5 Tips Memilih Wedding Vendor yang Wajib Dilakukan Demi Wujudkan Acara Pernikahan Impian

Menyiapkan acara pernikahan impian atau “A wedding dream” memang bukan perkara mudah. Terlebih bagi calon pengantin atau brides to be yang hanya punya waktu singkat untuk menyiapkan acara teristimewa seumur hidup ini. Sebagaimana saya kemarin, yang hanya punya waktu kurang dari 6 bulan dalam menyiapkan secara mandiri acara wedding saya, tanpa EO, ditengah kesibukan menyelesaikan thesis pula. Kebayang kan betapa ribetnya? Ditambah lagi, saya berdomisili di Jogja, sementara acara pernikahan akan diadakan dirumah orang tua saya di Pontianak, Kalimantan Barat, beuuh briefing dengan vendor, memilih-milih dekorasi, dan tawar menawar harga dengan semua vendor rata-rata hanya saya lakukan lewat telfon atau via chat online!. Tapi Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar, tidak ada hambatan yang terlalu berarti, vendor-vendor yang saya hire bisa menangkap dengan baik apa yang saya mau dalam konsep wedding saya itu, dan mereka bisa bekerja secara professional sesuai keinginan saya. Nah kalau beberapa waktu lalu, saya sudah pernah membahas di blog ini soal pengalaman saya dalam menyiapkan dan menentukan konsep pernikahan, yang saya tulis dalam artikel Throwback Our Wedding Day #1 : Persiapan Pernikahan maka kali ini saya akan membahas hal yang juga tidak kalah bikin galau calon pengantin, yaitu dalam urusan memilih wedding vendor. Semoga 5 Tips Sebelum Memilih Wedding Vendor dibawah ini bisa membantu kamu dan pasangan sebelum menentukan ya…

1.Memilih Vendor dari hati  ! 🙂

Urusan memilih vendor ini gampang-gampang susah menurut saya, bukan hanya soal memilih vendor terbaik yang sesuai dengan budget kita, tapi pemilihan vendor biasanya akan juga mempertimbangkan hal-hal yang sifatnya personal, karena mengingat wedding day adalah momen sekali seumur hidup, maka di hari itu perasaan kamu akan campur aduk, terlebih pada saat detik-detik menjelang akad nikah. Jadi saya sarankan carilah vendor yang secara personal bisa dipastikan akan benar-benar membuat kamu merasa nyaman. Khususnya untuk vendor yang akan berada disekitar kamu di detik-detik menegangkan itu seperti penata rias/MUA, Bridal Gown Designer/Stylist, Photographer dan Videographer karena 4 vendor ini yang akan berada di dekat kamu menjelang detik-detik pernikahanmu nanti. Pernah seorang teman saya bercerita pas dia mau menikah, MUA yang menangani dia orangnya jutek, dan tentu hal itu membuat teman saya merasa sangat tidak nyaman. Rasa tegang menjelang pernikahan ditambah perilaku vendor yang menyebalkan tentu akan mengurangi kebahagiaan kamu kan? Jadi saya sarankan, selain mempertimbangkan budget kamu juga wajib memilih vendor yang secara personal tim dan orang nya asik dan menyenangkan, yang orang nya kocak kalo bisa, lumayan kan buat ice breaking di detik-detik menegangkan menjelang akad nikah! 🙂 Jadi tips nya, selain memperhatikan protofolio kualitas & hasil karya sang calon vendor yang akan kamu hire, kamu juga wajib tuh menanyakan ke orang-orang yang pernah menggunakan jasanya, apakah vendor ini bisa bekerja dengan profesional, disiplin, tepat waktu dan yang terpenting menyenangkan. Hal-hal personal ini, sangat wajib menjadi pertimbangan selain harga dan hasil kerjanya. Setuju kan?

