#AksiSehatCeria : Dokter Sehat Bikin Pola Hidup Sehat Lebih Ceria

#AksiSehatCeria

Berkah raga dan kesehatan telah dianugerahkan cuma-cuma oleh Allah kepada setiap hamba-Nya. Menjaga dan merawatnya sebaik mungkin merupakan salah satu cara kita bersyukur atas nikmat-Nya, maka seyogyanya kita harus terus memelihara raga yang telah dianugerahkan kepada kita ini dengan cara menerapkan pola hidup sehat sehari-hari. Paling tidak, ada 4 pola hidup sehat yang rutin kami sekeluarga terapkan sebagai bentuk ikhtiar untuk memelihara raga dan kesehatan. Selain mengatur pola makan, melakukan aktivitas fisik dan mengontrol berat badan, ada pula ikhtiar menjaga kesehatan lain yang juga rutin kami sekeluarga lakukan yaitu donor darah, kami sadar ada manfaat besar donor darah bagi kesehatan diri sendiri, sedangkan bagi orang lain yang membutuhkan, donor darah seakan menjadi nyawa kedua penyambung kehidupan. Tak hanya itu, mengontrol berat badan dan membatasi jumlah kalori juga kami lakukan demi menjamin kesehatan jangka panjang. Beruntung perkenalan kami dengan situs kesehatan doktersehat.com menjadikan pola hidup sehat yang kami terapkan terasa lebih mudah untuk dijalankan.

*****

Pola Hidup Sehat Ala Keluargaku

Perubahan zaman dan kemajuan teknologi telah memudahkan segala aktivitas. Zaman dulu misalnya, untuk mengirimkan uang orang perlu mengantri berjam-jam di Bank, sedangkan di zaman sekarang sudah ada m-banking, internet banking serta sms banking, atau misalnya zaman dulu kita harus pergi keluar rumah untuk berbelanja atau mencari makan,sedangkan saat ini semua orang bisa berbelanja apapun dengan mudah pada situs-situs e-commerce atau online shop. Banyak aktivitas yang bisa dimudahkan dengan telefon genggam. Tak ayal teknologi telah memangkas sebagian besar aktivitas yang biasanya dilakukan secara manual.

Hal ini tentu meringankan beban pekerjaan manusia, namun disisi lain juga telah memanjakan kaum milenial, hingga akhirnya banyak diantara kaum milenial yang “terpaksa” menjalani gaya hidup sedentari atau “Sedentary lifestyle”. Gaya hidup sedentari adalah gaya hidup dimana seseorang sangat minim melakukan aktivitas atau yang sering disebut oleh para milenial dengan istilah “mager” alias malas gerak. Bagi pekerjaan kantoran, dampak buruk gaya hidup sedentari dirasakan berkali-kali lipat sebab mereka harus bekerja dengan duduk di meja kantor selama berjam-jam tanpa banyak melakukan aktivitas fisik yang berarti.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan bahwa 24,1 persen penduduk Indonesia, atau satu dari empat orang, menjalani gaya hidup sedentari lebih dari enam jam. Hal ini tentu sangat berbahaya, sebab minimnya aktivitas fisik yang dilakukan, dapat menjadi ancaman bagi kesehatan seseorang. Gaya hidup sedentari dapat memicu berbagai macam penyakit seperti obesitas dan penyakit tidak menular (PTM) contohnya diabetes, jantung koroner, stroke, hipertensi dan obesitas. Karenanya penting bagi milenial untuk menerapkan pola hidup sehat, demi menyeimbangkan gaya hidup sedentari yang kita jalani.

#AksiSehatCeria

Tak ingin terkena dampak buruk gaya hidup sedentari, maka saya coba menyibukkan diri dengan aktivitas fisik dalam mengurus rumah tangga seperti menyapu, memasak, mengepel, mengurus anak , mencuci baju dan juga disambi dengan melakukan kegiatan menulis atau blogging. Meskipun sebagian pekerjaan rumah telah termudahkan karena bantuan mesin, namun sebagian pekerjaan lain masih saya kerjakan sendiri secara manual.

Saya memang sengaja tak menyewa jasa ART (asisten rumah tangga) karena saya ingin pekerjaan rumah menjadi bagian dari rutinitas olahraga dan aktivitas fisik yang bisa saya lakukan setiap hari, sambil menyelam minum air ceritanya, hehe. Memang terkadang cukup melelahkan, tapi paling tidak aktivitas mengerjakan pekerjaan rumah harian dapat memberikan manfaat ganda pada saya, yaitu kesehatan yang lebih mumpuni dan rumah yang lebih tertata rapi. Disamping berberes rumah, saya juga rutin melakukan yoga dan renang seminggu sekali, di akhir pekan biasanya kami habiskan dengan rutin jalan pagi di area Car Free Day, bersosialisasi, berjumpa dengan teman-teman atau sekedar memperhatikan aktivitas orang-orang di pagi hari sambil berolahraga menjadi hiburan sederhana sekaligus menyehatkan.

