A PERSONAL BLOG OF

Rizka Edmanda

LIFESTYLE. MOTHERHOOD AND EVERYTHING SHE LIKES.

asi bernutrisi blackmores

Bagi saya, menyusui tak hanya sekadar soal memberikan ASI. Menyusui adalah bentuk ikhtiar saya untuk memberikan asupan nutrisi terbaik bagi sang buah hati. Maka dari itu, seberat apapun tantangannya akan saya upayakan sekuat tenaga. Sebab, selain punya beragam manfaat bagi tumbuh kembang anak, menyusui juga adalah salah satu bukti nyata cinta seorang ibu pada anaknya. Perkenalan saya dengan Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold menambah kepercayaan diri saya untuk dapat menyusui  Qonita hingga usianya 2 tahun. Sebab, 17 nutrisi esensial yang terkandung didalamnya membantu saya agar dapat lancar menyusui serta memberikan Qonita ASI bernutrisi.

Penasaran ulasannya? Simak cerita dibawah ini ya

Setetes ASI, Sejuta Cinta

Bagi saya, menyusui adalah kado cinta terbaik yang dapat saya berikan pada buah hati saya di 1000 hari pertama kehidupannya. Sebab ASI mengandung komponen nutrisi terlengkap yang diperlukan oleh bayi untuk mendukung tumbuh kembangnya. Zat gizi ASI yang sempurna mengandung jutaan antibodi yang dapat melindungi anak dari penyakit serta menguatkan sistem kekebalan tubuh mereka. Tak heran para dokter, ilmuwan dan berbagai ahli di bidang kesehatan menyebutkan bahwa ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi. Bahkan tak tanggung-tanggung, Allah SWT pun sampai menuangkan anjuran khusus untuk para ibu agar menyusui anaknya hingga usia 2 tahun yaitu didalam Surat Al-Baqarah ayat 233.

Proses dan perjalanan menyusui yang saya lalui memang penuh dengan tantangan. Cukup banyak aral melintang yang menjadi ujian tersendiri bagi saya selama menjalaninya.  Bahkan tantangan tersebut telah dimulai sejak hari pertama saya menyusui. Saya ingat betul kala itu, ASI saya tak langsung keluar setelah melahirkan. Saya sempat merasa cemas lantaran bayi saya yang baru lahir sudah menangis keras.

Perasaan tambah berkecamuk kala seorang kerabat dekat yang saat itu hadir dan ikut menemani saya melahirkan mulai memaksa untuk memberikan formula pengganti ASI pada bayi saya. Namun saya tak menggubris anjuran itu. Sebab didalam hati kecil saya ada sebuah keyakinan yang besar bahwa Allah pasti akan berbaik hati memberikan rezeki ASI untuk Qonita dan memampukan saya untuk menyusuinya.

Meskipun ASI saya tak langsung keluar namun saya berusaha untuk tenang. Saya ingat betul materi yang sempat saya dapatkan di kelas edukasi menyusui yang pernah saya ikuti saat hamil, bahwa seorang bayi bisa bertahan sampai dengan 48 jam setelah dilahirkan meskipun tanpa ASI atau makanan/minuman apapun. Hal ini dikarenakan mereka masih memiliki cadangan makanan yang tersimpan di ari-ari (plasenta). Dukungan suami dan ibu sangatlah besar di masa-masa genting waktu itu. Mereka terus memberikan sugesti positif agar saya yakin bahwa ASI saya pasti keluar dan saya pasti bisa menyusui Qonita.

8 jam berselang, keajaiban datang. Butiran kolostrum berwarna kuning pekat perlahan menetes dari payudara saya. Saya pun menangis bahagia, sambil mengucap syukur dan takbir berkali-kali langsung saya berikan kolostrum tersebut pada Qonita. Saya ingat betul rasa haru yang menyeruak di dada kala itu. Bersyukur rasanya sebab Allah masih izinkan saya untuk dapat memberikan ASI pada Qonita meskipun saat itu saya hampir putus asa.

Tantangan menyusui yang saya lalui tak hanya sampai disitu saja. Sebab berkali-kali Qonita gagal menyusu karena salah pelekatan. Ditambah pula kondisi payudara saya yang memiliki puting datar. Proses menyusui pun awalnya jadi tak begitu lancar. Alhasil ASI tersumbat karena tak keluar. Payudara saya membengkak dan saya mengalami mastitis. Saking sakitnya, saya sampai meringis. Berkali-kali saya mencoba memompa ASI dengan menggunakan breastpump namun tetap saja ASI tak begitu banyak keluar sedangkan payudara sudah terasa bengkak.

