebih banyak lagi destinasi wisata indah yang bisa mama kunjungi dengan terbang bahagia bersama Air Asia.

error: content is protected