#aksisehatceria

Tidak hanya rutin melakukan aktivitas fisik, sebagai seorang istri sekaligus ibu, saya pun percaya bahwa hidup sehat itu dimulai dari dapur rumah, sehingga menyediakan santapan yang lezat dan bergizi untuk keluarga menjadi sebuah kewajiban bagi saya. Saya harus memastikan kami sekeluarga tidak hanya sekedar kenyang namun tercukupi kebutuhan nutrisinya. Meskipun lauk pauk yang disajikan sederhana  tapi paling tidak saya menjamin bahwa menu harian kami lengkap sesuai dengan pedoman gizi seimbang yaitu mengandung karbohidrat, protein hewani, protein nabati, buah dan sayur serta air putih dalam proporsi yang cukup. Untuk protein hewani, belakangan saya sedang coba menggiatkan makan ikan dirumah, sebetulnya saya dan keluarga adalah pecinta daging-dagingan, tapi gara-gara belakangan ini sering mantengin tweet Ibu Susi, akhirnya saya sadar kalau ikan memiliki kandungan protein yang sangat baik untuk tubuh, serta memiliki kandungan omega dan asam amino yang tinggi.

#AksiSehatCeria

Selanjutnya, rutin melakukan donor darah juga bentuk ikhtiar yang kami sekeluarga lakukan untuk menjaga kesehatan raga dan juga jiwa. Meskipun sejak hamil dan menyusui, saya sudah tidak lagi rutin melakukannya namun anggota keluarga lain seperti adik-adik, orangtua dan suami masih istiqomah menjalankannya. Sebab kami sadar donor darah dapat bermanfaat untuk menjaga kesehatan kami serta dapat bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkan. Banyak manfaat donor darah apabila rutin dilakukan, diantaranya adalah : meningkatkan kesehatan jantung, meningkatkan produksi sel darah merah, membantu mengontrol berat badan, mendeteksi penyakit tertentu, menurunkan resiko kanker, merawat kesehatan organ hati, dan juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Hal ini karena sebelum melakukan donor darah biasanya kita akan melalui beberapa pemeriksaan diantaranya, nadi, tekanan darah, suhu tubuh, dan kadar hemoglobin. Tak hanya itu, dengan sampel darah kita yang diambil sebelum melakukan donor darah, kita juga dapat mengetahui apakah kita terinfeksi penyakit berbahaya yang menular lewat darah misalnya hepatitis B dan C, HIV, Sipilis dan Trypanosoma Cruzi. Lumayan kan, sudah meningkatkan kesehatan, membantu orang yang membutuhkan dapat pemeriksaan kesehatan gratis pula.

Apalagi, belakangan kami tau bahwa Indonesia masih kekurangan stok kantong darah. Hal ini ironis sebetulnya, mengingat belakangan sering terjadi bencana alam yang mana sudah tentu kantong darah akan sangat dibutuhkan bagi para korban luka-luka. WHO menentukan produksi darah suatu wilayah adalah minimal 2% dari jumlah penduduk, itu artinya dari total keseluruhan penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 265.000.000 jiwa, setidaknya Negara kita membutuhkan 5,3 juta kantong darah pertahun, padahal saat ini stok kantong darah yang kita miliki hanya sekitar 4,2 juta kantong darah yang mana sebanyak 86,20% nya berasal dari donor darah sukarela (DDS). Bayangkan bagaimana nasib saudara-saudara kita yang membutuhkan darah, baik itu untuk membantu persalinan, operasi, mengobati suatu penyakit, kecelakaan, atau menjadi korban bencana alam, setetes darah kita pasti akan sangat berarti bagi mereka. Maka dari itu, donor darah juga menjadi gaya hidup sehat ala kami.