Akhirnya saya mengundang konselor laktasi dari AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) untuk membantu saya dalam  memperbaiki pelekatan Qonita. Beruntung Mba Tyas dari AIMI Kalbar sudi datang membantu. Dari beliau, saya belajar tentang pelekatan (latch on) yang benar, saya pun belajar banyak wawasan baru seputar menyusui.

Enam bulan pertama adalah masa-masa yang paling berat. Sebab saya dan Qonita masih sama-sama belajar. Namun kendati penuh dengan lika-liku, tak sedikitpun semua tantangan itu merubuhkan semangat saya untuk dapat menunaikan tugas mulia menyusui Qonita hingga genap 2 tahun usianya.

Segala tantangan yang saya lalui, saya anggap sebagai ujian kesabaran atas perjuangan yang tengah saya lakukan. Setiap kali saya hampir putus asa, saya ucapkan dalam hati bahwa setetes ASI yang saya beri adalah bukti sejuta cinta yang tak bertepi. Dan perjuangan ini terbayar, setiap kali saya melihat Qonita yang tumbuh dengan sehat, aktif, cerdas dan ceria hingga saat ini. MasyaAllah.

Tekad yang kuat dan informasi laktasi yang tepat. Kiranya dua hal inilah yang menjadi kunci sukses menyusui berdasarkan pengalaman yang saya alami. Tekad untuk menjalani masa penyusuan sebagai sebuah tugas yang mulia menjadi penguat saya dalam melewati segala tantangan apapun selama proses menyusui Qonita. Selain itu wawasan dan informasi  yang tepat seputar ASI juga membuat saya merasa lebih berdaya dalam menjalani masa-masa menyusui ini. Dan tentu saja yang tak kalah penting adalah dukungan support system seperti orang tua dan suami. 

Upaya lainnya yang juga saya lakukan agar dapat lancar menyusui adalah dengan menjaga asupan nutrisi harian. Sebab seorang ibu adalah “Pabrik Nutrisi” untuk anaknya. Dimulai sejak hamil, ibulah akan menyalurkan nutrisi kepada janin lewat plasenta hingga kemudian sang bayi lahir ibu pula yang  akan memberikan nutrisi padanya lewat ASI. Maka dari itu tentunya seorang ibu juga harus punya “modal” yang cukup agar dapat memproduksi ASI bernutrisi.

Saya memang jadi agak cerewet soal asupan nutrisi harian sejak hamil hingga menyusui saat ini. Jika dulu semasa ABG saya bebas makan sembarangan, maka sejak menjadi ibu saya jadi lebih bijak dalam urusan makan. Sebab saya sadar, apapun yang saya konsumsi akan dikonsumsi pula oleh buah hati saya. Kalau makanan dan minuman saya sehat, maka sehatlah mereka. Tapi jika saya kekurangan gizi, bisa-bisa ia pun juga ikut kekurangan gizi.

blackmores

Selain menjaga pola makan berdasarkan pedoman gizi seimbang, saya juga senantiasa menjaga asupan cairan. Setidaknya dalam sehari saya akan minum 4 hingga 5 liter air putih agar tubuh tetap terhidrasi. Saya pun rutin mengonsumsi suplemen tambahan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian. Sebab sulit rasanya untuk menjamin bahwa makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari akan selalu bisa mencukupi kebutuhan nutrisi kita. Terlebih dalam kondisi hamil ataupun menyusui.

blackmores

Pilihan saya adalah Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold sebab suplemen hamil & menyusui ini memiliki 17 nutrisi esensial yang dapat mencukupi kebutuhan nutrisi sejak hamil hingga menyusui. Dua diantara 17 nutrisi esensial yang terkandung dalam Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold adalah asam folat dan zat besi. Dua komponen ini amat sangat penting bagi ibu hamil ataupun menyusui. Sebab kekurangan asam folat pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia dan preeklampsia serta berisiko menyebabkan persalinan prematur dan bayi lahir dengan berat badan rendah, bibir sumbing, hingga kelainan otak dan sumsum tulang belakang pada janin.

Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold juga mengandung kalsium yang dapat mendukung pertumbuhan tulang dan gigi buah hati serta mencegah osteoporosis pada ibu. Serta yang tak kalah penting adalah suplemen ini juga mengandung omega 3/DHA yang sudah sangat dikenal baik untuk perkembangan otak anak. Omega 3/DHA juga penting untuk dikonsumsi selama hamil dan menyusui sebab komponen ini dapat mengubah lemak, vitamin dan mineral menjadi lebih baik kadarnya.