2. Request boleh, Memaksa Jangan!

Hubungan kerja dengan vendor menurut saya pribadi bukanlah hubungan atasan dan bawahan. Meski membayar jasa mereka, saya bukan bos dan mereka bukan anak buah. Selama persiapan pernikahan, pada saat hari H bahkan sampai pasca acara pernikahan saya, saya selalu menganggap vendor adalah tim, bahkan teman, sekalipun kami baru berkenalan. Well, kita memang membayar mereka, dan karena ada unsur “materi” ini, maka wajar kalau kita sebagai klien menginginkan hasil yang terbaik, tapi Jangan harap pekerjaan vendor akan maksimal kalau dari awal saja kamu sudah “salah memilih vendor”. Untuk diketahui, para vendor yang bekerja di acara pernikahanmu ini mayoritas adalah para pekerja seni. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa tata rias itu seni, fotografi dan videografi itu seni, dekorasi itu seni, jadi acara pernikahan memang tidak lepas dari unsur-unsur seni, kan? Nah sebagaimana para pekerja seni pada umumnya, mereka ini biasanya akan bekerja sesuai kreativitasnya sehingga tak heran apabila mereka memiliki ciri khas masing-masing yang sudah menjadi “signature style” yang sulit diubah sekalipun kamu request dengan keras kepala. Tugasmu adalah memilih mereka sesuai dengan tema yang sudah kamu tentukan dari awal berdasarkan portofolio mereka masing-masing. Dengan itu, kamu bisa mempertimbangkan apakah kira-kira vendor ini bisa mengerjakan tema yang kamu request atau tidak. Misal, kamu menginginkan vendor dekorasi dengan tema rustic, tapi kamu milih vendor dekorasi yang biasa menghandle pernikahan adat tradisional, tentu hasil kerja mereka dalam mendekorasi pernikahan tema  rustic tidak akan semaksimal vendor dekorasi yang memang ahli di bidang tema tema pernikahan rustic. Begitu kira-kira maksud saya. Hal ini juga berlaku untuk MUA, Photography dan Videography. Kalo tidak percaya, coba deh liat hasil karya riasan 1 MUA dan MUA lain di portofolio sosial media mereka, katakanlah mereka sama-sama merias pengantin adat Jawa tapi hasil riasannya pasti akan berbeda satu sama lain. Jadi daripada kamu memaksakan keinginan, lebih baik carilah vendor yang sudah profesional di style dan bidang mereka masing-masing.

3. Jangan Booking Dadakan ya!

Berdasarkan pengalaman pribadi saya nih, cari venue pernikahan itu lebih susah daripada cari jodoh! Hahaha! ini serius, karena bayangkan saja proses saya dan suami mulai dari kenalan-PDKT sampai Lamaran itu tidak sampai 3 bulan. Sementara memastikan venue yang available dan bisa disewa untuk acara pernikahan nanti, butuh waktu lebih lama dari itu. Apalagi di Pontianak, Kalimantan Barat tidak terlalu banyak pilihan gedung yang bisa digunakan untuk acara pernikahan, sehingga tidak heran sih daftar tunggu nya jadi lebih panjang. Apalagi jika kamu akan menikah di hari sabtu atau minggu, urusan membooking venue harus menjadi urusan pertama yang diselesaikan sebelum menyelesaikan printilan lainnya ya!. Tak hanya itu, vendor-vendor lain seperti penata rias/MUA, fotografer, videographer dll yang sudah terkenal juga biasanya memiliki daftar tunggu yang lumayan panjang, jadi akan menjadi lebih bijaksana kalau kamu membooking mereka maksimal 3-6 bulan sebelum hari H, daripada harus terpaksa pasrah dapat vendor yang “sisa-sisa” kan ya? 🙂