#AksiSehatCeria

Menghitung Kalori, Mengontrol Berat Badan

Setelah melakukan ikhtiar untuk menjalankan pola hidup sehat seperti diatas, selanjutnya yang saya lakukan adalah memastikan zat gizi di tubuh kami telah seimbang. Bagi orang dewasa, indikator paling sederhana yang menunjukkan keseimbangan zat gizi dalam tubuh adalah tercapainya berat badan yang ideal, yaitu berat badan yang sesuai dengan tinggi badannya. Indikator tersebut dikenal dengan BMI atau Body Mass Index atau dalam Bahasa Indonesia disebut Indeks Masa Tubuh. Boleh dibilang mengontrol berat badan dengan body mass index atau indeks masa tubuh (BMI/IMT) adalah tolak ukur untuk melihat keberhasilan kita dalam menjalan pola hidup sehat.

Oleh karena itu, pemantauan rutin berat badan merupakan pola hidup sehat yang juga kami terapkan. Kami memiliki 3 timbangan badan yang disebar mulai dari kamar tidur, dapur hingga ruang tamu, setiap minggunya kami juga rutin mengecek timbangan agar terkontrol. Berat badan yang ideal bagi orang dewasa adalah jika BMI/ IMT nya berada dalam skala 18,5-25,0 . Apabila skala BMI/ IMT menunjukkan dibawah 18,5 maka kita harus berhati-hati sebab ada potensi penyakit osteophorosis, kerapuhan tulang ataupun kekurangan gizi yang mengancam. Sebaliknya, apabila skala BMI/ IMT diatas 25,5 maka kita akan lebih beresiko terkena penyakit tidak menular seperti jantung koroner, stroke, diabetes, obesitas dan hipertensi.

Sadar akan pentingnya mengontrol berat badan, dirumah saya juga bertugas sebagai pencatat dan penghitung BMI/IMT anggota keluarga. Biasanya saya menghitung BMI/IMT secara manual, yakni dengan menggunakan rumus : IMT(BMI) = Berat Badan (Kg) / (Tinggi badan (m) x Tinggi badan(m). Jika saat jadwal pengecekan rutin ada anggota keluarga yang berat badannya melebihi IMT biasanya akan saya “hukum” dengan menerapkan pola diet tertentu hingga BMI/IMT nya kembali ideal. Jadi begitulah, selain sebagai istri sekaligus ibu, dirumah saya juga bertugas sebagai “polisi kesehatan” yang rutin berpatroli memantau berat badan suami, adik ipar, mertua dan anak..hehe

Belakangan ini saya menemukan cara praktis untuk menghitung indeks masa tubuh keluarga saya, yaitu dengan menggunakan kalkulator BMI yang terdapat pada situs kesehatan doktersehat.com , dengan kalkulator BMI di situs kesehatan ini saya dapat menghitung secara online indeks masa tubuh saya dan keluarga hanya dengan memasukan berat badan dan tinggi badan pada kolom yang disediakan, kemudian algoritma pada situs tersebut yang akan menghitung BMI dengan cepat beserta informasi apakah berat badan kita termasuk dalam kategori kurus, ideal atau gemuk. Mudah kan! Buat yang ingin mencoba, bisa klik Kalkulator BMI doktersehat disini

#aksisehatceria

Ingin Hidup Sehat Lebih Mudah dan Ceria? Yuk, Ke Doktersehat.com aja!

Eh ngomong-ngomong soal pola hidup sehat nih, di doktersehat.com itu tidak hanya ada kalkulator BMI lho, ada banyak fitur-fitur yang bisa membantu kita untuk menjalankan pola hidup sehat dengan lebih mudah dan ceria. Belakangan saya juga jadi ketagihan mampir ke situs ini. Buat kalian yang belum tau, jadi Dokter Sehat itu adalah portal atau situs kesehatan yang menyediakan informasi, panduan, dan konsultasi kesehatan secara online. Uniknya, situs kesehatan yang satu ini tampil beda dari situs lainnya karena di doktersehat.com juga ada banyak fitur-fitur keren yang bisa memudahkan kita dalam menjalani pola hidup sehat.

Selain kalkultor BMI, di situs ini juga terdapat menu kalkulator kalori. Buat seorang Ibu sekaligus manager dapur rumah seperti saya, kalkulator kalori ini sangat membantu saya untuk bisa menakar berapa kira-kira rata-rata kebutuhan kalori harian keluarga sehingga bisa saya sesuaikan dengan pengaturan menu dan porsi sajian di meja makan. Bagi teman-teman yang sedang merencanakan kehamilan, di Dokter Sehat kalian bisa cek masa subur dengan kalkulator ovulasi/kesuburan juga lho. Kalau sudah hamil? ada juga nih kalkulator untuk menghitung usia kehamilan, selain itu ada pula aplikasi untuk memprediksi berat dan panjang badan janin ketika lahir, caranya simpel, hanya dengan mencantumkan berat badan Ibu sebelum hamil. Wagelaseh, keren kan!