Yang paling saya suka dari Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold adalah karena meskipun mengandung Omega 3/DHA namun suplemen ini sama sekali tidak berbau (odourless). Sehingga lebih nyaman untuk dikonsumsi terlebih selama saya hamil indera penciuman jadi lebih sensitif. Kemudian kandungan zat besinya berasal dari besi fumarate sehingga tidak akan menyebabkan konstipasi. Selain itu, kandungan nutrisi esensialnya yang sangat lengkap juga membuat saya tak perlu lagi mengonsumsi beberapa suplemen berbeda untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian saya. Cukup 2 kapsul Blackmores Pregnancy & Breastgeeding Gold saja setiap hari selama hamil dan menyusui. Pilihan kemasannya pun beragam. Mulai dari isi 60 kapsul , 120 kapsul ataupun 180 kapsul untuk persiapan dikonsumsi selama 3 bulan.

Satu hal yang paling istimewa dari Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold adalah karena semangat Kalbe Blackmores Nutrition dalam mendukung pemberian ASI di Indonesia diwujudkan pula dengan kerjasama Kalbe Blackmores Nutrition dengan  Bumi Sehat Foundation yaitu sebuah organisasi non profit yang berfokus pada layanan kesehatan berkualitas, higienis serta pengupayaan kelahiran anak secara layak. Komitmen Kalbe Blackmores Nutrition untuk mendukung pemberian ASI di 1000 hari pertama kehidupan anak ini dibuktikan dengan pemberian 12.000 botol Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold setiap tahunnya di klinik Bumi Sehat yang tersebar di Denpasar, Aceh dan Papua untuk membantu mencukupi kebutuhan nutrisi para pasien yang membutuhkan. Tak sampai disitu, dilansir dari akun media sosial Yayasan Bumi Sehat, diketahui bahwa Blackmores turut berpartisipasi memberikan dukungan paket suplemen kesehatan untuk ibu hamil dan menyusui yang terdampak bencana yaitu pada bencana gempa di Lombok waktu itu.

Selain itu, dalam rangka memperingati World Breastfeeding Week yang jatuh pada 1-7 agustus 2020 kemarin, Kalbe Blackmores Nutrition juga menggandeng para ibu hamil dan menyusui untuk menyebarluaskan semangat mengASIhi di sosial media. Program ini diharapkan dapat menginspirasi para ibu lainnya agar dapat mengupayakan pemberian ASI bernutrisi bagi sang buah hati. Kualitas produk terbaik serta komitmen Kalbe Blackmores Nutrition yang senantiasa mendukung pemberian ASI di Indonesia tentunya membuat saya selaku pelanggan Kalbe Blackmores Nutrition jadi semakin percaya diri untuk menggunakan Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold sebagai suplemen nutrisi andalan selama menyusui.

Akhir kata, saya akui menyusui adalah tugas mulia yang tak mudah. Namun keyakinan saya akan manfaat ASI yang luar biasa dan rasa cinta yang teramat besar pada Qonita mengalahkan segala tantangan yang mencoba menghadang langkah saya. Kelak, di masa depan segala tantangan itu tentu akan menjadi sebuah kenangan perjuangan masa-masa pengasuhan yang tak akan pernah saya lupakan. Sebuah kenangan yang akan jadi cerita manis untuk dikisahkan pada Qonita kelak saat ia dewasa. Sebab saya percaya bahwa ASI bernutrisi adalah kado terbaik yang bisa saya berikan pada Qonita di 1000 hari pertama kehidupannya.

Saya beruntung sebab Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold senantiasa setia menemani perjalanan menyusui saya yang penuh sukacita.  Jadi bagi Moms yang sedang hamil ataupun menyusui yuk persiapkan ASI bernutrisi untuk sang buah hati dengan konsumsi Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold 1-2 kali sehari.

Jangan lupa follow Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold di Instagram @blackmoresid ya! ada banyak sekali informasi kesehatan, promo dan program menarik lainnya seputar Kalbe Blackmores Nutrition yang tentunya sayang sekali untuk dilewatkan. Moms bisa melakukan pembelian Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold di E-commerce Tokopedia, Blibli, Lazada dan Shopee yang bertuliskan Official Store.

Semoga cerita saya bisa memotivasi teman-teman “seperjuangan” diluar sana untuk dapat sukses mengASIhi.

Follow Blackmores dengan Klik Tombol di bawah ini :

Sumber-sumber :

  • Foto : Rizka Edmanda, Blackmores Indonesia, Yayasan Bumi Sehat Indonesia
  • Video : Rizka Edmanda
error: content is protected