4. Melakukan Briefing dengan Jelas!

Berikan briefing secara jelas kepada para vendor apa yang kamu inginkan secara rinci. Saya termasuk klien yang agak cerewet saat melakukan briefing ke vendor, karena menurut saya keberhasilan vendor melaksanakan pekerjaannya, juga tergantung dari kita, sudah maksimal atau belum memberikan penjelasan, contoh dan gambaran serta rincian. Nah, “briefing” yang saya maksud disini bukan hanya sekedar mengutarakan keinginan dengan kata-kata tapi bila perlu dengan gambar! Terkhusus untuk vendor dekorasi, MUA dan Fotografi/videografi, agar mereka benar-benar punya gambaran tentang apa yang kamu inginkan. Semisal vendor MUA nih, kamu wajib tuh berikan detail keinginanmu dari awal misal : tidak mau cukur alis, tidak mau lipstick terlalu tebal, dan lain sebagainya. Vendor photography dan videography misalnya, berikan juga briefing sedetail-detialnya, apa saja yang detail yang ingin difoto, siapa aja yang akan memberikan video testimoni di wedding clip kamu (males banget kan kalo wedding clip kita isinya testimoni orang-orang asing yang tidak terlalu dekat dengan kita? -_-), atau kepada vendor dekorasi, kamu boleh juga tuh tunjukkan kepada mereka gambar atau foto referensi dekorasi seperti apa yang kamu inginkan.  Agar lebih maksimal dan apabila memungkinkan, kamu juga bisa mengadakan meeting kecil-kecilan atau bahkan gladi resik bersama semua vendor pada waktu dan tempat yang bersamaan, supaya antar satu vendor dan vendor lain bisa saling kompak dalam bekerja, agar suasana keakraban antara kamu dan tiap-tiap vendor juga semakin kental. Percaya deh, kalau dari awal suasana kerjanya sudah dibikin nyaman, mereka akan bekerja lebih maksimal dan sepenuh hati demi mensukseskan acara istimewamu nanti.

5. Datang ke Wedding Exhibition

Nah point ini termasuk point yang mungkin gak terlalu penting tapi akan sangat membantu kamu mendapatkan banyak informasi dan referensi seputar tema wedding yang sedang hits, serta informasi kontak dan pameran para vendor wedding. Kamu bisa langsung bisa berkonsultasi sama mereka, dan bahkan biasanya mendapatkan penawaran harga khusus pada saat pameran.

 

Demikianlah tips memilih wedding vendor dari saya,semoga artikel ini membantu ! 🙂

Rizka Edmanda

24 Comments

  1. Jadi ingat perkawinan saya, boro2 pakai vendor atau eo. Yg ada menikah di kantor KUA karena kami sama ga mau rame2. Besoknya kami naik gunung bareng rombongan Indonesian Backpacker… Hahaha

    • MasyaAllah asik sekali mba… suami saya juga sukanya naik gunung, tapi setelah menikah Alhamdulillah langsung hamil, jadi deh niat naik gunung ketunda2 sampai sekarang hihi

      • Mungkin lebih enak ya pakai vendor. Tinggal pilih. Zaman aku nikah, calon pengantin ikut wira-wiri. Cari katering, rias dan sebagainya. Malah 3 hari sebelum nikah masih masuk kerja hahaha. Nggak pakai acara pingitan deh hehehe

  2. Memang milih wedding vendor harus cocok..cocok hatinya dan cocok juga budgetnya hehhe..waktu dlu nikah aku jg pake wedding vendor tapi mix keluarga jg..sayang yg kurang bagus make upnya..huhuu nyeseel2 *malah curcol

    • bener mba aku juga dulu sebagian pake vendor, sebagian lagi dibantu-bantu keluarga… memang hari pernikahan gini harus kompak sama keluarga ya

  3. Keren…bisa dimanfaatin nih buat calon pengantin…sayang kalo kesempatan ini gak diambil. Bisa pilih2..vendor yg cocok tak hanya cari harga tentu juga yg memuaskan pengantin..bikin cantik saat hari H

  4. Ngomongin vendor pernah aku milih yang bagus di Gresik tapi sungguh mahalnyaaaa. Lalu milih yang realistis di Surabaya. Tapi udah bikin nikahanku berkesan haha 🙂 makasih mb, udah sharing 🙂

  5. Repot juga ya merencanakan pernikahan. Ibuku yang ngurus itu semua. Aku bagian bintang tamu aja, hadir pas hari H trus kerja lagi.

    • hihi enak kalau punya ibu yang bisa diandalkan untuk mengatur pernikahan, kalau ibuku kebetulan PNS jadi kerja pagi sampai sore, baru bisa cuti juga seminggu sebelum aku nikah, kasian, makanya ku urus sendiri kemarin semuanya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *