Resolusi Traveling 2019 :

Traveling Murah Tapi Tak Murahan, Ini Cara Saya Mewujudkan Destinasi Wisata Impian!

reddoorz

Dani tertegun saat melihat kertas tagihan di hotel tempat kami menginap di Jakarta kala itu. Dana deposit yang kami berikan pada resepsionis hotel sebesar Rp 200.000 terpotong hampir setengah, oleh karena hal-hal yang kami lakukan “tanpa sengaja”. Dana sebesar Rp 25.000  terpotong karena kami meminum dua botol air mineral yang ada di minibar. Padahal hotel yang kami inapi kala itu tergolong mahal, permalamnya dikenakan biaya Rp 400.000 belum termasuk pajak. Sungguh kami heran,  mengapa bisa ya menginap di hotel semewah itu namun sekedar untuk meminum air mineral pun kami harus membayar. Enggan berdebat dengan resepsionis hotel yang kami yakini saat itu hanya bekerja atas perintah atasan, kamipun memilih pasrah dan keluar dari hotel tersebut dengan penuh kekecewaan.

Tak ingin kejadian buruk semacam ini terulang, kamipun kini jadi lebih jeli dalam memilih hotel tempat menginap. Sebab bukan apa, sudah menjadi rahasia umum bahwa biaya tiket dan akomodasi seringkali menjadi pengeluaran terbesar pada sebuah trip. Karena itu penting sekali untuk cermat menentukan pilihan akomodasi penginapan selama perjalanan. Terlebih bagi saya dan suami, traveling memiliki makna yang teramat penting maka sudah tentu trip kemanapun harus dipersiapkan sebaik mungkin. READ MORE

Review Kacamata Bayi : Shadez Baby Sunglasses with UV Protector

kacamata-bayi

Jujur awalnya saya pikir kacamata adalah salah satu fashion item yang tidak terlalu penting untuk bayi, karena kan mereka sebetulnya belum ngerti gaya-gayaan jadi buat apa pakai kacamata. Sampai akhirnya saya teringat satu hal, bahwa kita hidup di zaman dimana sinar matahari ternyata gak seramah ratusan tahun silam, zaman sekarang pancaran sinar matahari yang berlebihan nyatanya bisa membawa dampak buruk bagi indera penglihatan kita. Apalagi bagi bayi yang perkembangan inderanya masih belum sempurna. Berangkat dari pemikiran ini akhirnya saya sadari bahwa saya perlu kacamata untuk Qonita. Tapi bukan hanya sekedar kacamata fashion biasa melainkan kacamata dengan perlindungan ekstra terhadap dampak buruk sinar matahari. Agar apabila sewaktu-waktu saya perlu membawa Qonita jalan-jalan keluar saat sinar matahari lagi gonjreng-gonjrengnya, mata Qonita akan tetap aman terlindungi.

Bahaya Sinar UV
Matahari bagi Mata Bayi

Sinar ultraviolet atau
Sinar UV adalah salah satu golongan invisible light yang berasal dari matahari.
Sinar UV bisa membakar mata, rambut dan kulit apabila bagian tersebut tidak
dilindungi dan sering terpapar sinar matahari langsung. Sinar UV sendiri
terbagi menjadi 3 jenis. READ MORE

Liburan Murah Ke Bali Bersama Pegipegi

ulun-danu-baratan

Jika  Bali selama ini dikenal dengan cuaca yang panas dan berangin, khas negara tropis. Maka suasana berbeda saya rasakan ketika kaki ini menginjakkan di kawasan Pura Ulun Bratan. Hawa sejuk dan pagi yang berembun menyambut ketika saya memasuki lokasi wisata tersebut, terang saja sebab Pura Ulun Baratan terletak di ketinggian 1200 kaki diatas laut. Rasa penasaran yang begitu mendalam pada pura ini muncul, ketika pura ini dijadikan ikon dalam mata uang Rupiah pecahan 50 ribu. Hal ini menandakan, Pura Ulun Bratan memang memiliki keistimewaan yang tak hanya diakui secara Nasional namun juga di mata global. Wisatawan sebetulnya lebih mengenal Pura ini dengan nama Bedugul, sebab Kompleks Pura ini memang terletak di tepi barat laut Danau Bratan di pegunungan dekat Bedugul, Tabanan, Bali.

Perjalanan lebih kurang 55 km dari Denpasar terbayar, saat saya memasuki kompleks candi sebab pemandangan candi yang megah ditutupi kabut awan tipis dan sejuknya embun pagi terasa menjadi suguhan pemandangan alam yang mendamaikan kala itu. Saya dan teman-teman segera membayar tiket di loket. Tiket yang ditawarkan pun dijual dengan harga cukup terjangkau, untuk pengunjung WNI dewasa seperti saya hanya dikenakan tiket sebesar Rp 10.000 sedangkan untuk anak hanya sebesar Rp 7.500 sedangkan untuk WNA tiket yang harus dibayarkan adalah sebesar Rp 30.000 untuk dewasa dan Rp 15.000 untuk anak-anak. Cukup murah bukan. READ MORE

#KompetisiBlogNodi #NarablogEraDigital

Blog dan Perayaan Kebebasan Berliterasi di Era Digital

bangga-menjadi-narablog

Dengan Menulis, Saya Bertumbuh

Saya bergegas pulang ketika jam mata kuliah terakhir telah selesai. Janji temu dengan seorang sahabat membuat saya tak sabar ingin segera meninggalkan ruang kelas. Ojek daring yang saya pesan melaju dengan kecepatan sedang, mengantarkan saya menuju lokasi warung kopi yang sebelumnya telah kami janjikan. Sahabat saya itu ternyata tak datang sendiri, ia datang bersama seseorang yang dari penampilannya tampak necis dan rapi. “Hai Rizka, perkenalkan ini teman saya dari Bandung. Dia orang Pontianak tapi sudah lama tinggal disana” sahabat tersebut menyambut sembari mengulurkan tangannya. Saya hanya tersenyum kecil kemudian mengangguk sopan pada orang asing yang dibawanya. 

Orang asing ini kemudian memperkenalkan diri sebagai, hmmm mari kita sebut saja dia Beni. Beni mengaku bekerja sebagai penyunting naskah di sebuah penerbit yang cukup terkenal di Bandung. Beni memberikan kartu nama, yang didalamnya tertulis lengkap identitas, serta alamat kantornya. “Ayo coba masukkan naskah tulisanmu, siapa tahu rezeki” ujar sahabat saya itu. Saya tak menjawab, hanya mengangguk sambil menyeruput kopi hitam yang telah saya pesan sebelumnya.  READ MORE