Birth Story : Qonita Raysa Andariz

cerita-melahirkan

Qonita Rasya Andariz

Halo! Hampir sebulan blog ini gak di update karna memang sejak mei kemarin saya mulai -bener-bener- fokus sama kehamilan saya yang sudah mendekati HPL waktu itu. Minggu minggu terakhir kehamilan, saya disibukkan dengan kegiatan berpetualang mencari dokter obgyn yang pro normal di pontianak, juga sibuk bolak balik ke RS buat CTG baby qonita yang masih betah di rahim atau sekedar ngecek jantung nya lewat fetal doppler di bidan. Pokoknya minggu-minggu terakhir kehamilan ini jadi thrilling moment banget buat saya, saya yang sebelumnya sangat-sangat santai menjalani kehamilan jujur jadi parno juga saat diwanti-wanti oleh beberapa dokter obgyn karena kehamilan saya dikatakan “sudah lewat bulan” sehingga janin saya harus segera dilahirkan. tapi Alhamdulillah setiap janin memang berhak memilih cerita lahirnya masing-masing.. begitupun dengan baby qonita. Semua dokter mungkin boleh memprediksi baby qonita akan lahir di bulan mei.. tapi kalau Allah dan qonita sendiri pinginnya lahiran juni, hayoo kita bisa apa… Beberapa dokter mungkin bisa “mengancam” saya untuk segera mengambil tindakan operasi karna kehamilan yang dikatakan sudah beresiko, tapi jika Allah ingin baby Qonita terlahir dengan alami… lalu kita bisa apa? hihi..tapi tapi, ini bukan tentang kapan Qonita lahir atau dengan cara yang seperti apa, bukan… lebih penting dari itu semua, cerita ini adalah tentang bagaimana saya mencoba memaknai sebuah peristiwa penting dan sakral dalam kehidupan yaitu persalinan… READ MORE