#AksiSehatCeria

Eitttss tunggu dulu, tidak cuma itu lho kemewahan fasilitas yang ditawarkan Dokter Sehat, yang paling saya suka nih ada fitur untuk menganalisa penyakit yang sedang kita derita. Caranya mudah, cukup dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar keluhan yang kita rasakan, setelah menjawab semua pertanyaannya, sistem algoritma yang akan mengakumulasi jawaban kita dan mendiagnosa penyakit berdasarkan hasil analisa jawaban tersebut. Mantuuuuul alias mantap betul yaa!

Hmmm, memangnya informasi kesehatan di Dokter Sehat akurat ya? InsyaAllah akurat kok, karena Dokter Sehat digawangi oleh team profesional yang terdiri dari Team IT dan Team Bidang Kesehatan yang beranggotakan beberapa dokter dalam dan Luar Negri. Bahkan sejak tanggal 22 oktober 2010, Dokter Sehat telah menjalin kerjasama resmi dengan Organisasi Kesehatan International FlyFreeForHealth dan Team Sexxietv yang dipimpin oleh Dr Wei Siang Yu (Dr.Love-Singapore) dalam hal penyediaan artikel dan konsultasi kesehatan secara live chat.

#aksisehatceria

Yang terakhir, situs kesehatan online Dokter Sehat ini bisa diakses secara gratis oleh seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Keren ya, coba saja bayangkan berapa biaya, waktu dan tenaga yang kita keluarkan kalau harus pergi ke fasilitas pelayanan kesehatan hanya untuk melakukan konsultasi. Makanya kehadiran Dokter Sehat telah banyak membawa manfaat dan kemudahan bagi saya dan keluarga , dan juga tentunya bagi masyarakat Indonesia yang kesulitan mendapatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah-wilayah yang jauh dari kota.

Hmmm, betul sekali ya kemudahan akses informasi, dan perkembangan teknologi di era kekinian memang sudah membawa perubahan besar-besaran dalam berbagai sendi kehidupan. Zaman dulu kalau ingin memeriksakan kesehatan ya harus ke ngantri di klinik dokter, sedangkan di zaman sekarang konsultasi dan informasi seputar kesehatan bisa dengan mudah didapatkan secara online. Semoga inovasi yang dikembangkan oleh doktersehat.com kelak tidak hanya akan membantu keluarga saya dalam menjalani pola hidup sehat namun juga membantu seluruh masyarakat Indonesia, untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan melek kesehatan.

#AksiSehatCeria

 

Sumber-Sumber :

Pengalaman Pribadi

Pedoman Gizi Seimbang via http://sehatnegeriku.kemkes.go.id

Riset Kesehatan Dasar 2013 via http://www.depkes.go.id

Berbagai Artikel Kesehatan di https://doktersehat.com/

Rizka Edmanda

58 Comments

  1. Wahh.. Infografisnya keren mba, kita jadi fokus apa yang harus kita lakukan dan dirubah. Noted ini, kadang ada rasa pengen banget ngemil jajanan luar, karena IRT bosan juga makanan rumahan, tapi tip jajanan sekali tapi berujung khilaf.. hiksss makasih mba remindernyaa..

  2. Wah, suka sama infografisnya mba. Nanti mau belajar ah 😍😍

    Oiya, aksi sehatnya hampir semua juga aku sedang coba terapkan, kecuali donor darah. Ya masa udah 3x ditolak terus hiks

  3. Papa mertua ini rutin donor sejak belum menikah.
    Sampai dapat piagam penghargaan dari Gubernur Jawa Timur.

    Kalau masih rutin, bisa jadi dapat apresiasi dari Presiden.
    Hiihi~

  4. Jadi untuk konsultasi kesehatan sehari-hari bisa tanya ke dokter sehat ini mbàk. Bisa jadi referensi sebelum beriunjung ke dokter ya. Makasih sharingnya mbak.

  5. Menarik banget artikelnya, jadi introspeksi diri untuk menjaga kesehatan lebih baik lagi 😊

  6. Yang kerja kebanyakan duduk itu aku banget zaman dulu. Saking seringnya duduk dan jarang minum sampai kena gangguan saluran pipis, ada batunya kecil tapi suakit banget.

  7. Seperti biasa tulisannya Mbak Rizka selalu luar biasa, lengkap dan komplit! Ini mah lebih cocok jadi juri dibanding jadi peserta lagi hahaha. Btw sedentary lifestyle itu yang paling sulit kuhindari hehehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *